Anda di halaman 1dari 27

UNDANG-UNDANG NO 41

TENTANG KEHUTANAN

Oleh :
STATUS DAN FUNGSI HUTAN
Hutan berdasarkan statusnya terdiri dari:
a. Hutan negara adalah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas
tanah.
b. hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah.
(Sertifikat, Letter C dan Girid atau dokumen yang diakui oleh BPN)
Hutan mempunyai tiga fungsi, yaitu:
a. fungsi konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang
mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta
ekosistemnya.
b. fungsi lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai
perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah
banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan
tanah.
c. fungsi produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi
hasil hutan.
KEGIATAN YANG DI LARANG DI DALAM KAWASAN HUTAN

Pasal 50
Setiap orang dilarang:
a. mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah;
b. merambah kawasan hutan;
c. melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan
d. membakar hutan;
e. menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau
izin dari pejabat yang berwenang;
f. menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan,atau memiliki
hasil hutan yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut
secara tidak sah;
h. mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi bersama- sama dengan surat
keterangan sahnya hasil hutan;
i. menggembalakan ternak di dalam kawasan hutan yang tidak ditunjuk secara khusus untuk maksud
tersebut oleh pejabat yang berwenang;
j. membawa alat-alat berat dan atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan
untuk mengangkut hasil hutan di dalam kawasan hutan, tanpa izin pejabat yang berwenang;
k. membawa alat-alat yang lazim digunakan untuk menebang, memotong, atau membelah pohon di
dalam kawasan hutan tanpa izin pejabat yang berwenang;
PELANGGARAN

Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud :

Diancam dengan pidana penjara


paling lama 10 (sepuluh) tahun dan
denda paling banyak
Rp5.000.000.000,00 (lima milyar
rupiah).
PEMBAGIAN KAWASAN HUTAN
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2002 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan,
Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan

CAGAR ALAM
SUAKA ALAM
SUAKA MARGASATWA

TAMAN NASIONAL, terdiri dari : zona inti, zona


pemanfaatan, zona lainnya
KAWASAN
HUTAN
PELESTARIAN TAMAN HUTAN RAYA, terdiri dari : blok pemanfataan,
KONSERVASI
ALAM blok koleksi tanaman, blok perlindungan

TAMAN WISATA ALAM, terdiri dari : zona pemanfaatan


intensif, zona pemanfaatan terbatas, zona lainnya

KAWASAN
Terdiri dari : Blok Buru, Blok Pemanfaatan, Blok
HUTAN TAMAN BURU
Pengembangan Satwa, Blok Lainnya

BLOK PERLINDUNGAN

HUTAN
BLOK PEMANFAATAN
LINDUNG

BLOK LAINNYA

HUTAN
PRODUKSI
LUAS
NO. FUNGSI HUTAN
( Ha.)
1. APL 704,70
2. Hutan Lindung 210

JUMLAH 914,70
POTENSI HASIL HUTAN
NON KAYU KABUPATEN
LEBAH MADU LUWU

AREN BAMBU

ROTAN TANAMAN HIAS (ANGGREK)


PELUANG
PENGEMBANGAN
TANAMAN RAKYAT
DIBAWAH TEGAKAN
HUTAN
BOLEHKAH HUTAN DIKELOLA ATAU DIMANFAATKAN
OLEH MASYARAKAT, KHUSUSNYA MASYARAKAT SEKITAR
HUTAN ?

MANFAAT HUTAN
MANFAAT EKOLOGY : hutan sebagai penyangga sistem kehidupan
makhluk hidup antara lain sebagai pengatur tata air, pengendali banjir &
erosi, penyedia oksigen dan lain - lain

MANFAAT EKONOMI : hutan menyediakan sumberdaya hayati yang


melimpah dengan nilai ekonomi yang tinggi baik untuk keperluan konstruksi
(bangunan), farmasi (sumber obat obatan herbal), pangan (buah
buahan) dan lain lain yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
yang mengelolanya.

MANFAAT SOSIAL : pengelolaan hutan dapat dilakukan dengan


melibatkan masyarakat yang ada disekitarnya dan menghormati adat
istiadat yang berlaku pada masyarakat setempat.
JAWABANNYA adalah
HUTAN PRODUKSI
Hasil Hutan Kayu, Hasil Hutan Non Kayu &
Jasa Lingkungan

HUTAN LINDUNG
Hasil Hutan Non Kayu & Jasa Lingkungan

HUTAN KONSERVASI
Jasa Lingkungan
PENGELOLAAN
HUTAN

TATA HUTAN DAN PENYUSUNAN


RENCANA PENGELOLAAN HUTAN

PEMANFAATAN HUTAN DAN


PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN

REHABILITASI DAN REKLAMASI


HUTAN

PERLINDUNGAN HUTAN DAN


KONSERVASI ALAM
PEMANFAATAN MEMPEROLEH MANFAAT
YANG OPTIMAL BAGI
HUTAN DAN KESEJAHTERAAN SELURUH
PENGGUNAAN MASYARAKAT SECARA
KAWASAN BERKEADILAN DENGAN
TETAP MENJAGA
HUTAN KELESTARIANNYA

PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN


DAPAT DILAKUKAN PADA SEMUA
KAWASAN HUTAN KECUALI PADA
HUTAN CAGAR ALAM SERTA ZONA
INTI DAN ZONA RIMBA PADA
TAMAN NASIONAL
PEMANFAATAN HUTAN
LINDUNG

PEMANFAATAN KAWASAN

PEMANFAATAN JASA
LINGKUNGAN

PEMUNGUTAN HASIL
HUTAN BUKAN KAYU
PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN USAHA BUDIDAYA TANAMAN OBAT (HERBA) ; meliputi kegiatan persemaian,
penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengamanan, pengolahan dan pemasaran.
LINDUNG : BERUPA SEGALA BENTUK
USAHA YANG MENGGUNAKAN
USAHA BUDIDAYA TANAMAN HIAS ; meliputi kegiatan persemaian, penanaman,
KAWASAN DENGAN TIDAK pemeliharaan, pemanenan, pengamanan, pengolahan dan pemasaran.
MENGURANGI FUNGSI UTAMA
KAWASAN USAHA BUDIDAYA JAMUR ; meliputi kegiatan persemaian, penanaman,
pemeliharaan, pemanenan, pengamanan, pengolahan dan pemasaran.

USAHA BUDIDAYA PERLEBAHAN ; meliputi kegiatan pembuatan tempat sarang


lebah, pemeliharaan, pemanenan, pengamanan, pengolahan dan pemasaran.

USAHA BUDIDAYA PENANGKARAN SATWA LIAR ; meliputi kegiatan perbanyakan


dan pembesaran satwa liar.

USAHA BUDIDAYA SARANG BURUNG WALET ; meliputi pemeliharaan, pemanenan


dan pengamanan serta pemasaran.
PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN ADALAH BENTUK USAHA YANG MEMANFAATKAN
POTENSI JASA LINGKUNGAN DENGAN TIDAK MERUSAK LINGKUNGAN DAN MENGURANGI FUNGSI
UTAMA HUTAN LINDUNG.
DALAM USAHA PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN TIDAK BOLEH MEMBANGUN SARANA DAN
PRASARANA YANG DAPAT MENGUBAH BENTANGAN ALAM.

USAHA PEMANFAATAN AIR USAHA PERDAGANGAN USAHA WISATA ALAM


KARBON (CARBON TRADE)

USAHA PENYELAMATAN HUTAN DAN LINGKUNGAN USAHA OLAH RAGA TANTANGAN ( OUTBOUND )
PEMUNGUTAN HASIL HUTAN BUKAN
KAYU, DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN
MENGAMBIL HASIL HUTAN BUKAN KAYU YANG ADA
SECARA ALAMI DENGAN TIDAK MERUSAK FUNGSI
MENGAMBIL ROTAN
UTAMA KAWASAN

MENGAMBIL MADU

PERBURUAN SATWA LIAR YANG TIDAK DILINDUNGI DAN DILAKSANAKAN


MENGAMBIL BUAH DAN ANEKA HASIL HUTAN LAINNYA SECARA TRADISIONAL
POLA PEMANFAATAN HUTAN

PERHUTANAN SOSIAL (SOCIAL


FORESTRY) adalah sistem pengelolaan hutan,
baik hutan negara maupun hutan hak, yang bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
setempat melalui pemberdayaan dengan
memperhatikan aspek kelestarian alam
HUTAN DESA adalah hutan negara yang
dikelola oleh desa dan dimanfaatkan
untuk kesejahteraan desa serta belum
dibebani izin/ hak (Permenhut No 89
tahun 2014)
MAKSUD DAN TUJUAN PENYELENGGARAAN
HUTAN DESA

1. Penyelenggaraan hutan desa dimaksudkan untuk


memberikan akses kepada masyarakat setempat
melalui lembaga desa dalam memanfaatkan
sumberdaya hutan secara lestari
2. Penyelenggaraan hutan desa bertujuan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat
secara berkelanjutan
HUTAN KEMASYARAKATAN adalah
hutan negara yang pemanfaatan
utamannya ditujukan untuk
memberdayakan masyarakat setempat
Permenhut No 88 Tahun 2014).
Hutan kemasyarakatan bertujuan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat
melalui pemanfaatan sumber daya hutan secara
optimal, adil dan berkelanjutan dengan tetap menjaga
kelestarian fungsi hutan dan lingkungan hidup. 23
HUTAN RAKYAT
adalah hutan yang
tumbuh di atas
tanah milik rakyat
(UU No 41 Tentang
Kehutanan ).
TANTANGAN YANG DIHADAPI DALAM PENGEMBANGAN
PERHUTANAN SOSIAL DI KABUAPTEN LUWU

1. Informasi tentang social forestry masih minim. Isu isu tentang social forestry kurang
populer termasuk dalam perencanaan pembangunan daerah (musrenbang)
2. Belum ada kisah sukses (success story) pengelolaan HKm/HD/HR pada tingkat lokal.
Kalaupun ada kisahnya tetapi belum terpublikasi dengan baik.
3. Orientasi tentang pemanfaatan hasil hutan oleh masyarakat sekitar hutan masih
berfokus pada hasil hutan kayu. Hasil hutan non kayu belum maksimal dimanfaatkan.
4. Keberpihakan pemerintah daerah masih minim. Pembangunan masih lebih dominan
berorientasi pada infrastruktur wilayah.
5. Isu isu tenurial masih mendominasi pembahasan tentang perhutanan sosial.
APA YANG HARUS DILAKUKAN ???
1. Mendorong masuknya isu isu perhutanan sosial dalam
pembahasan rencana pembangunan daerah pada level terendah
(musrenbang desa/kelurahan)
2. Penyediaan informasi yang memadai tentang kesuksesan
pelaksanaan program perhutanan sosial, termasuk pelaksanaan studi
banding bagi masyarakat sekitar hutan.
3. Sosialisasi/pelatihan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, termasuk
teknologi pengelolaan dan informasi pasar.
4. Penetapan target kinerja SKPD pada dokumen perencanaan
pembangunan daerah dalam hal pengembangan perhutanan sosial.
TERIMAH KASIH