Anda di halaman 1dari 26

PROGRAM PELAYANAN

KESEHATAN JIWA DI
INDONESIA

Oleh: ULY AGUSTINE


Dosen Keperawatan Jiwa
KESEHATAN
Adalah keadaan sejahtera dari badan,
jiwa, dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara
sosial dan ekonomis.
(UU No 23 th 1992)
KESEHATAN JIWA
Suatu kondisi mental sejahtera yang
memungkinkan hidup harmonis dan produkif
sebagai bagian yang utuh dari kualitas hidup
seseorang, memperhatikan semua segi
kehidupan manusia dengan ciri menyadari
sepenuhnya kemampuan dirinya, mampu
menghadapi stres kehidupan yang wajar,
mampu bekerja produktif dan memenuhi
kebutuhan hidupnya, dapat berperan serta
dalam lingkungan hidup, menerima dengan baik
apa yang ada pada dirinya dan merasa nyaman
dengan orang lain.
CIRI SEHAT JIWA
Menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya
Mampu menghadapi stress kehidupan yang
wajar
Mampu bekerja produktif dan memenuhi
kebutuhan hidupnya
Dapat berperan serta dlm lingkungan
hidupnya
Menerima baik apa yg ada pd dirinya
Merasa nyaman bersama org lain
RUANG LINGKUP MASALAH
KESWA
Masalah gangguan jiwa (PPDGJ III/ICD 10)
Masalah psikososial (gelandangan psikotik,
anak jalanan, penyalahgunaan napza, tindak
kekerasan sosial, dll)
Masalah perkembangan mns yg harmonis dan
peningkatan kualitas hidup (siklus hidup:
menikah, usila; peny. Menahun; pemukiman
sehat; pindah tpt tinggal)
GANGGUAN JIWA
Sindroma atau pola perilaku yang secara
klinis bermakna yang berkaitan langsung
dengan distress dan menimbulkan hendaya
pada satu atau lebih fungsi kehidupan
manusia.
Dipengaruhi/disebabkan oleh 3 faktor:
organobiologi, psikoedukatif, sosiokultural.
Jenis: 100 (F.00 F 99)
PREVALENSI GANGGUAN
JIWA
Di dunia: 400 juta penderita gangguan
kesehatan jiwa
Di Indonesia: 264 / 1000 anggota
rumah tangga.
Merupakan masalah kesehatan
masyarakat (prevalensi > 100/1000)
Akan bertambah seiring peningkatan
stresor kehidupan
PROPORSI JENIS GG JIWA
Mental addiction: 44%
Mental capacity deficit: 34%
Mental dysfunction: 16,2%
Mental disintegration: 5,8%
Survey kesehatan mental rumah tangga
1995: 185/1000 pddk dewasa
mengalami gg jiwa
KESEHATAN JIWA
Disabilities Adjusted Life Years (DALYs) ~
ukuran disease burden: WHO masalah
keswa 8,1% Global Burden of Disease (>
TBC, > kanker, > Penyk jantung, > malaria)
Status keswa dpt diukur dr HDI (Human
Development Index) ~ Indonesia peringkat
105 dari 180 negara.(th 1999)
3 domain HDI: kesehatan, pendidikan, dan
ekonomi.
JANGKAUAN DAN SARANA
PELAYANAN KESWA
Blm memadai utk 202 jt (RSJ 33, RSKO
1, BPKJM di setiap prov)
28% pengunjung PKM gejala gg jiwa
80% blm terdeteksi oleh PKM
TENAGA KESEHATAN JIWA
SpKJ : 76% Standar
Perawat: 36% standar
Penyebaran tidak merata
PERAN SERTA MASYARAKAT
DLM KESWA
Kurang krn: ketidaktahuan dan
keengganan; stigma negatif thd gg jiwa
Hrs ada political will dr pemerintah utk
penyuluhan yg ekstensif dan intensif di
masyarakat
Perlu sosialisasi upaya keswa yg
dilakukan oleh LSM atau swasta
KEBIJAKAN KESEHATAN JIWA
In patient Out patient
Peran petugas Peran masyarakat
penting utama
Kuratif dan Preventif dan
rehabilitatif
promotif
Pembiayaan
masyarakat kecil Oleh masyarakat
Tenaga apa JPKM
adanya Tenaga
profesional
TATANAN PELAYANAN
KESEHATAN JIWA
T. TRADISIONIL T. MASA DEPAN
Rumah Sakit Jiwa Keswamas: di

Bag. Psikiatri RSU masyarakat


Poli Jiwa Keswa dasar: PKM

Puskesmas
dan RSU
Keswa rujukan: RSJ,

RSKO
PEMBERI PELAYANAN
YG Lalu: Yg akan datang:
Masyarakat porsi Masyarakat

kecil diberdayakan untuk


menolong diri
Petugas keswa porsi
sendiri.
utama Dengan teknologi
Tenaga kesehatan setempat
superior Disesuaikan dg

Masyarakat inferior budaya setempat


ORIENTASI PELAYANAN
KESWA
DULU: Y.A.D:
Fokus pelayanan Fokus prevensi
prevensi sekunder primer
dan tertiary
Upaya preventif,
Upaya kuratif dan
rehabilitatif promotif
Jangkauan luas
Daya jangkau
terbatas Murah, daya ungkit

Biaya relatif mahal tinggi


MUTU PELAYANAN
DULU: Y.A.D:
Tenaga non Profesionalisasi

profesional tenaga
Jumlah terbatas Jumlah dicukupi

Mutu seadanya Mutu selalu

Pelayanan ditingkatkan
berdasarkan Pelayanan

rutinitas profesional
ELEMEN PERAN
KEPERAWATAN
Klinikus: mampu memberikan asuhan dan
pelayanan di tatanan klinik.
Advokasi: memberikan perlindungan kepada
klien dan keluarga.
Legal dan etis: mentaati kode etik dan
hukum yang berlaku.
Tanggung jawab sosial: mampu
mempertanggungjawabkan terhadap
masyarakat.
ELEMEN PERAN
KEPERAWATAN
Kolaborasi antar disiplin: bisa bekerja
sama dengan disiplin ilmu lain (profesi
kesehatan lain) demi pelayanan yang
komprehensif dan profesional.
Tanggung jawab fiskal: mampu
memberikan pelayanan yang efektif dan
efisien secara keuangan.
SETTING PELAYANAN
KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
Inpatient: di rumah sakit, rawat inap.
Partial: perawatan paroh hari. Daycare atau
night care.
Outpatient: rawat jalan
Residential: kunjungan ke panti-panti
rehabilitasi mental.
Home: memberikan perawatan di rumah,
melalui home visit dan home care.
BENTUK PELAYANAN KESWA
Prevensi Primer: promotif dan
preventif.
Prevensi Sekunder: kuratif
Prevesi Tertiary: rehabilitatif

Keperawatan berperan di ketiga tatanan


ini
KONDISI KEP KESWA DI
INDONESIA
Kategori tenaga: sebagian besar blm
profesional (75% SPK)
Belum diminati sbg profesi terhormat.
Jumlah terbatas ( 36% standar)
Masih berjuang untuk diakui
Struktur perjan: tdk akomodatif thd
profesi keperawatan
Komitmen terhadap mutu masih kurang
STRATEGI KEP KESWA
Melalui pendidikan: meningkatkan
minat. Jumlah meningkat.
Peningkatan pendidikan bagi pwt yg
ada: D 3, S1, S2, Spesialis Jiwa.
Tatanan pelayanan diperbaiki: MPKP.
Sbg bukti pel kep bermakna.
Pelatihan, kursus: pendidikan
keperawatan berkelanjutan.
MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN
PROFESIONAL (MPKP) JIWA
Pelayanan prima keperawatan
Nilai-nilai profesional diimplementasikan
Sebagai bukti bahwa keperawatan
bermakna dalam kesehatan klien
Masih terbatas di rawat inap; upaya
kuratif dan rehabilitatif
NILAI-NILAI PROFESIONAL
MPKP
Manajemen Keperawatan
Patient Care Delivery System dg proses
keperawatan.
Hubungan profesional antar profesi
kesehatan dan antar perawat.
Reward system jelas, mengakui
profesionalisme
PERKEMBANGAN MPKP JIWA
Th 2001 di RSJP Bogor
Th 2002 di RSJP Lawang, Malang
Mulai diperkenalkan di RSJ Makasar,
Padang, Pontianak, Samarinda,
Bandung, Palembang, Jakarta, RSKO,
dsb.