Anda di halaman 1dari 19

TINEA KRURIS

IP.Ady Putra Astawan


102011141
ANAMMNESIS

perubahan warna kulit yang dirasakan pasien


rasa gatal, kemerahan, nyeri atau benjolan

bila ada benjolan, bagaimana ukuran, bentuk,


warna dan kepekaan
Pemeriksaan kulit
Tipe warna kulit manusia

Kelembaban kulit

Temperatur/ suhu kulit

Tekstur kulit

Turgor / ketegangan kulit

Lesi kulit
PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
palpasi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Langsung
Pembiakan
DIAGNOSIS KERJA
Tinea kruris adalah dermatofitosis yang mengenai
paha atas bagian tengah, daerah inguinal, pubis,
perineum, dan daerah perianal.
Tinea kruris sendiri merupakan penyakit kulit
yang disebabkan oleh jamur pada daerah
genitokrural (selangkangan), sekitar anus, bokong
dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah
DIAGNOSIS BANDING
Psoriasis
Pada psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin,
Auspitz dan Kobner (isomorfik). Tempat predileksi
pada skalp, perbatasan daerah tersebut dengan
muka, ekstremitas ekstensor terutama siku serta
lutut dan daerah lumbosakral
KANDIDASIS
Bersifat akut atau subakut disebabkan oleh spesies
Candida
Kandidosis intertriginosa
Lipatan kulit,
Ketiak
Bagian bawah payudara
Lipat bokong
Selangkangan
Sela antar jari
Lesi pada penyakit yang akut mula-mula kecil berupa
bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah, dan
kemerahan.
Pada bentuk yang kronik, kulit sela jari menebal dan
berwarna putih.
ERITRASMA
Disebabkan Corynebacterium minutissimum.
Sering ditemukan di daerah dimana kulit
bersentuhan dengan kulit,
EPIDEMIOLOGI

Banyak di daerah tropis


Angka kejadian lebih sering pada orang dewasa,
terutama laki-laki dibandingkan perempuan
sering terjadi pada orang yang kurang
memperhatikan kebersihan diri atau lingkungan
sekitar yang kotor dan lembab
ETIOLOGI
Jamur dermatofita yang sering ditemukan pada kasus
tinea cruris adalah, E.Floccosum, T. Rubrum, dan T.
Mentagrophytes.
Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung
dengan individu yang terinfeksi atau tidak langsung
melalui benda yang mengandung jamur, misalnya handuk,
lantai kamar mandi
PATOFISIOLOGI
Infeksi Trichophyton rubrum kolonisasi hifa dalam
jaringan keratin yang mati
Hifa ini menghasilkan enzim keratolitik yang berdifusi ke
dalam jaringan epidermis dan menginvasi ke lapisan
epidermis
Respon imun host akan mencegah invasi yang lebih dalam.
Faktor resiko infeksi primer dan reinfeksi termasuk
menggunakan celana ketat atau baju yang basah atau tidak
layak
MEDIKAMENTOSA GOLONGAN AZOL
Obat topikal
Clotrimazole (Lotrimin, Mycelec)
Obat ini tersedia dalam bentuk kream 1%, solution,
lotion. Diberikan 2 kali sehari selama 4 minggu
Evaluasi setelah 4 minggu

Mikonazole (icatin, Monistat-derm)


Tersedia dalam bentuk cream 2%, solution, lotio,
bedak. Diberikan 2 kali sehari selama 4 minggu
Ketokonazole (Nizoral)
Pengobatan dengan ketokonazole dapat dilakukan
selama 2-4 minggu
GOLONGAN ALAMIN
Naftifine (Naftin)
Tersedia dalam bentuk 1% cream dan lotion.
Penggunaan pada anak sama dengan dewasa
(dioleskan 4 kali sehari selama 2-4minggu).
Evaluasi setelah 4 minggu

Terbinafin (Lamisil)
Terbinafine dapat ditoleransi penggunaanya pada
anak-anak. Digunakan selama 1-4minggu
PENGOBATAN SISTEMIK
griseofulvin microsized 500-1000 mg/hari selam
2-6 minggu
Ketokonazol 200 mg/hari selama kurang lebih 4
minggu.
Itrakonazol 100 mg/hari selama 2 minggu atau
200 mg/hari selama 1 minggu.
Terbinafin 250 mg/hari selama 1-2 minggu
NON-MEDIKA MENTOSA
Krim, losion, salep, minyak untuk melembabkan
kulit
Menghindari faktor pemicu : iritan/alergen,
stress, makanan
Menghilangkan kebiasaan menggaruk
KOMPLIKASI

Infeksi sekunder oleh candida atau bakteri yang


lain.
Pada infeksi kronis dapat terjadi likenifikasi dan
hiperpigmentasi kulit.
PENCEGAHAN

Mandi dua kali sehari.


Cuci pangkal paha dengan bersih, pastikan
benar-benar kering.
Ganti pakaian setiap hari.

Jangan berbagi handuk dengan orang lain.

Cucilah handuk dengan sering.

Jauhkan handuk sendiri ketika memiliki infeksi


kulit jamur untuk mengurangi kesempatan
menularkan jamur ke orang lain.
PROGNOSIS

Prognosis penyakit ini baik dengan diagnosis dan


terapi yang tepat asalkan kelembapan dan
kebersihan kulit selalu dijaga.
KESIMPULAN

Jamur dermatofita yang sering ditemukan pada


kasus tinea kruris adalah T. Rubrum, dan T.
Mentagrophytes.
Prognosis baik bila di tangani dengan segera
dan benar .
Pengobatan menggunakan obat antijamur sangat
efektif apabila ditunjang dengan higine pribadi
pasien.