Anda di halaman 1dari 19

MANAJEMEN

BENCANA BANJIR
Kelompok II S1-4A
1. Chaya Hamami Ishmah (13.20.009)
2. Dwi Ayyuna Wati (13.20.014)
3. Maula Rendy Anggara (13.20.022)
4. Ratna Wahyu Ningsih (13.20.028)
5. Rendy Rivaldi (13.20.029)
6. Tatik Widayati (13.20.034)
Bencana Banjir
Tergenangnya suatu tempat akibat meluapnya air yang melebihi
kapasitas pembuangan air di suatu wilayah dan menimbulkan kerugian
fisik, sosial dan ekonomi (Promise, 2009)
Kategori Jenis Banjir
Lokasi sumber Mekanisme
aliran terjadinya
permukaannya banjir

Banjir Regular
Bandang flood

Irregular
Banjir lokal
flood
Penyebab Banjir
Curah hujan tinggi
Luapan air sungai
Runtuhnya bendungan
Naiknya air laut (pasang/rob)
Tsunami
Faktor kerentanan
Dampak Banjir

Dampak fisik adalah kerusakan pada sarana


prasarana.
Dampak sosial mencakup kematian, risiko
kesehatan, trauma mental, menurunnya
perekonomian, terganggunya berbagai kegiatan.
Dampak ekonomi mencakup kehilangan materi,
gangguan kegiatan ekonomi.
Dampak lingkungan mencakup pencemaran air,
dan tumbuhan disekitar sungai yang rusak akibat
terbawa banjir.
Kajian Resiko Bencana
Kajian Risiko Bencana Banjir Berbasis Masyarakat terdiri dari:
Kajian Risiko Bencana Banjir
Secara Ilmiah
Kajian Risiko Bencana Banjir Secara Ilmiah dilakukan oleh para ahli
dengan menggunakan metode ilmiah. Tahapannya yaitu kajian
bahaya, kajian kerentanan dan kajian risiko
(Promise, 2009)

Lanjutan
Penanggulangan
Bencana Banjir
1. Pengurangan Resiko Bencana Sebelum Terjadi Banjir (Pra
Bencana)
2. Tanggap Darurat Saat Terjadi Bencana (Saat Bencana)
3. Upaya Pemulihan Setelah Terjadi Banjir (Pasca Bencana)
Pengurangan Resiko
Bencana Sebelum
Terjadi Banjir (Pra
Bencana)
Upaya pengurangan risiko bencana melalui
upaya mitigasi dan kesiapan/kesiapsiagaan
terhadap bencana banjir.
Mitigasi banjir adalah semua tindakan/ upaya
untuk mengurangi dampak dari suatu bencana
banjir. Dikelompokkan menjadi 2 yaitu Mitigasi
Struktural & Mitigasi Non Struktural.
Lanjutan

Mitigasi Struktural adalah Mitigasi struktural yang


upaya upaya pengurangan dapat dilakukan oleh
risiko bencana yang lebih masyarakat di kawasan rawan
bersifat fisik. banjir antara lain:
Upaya-upaya mitigasi Membantu upaya peningkatan
struktural banjir yang kapasitas resapan air di
dilakukan oleh pemerintah wilayahnya baik dengan
antara lain adalah:
Menanam lebih banyak pohon
Perbaikan dan peningkatan maupun membuat sumur
sistem drainase. resapan.
Normalisasi fungsi sungai Membantu penyusunan peta
zonasi/risiko banjir.
Relokasi pemukiman
dibantaran sungai. Membangun rumah sesuai
dengan peraturan tata guna
Pengembangan bangunan lahan.
pengontrol tinggi muka
air/hidrograf banjir Membuat rumah lebih tinggi
dari muka air banjir.
Perbaikan kondisi Daerah
Aliran Sungai(DAS).
Lanjutan
Mitigasi Non-Struktural
adalah segala upaya
pengurangan risiko bencana
yang dilakukan yang bersifat
non fisik, organisasional dan
social kemasyarakatan.
Adapun bentuk upaya
Upaya-upaya mitigasi non
struktural banjir yang mitigasi non struktural
dilakukan pemerintah antara yang dapat dilakukan
lain: oleh masyarakat di
Membuat master plan kawasan rawan banjir
pembangunan yang berbasis antara lain:
pengurangan risiko bencana.
Mengerti akan ancaman
Membuat PERDA mengenai banjir
penanganan risiko bencana
banjir yang berkelanjutan. Mengembangkan diri
Mengembangkan peta zona dengan mengikuti
sibanjir. pelatihan-pelatihan
Mengembangkan system dalam menghadapi
asuransi banjir. bencana
Membangun/memberdayakan Berperan aktif pada
Sistem Peringatan Dini Banjir.
Lanjutan
Kesiapan/Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Banjir

Upaya kesiapan/ kesiapsiagaan yang Biasanya dilakukan oleh pemerintah


ditingkat lokal yaitu:
Memasang tanda ancaman pada jembatan yang rendah.
Mempersiapkan keperluan darurat selama banjir
Melakukan perencanaan untuk melakukan evakuasi.
Mengorganisasikan system keamanan pada keadaan darurat

Tindakan kesiapan/ kesiapsiagaan yang dapat dilakukan di tingkat masyarakat


(keluarga dan individu)
Menempatkan barang barang elektroni serta barang berharga ditempat yang
tinggi
Menyiapkan alamat / no telp yang penting untuk dihubungi.
Menyediakan barang-barang kebutuhan darurat saat memasuki musim
Tanggap Darurat Saat Terjadi
Bencana
Pada saat banjir, upaya upaya Sementara tindakan pada saat banjir
yang dilakukan pemerintah yang harus dilakukan masyarakat
berupa :
Evakuasi keluarga
Pengerahan Tim Reaksi Cepat.
ketempat pengungsian yang sud
Pemenuhan kebutuhan dasar
Membawa perlengkapan darurat
pengungsi dan penampungan
sementara. Matikan peralatan listrik/sumber listrik
dari meterannya.
Pemberian layanan air bersih,
jamban dan sanitasi di tempat Tutup kran saluran air utama
pengungsi/penampungan
sementara.
Pemberian layanan
kesehatan,perawatan dan
rujukan ditempat
pengungsi/penampungan
sementara.
Pengerahan sarana transportasi
untuk menjangkau daerah
pengungsi.
Upaya Pemulihan
Setelah Terjadi Banjir
Tindakan jangka pendek dilakukan untuk mengembalikan
layanan utama dan mencukupi kebutuhan pokok masyarakat.
Tindakan jangka panjang dilakukan untuk mengembalikan
kondisi masyarakat kepada kondisi normal atau bahkan lebih
baik (UNESCO, 2007).
upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah meliputi:

Evaluasi penanganan darurat dan Tindakan yang harus dilakukan


pernyataan tanggap darurat masyarakat setelah terjadi banjir
selesai. adalah:
Inventarisasi dan dokumentasi Kembali kerumah dari tempat
kerusakan sarana dan prasarana. pengungsi
Merencanakan dan Membersihkan rumah dan
melaksanakan program lingkungan dengan menggunakan
pemulihan desinfektan
Penataan kembali kondisi sosial Mengecek system kelistrikan
ekonomi masyarakat yang rumah sebelum menyalakan
terkena bencana banjir. listrik rumah.
Evaluasi karakteristik banjir untuk Buka pintu dan jendela agar
menyesuaikan prediksi banjir udara dalam rumah tidak pengap.
dimasa datang.
Biasakan cuci tangan dengan
sabun dan air bersih atau
desinfektan.
Tindakan rehabilitasi dan rekonstruksi meliputi: analisis
kerusakan dan kebutuhan, pembangunan gedung dan
infrastruktur, melakukan pendekatan terhadap lembaga
donor dan organisasi lain yang mau membantu, kerjasama
dengan media massa, dan kajian pasca bencana (UNESCO,
2007).
Pengenalan Rencana
Kontinjensi
Salah satu upaya kesiapan/ kesiapsiagaan yang memuat rencana-rencana
yang berhubungan dengan upaya-upaya atau kegiatan-kegiatan peringatan
dini dan tanggap darurat saat terjadi bencana (Promise, 2009).
yang dihubungi saat banjir:
1. BPND (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)
2. BMG (BadanMeteorologidanGeofisika)
3. Dinas Sosial
4. SAR (search and Resque)
5. Rumah Sakit/Puskesmas
6. Polisi
7. Palang Merah Indonesia
8. Pertolongan pertama pada korban bencana
9. Media Massa (Televisi dan Radio)