Anda di halaman 1dari 32

PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Definisi
Sampai saat ini belum ada satu definisi yang
bersifat universal dari pengelolaan atau manajemen
lingkungan karena kompleks dan luasnya
cakupan dari pengelolaan lingkungan.

Berbagai pengertian tentang pengelolaan


mengasumsikan bahwa terdapat keseimbangan
yang optimum dalam pemanfaatan lingkungan dan
sumber daya alam di dalamnya
Pengertian
Pengelolaan lingkungan merupakan suatu aksi
atau tindakan praktis dari manusia dalam
lingkungan hidupnya, tetapi tidak dapat terlepas
dari pendekatan ilmiah yang harus mendasarinya
perlu pemahaman bahwa pengelolaan
lingkungan bukan merupakan suatu ilmu yang
berdiri sendiri
Usaha yang dilakukan secara sadar untuk
memelihara dan/atau memperbaiki kualitas
lingkungan agar kebutuhan dasar manusia dapat
terpenuhi secara optimal
Mengapa Perlu di Kelola ?
Indonesia sebagi negara berkembang masih
mengandalkan SDA untuk pembangunan nasional
Pertumbuhan penduduk yang terus berlangsung
sementara kondisi SDA semakin kritis
Pemanfaatan SDA yang belum efektif dan efisien
kendala teknologi, sosial ekonomi dan budaya
Dampak ekonomi dan sosial dari pemanfaatan SDA
dan lingkungan belum merata
Kesalahan dalam mengelola konflik
Kurang koordinasi antar lembaga yang
berkepentingan
Pengelolaan lingkungan sangat komplek
kemauan politik, ego sektoral, gaya hidup,
solidaritas antar generasi
Masalah lingkungan hidup pada dasarnya
timbul karena :
1) Dinamika penduduk
2) Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya
yang kurang bijaksana .
3) Kurang terkendalinya pemanfaatan akan
ilmu pengetahuan dan teknologi maju
4) Dampak negatif yang sering timbul dan
kemajuan ekonomi yang seharusnya positif
5) Benturan tata ruang.
POLA KEBIJAKAN PENGELOLAAN
Pola ADA (Atur dan Awasi)
Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan
hidup didasarkan atas Atur-dan-Awasi (ADA) atau
Command-and-Control (CAC).
Dalam pendekatan ADA, penyusunan peraturan
perundang-undangan sifatnya sangat top down.
Pola ADS (Atur Diri Sendiri - WASKAT)
Merupakan pola kebijakan yang lebih fleksibel dan
tidak bersifat kaku.
Dalam ADS, pendekatannya bersifat bottom up
mengacu kepada sistem yang telah terbentuk dan
dianggap baik.
LANDASAN HUKUM
Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang
Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan
Hidup (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor 12,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3215) menandai
awal pengembangan perangkat hukum sebagai dasar
bagi upaya pengelolaan lingkungan hidup Indonesia
sebagai bagian integral dari upaya pembangunan yang
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup.

Undang-undang Republik Indonesia No 23 Tahun 1997


tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
LANDASAN LAINNYA

Berkembangannya paradigma lingkungan pada


tingkat global, yaitu dari:
Eco-Development (1972) menjadi
Sustainable-Development (1992)
Arah pembangunan jangka panjang Indonesia
adalah pembangunan ekonomi dengan
bertumpukan pada pembangunan industri.
Kegiatan pembangunan yang makin meningkat
mengandung resiko pencemaran dan perusakan
lingkungan hidup.
Asas dan Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Pasal 3
Asas
asas tanggung jawab negara, State Liability Sustainable
asas berkelanjutan, dan
asas manfaat
Tujuan
Tujuan untuk mewujudkan
pembangunan berkelanjutan yang Eco-Develompment dan
berwawasan lingkungan hidup Sustainable Development
dalam rangka pcmbangunan
manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat
Indonesia seluruhnya yang
beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
Sasaran Pengelolaan Lingkungan Hidup
Sasaran
a. tercapainya keselarasan, keserasian, dan
Conservation of Biological Diversity
keseimbangan antara manusia dan
lingkungan hidup;
b. terwujudnya manusia Indonesia sebagai
insan lingkungan hidup yang memiliki Conservation of Biological Diversity
sikap dan tindak melindungi dan membina
lingkungan hjdup;
c. terjaminnya kepentingan generasi masa
kini dan generasi masa depan; Intergeneration Equity dan
Intrageneration Equity
d. tercapainya kelestarian fungsi lingkungan
hidup; Conservation of Biological Diversity
e. terkendalinya pemanfaatan sumber daya
secara bijaksana; Conservation of Biological Diversity
f. terlindungnya Negara Kesatuan Republik
Indonesia terhadap dampak usaha State Resposibility (berlawanan)
dan/atau kegiatan di luar wilayah negara
yang menyebabkan pencemaran
dan/atau perusakan lingkungan hidup.
Karakteristik

Pengelolaan lingkungan beragam dari segi


karakteristik dan tujuannya tetapi
pengelolaan lingkungan mensyaratkan
perlunya penetapan tujuan sebelum
melakukan suatu tindakan.
Dari perspektif ilmu, seorang pengelola
lingkungan harus memahami struktur dan
fungsi lingkungan, pengetahuan manusia
tentang lingkungan secara menyeluruh masih
belum lengkap/terbatas.
Karakteristik

Pengelolaan lingkungan tidak menitikberatkan


pada landasan pemikiran environmentalism,
karena pemikiran tersebut lebih dilandasi oleh
nilai-nilai moral daripada nilai ilmiah.
Ilmu lingkungan diharapkan dapat
memisahkan dengan jelas antara argumen
yang dilandasi oleh nilai ilmiah dan moral,
sehingga tidak terjadi salah interpretasi pada
saat implementasinya dalam pengelolaan
lingkungan.
Permasalahan Dalam Pengelolaan
Lingkungan
Permasalahan mendasar dalam pengelolaan
lingkungan adalah manusia seringkali memaksakan
untuk mengelola sesuatu yang hampir tidak
mungkin untuk dikelola,
Sementara di lain pihak membiarkan sesuatu yang
sebenarnya dapat dikelola.
Masalah dalam pengelolaan lingkungan terjadi mulai
dari pemahaman arti pengelolaan sampai dengan
bagaimana implementasi konsep pengelolaan
lingkungan mengartikan pengelolaan dengan
tepat.
Masalah dalam pengelolaan lingkungan terkait juga
konsep Pembangunan berkelanjutan yang belum
sepenuhnya difahami baik oleh para pengambil
keputusan maupun masyarakat luas mis.
solidaritas antar generasi.
Pengelolaan lingkungan di masa mendatang akan
lebih kompleks
pertambahan penduduk,
meningkatnya kemiskinan,
konflik sosial yang tidak pernah berhenti, dan
bencana alam yang terus terjadi diluar kendali
manusia
Langkah-langkah pengelolaan harus bersifat
antisipatif daripada yang bersifat mengatasi krisis;
peningkatan peranan dan keterlibatan masyarakat.
Hal Hal Yang Diperhatikan
1. mengidentifikasi tujuan,
2. menetapkan apakah tujuan tersebut dapat dicapai
dan bagaimana mencapainya, dan
3. mengembangkan serta mengimplementasikan cara
yang paling mungkin dilakukan
4. Dalam pengelolaan lingkungan, konsep interaksi
manusia dan lingkungan yang menjadi salah satu
fokus utama dalam ekologi harus digunakan sebagai
landasan dalam mengembangkan strategi untuk
menghindarkan atau melakukan mitigasi masalah
lingkungan.

Katagori lainnya
Faktor Penting dalam Pengelolaan :
1. Daya Dukung Lingkungan
Hakekat pembangunan adalah meningkatkan
kualitas hidup manusia kesejahteraan
Bukan berarti tidak mempertimbangan aspek-aspek
yang mendukungnya kuantitas dan kualitas SDA/H
Maka ada komporomi diantara keduanya yaitu
pertimbangan DDL Melalui pengelolaan SDA/H
2. Daya Lenting Lingkungan
Adalah suatu kemampuan suatu sistem untuk pulih
kembali setelah mengalami gangguan.
semakin cepat pulihnya semakin tinggi DL
Daya Lenting perlu dipandang secara bijak:
mengingat tidak semua dari kemampuan DL suatu
sistem adalah baik bagi kesejahteraan manusia.
Oleh karenanya daya lenting suatu sistem perlu
dikelola agar gangguan (pembangunan) yang
dihasilkan akan menjadi buruk kualitasnya akibat
DL. Misalnya penyakit, pembangunan gangguan
yang menyebabkan penyakit hilang, namun DL
penyakit yang baik tidak menguntungkan
pembangunan
Menurut LH, Pendekatan Pengelolaan
dalam Proper:
1. Pelaksanaan produksi bersih,
2. Sistem manajemen
3. Lingkungan dan hubungan masyarakat serta
pengembangan masyarakat.
Ruang Lingkup Pengelolaan

Starkey, 1998
Ruang Lingkup Pengelolaan

Starkey, 1998
Model P-D-C-A Sebagai Dasar Pengelolaan

Review
Manajemen Kebijakan
Lingkungan

Pemeriksaan/Perbaika
Proses
n Aksi: Berkelanjutan Perencanaan:
Pemantauan Aspek/dampak lingkungan
Pengukuran Manajemen yang
Perbaikan diperlukan
Aksi pencagahan Penampilan tujuan /
Perekaman pengukuran
Pengukuranlingkungan Rencana manajemen

Implementasi:
Struktur &
tanggungjawab
Pelatihan, kepedulian
Dokumentasi SML
Kontrol dokumen
Kontrol opersional
Keadaan darurat
Plan Do Check Advisory
Plan Do Action - Check Advisory .etc
Perencanaan (Plan): melakukan identifikasi dampak lingkungan
(footprint) dari opersional dan pelayanan organisasi, penelusuran
dan mengikuti aturan yang berlaku, mempersiapkan tujuan
pengelolaan lingkungan, dan menetapkan prgoram untuk mencapai
tujuan.

Implementasi (Do): mendefinisakan dan mengkomunikasikan


aturan-aturan dan tanggungjawab, pengembangan SOP,
mendokumentasikan program yang secara signifikan dalam rangka
pengelolaan lingkungan, pelatihan kepada kontraktor dan staf,
pengembangan metide untuk mengelola dokumen dan pencatatan,
dan menetapkan respon tanggap darurat terhadap kejadian-
kejadian lingkungan.
Plan Do Check Advisory
Plan Do Action - Check Advisory .etc
Pemeriksaan dan Perbaikan Aksi (Check Action):
pemantauan dan pengkuran merupakan kunci dari parameter
lingkungan dan tujuan pengelolaan, termasuk review internal dari
pengelolaan yang dilakukan, sehingga kepraktisannya dapat diukur.

Manajemen Review dan Aksi (Action Advisory): review oleh


manajer-manajer utama merupakan jaminan dari keberlangsungan
pengelolaan, sekaligus menjadi bahan/informasi yang efektif dari
pertemuan untuk tujuan pengelolaan lingkungan. Membuat kritik,
alokasi sumber daya dan menyusun strategi merupakan bagian
penting dari keberlanjutan proses pengelolaan.
Plan Do Check Advisory
Plan Do Action - Check Advisory .etc
Komponen penting dalam pengelolaan adalah adanya
suatu komitmen organisasi.
Efektivitasnya adalah melalui pengembangan dan
implementasi yang didukung kuat oleh seluruh manajer
utama dalam organisasi, termasuk juga seluruh staf.

Komponen dalam pengembangan


pengelolaan:
Kebijakan Lingkungan: merupakan pernyataan dari
organisasi yang mendasar untuk mencapai pengelolaan.
Hal ini mencakup seluruh aktivitas lingkungan secara
konsisten sesuai dengan tujuan organisasi.
Plan Do Check Advisory
Mengidentifikasi Dampak Lingkungan: melakukan
identifikasi dan dokumentasi hal-hal yang aktual dan
potensi dari dampak lingkungan selama operasional
organisasi. Selanjutnya dapat menjadi bahan audit
lingkungan.

Tujuan dan Capaian: borang isian dari audit


lingkungan merupakan dasar untuk mendeterminasi
tujuan dan capaian lingkungan dari organisasi.
Melalui tujuan dan capaian yang dilaksanakan secara
berkelanjutan, konsisten dengan pemantauan yang
rutin, beberapa organisasi telah berhasil mendapatkan
keuntungan.
Plan Do Check Advisory
Konsultasi: staf dan komunitas konsultan memiliki
peran sebelum, selama dan setelah pengelolaan
diterapkan pada organisasi. Ini menjadi penting karena
seluruh staf memiliki keterlibatan dan komitmen atas
pengelolaan yang diterapkan, hal ini tersebut penting
untuk meningkatkan persepsi masyarakat yang sekligus
menjadi keuntungan dari implementasi.

Operasional dan Prosedur Darurat: semua


prosedur yang dapat dipergunakan untuk me-review
apakah apa yang dilakukan telah sesuai/kompatibel
dengan objektif organisasion lingkungan dan capaian.
Sehingga apabila ada perubahan akan termasuk
sistem dokumentasi yang tersedia.
Plan Do Check Advisory
Perencanaan Manajemen Lingkungan: merupakan
uraian rinci dari metode dan prosedur yang dilakukan
oleh organisasi untuk mencapai tujuan dan target.

Dokumentasi: seluruh tujuan, capaian, kebijakan,


tanggungjawab dan prosedur harus terdokumentasi
untuk kepentingan data dan informasi serta penampilan
lingkungan. Dokumentasi dipergunakan untuk verifikasi
penampilan lingkungan terhadap seluruh sta, aturan
dan komunitas.
Plan Do Check Advisory
Pelaporan Struktur dan Pertanggungjawaban:
pertanggungjawaban dibutuhkan untuk menunjukkan
tanggungjawab staf dan manajemen dalam
menjalankan SML secara efektif.

Pelatihan: seluruh staf harus telah mendapatkan


pelatihan keperdulian lingkungan untuk meningkatkan
kompetensi dan sosialisasi terhadap tanggungjawab
yang dipikulnya dalama rangkat implementasi SML dan
seluruh kebijakan lingkungan serta tujuan dan capaian
organisasi.
Plan Do Check Advisory
Melaksanakan Audit, Review dan Pemantauan:
audit dan review perlu dilakukan secara kontinu sebagai
bagian dari pencapaian tujuan dan target SML melalui
suatu prosedur operasional (SOP). Untuk mencapainya
dilakukan dengan pemantauan lingkungan secara
kontinu.

Pencapain Kontinu: komponen penting adalah


capaian yang kontinu, maksudnya adalah SML
merupakan hal terbaik saat melaksanakan review dari
proses capaian tujuan dan target perlindungan
lingkungan dari organisasi. Prosedur yang terintegrasi
untuk mencapai tujuan harus dicapai secara kontinu
sehingga efektivitas sistem dapat terlihat sejak
diterapkan.
Strategi Dalam Pengelolaan Lingkungan
Strategi dan Organisasi
Tinjau ulang operasional yang tidak berbasis lingkungan
Masukan R&D dalam aktivitas operasi
Pengembangan dan peningkatan pelayanan perbaikan
lingkungan
Kompensasi resiko yang ditimbulkan kepada lingkungan
Melakukan aktivitas bisnis yang aman bagi lingkungan
Melakukan perubahan struktur, kompensasi perubahan
termasuk dalam seluruh sistem
Strategi Dalam Pengelolaan Lingkungan
Hubungan Masyarakat
Melakukan perbaikan dengan peningkatan hubungan
Peka terhadap permasalahan lingkungan
Meningkatan legitimasi dan kredibiitas
Melakukan kerjasama dengan pemangku kepentingan

Regulasi
Kaitkan dampak yang ditimbulkan terhadap sumber
pencemar
Bekerjasama dengan pengawas
Tindakan darurat dan cepat
Inovasi dalam menerima keluhan dampak
Siapkan SOP sesuai dengan regulasi pemerintah
Strategi Dalam Pengelolaan Lingkungan
Operasional
Gunakan teknologi terkini, tepat guna dan ramah
lingkungan
Memodifikasi peralatan dan operasi manufaktur
Hilangkan/pengurangan limbah manufaktur
Inovasi limbah menjadi produk
Tiga R

Marketing
Jujur kepada konsumen atas hubungan produk dengan
lingkungan
SOP atas dampak dari produk telah tersedia
Membantu konsumen untuk peduli atas produk-produk
ramah lingkungan
Strategi Dalam Pengelolaan Lingkungan
Akuntansi
Mendukung program akutansi lingkungan
Buatkan laporan akuntasi yang terkait dengan dampak
dan upaya pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan

Keuangan
Investasikan kepada kegiatan-kegiatan lingkungan
Rekognasi peluang bisnis yang ramah lingkungan

Sumber: Buchholz dkk. Managing Environmental Issues,


1992.