Anda di halaman 1dari 11

Teori Tentang Proses Menua Teori

Biologis
Nama Kelompok
NI MADE AYU AGUSTINI P07120015087
NI KADEK SINTHA YULIANA SARI P07120015102
I GUSTI AGUNG ADITYA DEWI P07120015116
Pengertian Proses Penuaan
Menua (menjadi tua) adalah suatu proses menghilangnya
secara perlahan-lahan kemapuan jaringan untuk
memperbaiki diri/mengganti dan mempertahankan fungsi
normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi
dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides,
1994 dalam Nugroho.W, 2000)
proses penuaan merupakan tahap dewasa yang dimana
tahap pertumbuhan manusia mencapai titik perkembangan
yang maksimal, dengan disertai mulai menyusutnya tubuh
yang dikarenakan berkurangnya jumlah sel-sel dalam tubuh.
Sehingga fungsi tubuh juga akan mengalami penurunan
secara perlahan-lahan yang biasanya disertai masalah atau
gangguan pada kesehatan.
TEORI PENUAAN
Berikut ini beberapa teori yang berkenaan dengan proses
penuaan, yakni:
Teori Biologis
Teori Psikologis
Teori Sosial
Teori Spriritual.
TEORI BIOLOGIS
Teori biologis dalam proses menua mengacu pada asumsi
bahwa proses menua merupakan perubahan yang terjadi
dalam struktur dan fungsi tubuh selama masa hidup. Teori ini
lebih menekankan pada perubahan kondisi tingkat struktural
sel/organ tubuh, termasuk di dalamnya adalah pengaruh agen
patologis
Adapun beberapa teori menua yang termasuk dalam
lingkup proses menua biologia antara lain, sebagai
berikut:
1. Teori kesalahan Teori Keterbatasan Hayflick
(Hayflick Limit Theory)
Teori Hayflick menekankan bahwa perubahan kondisi
fisik pada manusia dipengaruhi oleh adanya kemampuan
reproduksi dan fungsional sel organ yang menurun
sejalan dengan bertambahnya usia tubuh setelah usia
tertentu
2. Teori kesalahan (Error Theory)
ORGEL (1963) menyampaikan bahwa kemungkinan terjadinya proses
menua adalah akibat kesalahan pada saat transkrip sel pada saat sintesa
protein, yang berdampak pada penurunan kemampuan kualitas (daya hidup)
sel atau bahkan sel-sel baru relatif sedikit terbentuk

3. Teori Pakai dan Usang (Wear &Tear Theory )


Teori ini memandang bahwa proses menua merupakan proses pra-program
yaitu proses yang terjadi akibat akumulasi stress dan injuri dari trauma.
Menua dianggap sebagai Proses fisiologis yang ditentukan oleh sejumlah
penggunaan dan keusangan dari organ seseorang yang terpapar dengan
lingkungan
4. Teory Radikal Bebas (Free Radical Theory)
Teori radikal bebas mengasumsikan bahwa proses menua
terjadi akibat kekurangefektifan fungsi kerja tubuh dan hal itu
dipengaruhi oleh adanya berbagai radikal bebas dalam tubuh
5. Teori Imunitas (Immunity Theory)
Ketuaan disebabakan oleh adanya penurunan fungsi sistem
immun. Perubahan yang terjadi meliputi penurunan sistem
imun humoral, yang dapat menjadi faktor predisposisi pada
orang tua
6.Teori Ikatan Silang (Cross Lingkage Theory)
Dikenalakan oleh J. Bjorksten pada tahun 1942, menekankan
bahwa proses menua terjadi sebagai akibat adanya ikatan-
ikatan dalam kimiawi tubuh. Teori ini menyebutkan bahwa
secara normal, struktur molekuler dari sel berikatan secara
bersama-sama membentuk reaksi kimia
Aspek Biologis pada Proses Penuaan
terdapat beberapa aspek biologis yang memengaruhi
terjadinya proses penuaan. Aspek biologis pada proses
penuaan terbagi menjadi dua bagian, yakni:
1. Proses Penuaan pada Tingkat Sel
2. Proses Penuaan menurut Sistem Tubuh
Fase progresif (tumbuh kembang cepat).
Fase stabil (tumbuah kembang stasioner).
Fase regresif (kemundurang tumbuh kembang