Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

Kelompok 2 :

Hazmi Azizaturrohmi
Farid Djafar
Andi Firjatullah
Ade Adriani Syen
Mufti Akhmad Shadiq
Najmatuzzahra
Nur Fajrianty Amin
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. M
No. RM : 819471
Umur : 25 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Swasta
Ruang Perawatan: IC Lt. 3 Kamar 5

Tanggal Masuk : 16 Oktober 2017


ANAMNESIS
Keluhan utama: Sesak napas
Anamnesis terpimpin:
Sesak napas dialami sejak sekitar 1 bulan sebelum masuk rumah
sakit, yang memberat 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Sesak
tidak dipengaruhi cuaca dan aktivitas. Ada batuk berlendir berwarna
putih tanpa disertai darah. Nyeri dada tidak ada. Demam ada namun
kadang-kadang pada malam hari, keringat malam terutama malam
hari. Mual ada. Muntah tidak ada. Lemas ada. Riwayat penurunan
nafsu makan ada. Penurunan berat badan ada, namun tidak
signifikan. Buang air kecil kesan lancar, buang air besar kesan
lancar.
Riwayat pengobatan OAT sebelumnya tidak ada. Saat ini pasien
sedang menjalani pengobatan OAT namun dihentikan sejak tanggal
11 oktober 2017 karena mata dan tubuh pasien mulai terlihat kuning.
RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU
Riwayat kontak tidak ada.
Riwayat merokok tidak ada.

Riwayat asma tidak ada.

Riwayat hipertensi dan DM disangkal.


PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Sakit berat/ Gizi cukup/ GCS E4M6V5
(compos mentis)
Tekanan Darah : 110/80 mmHg

Nadi : 110 x/menit, reguler, kuat angkat


Suhu : 37.3 C
Pernapasan : 24 x/menit
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala : Normocephal, mesocephal, rambut hitam, sulit dicabut.
Mata : Konjungtiva anemis tidak ada, sklera ikterik ada.
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
DVS R+1 cmH2O (tidak meningkat)

Thorax
Inspeksi: Pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan statis maupun dinamis
Palpasi : Vocal fremitus menurun di kedua lapangan paru terutama di bagian kanan
Perkusi : Sonor pada kiri dan pekak di bagian kanan antara apeks paru hingga medial
Auskultasi : Bronkovesikular, Ronkhi ada di hemitoraks dextra setinggi ICS 1-ICS 5 ,
wheezing tidak ada
PEMERIKSAAN FISIK
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi: Pekak,
Batas atas jantung ICS II Dextra
Batas kanan jantung ICS IV linea parasternalis dextra
Batas kiri jantung ICS V linea axillaris anterior sinistra
Auskultasi: Bunyi jantung S I/II regular, murmur tidak ada
Abdomen
Inspeksi : Datar, ikut gerak nafas, kolateralisasi vena (-)
Auskultasi : Peristaltik ada, kesan normal
Palpasi : Hati dan limpa tidak teraba, nyeri tekan tidak ada
Perkusi: Timpani, asites tidak ada
Ekstremitas

Akral hangat
Sianosis tidak ada
clubbing finger tidak ada
Edema tidak ada
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi Rutin Hasil Nilai Rujukan

WBC 6.1 x 103/uL 4 10 x 103/uL


RBC 4.21 x 106/uL 4 6 x 106/uL
HGB 11.5 gr/dl 12 16 gr/dl
HCT 36 % 37 48 %
MCV 86 fL 80 97 fL
MCH 27 pg 26.5 33.5 pg
MCHC 32 gr/dl 31.5 35 gr/dl
PLT 614 x 103/uL 150 400 x 103/uL
Neutrofil 88.3 % 52 - 75%

Limfosit 5.9 % 20 40 %
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Limfosit Count 359.9 >12.000

Cd4 31 % 33-58 %

HbSAg Non-reactive Non-reactive

Anti HCV Non-reactive Non-reactive


PEMERIKSAAN PENUNJANG

Kimia Darah Hasil Nilai Rujukan

GDS 129 mg/dl 140 mg/dl

Fungsi Ginjal Hasil Nilai Rujukan

Ureum 19 mg/dl 10 50 mg/dl

Kreatinin 0.43 mg/dl < 1.3 mg/dl

Fungsi Hati Hasil Nilai Rujukan

SGOT 175 u/L <38 u/L

SGPT 170 u/L <41 u/L


FOTO THORAX PA
(16/10/2017)
Bercak berawan pada kedua lapangan
paru, terlihta coin lesion di seluruh
lapangan paru yang bermetastase ke paru
Cor CTI normal, aorta normal.
Kedua diafragma tenting, Kedua sinus
kesan baik.
Tulang-tulang intak.

Kesan : TB paru lesi luas dengan gambaran


coin lesion curiga metastase ke paru
TERAPI AWAL & PLANNING
Terapi awal Planning

O2 10 lpm/NRM Periksa AGD


IVFD NaCl 0.9 % 28 tpm
Foto Thoraks/5 hari
Ceftazidime 1 gr/8 jam/intravena
Periksa darah rutin/3 hari
Mucylin 1 amp/8 jam/intravena
Paracetamol 1 gr drips (bila suhu Periksa fungsi hati/5 hari
>= 38 c)
Ranitidin 1 amp/12 jam/intravena
ARV 1 tab/24 jam/oral
ASSESMENT
TB Paru Klinis (Bakteriologis negatif)
Immunodeficiency Syndrome on ARV

DILI (Drugs Induced Liver Injury)


ASSESSMENT & PLANNING
NO ASSESSMENT PLANNING TERAPI
TB Paru Klinis (Bakteriologis negatif) Kontrol Foto Thoraks Dihentikan
S: Kontrol darah rutin
Ada batuk berlendir berwarna putih tanpa disertai darah.
Keringat terutama malam hari disertai demam malam hari
Riwayat penurunan nafsu makan ada.
Riwayat penurunan berat badan ada

O:
Thorax
Palpasi : Vocal fremitus menurun di kedua lapangan paru terutama di
bagian kanan
Perkusi : Sonor pada kiri dan pekak di bagian kanan antara apeks paru
hingga medial
1. Auskultasi : Bronkovesikular, Ronkhi ada di hemitoraks dextra setinggi ICS
1-ICS 5 , wheezing tidak ada

Foto thorax PA (16/10/2017)


Bercak berawan pada kedua lapangan paru, terlihta coin lesion di seluruh
lapangan paru yang bermetastase ke paru
Cor CTI normal, aorta normal.
Kedua diafragma tenting, Kedua sinus kesan baik.
Tulang-tulang intak.

KESAN : TB PARU LESI LUAS DENGAN GAMBARAN COIN LESION


ASSESSMENT & PLANNING
NO ASSESSMENT PLANNING TERAPI
IMMUNODIFICIENCY SYNDROME Konsul ke bagian infeksi ARV 1 tab/24 jam/oral
S: tropis
Demam terus menerus
Penurunan berat badan
Batuk lebih dari satu bulan
Sesak nafas
Infeksi Tuberkulosis
2.
O:
Status gizi = gizi kurang

Laboratorium :
CD4 = 31%
Limfosit count = 359.9
ASSESSMENT & PLANNING
NO ASSESSMENT PLANNING TERAPI
DILI (Drugs Induced Liver Injury) Periksa SGOT/SGPT Stop OAT
S:
Riwayat konsumsi OAT selama 3 minggu

O:
Sklera ikterik

Laboratorium :
3. 16/10/2017 = SGOT/SGPT (175/170)
17/10/2017 = Bil. Total : 3,02, Bil. Direk : 2,7
17/10/2017 = HBsAG : NR, Anti-HCV : NR
TIMELINE
18/10/2017 19/10/2017
WBC : 12.2 x 103/uL WBC : 9,35 x 103/uL
HGB : 12.9 gr/dl
Neut : 94,2 %
PLT : 606.000/UL
September Lymph : 2,9 %
GDS : 94 g/dl
2017 16/10/2017 SGOT : 102 u/L Mono : 2,1 %
Riwayat Oktober 2017 Analisa gas darah SGPT : 153 u/L Eosyn : 0,3 %
mulai Terdiagnosis pH 7,372 Albumin : 2,1 gr/dl Baso : 0,5 %
konsumsi DILI di RS pCO2 97,4
Bilirubin total: 3,02 RBC : 4,45 x 106/uL
OAT teratur Bilirubin direct: 2,7
Syekh Yusuf HCO3 24,2 HGB : 12.1 gr/dl
Ureum : 13
dan tidak Dalam batas normal PLT : 592.000/UL
Creatinin : 0,55
tuntas Albumin : 3,1 g/dl

18/10/2017
Oktober 2017
16/10/ 2017 Imunoserologi 18/10/2017
OAT
WBC : 12.7 x Penanada infeksi TORCH Analisa gas darah
diberhentikan
103/uL Anti-TOXO IgG 0 IU/ml (< pH 7,410
setelah +/- 3
HGB : 12.2 gr/dl 6) pCO2 98,7
minggu karena
PLT : 53900/UL Anti-CMV IgG 108 IU/ml HCO3 36,9
kuning
CD4 : 2 % (< 8) Alkalosis metabolik
CD8 : 42.8 % Anti-rubella IgG 101 IU/ml Terkompensasi empurna
SGOT : 175 (< 14)
SGPT : 170 Anti-rubella IgM 0,09
IU/ml (< 0,24)
FOLLOW UP
Waktu Subjektif Objektif Assesment Planning
16/10/2017 Sesak napas dialami sejak sekitar 1 bulan dan KU :sakit berat/ gizi kurang/ composmentis TB Paru Klinis TERAPI
00.15 WITA memberat 3 hari terakhir sebelum masuk rumah sakit. TD: 120/70 mmHg S : 37,1 0C (Bakteriologis O2 10 lpm/non
Ada batuk berlendir berwarna putih. Batuk darah N : 124 x/menit P : 40 x/menit negatif) rebreathing mask
tidak ada. Riwayat OAT sebelumnya tidak ada. Nyeri SpO2 : 83 % dengan nasal kanul 3 liter per menit Suspek PCP Infus Natrium
dada tidak ada. Demam tidak ada. Pasien sedang Anemis dan ikterus tidak ada. JVP 5 +2 cmH2O Immunodeficie Chloride 0.9% 28
dalam pengobatan OAT namun dihentikan 5 hari ini Paru : ncy Syndrome tpm/24 jam/intravena
karena mata dan tubuh mulai kuning. Mual ada, Inspeksi : ikut gerak napas, simetris saat statis maupun dinamis. on ARV Ceftazidime 1 gr/8 jam
muntah tidak ada. Lemas ada. Riwayat merokok tidak Palpasi : Vokal fremitus melemah pada hemithoraks kiri DILI (Drugs /intravena
ada. Riwayat DM dan Hipertensi tidak ada belakang, nyeri tekan (-) Induced Liver Mucylin 1 amp/8
Perkusi : sonor pada kedua hemithoraks Injury) jam/intravena
Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler. Ranitidin 1 amp/12
Ronchi ada di kedua hemithoraks dan wheezing tidak ada. jam/intarvena
Jantung : Paracetamol drips 1 gr/
Ictus cordis tampak; Thrill teraba; Bunyi jantung 1/2 murni 8 jam/intravena (bila
regular Bising tidak ada suhu > 38 C)
Abdomen: ARV 1 tab/24 jam/oral
Peristaltik kesan normal PLANNING
Hepar dan lien tidak teraba Darah rutin,
Laboratorium: SGOT/SGPT,
Hasil Lab : Bilirubun I/II,
WBC : 12.7 x 103/uL PT/APTT, INR,
HGB : 12.2 gr/dl ureum/kreatinin,
PLT : 53900/UL elektrolit, GDS
CD4 : 2 % AGD
CD8 : 42.8 % Foto Thoraks PA
SGOT : 175 UsG Abdomen
SGPT : 170
Sputum BTA (3 kali) : Neg, neg, neg
Foto Thoraks : TB paru duplex lama aktif
FOLLOW UP
Waktu Subjektif Objektif Assesment Planning
17/10/2017 Sesak napas ada memberat +/- 1 bulan yang lalu KU :sakit berat/ gizi kurang/ composmentis TB Paru Klinis TERAPI
08.00 WITA batuk berlendir ada, lendir warna putih, dahak sulit TD: 120/70 mmHg S : 37,1 0C (Bakteriologis O2 10 lpm/non
keluar N : 124 x/menit P : 40 x/menit negatif) rebreathing mask
riwayat demam ada SpO2 : 83 % dengan nasal kanul 3 liter per menit Suspek PCP Infus Natrium
riwayat minum OAT ada selama 3 minggu namun Anemis tidak ada, ikterus ada. JVP 5 +1 cmH2O Immunodeficie Chloride 0.9% 28
diberhentikan Paru : ncy Syndrome tpm/24 jam/intravena
Inspeksi : ikut gerak napas, simetris saat statis maupun dinamis. on ARV Ceftazidime 1 gr/8
Palpasi : Vokal fremitus melemah pada hemithoraks kiri DILI (Drugs jam /intravena
belakang, nyeri tekan (-) Induced Liver fluimucyl 1 amp/8
Perkusi : sonor pada kedua hemithoraks Injury) jam/intravena
Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler. Ranitidin 1 amp/12
Ronchi ada di kedua hemithoraks dan wheezing tidak ada. jam/intarvena
Jantung : Sistenol (bila suhu >
Ictus cordis tampak; Thrill teraba; Bunyi jantung 1/2 murni 38 C)
regular Bising tidak ada ARV 1 tab/ lanjut dari
Abdomen: divisi infeksi
Peristaltik kesan normal Albumin 25 %/ 1 botol
Hepar dan lien tidak teraba hari ini
Cotrimoxasole 960 /12
jam/oral
Ventolin nebu / 6
jam/inhalasi
Pulmicort nebu /12
jam/inhalasi
PLANNING
Konsul gizi klinik
FOLLOW UP
Waktu Subjektif Objektif Assesment Planning
18/10/2017 Sesak napas ada KU :sakit sedang/ gizi buruk/ composmentis TB Paru Klinis TERAPI
21.30 WITA batuk berlendir ada, lendir warna putih, darah TD: 100/70 mmHg S : 36,7 0C (Bakteriologis negatif) O2 10 lpm/non
tidak ada N : 84 x/menit P : 34 x/menit Suspek PCP rebreathing mask
demam ada SpO2 : 93 dengan nasal kanul 4 liter per menit Immunodeficiency Infus Natrium Chloride
Anemis dan ikterus tidak ada. JVP 5 +2 cmH2O Syndrome on ARV 0.9% 28 tpm/24
Paru : DILI (Drugs Induced jam/intravena
Inspeksi : ikut gerak napas, simetris saat statis maupun Liver Injury) Ceftazidime 1 gr/8 jam
dinamis. Hipoalbuminemia /intravena
Palpasi : Vokal fremitus melemah pada hemithoraks kiri (albumin : 2,1) fluimucyl 1 amp/8
belakang, nyeri tekan (-) jam/intravena
Perkusi : sonor pada kedua hemithoraks Ranitidin 1 amp/12
Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler. jam/intarvena
Ronchi ada di kedua hemithoraks dan wheezing ada pada Sistenol (bila suhu > 38
hemithoraks kanan atas. C)
Jantung : ARV 1 tab/ lanjut dari
Ictus cordis tampak; Thrill teraba; Bunyi jantung 1/2 murni divisi infeksi
regular Bising tidak ada Cotrimoxasole 960 /12
Abdomen: jam/oral
Peristaltik kesan normal Ventolin nebu / 6
Hepar dan lien tidak teraba jam/inhalasi
Hasil Lab: Pulmicort nebu /12
WBC : 12.2 x 103/uL jam/inhalasi
HGB : 12.9 gr/dl PLANNING
PLT : 606.000/UL Konsul gizi klinik
GDS : 94 g/dl Cek AGD kontrol
SGOT : 102 u/L Albumin
SGPT : 153 u/L
Albumin : 2,1 gr/dl
Bilirubin total: 3,02
Bilirubin direct: 2,7
Ureum : 13
Creatinin : 0,55
Analisa gas darah :
pH : 7,41
pCO2 : 57,7
FOLLOW UP
Waktu Subjektif Objektif Assesment Planning
19/10/2017 Sesak napas bekurang. Batuk KU :sakit sedang/ gizi buruk/ composmentis TB Paru Klinis (Bakteriologis TERAPI
06.00 WITA berkurang. Mual dan muntah tidak TD: 100/70 mmHg S : 38,7 0C negatif) O2 10 lpm/non rebreathing
ada. Demam ada. N : 84 x/menit P : 34 x/menit Suspek PCP mask
SpO2 : 93 dengan nasal kanul 4 liter per menit Immunodeficiency Syndrome Infus Natrium Chloride 0.9% 28
Anemis dan ikterus tidak ada. JVP 5 +2 cmH2O on ARV tpm/24 jam/intravena
Paru : DILI (Drugs Induced Liver Ceftazidime 1 gr/8 jam
Inspeksi : ikut gerak napas, simetris saat statis maupun Injury) /intravena
dinamis. Hipoalbuminemia fluimucyl 1 amp/8
Palpasi : Vokal fremitus melemah pada hemithoraks kiri jam/intravena
belakang, nyeri tekan (-) Ranitidin 1 amp/12
Perkusi : sonor pada kedua hemithoraks jam/intarvena
Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler. Sistenol (bila suhu > 38 C)
Ronchi ada di kedua hemithoraks dan wheezing ada pada ARV 1 tab/ lanjut dari divisi
hemithoraks kanan atas. infeksi
Jantung : Cotrimoxasole 960 /12 jam/oral
Ictus cordis tampak; Thrill teraba; Bunyi jantung 1/2 murni Ventolin nebu / 6 jam/inhalasi
regular Bising tidak ada Pulmicort nebu /12 jam/inhalasi
Abdomen: PLANNING
Peristaltik kesan normal Konsul gizi klinik
Hepar dan lien tidak teraba
Hasil Lab:
WBC : 9,35 x 103/uL
Neut : 94,2 %
Lymph : 2,9 %
Mono : 2,1 %
Eosyn : 0,3 %
Baso : 0,5 %
RBC : 4,45 x 106/uL
HGB : 12.1 gr/dl
PLT : 592.000/UL
Albumin : 3,1 g/dl
FOLLOW UP
Waktu Subjektif Objektif Assesment Planning
20/10/2017 Sesak napas ada KU :sakit sedang/ gizi kurang/ composmentis TB Paru Klinis (Bakteriologis TERAPI
06.00 WITA Batuk berlendir ada TD: 120/80 mmHg S : 37,8 0C negatif) O2 10 lpm/non rebreathing
Demam ada. N : 90 x/menit P : 30 x/menit Suspek PCP mask
SpO2 : 95% dengan NRM 8 liter per menit Immunodeficiency Syndrome Infus Natrium Chloride 0.9% 28
Anemis tidak ada, ikterus ada. JVP 5 +1 cmH2O on ARV tpm/24 jam/intravena
Paru : DILI (Drugs Induced Liver Ceftazidime 1 gr/8 jam
Inspeksi : ikut gerak napas, simetris saat statis maupun Injury) /intravena
dinamis. Hipoalbuminemia (albumin : fluimucyl 1 amp/8
Palpasi : Vokal fremitus baik, nyeri tekan (-) 2,1) jam/intravena
Perkusi : sonor pada kedua hemithoraks Ranitidin 1 amp/12
Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler. jam/intarvena
Ronchi ada di kedua hemithoraks dan wheezing di Sistenol (bila suhu > 38 C)
hemithoraks sinistra. ARV 1 tab/ lanjut dari divisi
Jantung : infeksi
Ictus cordis tampak; Thrill teraba; Bunyi jantung 1/2 murni Cotrimoxasole 960 /12 jam/oral
regular Bising tidak ada Ventolin nebu / 6 jam/inhalasi
Abdomen: Pulmicort nebu /12 jam/inhalasi
Peristaltik kesan normal
Hepar dan lien tidak teraba
Laboratorium
Ureum : 9 mg/dl
:
FOLLOW UP
Waktu Subjektif Objektif Assesment Planning
21/10/2017 Sesak napas ada KU : sakit sedang/ gizi kurang/ composmentis TB Paru Klinis (Bakteriologis TERAPI
00.45 WITA Batuk berlendir ada TD: 110/70 mmHg S : 37,4 0C negatif) O2 10 lpm/non rebreathing
Demam ada. N : 98 x/menit P : 26 x/menit Suspek PCP mask
Cenderung mengantuk SpO2 : 95% dengan NRM 8 liter per menit Immunodeficiency Syndrome Infus Natrium Chloride 0.9% 28
Anemis tidak ada, subikterik. JVP 5 +2 cmH2O on ARV tpm/24 jam/intravena
Paru : DILI (Drugs Induced Liver Ceftazidime 1 gr/8 jam
Inspeksi : ikut gerak napas, simetris saat statis maupun Injury) /intravena
dinamis. Hipoalbuminemia fluimucyl 1 amp/8
Palpasi : Vokal fremitus baik, nyeri tekan (-) jam/intravena
Perkusi : sonor pada kedua hemithoraks Ranitidin 1 amp/12
Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler. jam/intarvena
Ronchi ada di kedua hemithoraks dan wheezing tidak ada Novaligin 1 amp/8 jam/
Jantung : intravena
Ictus cordis tampak; Thrill teraba; Bunyi jantung 1/2 murni Sistenol (bila suhu > 38 C)
regular Bising tidak ada ARV 1 tab/ lanjut dari divisi
Abdomen: infeksi
Peristaltik kesan normal Cotrimoxasole 960 /12 jam/oral
Hepar dan lien tidak teraba Ventolin nebu / 6 jam/inhalasi
Laboratorium Pulmicort nebu /12 jam/inhalasi
WBC : 9.35 x 103/uL
HGB : 12.1 gr/dl
PLT : 592.000/UL
GDS : 94 g/dl
SGOT : 102 u/L
SGPT : 153 u/L
Albumin : 3,1 gr/dl
Bilirubin total: 3,02
Bilirubin direct: 2,7
Analisa gas darah :
pH : 7,41
pCO2 : 57,7
HCO3 : 36,9
FOLLOW UP
Waktu Subjektif Objektif Assesment Planning

FOLLOW UP
22/10/2017 Sesak napas ada KU : sakit sedang/ gizi kurang/ composmentis TB Paru Klinis (Bakteriologis TERAPI
00.45 WITA Batuk berlendir ada TD: 110/70 mmHg S : 37,4 0C negatif) O2 10 lpm/non rebreathing
Demam ada. pagi ini N : 98 x/menit P : 26 x/menit Suspek PCP mask
Cenderung mengantuk SpO2 : 95% dengan NRM 8 liter per menit Immunodeficiency Syndrome Infus Natrium Chloride 0.9% 28
Anemis tidak ada, tikterik ada. on ARV tpm/24 jam/intravena
Paru : DILI (Drugs Induced Liver Ceftazidime 1 gr/8 jam
Inspeksi : ikut gerak napas, simetris saat statis maupun Injury) /intravena
dinamis. Hipoalbuminemia fluimucyl 1 amp/8
Palpasi : Vokal fremitus baik, nyeri tekan (-) jam/intravena
Perkusi : sonor pada kedua hemithoraks Ranitidin 1 amp/12
Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler. jam/intarvena
Ronchi ada di kedua hemithoraks dan wheezing tidak ada Novaligin 1 amp/8 jam/
Jantung : intravena
Ictus cordis tampak; Thrill teraba; Bunyi jantung 1/2 murni Sistenol (bila suhu > 38 C)
regular Bising tidak ada ARV 1 tab/ lanjut dari divisi
Abdomen: infeksi
Peristaltik kesan normal Cotrimoxasole 960 /12 jam/oral
Hepar dan lien tidak teraba Ventolin nebu / 6 jam/inhalasi
Laboratorium Pulmicort nebu /12 jam/inhalasi
WBC : 9.35 x 103/uL
HGB : 12.1 gr/dl
PLT : 592.000/UL
GDS : 94 g/dl
SGOT : 102 u/L
SGPT : 153 u/L
Albumin : 3,1 gr/dl
Bilirubin total: 3,02
Bilirubin direct: 2,7
Analisa gas darah :
pH : 7,41
pCO2 : 57,7
HCO3 : 36,9
FOLLOW UP
Waktu Subjektif Objektif Assesment Planning
23/10/2017
00.45 WITA
Sesak napas ada
Batuk berlendir ada
N : 110 x/menit
FOLLOW UP
KU : sakit sedang/ gizi kurang/ composmentis
TD: 116/75 mmHg S : 37,4 0C
P : 24 x/menit


TB Paru Klinis (Bakteriologis
negatif)
Suspek PCP
TERAPI
O2 10 lpm/non rebreathing
Demam ada. pagi ini mask
Nyeri dada tidak ada SpO2 : 95% dengan NRM 8 liter per menit Immunodeficiency Syndrome Infus Natrium Chloride 0.9% 28
Mual ada, muntah tidak ada Anemis tidak ada, tikterik ada. on ARV tpm/24 jam/intravena
Paru : DILI (Drugs Induced Liver Ceftazidime 1 gr/8 jam
Inspeksi : ikut gerak napas, simetris saat statis maupun Injury) /intravena
dinamis. Hipoalbuminemia fluimucyl 1 amp/8
Palpasi : Vokal fremitus baik, nyeri tekan (-) jam/intravena
Perkusi : sonor pada kedua hemithoraks Ranitidin 1 amp/12
Auskultasi : Bunyi napas bronkovesikuler. jam/intarvena
Ronchi ada di hemithoraks kanan dan wheezing tidak ada Novaligin 1 amp/8 jam/
Jantung : intravena
Ictus cordis tampak; Thrill teraba; Bunyi jantung 1/2 murni Sistenol (bila suhu > 38 C)
regular Bising tidak ada ARV 1 tab/ lanjut dari divisi
Abdomen: infeksi
Peristaltik kesan normal Cotrimoxasole 960 /12 jam/oral
Hepar dan lien tidak teraba Ventolin nebu / 6 jam/inhalasi
Laboratorium Pulmicort nebu /12 jam/inhalasi
WBC : 1217 x 103/uL
HGB : 12.1 gr/dl
PLT : 592.000/UL
GDS : 94 g/dl
SGOT : 102 u/L
SGPT : 153 u/L
Albumin : 3,1 gr/dl
Bilirubin total: 3,02
Bilirubin direct: 2,7
Analisa gas darah :
pH : 7,41
pCO2 : 57,7
HCO3 : 36,9
DISKUSI KASUS
TB Paru Klinis (Bakteriologis negatif)

Tuberculosis paru adalah penyakit radang parenkim paru karena infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis.

ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK LABORATORIUM


Ada batuk berlendir
16/10/2017
berwarna putih
SPUTUM BTA
tanpa disertai (neg/neg/neg)
Auskultasi thoraks : Ronkhi di kedua
darah.
lapangan paru.
Keringat terutama
malam hari.
Riwayat penurunan
nafsu makan ada.

Penatalaksanaan : DIAGNOSIS AKHIR:


Klinik :
Klinik (-) ada kelainan laboratorium berupa :
TB Paru Klinis
(Bakteriologis negatif)
Immunodificiency Syndrome

Immunodificiency Syndrome adalah kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan


diri yang disebabkan oleh masuknya virus HIV dalam tubuh seseorang.

GEJALA
GANGGUA N PERNAPASAN LABORATORIUM
SISTEMIK

Demam terus Batuk lebih dari satu bulan


CD4 = 31%
menerus Sesak nafas
Penurunan berat Tuberkulosis
badan
Penatalaksanaan :
pemberian terapi ARV
DIAGNOSIS AKHIR:
Immunodificiency Syndrome
Drug Induce Liver Injury (DILI)
DILI adalah kerusakan hati yang berkaitan dengan gangguan fungsi hati disebabkan karena pajanan obat-obat
hepatotoksik. Salah satu pajanan obat yang dapat menyebabkan DILI adalah OAT (Isoniazid, Rifampisin,
Pirazinamid, Etambutol atau Streptomisin.)
RHZ adalah obat yang bersifat hepatotoksik.

ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK LABORATORIUM


16/10/2017 17/10/2017
Riwayat konsumsi SGOT/SGPT Bil. Total : 3,02
OAT Sklera Ikterus (+) (175/170) Bil. Direk : 2,7
selama tiga 17/10/2017
minggu HBsAG : NR
Anti-HCV : NR

Penatalaksanaan : DIAGNOSIS AKHIR:


Klinik : Ikterik (+), Mual-Muntah (+) OAT dihentikan
Klinik (-) ada kelainan laboratorium berupa :
DILI
- Bilirubin Total >2 OAT dihentikan
- SGOT/SGPT >5x OAT dihentikan
- SGOT/SGPT >3x, klinik (+) OAT dihentikan
- SGOT/SGPT >3x, klinik (-) OAT Lanjut; dalam pengawasan
THANK YOU