Anda di halaman 1dari 21

Alat Pelindung Telinga

Manajemen Kebisingan & Ventilasi Industri


Alat Pelindung Telinga
Alat yang didesain untuk mengurangi tingkat kebisingan yang
masuk ke dalam telinga

Bila pengendalian rekayasa teknik dan administrasi tidak dapat


dilaksanakan

Tanggung jawab pimpinan dan pelaksana program HLPP untuk


menyediakan alat perlindungan pendengaran yang efektif

Pimpinan : menanamkan informasi, meningkatkan penggunaan,


dan perawatan

Pemberian sanksi bisa diberlakukan agar pekerja selalu


menggunakan alat pelindung telinga dimanapun pada tempat kerja
yang bising
A. Jenis Alat Perlindungan Telinga

1. Sumbat Telinga (Ear Plugs)

2. Tutup Telinga (Ear Muffs)

3. Communication Headness

4. Helmet
1. Sumbat Telinga (Ear Plugs)

Pemakaian dimasukkan di saluran telinga luar, dibuat untuk


semua ukuran
Jenis : disposable (sekali pakai langsung dibuang)
non disposable (biasa dipakai berulang kali)
Berupa : foam, formable, premolded, dan custom molded
Bahan pembuat :
plastik, wax yang dicampurkan dengan kapas,silikon,
foam, fiberglass, karet, ataupun spons fiber mineral
Bentuk kecil, mudah hilang, lebih sulit untuk memakai dan
menggantinya, dapat berinteraksi dengan minyak kulit dan
terjadi kontaminasi.
Ear Plugs
2. Tutup Telinga (Ear Muffs)

Bentuknya menutupi seluruh daun telinga dengan ikat kepala


(headband)

Masing-masing earcups ditutupi olah bantalan luar yang lunak

Daya lindung terhadap kebisingan lebih tinggi dari ear plug

Dapat digunakan oleh semua orang dengan ukuran telinga


yang berbeda dan dengan berbagai macam posisi (headband
berada di atas kepala, di belakang kepala, atau dibawah dagu).
Ear Muffs
3. Communication Headness

Terdiri dari earphone dengan ikat


kapala, dengan tiga macam
bentuk:

Earphone dengan alat pelindung telinga


circum-aural, biasa digunakan pada
lingkungan bising

Earphone dengan alat pelindung telinga


supra-aural

Earphone mini dengan eartips


4. Helmet

Helmet melindungi
bagian penting dari
kepala dan telinga,
namun
ada beberapa helm
yang didesain secara
spesifik untuk
melindungi telinga
saja.
Perkiraan Minimal Dan Maksimal Daya Perlindungan
Dari Berbagai Alat Pelindung Telinga Dalam Desibel
B. Derajat Pengurangan Kebisingan
atau Noise Reduction Rating (NRR)

NRR digunakan untuk menghitung efisiensi dari alat


pelindung telinga

Penghitungan dilakukan dengan menggunakan


weighting C (dBC), oleh karena itu dalam menggunakan
NRR harus memakai dBC

Bila alat yang tersedia hanya dapat mengukur dalam dBA,


maka NRR harus dikurangi dengan 7 dB.
Ini disebut sebagai faktor koreksi
Penghitungan
Effective Noise Level (dBA)

1. Menggunakan dBC
dBA = dBC derated NRR

2. Menggunakan dBA
dBA = dBA (NRR 7)

Keterangan :
dBA = Level kebisingan setelah pengendalian
dBA = Level kebisingan sebelum pengendalian
NRR = Reduksi kebisingan
7 = Faktor koreksi
C. Karakteristik Dari Beberapa
Alat Pelindung Telinga

1. Harapan dari perlindungan pendengaran


a. Ear plug dan ear muff
untuk kebisingan >85 dBA di tempat kerja
b. Kombinasi ear plug dan ear muff
merupakan perlindungan maksimum pada fungsi
pendengaran untuk kebisingan yang lebih tinggi

2. Ukuran dan kecocokan


3. Keamanan
4. Kegunaan
5. Sanitasi
6. Daya tahan
D. Perilaku Pekerja Dalam Pemakaian
Alat Pelindung Telinga

Perilaku adalah respon organisme atau seseorang terhadap


rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut

Respon ada 2 macam:


- bersifat pasif (pengetahuan, persepsi, sikap)
- bersifat aktif (tindakan yang nyata/practice)

3 domain prilaku, Benjamin Bloom (1958):


domain kognitif, domain afektif, dan domain psikomotor
Dalam perkembangan selanjutnya untuk kepentingan
pengukuran hasil pendidikan, ketiga domain ini diukur dari:
pengetahuan, sikap/tanggapan, dan praktek/tindakan
D. Perilaku Pekerja Dalam Pemakaian
Alat Pelindung Telinga . (lanjutan)

Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku


Internal : pengetahuan, kecerdasan, keinginan, kehendak,
minat, motivasi, persepsi, dan sikap
Berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar
Juga mencakup faktor genetik atau karakteristik individu
Eksternal : lingkungan fisik dan non fisik (iklim, manusia, sosial,
ekonomi, dan kebudayaan)
Perilaku tidak aman salah satunya dipengaruhi oleh risk perception
Jika seseorang menganggap konsekuensi risiko dari suatu bahaya adalah
rendah/kecil maka dia cenderung akan meneruskan perilaku tidak amannya tersebut
Mis: seseorang tidak memakai alat pelindung telinga padahal dia mengetetahui
resikonya, yaitu ketulian. Pertimbangan dia, efek penyakit baru akan timbul pada
jangka waktu lama.
Persepsinya: bising tidak segera dapat menimbulkan ketulian, tapi sifatnya menahun
Jika seseorang menganggap suatu risiko adalah dapat dikontrol dan diantisipasi
maka dia cenderung akan melanjutkan perilaku tidak amannya itu, begitu juga
sebaliknya
Pengukuran perilaku
Secara langsung : mengobservasi tindakan atau kegiatan responden
Secara tidak langsung : wawancara terhadap responden
E. Arahan Baru dalam Teori mengenai
Perilaku Perlindungan Diri

Gagalnya program pencegahan kehilangan pendengaran


ada kaitannya dengan perilaku sehat pekerja

Teori-teori Prilaku Sehat:


Health Belief Model, Theory of Reasoned Action, Health Promotion Model

Health Belief Model dan Theory of Reasoned Action


cenderung menegaskan karakter dan kepercayaan yang ada pada
pekerja

Model perilaku sehat saat ini:


difokuskan pada interaksi faktor lingkungan, psikologi dan
perilaku sosial
E. Arahan Baru dalam Teori mengenai
Perilaku Perlindungan Diri . (lanjutan 1)

Budaya keselamatan
secara luas didefinisikan sebagai tingkatan umum kesadaran dan komitmen antara
menajemen dan pekerja dalam organisasi
merupakan titik sentral petunjuk untuk membuat keputusan oleh pekerja dan
manajemen mengenai keselamatan
Kepatuhan yang terbesar, tergantung pada budaya keselamatan yang
ditetapkan, mencakup seluruh pekerja dan manajemen

Faktor yang mempengaruhi ketaatan pekerja terhadap


praktek-praktek keselamatan :
Kebijakan keselamatan tempat kerja yang tegas, sikap yang terorganisasi dan
respon terhadap keselamatan
Termasuk: Karakteristik pekerja (seperti pengetahuan tentang risiko
kesehatan), ketersediaan alat pelindung diri di area kerja, ketentuan umpan balik
pekerja dengan mematuhi dan taat pada program,
lingkungan fisik dan lingkungan sosial di tempat kerja
E. Arahan Baru dalam Teori mengenai
Perilaku Perlindungan Diri . (lanjutan 2)

Health Belief menjelaskan bahwa:


Gangguan kerja memiliki prediksi ketaatan terkuat untuk pencegahan
universal, dan budaya keselamatan adalah prediksi terbaik dari gangguan
pekerjaan

Health Promotion Model menyatakan bahwa perilaku mengenai risiko


kesehatan merupakan akibat langsung dari kepercayaan mengenai risiko

Teori Reasoned Action


(Kepercayaan + Sikap) + (Motivasi + Normatif) Tujuan Berprilaku

Tindakan yang menjauhi risiko kesehatan berhubungan dengan:


1. Kuatnya kepercayaan seseorang
2. Pengendalian seseorang
3. Kepercayaan seseorang mengenai rintangan untuk menggunakan perilaku
perlindungan diri
E. Arahan Baru dalam Teori mengenai
Perilaku Perlindungan Diri . (lanjutan 3)

Data Audiometri
Menjadi andalan dalam metode yang lazim digunakan untuk mengkaji
efektifitas program pencegahan kehilangan pendengaran
Untuk menentukan apakah dari tahun ke tahun insiden
significant threshold shift melampaui nilai kriteria
Teterbatas pada waktu

Pendekatan alternatif survey pengelolaan diri sendiri

Penggunaan alat pelindung telinga dapat diprediksi dengan meneliti


kepercayaan pekerja tentang:
1.Kemampuan mereka untuk mencegah ketulian
2.Evaluasi mereka terhadap ketulian yang dianggap seperti ancaman
3.Kerentanan mereka terhadap ketulian
4.Kemampuan mereka untuk mengatasi penghalang pada pemakaian alat
pelindung telinga
E. Arahan Baru dalam Teori mengenai
Perilaku Perlindungan Diri . (lanjutan 4)

Behavioral beliefs Attitude


and outcome toward
evaluation behavior

Intention
to perform Behavior
behavior
Subjective
Normative beliefs norm
and motivation to concerning
comply behavior

Theory of Reasoned Action, dikutip dari: Franks, Stephenson, dan Merry