Anda di halaman 1dari 17

PRESENTASI TEKNIK LABORATORIUM

PENGELOLAAN BAHAN KIMIA


OLEH :
DINDA TRI YUNISA (160342606229)
DYMAS AMBARWATI (160342606289)
FARIS NIZARGHAZI (160342606288)
MAYA ERISMA LATIVA (160342606218)
SINTA DEWI MISBAKHOL KURNIA (160342606214)
Pengelompokan
Pengemasan dan
Menurut Jenis Bahan
Penempatan
Kimia

Pengaturan Bahan
Kondisi Tempat
dalam Lemari atau
Penyimpanan
Rak

Pengelolaan Bahan
Cara Mebersihkan
Buangan Atau
Bahan Kimia
Limbah Laboratorium
APA YANG
DIMAKSUD BAHAN
KIMIA ITU????

Bahan Kimia merupakan zat atau senyawa


yang berasal dari alam maupun hasil tangan
manusia (produksi) yang komponen
penyusunnya dapat berupa zat atau senyawa
tunggal,maupun hasil perpaduan dari
beberapa zat atau senyawa
MENGAPA BAHAN
KIMIA PERLU
PENGELOLAAN???

Penghematan Biaya
Mengurangi Pencemaran Lingkungan
Meningkatkan Keselamatan
PENGEMASAN DAN PENEMPATAN

Ada bebrapa kemasan untuk mengemas bahan kimia,


misal :
Botol plastik
Botol berwarna coklat
Botol berwarna putih
Penempatan bahan-bahan kimia :
Disusun secara alfabetik
Bahan yang berbahanya sebaiknya diletakkan di rak
paling bawah
Untuk larutan sebaiknya dicantumkan pula tanggal
pembuatannya
PENGELOMPOKKAN MENURUT JENIS
BAHAN KIMIA

Sifat Racunnya
Bahan yang beracun diletakkan dalam kemasan
bertanda khusus. Contoh bahan beracun misalnya
sublimat, sianida, arsen, dan senyawanya, bhrom, phofor
putih, zat radioaktif, hydrogen flourida, air raksa, dsb.
Dalam laboratorium sebaiknya ditempelbagaimana
menggunakan dengan benar bahan bahan yang
beracun.
Sifat Korosifnya
Bahan korosif sebaiknya diletakkan jauh dari alat instrument,
terutama pada logam. Penyimpanan bahan korosif yang benar
adalah dalam lemari asam. Contoh bahan korosif misalnya asam
sulfat pekat, asam nitart pekat,dsb. Yang berbentuk padatan
misalnya KOH, NaOH, CaO,dsb. Ada senyawa korosif terhadap
jaringan manusia, misalnya belerang dioksida dan klor.
Wujudnya
Berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi tiga , yaitu bahan
padat, bahan cair, dan bahan gas. Penyimpanan yang baik adalah
pengelompokkan menurut wujudnya.
Mudah Tidaknya Menguap
Bahan yang mudah menguap sebaiknya disimpan dilemari
asam. Sehingga uapnya langsung keluar ruangan tidak
menyebar kemana-mana
Mudah Tidaknya Terurai Akibat Cahaya Langsung
Bahan yang mudah terurai bila kena cahaya harus dikemas
dalam kemasan khusus (botol hitam) dan diletakkan
tersembunya dari matahari atau cahaya
Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air
Bahan ini harus dijauhkan dar air. Contohnya Na, logam halide,
asam sulfat
KONDISI TEMPAT PENYIMPANAN

Tempat penyimpanan terbaik adalah ruangan khusus


Tidak bercampur dengan tempat kegiatan praktikum
Kelembapan udara harus benar benar diperhatikan
Sinar matahari di usahakan bisa masuk tetapi tidak
terlalu langsung atau banyak
Suhu ruangan juga tidak boleh terlalu panas
Tambahan !!!

Lemari untuk menyimpan bahan, terutama cairan


sebaiknya dibuat terjangkau oleh tanah. Lemari
juga harus dibuat dari kayu yang tidak mudah
lapuk atau dimakan rayap. Lemari juga bisa
dibuat dari beton yang dikeramik. Yang
terpenting lemari harus kuatdan tidak mudah
menyerap panas dari luar.lemari yang terbuat
dari besi, sebaiknya dihindari untuk menyimpan
bahan, karena mudah terkorosi.
PENGATURAN BAHAN DALAM
LEMARI ATAU RAK

Bahan kimia yang disimpan dalam lemari diurutkan


berdasarkan abjad dan gunakan nama yang seragam
Untuk bahan yang sama dibuat urut ke dalam lemari
Bahan yang sudah dibuka segelnya di letakkan di
bagian depan
Lemari dilengkapi daftar atau skema tempat bahan
diletakkan
Pintu lemari harus dapat dibuka dengan mudah
PENGELOLAAN BAHAN
BUANGAN ATAU LIMBAH
LABORATORIUM

Sumber limbah laboratorium dapat berasal diantaranya :


Bahan baku yang telah kadaluwarsa
Bahan habis pakai (misal medium biakan/perbenihan
yang tidak terpakai)
Produk proses di laboratorium
Produk upaya penanganan limbah (missal jarum suntik
sekali pakai)
Tambahan !!!
Adsorben bekas pakai masih bisa di daur ulang.
Bila telah selesai diguanakan dapat dibuang
bersama sampah bahan kimia atau dikubur
dalam tempat yang kedap. Jangan mengubur
adsorben bekas pakai langsung ditanah, karena
bila ada air bahan akan terserap atau keluar
kembali. Hal ini tentu lebih berbahaya
Pembuangan limbah yang baik dipisahkan antara :
Limbah kertas
Limbah kaca
Limbah plastic
Limbah organik atau bahan yang mudah busuk
Limbah padat kimia
Berdasarkan bentuk limbah yang dihasilkan :
Limbah padat : biasanya berupa endapan/kertas saring
Limbah gas : limbah gas umunya dalam jumlah
kecil,sehingga relative aman
Limbah cair : sisa dari suatu kegiatan yang berwujud cair
Langkah langkah mengurangi limbah di laboratorium :
Pembuangan langsung di laboratorium.
Dengan pembakaran terbuka.
CARA MENCUCI ATAU
MEMBERSIHKAN BAHAN KIMIA

Larutan yang larut air


Misalnya natrium klorida atau larutan sukorosa. Bilas 3-4 kali
dengan air deionisasi
Larutan yang tidak larut air
Misalnya heksana atau kloroform. Bilas 2-3 kali dengan aseton
atau etanol, bilas dengan air deionisasi
Asam kuat
Misalnya konsentrat HCl atau H2SO4. Di dalam lemari asam
dengan hati hati bilas peralatan gelas dengan air keran . Lalu
bilas 3-4 kali dengan deionisasi
Basa kuat
Misalnya NaOH atau konsentrat NH4OH. Di bawah lemari
asam,dengan hati hati bilas peralatan dengan air keranyang
banyak. Bilas 3-4 kali dengan air deionisasi
Asam lemah
Misalnya asam asetat, HCL atau H2SO4. BILAS 3-4 kali dengan air
deionisasi.
Basa lemah
Misalnya NaOH. Bilas dengan air keran untuk menghilangkan
dasarnya