Anda di halaman 1dari 48

Reinforcement / perkuatan

Stone column
Vibro concrete column
Soil nailing
Micropiles
Fracture grouting
Infrequenly-used reinforeced techniques
Stone column
Stone column mengacu kpd kolom dr pemadatan,
gravel berukuran partikel batu disusun vertikal
dalam tanah unt memperbaiki kinerja dari tnh
lunak atau tnh lepas. Batuan dpt dipadatkan dg
metoda impact, spt falling weight atau impact
compactor atau vibroflot. Metode ini unt
meningkatkan daya dukung diatas 5 hingga 10 ksf
atau 240 hingga 480 Kpa, mengurangi penurunan,
memperbaiki stabilitas lereng, mengurangi seismic
subsidence, mengijinkan konstrusi pd tanah lunak
atau lepas, menguatkan sinkholes terutama unt
konstruksi pada daerah karts.
Aplikasi :
stone column memperbaiki kinerja dalam dua
arah, memadatkan sekitar tanah berbutir dan
menguatkan tanah dgn menambah kekakuan
serta kuat geser. Untuk hsl yg diharapkan dpt
dilihat pada tabel 12.4. muka air tanah tidak
menyebabkan kritis.
Prosedur :
konstruksi dimulai pd dasar tanah yg diperbaiki
dan berproses hingga permukaan. vibrator
menekan kedalam tanah dibantu oleh beratnya,
vibrasi, water jet pd ujungnya, the wet top feed
method (gbr 12.10 dan 12.11a). Bila lapisan nya
keras maka di bor terlebih dulu. Ujung
pembebanan diletakan pd muka tanah dan
batu2an jatuh pd ujung vibroflot krn disemprot
air sekeliling eksterior vibrator, kemudian vibrator
terangkat bebatuan jatuh keujung vibrator
mengisi ruang kosong ketika vibrator terangkat.
Kedalaman mencapai 30 m
Peralatan:
peralatan ini smdg vibro compaction. Bila
jetting water tdk digunakan metoda yg
digunakan adalah dry bottom feed (gbr
12.11b)
. Material :
biasanya merupakan pecahan batu keras atau
gravel natural dan pebbles . Semakin besar
sudut geser batuan, semakin besar modulus
dan kuat geser kolom.
Perencanaan:
unt analisa satis, metodanya terdiri perhitungan
berat rata2 stone column dan sifat2 tanah. Berat
rata2 digunakan unt menganalisa daya dukung
dan penurunan. Faktor perbaikan adalah
perbandingan penurunan setelah perbaikan dgn
penurunan tanpa perbaikan(gbr 12.12). Dalam
aplikasi statik, batas perbaikan adalah sama dgn
batas pondasi.
unt analisa liqufaksi, stone column
menguntungkan krn memadatkan tanah
sekelilingnya serta mengurangi tegangan ciclyc
krn kekakuan stone column dan drainase dari
tekanan air pori. Dalam aplikasi liquifaksi
perbaikan melingkupi jejak struktur dan
meluas dengan arah horisontal keluar dari
area yg dilindungi, luasnya 2/3 tebalnya zone
liquifaksi.
Ini diperlukan unt menghindari tanah yg tidak
diperbaikai dari pengaruh jelek area yg diperbaiki
dibawah pondasi.
Kontrol dan jaminan kualitas:
selama produksi, parameter penting dimonitor
dan didokumentasi spt lokasi, kedalaman,
pertambahan ammeter dan jumlah timbunan
batu yg digunakan. Setelah perawatan dilakukan
uji penetrasi unt menngukur pencapaian dalam
tanah berbutir. Uji beban skala penuh perlu
dilakukan pada pondasi dengan area yg 10 ft
kuadrat dengan beban 150% dr beban rencana.
Vibro concrete columns
VCCs melibatkan kanstruksi kolom beton
ditempat, menggunakan bottom feed vibroflot
(gbr 12.14). Metodanya adalah memadatkan
tanah berbutir dan mentransfer beban melalui
tanah lunak. Metoda ini digunakan untuk
mengurangi penurunan pondasi, menambah
daya dukung, menambaha stabilitas lereng
dan merupakan alternatif unt tiang pancang.
Aplikasi :
vcc sabgat cocok unt transfer beban area, misal
timbunan dan tangki, melalui lapisan lapisan
organik atau lunak kelapisan berbutir di
bawahnya. Kedalaman muka air tanah tidak kritis.
Peralatan :
peralatan umumnya disusun sebagai bottom
feed stone column. Selang beton
menghubungkan pompa beton ke ujung atas dari
tremie pipe.
Prosedur :
vibroflot diturunkan atau didorong melalui tnh
lunak sampai penetrasinya mencapai dasar tanah
keras. Beton kemudian dipompa sampai vibroflot
terangkat sekitar 2 ft untuk menyiapkan daras
pengembngan dan pemadatan sekitar tanah
berbutir. Beton dipompa sampai vibroflot
mencapai petmukaan tanah. Ketika dipermukaan
vibroflot dinaikan dan diturunkan beberapa kali
unt membentuk perluasan pada ouncaknya.
Kebanyakan aplilkasinya dibawah 40 ft.
Material :
bubur beton atau semen mortar sering
digunakan. Mix design tergantung kebutuhan
aplikasinya.
Perencanaan :
analisa den perencanaan vcc sama dengan
perpanjangan dasara tiang pancang kecuali yg
Digunakan unt perbaikan parameter tanah.
Kontrol dan jaminan kualitas:
sama dengan pekerjaan yg lalu ttg perbaikan
tanah dan bisa mengikuti ASTM D 1143
Soil Nailing
soil nailing adalah teknik lapangan untuk
memperkuat, stabilisasi, dan menahan galian dan
potongan dalamdgn memasukan batangan baja
kedalam tanah dengan jarak yg berdekatan,
permukaan yg kemudian distabilisasi (gbr 12.15).
Zone hasil perkuatan tanah yg berfungsi sebagai
sistem penahan tanah. Soil nailing dipergunakan
unt sementara atau permanen dinding penahan
tanah, stabilisasi portal terowongan, stabilsasi
lereng, perbaikan didinding penahan tanah.
Aplikasi :
prosedur memerlukan tanah yg tegak yg
mendekati vertikal hingga barisan nails dan
facing terpasang. Krn itu tnh kohesif dan
lapukan batuan sangat sesuai unt teknik ini.
Soil nails tidak mudah dilakukan pada pd tnh
berbutir , lempung lunak plastis, gambut.
Peralatan :
peralatan ini membutuhkan beberapa alat
pemindah tanah spt buldozer atau backhoe,
drill rig untuk memasang nails, grout mixer
dan pompa dan shotcrete mixer dan pompa
(bila permukaan distabilisasi dg shotcrete)
Prosedur:
prosedur pelaksanaan soil nails yg menahan
dinding galian adalah metode top down (gbr
12.16). Peralatan pemindah tanah menggali
tanah dengan kedalaman yg bertahap, biasanya
pd kedalaman 3 hingga 6 ft. Kemudian drill rig
digunakan untuk men drill dan grout nails
ditempat, umumnya 3 sdg 6 ft lurus. Setelah
masing2 baris nails dipasang, permukaan galian
distabilkandengan fastening a welded wire mesh
ke nails kemudian penempatan shotcrete.
Material:
soil nailss adalah batangan baja penguat dan
terdiri dari tabung baja, baja bersudut, atau
batangan fiber berkekuatan tinggi. Grout nails
biasanya dipasang dgn portland cement grout
slurry. Facing dpt beton fabrikasi atau panel
baja, tetapi biasanya shotcrete, diperkuat dgn
welde wire mesh, , baja, atau fiber polyester.
Perencanaan :
soil nails didesign unt memberikan masa tanah
seperti kohesi dgn mentransfer penahan gaya
tarik yg ditimbulkan pada inklusi kedalam tanah.
Interaksi friksi antara tanah dan inklusi baja
menahan gerakan tanah.
Ada dua metoda yg digunakan:
1. limit equilibrium design methods
2. working stress design methods
Kontrol dan jaminan kualitas:
lokasi dan panjang nails sngat penting unt
dimonitor dan didokumentasikan. Sebgai
tambahan, grout yg digunakan dpt diuji untuk
meyakinkan kekuatannya sdh melampaui
kekuatan rencana. Uji tarik dilakukan untuk
mengkomfirmasikan perencanaan ikatan sdh
dicapai.
Micropiles
disebut juga sbg minipiles dan pin piles,
digunakan hampir pada semua tipe tanah untuk
mentransfer beban struktur ke lapisan yg
berkompeten (gbr 12.17) micropiles mempunyai
diameter kecil (2 sd 4 in), kapasitas tiang kecil.
Akan tetapi, kemajuan teknik driling
menghasilkan kapasitas beban rencana
melampaui 300 tons dan diameter lebih dr 10 in.
Biasanya digunakan pd derah yg mempunyai
hambatan akses jalan dan situasi ruangan yg
terbatas.
Aplikasi:
micropiles dpt dipasang dgn peralatan bor dan
dpt digabungkan teknik grouting unt
mendptkan daya dukung, dpt digunakan dekat
subsurface tanah atau batuan. Kapasitasnya
tergantung daya dukung tanah atau batuan.
Peralatan:
susunan micropiles biasanya ditekan atau
dengan drilling kedalam tanah. Krn itu
memerlukan drill rig atau smaal pile driving
hammer. Pipa diisi dgn semen grout dan
pompa diperlukan. Jika elemen daya dukung
dibuat dgn pemadatan grout atau jet grout,
pemakaian alat grouting diperlukan.
Prosedur:
susunan mocripile biasanya dimasuk ketanah
bisa dgn ditekan (driven) atau di drill.
Beberapa tipe daya dukung spt pd gbr 12.18.
jika ujung terletak pd batuan, ini bisa
menggunakan drilling dgn socket yg
kemudiaan diisi grout dan diperkuat dengan
batang baja.
Perencanaan :
perencanaan micropile dibagi 3 komponen:
Berhubungan dengan kondisi existing atau
struktur rencana, susunan pile yg mentransfer
beban ke zone daya dukung, dan elemen daya
dukung yg mentransfer beban ke tanah atau
batuan. Tabel 12.5 digunakan untuk
menetukan socket yg digunakan dan tidak
melalpaui 30 ft.
Kontrol kualitas dan jaminan:
selama pelaksanaan kecepatan penetrasi
drilling hrs dimonitor krn akan menunjukan
lapisan yg di driling. Grout harus diambil
sampelnya dan diuji kuat tekannya. Uji pile
dibuat pd awal pekerjaan dan diuji hingga
200% dari beban rencana mengikuti ASTM D
1143 (gbr 12.19).
Fracture Grouting
diketahui sebagai kompensasi grouting,
menggunakan grout slurry unt hydro-fracture dan
menyuntikan ketanah antara pondasi unt
mengontrol dan proses penyebab penurunan (gbr
12.20). Grout dimasukan kedalam retakan tanah,
dan berkembang dalam tanah menempati
rongga2 penyebab penurunan atau menghasilkan
pengontrolan heave dari pondasi. Penyuntikan
pada elevasi yg bemacam2 dpt membuat zone
perkuatan. Proses ini digunakan unt mengurangi
penurunan sebelumnya atau mencegah
penurunan dari struktur spt dibawah terowongan
yg dibuat.
variasi grouting fracture adalah sitem
penyuntikan unt tanah ekspansif. Teknik ini
mengurangi kecenderungan kenaikan tanah
akibat kadar air.

Applikasi :
bila tanah tersebut retak (fracture), teknik ini
dapat digunakan.
Peralatan:
unt menggrouting retakan, peralatan terdiri drill
rig unt memasang sleeve port pipes, grout
injection tubing with paccker, grout mixer, dan
high-pressure grout pump.
sleeve port pipe adalah baja atau pvc dengan
bukaan pd jarak yg tetap sepanjang pipa unt
mengijinkan menyuntikan grout pada berbagai
lokasi. Juga merupakan sistem survey real-time yg
tepat yg sering diperlukan unt mengukur gerakan
struktur atau permukaan tanah. Untuk
penyuntikan tanah ekspansif bisa dilihat pd gbr
12.21.
Prosedur:
unt grout retakan dibawah struktur lubang terbesar
berkisar 10 sd 15 ft atau galian dilakukan dekat bagian
luar struktur. Dari lubang ini dipasang drill rig dg sleeve
port pipes arah horisontal dibawah struktur. Kemudian
grout injection tube dimasukan kedalam sleeve port
pipe. Packer pd inject tube diisi/dikembungkan dan
grout disuntikan. Kemudian packer dikempeskan,
injection tube dipndahkan keport yg lain, dan
prosesnya diulang kembali hingga mencapai
gelembung yg diinginkan.
Material :
unt grouting retakan dibawah struktur, grout terdiri
dari air dan semen.

Perencanaan :
unt retakan dibawah struktur perencanaan melibatkan
indentifikasi lapisan yg menyebabkan penurunan, dan
penempatan pipa injection antara lapisan terendah dan
struktur. Unt injection tanah ekspansif perencanaan
meliputi identifikasi horisontal dan vertikal dari tanah
yg akan diperbaiki.
Kontrol kualitan dan jaminan:
hrs diketahui dimana injection port
ditempatkan, baik vertikal maupun horisontal.
Monitoring struktur diatasnya sangat perlu
shg pelaksanaan dpt akurat.
Infrequently-used reinforcement techniques

Fibers reinforcement terdiri dari campuran


berbeda, terbanyak fiber dalam tanah unt
membantu tanah dalam tarikan.
Biotechnical reinforcement melibatkan
penggunaan vegetasi hidup untuk
memperkuat tanah.