Anda di halaman 1dari 42

REFLEKSI KASUS

DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN


STATUS GIZI BAIK

Oleh:
Muhammad Alif Rio Yudhatama
30101206675

Pembimbing:
dr. AZIZAH RETNO K., Sp.A
IDENTITAS PASIEN

Nama penderita : An. DEM


Umur/tgl lahir : 17 tahun 8 bulan
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Tanggung Rejo R02 RT06,
Tambakrejo, Gayamsari, Semarang
IDENTITAS KELUARGA

Nama ibu : Ny. U A


Nama ayah : Tn. C T Umur : 39 tahun
Umur : 40 tahun Pendidikan : SMA
Pendidikan : SMA Agama : Islam
Agama : Islam Pekerjaan : Ibu Rumah
Pekerjaan : Wiraswasta Tangga
Alamat : Kembang Jeruk Alamat : Kembang Jeruk
XI/27 XI/27
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Keluhan Utama
Demam tinggi 4 hari.

Riwayat Penyakit Sekarang


4 hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengeluh demam tinggi
mendadak, demam dirasakan terus menerus, tidak menggigil, tidak
kejang. Pasien sudah diperiksakan ke dokter dan diberi obat turun panas,
setelah minum obat turun panas, panas bisa turun namun beberapa jam
kemudian naik lagi. Keluhan disertai dengan nyeri pada ulu hati dan
kepala pusing.
2 hari SMRS panas tetap tinggi. Panas naik turun setelah minum
obat. Panas diikuti dengan muntah setiap sehabis makan. Kira-
kira sebanyak 2-3 kali per hari. Anak masih mau minum tetapi
nafsu makannya menurun. BAK lancar seperti biasa dan BAB
lancar seperti biasa.

1 hari SMRS panas semakin tinggi dan keluhan mual, muntah


bertambah sering, isi muntah seperti yang dimakan, kepala
terasa nyeri, muntah darah disangkal, adanya ruam merah
dikulit diakui, menggigil disangkal, adanya mimisan disangkal,
kejang disangkal, merasa sering silau disangkal. Badan lemas,
badan terasa pegal terutama pada lutut. Nafsu makan
semakin menurun. Nyeri pada saat menelan (-). Adanya batuk
berdahak, pilek (-). BAB warna hitam disangkal, mencret (-),
BAB 1x sehari sedikit dan berbentuk coklat padat. BAK lancar
jumlah cukup, tidak nyeri dan tidak ada warna kemerahan.
Riwayat bepergian ke tempat jauh atau daerah endemis
malaria disangakal. Pasien juga mengakui ada tetangga
teman bermain pasien yang mengalami keluhan yang sama.
pasien juga mengakui ada tetangga teman bermain pasien
yang mengalami keluhan yang sama.
RIWAYAT PENYAKIT DULU
Penyakit anak yang pernah diderita:

Faringitis : Diakui Enteritis : Disangkal


Bronchitis : Disangkal Disentri Basilar : Disangkal
Pneumonia : Disangkal Disentri Amoeba : Disangkal
Morbili : Disangkal Cacingan : Disangkal
Pertusis : Disangkal Operasi : Disangkal
Varicella : Disangkal Trauma : Disangkal
Difteri : Disangkal Reaksi Obat/Alergi : Disangkal
Malaria : Disangkal
Polio : Disangkal
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Anggota keluarga tidak ada yang mengeluh keluhan yang sama.


RIWAYAT SOSIO-EKONOMI

Ayah dan ibu bekerja wiraswasta. Ayah, ibu dan pasien tinggal
serumah. Biaya pengobatan menggunakan BPJS Non PBI kelas III.

Kesan sosial ekonomi : Cukup


DATA KHUSUS

Anak Laki-laki lahir dari ibu P1A0 hamil 38 minggu, antenatal care teratur,
penyakit kehamilan tidak ada, masa gestasi cukup bulan, lahir secara
spontan di bidan, anak lahir langsung menangis, berat badan lahir 3200
gram.

Kesan : Bayi Aterm


RIWAYAT MAKAN DAN MINUM

Anak diberikan ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan. Umur 7-8 bulan
selain ASI dan susu formula, mendapat makanan pendamping berupa
bubur susu, umur 9 bulan mendapat makanan pendamping berupa nasi
tim dan sayur. Umur 1 tahun hingga sekarang mulai mendapat makanan
orang dewasa (nasi, lauk, sayur dan buah). Anak makan 3 kali sehari.

Kesan : Kualitas dan kuantitas diit baik


RIWAYAT IMUNISASI DASAR

No Jenis Imunisasi Jumlah Dasar


1. BCG 1x 1 bulan
2. Polio 4x 0, 2, 4,6 bulan
3. Hepatitis B 3x 0,2,6 bulan
4. DPT 3x 2, 4, 6 bulan
5. Campak 1x 9 bulan

Kesan : Imunisasi dasar lengkap


RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN
Tersenyum : 2 bulan
Miring dan tengkurap : 3 bulan
Duduk tanpa berpegangan : 7 bulan
Berdiri berpegangan : 9 bulan
Berjalan : 12 bulan
Anak masuk SD : 6 tahun
Anak masuk SMP : 13 tahun
Anak masuk SMA : 16 tahun
Kesan : Pertumbuhan dan Perkembangan
sesuai dengan umur
PEMERIKSAAN STATUS GIZI
(Z SCORE)
Diketahui : Anak perempuan, umur 17 tahun 8 bulan (212 bulan)
BB = 61 kg
TB = 160 cm

WAZ = BB Median = 61 56,7 = 0,346 SD (Gizi Normal)


SD 12,40

HAZ = PB Median = 160 163,5 = - 0,573 SD (Normal)


SD 6,10

BMI = BB/TB2 = 61/(1,6)2 = 23, 82 (normal) Kesan : Gizi baik

PEMERIKSAAN FISIK
Dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2017, pukul 12.30 WIB di bangsal anak
Baitunnisa.

Keadaan umum :

Tampak lemah, kesadaran composmentis

Tanda vital

Tekanan darah : 110/80 mmHg

Nadi :

Frekuensi : 94 x/ menit

Irama reguler

Isi dan tegangan cukup

Laju pernafasan : 20 x/ menit


Kesan : Febris
Suhu : 39,5 C (axilla)
PEMERIKSAAN FISIK
Status Internus

Kepala : Mesocephale

Rambut : Hitam, tidak mudah dicabut

Kulit : Petekie ( +), sianosis ( - ), turgor kembali cepat

Mata : Oedem palpebra ( -/- ), konjungtiva anemis ( -/- )

Hidung : Epistaksis ( -/- ), nafas cuping hidung ( -/- )

Telinga : Discharge ( -/- )

Mulut : Bibir kering ( - ), bibir sianosis ( - ), gusi berdarah ( - )

Leher : Simetris, pembesaran kelenjar limfe ( - )

Tenggorok: T1-T1, Faring hiperemis ( - )


PEMERIKSAAN FISIK
Paru-paru

Inspeksi : Bentuk normal, hemithorax dextra dan

sinistra simetris, retraksi (-)

Palpasi : Stem fremitus kanan = Stem fremitus


kiri, nyeri tekan ( - )

Perkusi : Sonor di seluruh lapangan paru

Auskultasi : Suara dasar vesikuler, suara


tambahan ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Kesan : Dalam Batas Normal


PEMERIKSAAN FISIK

Jantung

Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak

Perkusi : Batas kiri atas : ICS II linea parasternalis sinistra

Batas pinggang : ICS III linea mid clavicula sinistra

Batas kanan bawah : ICS V linea parasternalis dextra

Batas kiri bawah : ICS V 2 cm medial linea mid clavicula sinistra

Palpasi : Iktus cordis teraba, tak kuat angkat

Auskultasi : Irama : Reguler

Bunyi Jantung : BJ I dan BJ II normal reguler


Kesan : Dalam Batas Normal
PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen

Inspeksi : Datar

Auskultasi : Peristaltik (+) normal

Perkusi : Timpani seluruh lapang abdomen

Palpasi : Nyeri tekan (+) di ulu hati, Hepar tak teraba, Lien schufner 0

Kesan : Nyeri Tekan Perut Regio


Epigastrium
Anggota Gerak : Atas Bawah

Kiri/kanan Kiri/kanan

Capilary refill <2 <2

Akral dingin -/- -/-

Reflek fisiologis +/+ +/+

Reflek patologis -/- -/-


PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium, Tanggal 15 Oktober 2017

Darah Rutin
Hemoglobin : 11,4 g/dl (L)
Hematokrit : 35,9 %
Leukosit : 2,47 ribu/ul (L)
Trombosit : 73 ribu/ul (L)
Tes Widal : Negatif

KESAN : Anemia, Leukositopenia, Trombositopenia


PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium, Tanggal 16 Oktober 2017

Darah Rutin
Hemoglobin : 10,9 g/dl (L)
Hematokrit : 33,4 %
Leukosit : 3,33 ribu/Ul (L)
Trombosit :55 ribu/ uL (L)

KESAN : Anemia,Leukositopeni,
Trombositopeni
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium, Tanggal 17 Oktober 2017

Darah Rutin
Hemoglobin : 11,1 g/dl (L)
Hematokrit : 34,6 %
Leukosit : 7,80 ribu/uL (L)
Trombosit : 50 ribu/Ul (L)

KESAN : Anemia, Leukopenia,


KESAN :
trombositopenia
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium, Tanggal 18 Oktober 2017

Darah Rutin
Hemoglobin : 11,1 g/dl (L)
Hematokrit : 35,7 %
Leukosit : 2,84 ribu/uL (L)
Trombosit : 97 ribu/Ul (L)

KESAN : Anemia,
KESANLeukopenia,
:
Trombositopenia
X FOTO RLD
Pembacaan :
Cor : Tak membesar
Pulmo
Corakan bronkovaskuler normal
Tak tampak bercak pada kedua paru.

Tampak kesuraman homogen pada hemithorax kanan bagian lateral.


Diafragma kanan setinggi kosta 8-9 posterior, sinus kostofrenikus kanan tumpul, kiri lancip

KESAN:
Cor : Tak membesar
Pulmo : Tak tampak infiltrate
Efusi pleura kanan , PEI = 3,6%
ASSESMENT
Suspek Demam Berdarah Dengue Derajat II
Gizi Baik
INITIAL PLAN DIAGNOSIS
Assesment : Demam Berdarah Dengue Derajat II

DD :

Demam Dengue

Demam Chikungunya

Ip.Dx :

S:-

O : Darah rutin (Hb, Ht, Leukosit dan Trombosit), Tes serologis IgM & IgG anti dengue, X foto thorax
(AP-RLD)
Ip. Rx :
Cairan kristaloid untuk rehidrasi (RL,RA
atau NaCl 0,9%)
5 cc/kgbb/jam
5 x 61 = 305 cc/jam
76 tpm dalam 1 jam
Paracetamol 10-15 mg/KgBB/kali
PCT 3x1 tab prn
Anabion 2 x 1 cth
Metilsoprinol 1x1 cth
Ranitidin 3 x 25 mg
Ip. Mx :

TTV (HR, RR, Suhu, Tekanan darah) tiap 6 jam

Darah rutin setiap hari

Diuresis (1 cc/kgBB/jam)

Ip. Ex :

Bila anak mengalami punurunan kesadaran segera lapor perawat

Usahakan anak minum yang cukup

Bila ada tanda perdarahan pada anak seperti mimisan dan berak hitam segera
lapor perawat

Asupan diit yang cukup


INITIAL PLAN DIAGNOSIS
Assestment : Gizi Baik

DD :

Organik : defek anatomi, gangguan menelan

Nonorganik : nutrisi inadekuat

IP Dx:

S: Kualitas dan kuantitas makanan

O: -
Ip. Rx :

Kebutuhan kalori BB: 61 kg Usia 17 tahun 8 bulan


(12,2 x 61) + 746 = 1.490,2 kkal
1.490,2 kkal terdiri dari :
Karbohidrat : 60% x 1.490,2 = 894,12 kkal
Lemak : 35% x 1.490,2 = 493,2 kkal
Protein : 10% x 1.490,2 = 149,02 kkal

IP Mx : Keadaan umum pasien

Data antropometri (berat badan, tinggi badan)

IP Ex : Makan teratur dengan gizi seimbang sesuai kebutuhan gizi


TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever
(DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue Famili
Flaviviridae,dengan genusnya adalah flavivirus. Virus ini mempunyai empat
serotipe yang dikenal dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Selama ini
secara klinik mempunyai tingkatan manifestasi yang berbeda, tergantung
dari serotipe virus Dengue.
ETIOLOGI
Virus dengue serotipe 1, 2, 3 dan 4 yang ditularkan
melalui vektor nyamuk Aedes aegypti, nyamuk Aedes
albopictus, Aedes polynesiensis dan beberapa spesies
lain merupakan vektor yang kurang berperan.
PATOFISIOLOGI
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium
Darah :
- LPB positif.
- Kadar trombosit darah menurun (trombositopenia)
- Hematokrit meningkat lebih dari 20%, merupakan indikator akan timbulnya
rejatan.
- Hemoglobin meningkat lebih dari 20%.
- Lekosit menurun (lekopenia) pada hari kedua atau ketiga.
- Masa perdarahan memanjang.
- Protein rendah (hipoproteinemia)
- Natrium rendah (hiponatremia)
- SGOT/SGPT bisa meningkat
- Astrup : Asidosis metabolic
Urine :
Kadar albumin urine positif (albuminuria)

Pemeriksaan Imaging
Foto thoraks
USG
CT-Scan Kepala tanpa kontras
PENATALAKSANAAN
KOMPLIKASI

Ensepafalopati dengue : edeme otak dan alkalosis.


Dapat terjadi bak pada syok maupun tanpa syok.
Kelainan ginjal : akibat syok berkepanjangan
Edema paru : akibat pemberian cairan berlebihan.