Anda di halaman 1dari 12

STOPE SURVEY &

TUNNEL SURVEY
TUJUAN STOPE SURVEY

Mendapatkan batas-batas yang jelas dari


daerah kerja, yang digunakan untuk
menghitung volume stope dan tonase-nya
(meskipun agak kasar).
Mengetahui dimana suatu raise akan dimulai
dan drif diarahkan di bawah atau di atas bijih.
Menjaga melebarnya ukuran stope yang tak
terkontrol hingga di luar batas properti.
Metode Pengukuran Pada Stope
(Stope Survey Methods)

1. Transit atau teodolit dan tali (tape)

2. Swing compass (hanging compass)

3. Timber set method.


Metode transit dan tali umumnya digunakan
untuk pengukuran pada shrinkage stope atau
open stope yang besar. Cara ini cukup cepat
dan akurat untuk pengukuran batas-batas
stope.

Transfer meridian ke dalam stope dilakukan


sebelum survey di dalam stope dikerjakan. Bila
raise vertikal, dua kawat (dengan dua plumb
bob) digantungkan pada sebuah stull, diblok
rapat pada suatu tempat yang terletak agak
lebih tinggi daripada atap crosscut

Timber set method dapat dilakukan bila ukuran


rata-rata timber set telah ditentukan, yatu
dengan menghitung jumlah timber-set yang
digunakan.
MENGHITUNG LUAS
DENGAN :

Planimeter
Segmen bujur sangkar (square)
Rumus trapezoidal
Rumus Simpson 1/3
Weighing the section
Tinggi dikali lebar
1. Planimeter
Planimeter ada dua jenis, yaitu polar planimeter dan
numonics electronic planimeter. Polar planimeter
biasanya untuk pengukuran luas pada peta-peta yang
lebih kecil, sedangkan jenis numonic untuk pengukuran
luas yang lebih besar (Kavanagh, 1996).

Cara ini cukup teliti apabila pengukuran dilakukan


dengan benar dan hati-hati. Bila perbedaan hasil yang
didapat dari dua kali pembacaan pengukuran alat tidak
lebih dari 5 persen, maka hasilnya dapat langsung
dirata-rata, tetapi bila lebih maka pengukuran harus
diulang (Staley, 1964).
2. Segmen Bujur Sangkar
(Square)
Bila planimeter tidak tersedia, maka dapat dibuat grid
berbentuk bujur sangkar dengan skala tertentu pada
kertas kalkir (hitung terlebih dahulu luas satu bujur
sangkar yang dibuat), kemudian letakkan di atas gambar
penampang yang dibuat. Hitung berapa jumlah bujur
sangkar yang utuh yang ada di dalam peta penampang.

Untuk bujur sangkar yang tidak penuh / terpotong,


kombinasi-kan dengan potongan yang lain untuk
mendapatkan bujur sangkar yang lebih kurang sama
dengan bujur sangkar utuh. Jumlah keseluruhan bujur
sangkar yang didapat merupakan luas penampang yang
dihitung.
h h2
A x 1 h2 ... hn 1
2

3. Formula Trapezoidal
Teknik trapezoidal mendasarkan asumsi bahwa garis
yang menghubungkan bagian akhir dari offset line
berupa garis lurus. Semakin pendek interval tiap
segmen, hasil yang didapatkan lebih teliti. Untuk
penampang yang tepi (paling ujung) dapat dihitung
dengan rumus luas segitiga. Formula yang digunakan
adalah sebagai berikut :
A = x [ (h1+hn)/2 + h2 + +hn-1 ]
A = luas penampang yang dicari
x= interval offset line
h = pengukuran offset
n = jumlah offset
4. Formula Simpson 1/3
Teknik perhitungan luas dengan formula
Simpson 1/3 akan memberikan hasil perhitungan
yang lebih teliti daripada teknik trapezoidal
(Kavanagh, 1996), digunakan untuk menghitung
batas luasan yang lebih tak beraturan
(irregular). Asumsinya adalah offset line tiap-tiap
segmen didekati dengan persamaan fungsi
parabolic. Rumus untuk menghitung luas
dengan formula Simpson 1/3 adalah :

A = interval/3 ( h1 + hn+2 h0dd + 4 heven )


5. Weighing the Section
Pada metode ini, penampang dihitung beratnya. Untuk
melakukannya harus menggunakan neraca analitik
sampai ketelitian 0.0001 gr dan menggunakan kertas
tracing paper. Satu unit luas tracing paper dipotong dan
ditimbang. Berat yang didapat dijadikan sebagai skala.
Contoh, bila satu potong skala 20 yang dipakai, maka 20
x 20 = ft3.

Penampang peta dengan hati-hati diletakkan di atas


tracing paper, kemudian dipotong dan ditimbang.
Perbandingan berat penampang yang dihitung dari tiap
unit berat tracing paper akan memberikan luas
penampang.
6. Tinggi x Lebar Stope
Cara ini adalah cara perhitungan luas yang paling
sederhana dan paling mudah, namun hasilnya kasar.

Hanya cocok digunakan untuk menghitung penampang


stope yang mendekati bentuk ideal bujur sangkar atau
segi panjang.

Perhitungan luas dilakukan dengan menghitung tinggi


stope kemudian dikalikan dengan lebar stope.
Pengukuran biasanya diambil di bagian tengah-tengah
stope, baik tinggi maupun lebarnya.
MENGHITUNG VOLUME DAN
TONASE
Berdasar data/peta hasil survey kompas, volume
dan tonase dapat dihitung dengan menentukan
jarak antar dua penampang dikalikan dengan
nilai rata-rata luas kedua penampang tersebut.

Tanpa survey kompas, dengan hanya


menghitung jumlah timber set (pada metode
square set).

Menghitung produksi tambang dari produksi alat


angkut dan jumlah bahan peledak yang
digunakan (sesuai powder factor-nya).