Anda di halaman 1dari 8

EVOLUSI

1. Nama Kelompok:
2. Irfandi P (06)
3. Rizki Fakhriansyah (10)
4. Raga Ragilsta PP (12)
5. Isaac Sebastian S (14)
6. Uzvionadia Chuzzella (15)
7. Sihaqqul F (26)
8. Satria Aditama (29)
9. Moh Irwan A (31)
TEORI EVOLUSI BIOLOGI
Menurut Alexander Oparin senyawa kompleks
tersebut sangat berlimpah di lautan maupun di
permukaan daratan. Adanya energi yang berlimpah,
misalnya sinar Ultraviolet, dalam jangka waktu yang
amat panjang memungkinkan lautan menjadi
timbunan senyawa organik yang merupakan sop
purba atau Sop primordial.
TEORI KOSMOZOAN
Teori cosmozoic atau kosmozoan menyatakan bahwa asal mula
makhluk hidup berasal dari spora kehidupan yang berasal dari luar
angkasa. Spora kehidupan tidak dapat bertahan di planet ruang
angkasa yang sangat dingin, kering, dan adanya radiasi yang
mematiakan. Akhirnya spora kehidupan itu pindah ke bumi. Teori ini
disanggah oleh para ilmuwan yang menyatakan bahwa spora
kehidupan tersebut saat mencapai bumi dapat bertahan hidup akibat
pergesekan diangkasa atau pergesekan dengan lapisan ozon.
Charles Lyell (1797 1875)
Charles Lyell Mengemukakan teori Uniformitarianisme
(keseragaman). Menurut Lyell, proses perubahan lapisan batuan dan
bentuk permukaan bumi dari zaman ke zaman selalu sama atau
tidak berubah. Charles Darwin, terinspirasi oleh teori Hutton dan
Lyell dengan membuat sebuah pemikiran bahwa perubahan bumi
secara lambat menunjukkan bumi sudah tua. Kemudian proses yang
lambat, tetapi terus-menerus dalam waktu lama pasti menghasilkan
perubahan yang cukup besar. Seperti dalam bukunya yang berjudul
Principles of Geology menyatakan bahwa batuan, pulau-pulau/
benua selalu mengalami perubahan.
Thomas Robert Malthus (1766-1835)
Pandangan-pandangan Malthus umumnya dikembangkan
sebagai reaksi terhadap pandangan-pandangan yang optimistik dari
ayahnya dan rekan-rekannya, terutama Rousseau. Esai Malthus juga
dibuat sebagai tanggapan terhadap pandangan-pandangan Marquis
de Condorcet. Dalam An Essay on the Principle of Population
(Sebuah Esai tentang Prinsip mengenai Kependudukan), yang
pertama kali diterbitkan pada 1798.
Malthus membuat ramalan yang terkenal bahwa jumlah
populasi akan mengalahkan pasokan makanan, yang menyebabkan
berkurangnya jumlah makanan per orang. (Case & Fair, 1999: 790).
Ia bahkan meramalkan secara spesifik bahwa hal ini pasti akan
terjadi pada pertengahan abad ke-19, sebuah ramalan yang gagal
karena beberapa alasan, termasuk penggunaan analisis statisnya,
yang memperhitungkan kecenderungan-kecenderungan mutakhir
dan memproyeksikannya secara tidak terbatas ke masa depan, yang
hampir selalu gagal untuk sistem yang kompleks.
Buffon