Anda di halaman 1dari 22

SUPANA

Pusdiklatkar, Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta

SLEMAN,6 JUNI 1967


DETEKSI

AKTIF
ALARM
APAR
SPRINKLER
HYDRANT

MEANS OF ESCAPE
PASSIF

KOMPARTEMEN
SMOKE CONTROL
FIRE DAMPER
FIRE RETARDANT
Adalah komponen dan sub-sub komponen yang
dirangkai untuk suatu tujuan memberi
peringatan dini baik kepada penghuni maupun
kepada petugas, bila di suatu area tertentu
terjadi kebakaran atau ada indikasi kebakaran
.
INSTALASI ALARM
TANDA BAHAYA KEBAKARAN

PEMASANGAN INSTALASI ALARM KEBAKARAN


OTOMATIK BERTUJUAN UNTUK MENDETEKSI
KEBAKARAN SEAWAL MUNGKIN, SEHINGGA

+
TINDAKAN PENGAMANAN YANG DIPERLUKAN
DAPAT SEGERA DILAKUKAN.

Tindakan dalam keadaan Emergency Kebakaran


harus sudah berhasil diatasi.
sebelum 5 menit sejak penyalaan
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA RI
NO. PER-02/MEN/1983
TENTANG
INSTALASI ALARM KEBAKARAN OTOMATIK

Ruang lingkup
- Perencanaan
- Pemasangan,
- Pemeriksaan
- Pengujian
- Pemeliharaan
Suatu cara atau alat komunikasi dari penduduk atau
warga masyarakat kepada Dinas Pemadam Kebakaran
untuk menginformasikan tentang adanya bahaya
kebakaran atau bencana lainnya guna mendapatkan
pertolongan .
Sistem tanda bahaya kebakaran seperti ini sering
disebut dengan alarm kota ( smart alarm ).
Atau dapat menggunakan alat komunikasi telepon 113.

Bell
Adalah suatu alat untuk
memberikan peringatan dini
kepada penghuni gedung atau
petugas yang ditunjuk,tentang
adanya kejadian atau indikasi
kebakaran di suatu bagian
gedung .

Dengan adanya peringatan


secara dini tersebut akan
memungkinkan
penghuni/petugas dapat
mengambil tindakan
pemadaman atau melaksanakan
evakuasi jiwa maupun harta
benda .
+
DETEKTOR AUDIBLE ALARM

INPUT
Nyala

Panas VISIBLE ALARM

Asap

OUTPUT

HYDRANT
ANN
MCFA
CARA KERJA ALARM KEBAKARAN GEDUNG

MANUAL : dengan menggunakan titik panggil manual


- Tombol tekan
- Tombol tarik
- Handle tarik
HYDRANT OTOMATIS : melalui deteksi kebakaran (fire detector)

-Smoke detector

- Heat detector

- Flame detector
JENIS DAN TIPE DETEKTOR
ULTRA VIOLET
Nyala
INFRA RED

Panas FIXED TEMPERATURE


RATE OF RISE

Asap IONIZATION
PHOTO ELECTRIC
Manual
Push bottom
Full down
break glass
(Flame Detector)

Alat deteksi ini sensitif terhadap cahaya api yg


memancarkan cahaya putih kebiru-biruan dan
biasanya alat ini dipasang untuk melindungi benda-
benda yg terbakar memancarkan cahaya putih
kebiru-biruan seperti natrium, alkohol dll.

Alat deteksi ini sensitif terhadap cahaya api yg


memancarkan cahaya infra merah, karena alat
deteksi ini dilengkapi dengan filter amplifier untuk
cahaya infra merah`.
PENGINDRA PANAS SUHU TETAP

Deteksi ini memiliki konponen :


- Elemen peka yg didalamnya menggunakan dwi logam
(sensor bimetal).
- Mechanical contact.

Prinsip kerja deteksi ini bila terjadi kebakaran elemen


peka menerima panas dengan derajat suhu yg
ditentukan oleh kepekaan deteksi maka sensor bimetal
mendorong mechanical contact menjadi aktif dengan
demikian alarm berbunyi.
PENGINDRA PANAS TYPE PENGEMBANGAN
SUHU
(Rate Of Rise Heat Detector)

Deteksi ini memiliki komponen :


- Ruang deteksi yang dilengkapi membran (diapragma)
sebagai pendorong titik kontak tsb.

Prinsip kerja deteksi ini bila disuatu ruangan terjadi


kebakaran sehingga terjadi perubahan suhu yg cepat maka
udara didalam ruang deteksi memuai dan pemuaian udara
diruang tertutup tersebut mengakibatakan membran
terdorong naik dan dgn terdorongnya membran sekaligus
mendorong mechanical contact menjadi aktif dan alarm
berbunyi.
PENGINDRA ASAP TIPE
PENGURANGAN CAHAYA

Komponen pada alat pengindra ini :


- Sunber cahaya infra merah dipantulkan melalui lensa fokus
sehingga pancaran cahayanya lurus.
- Photo electric cell yg dihubungkan kerangkaian electronic contact
ke alarm. Diwaktu tidak terjadi kebakaran photo cell selalu
menerima cahaya infra merah.

Prinsip kerja deteksi ini bila terjadi kebakaran terdapat asap yang
menghalangi cahaya yg selalu diterima oleh photo cell, kemudian
dengan berkurangnya nilai cahaya yg diterima oleh photo cell
mengakibatkan rangkaian electronic contact menjadi aktif dan
alarn berbunyi.
IONISATION SMOKE DETECTOR

Alat pengendera ini memiliki komponen :


- Ruang deteksi dengan dilengkapi bahan
radio aktif yang diberi muatan listrik sehinga sehingga
memancarkan ion positif dan ion negatif yang seimbang .
- Rangkaian electronic contact .

Cara kerja detektor ini bila terjadi kebakaran yang kemudian ada
asap yang memasuki ruang deteksi maka partikel-partikel asap
tersebut mempengaruhi perubahan nilai ion diruang deteksi
tersebut mengakibatkan rangkaian elektronic contact menjadi
aktif dan alarm berbunyi .
PHOTO ELECTRIC DETECTOR PEKA
CAHAYA
Alat detector ini memiliki komponen :
- Ruang deteksi yang dilengkapi dengan pemancar cahaya infra
merah dan penerima cahaya infra merah .
- Rangkaian electronic contact .

Prinsip kerja detector ini bila terjadi kebakaran sehingga asap


memasuki ruang deteksi maka partikel asap tersebut
memancarkan cahaya infra merah sehingga dapat tertangkap oleh
photo diodae yang akan mengakibatkan rangkaian electronic
contact menjadi aktif dengan demikian alarm berbunyi .
INTERCONECTION

DETEKTOR FIRE ALARM SYSTEM


KEBAKARAN AC
Off

SPRINKLER LIFT
(FS) Off

PRESS FAN
POMPA On
HYDRANT
MCFA
supply daya
INSTALASI ALARM KEBAKARAN OTOMATIK
Ref : Permenaker 02/83

Signa
Detektor
l
alarm

FIRE FOULT
FAULT
+
NORMAL
MCFA
PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN
PENGENDRA ASAP (SMOKE DETECTOR)

Elemen peka tidak kurang dari 4 cm dari


langit-langit.
Maks pengindra asap dalam 1 zone tidak
boleh lebih dr 20 buah, atau luas 1 zone
kebakaran tidak boleh lebih dr 2000 m2.
Untuk mengindra kebocoran gas harus
digunakan pengindra jenis ionisasi.
Elemen peka tidak boleh kotor.

Dasar SK Gub No.889 Th 1981 Ps. 5


PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN
PENGENDRA PANAS (HEAT DETECTOR)

Jarak antara elemen peka dengan langit-langit


adalah 1,5 10 cm.
Jarak antara elemen peka yang di pasang pada
balok kayu / beton bangunan dengan plafon /
langit-langit,tidak boleh lebih dari 25 cm.
Elemen peka tudak boleh dicat.
Jumlah pengendra panas dalam 1 zone tidak boleh
lebih dari 40 buah.

Dasar SK Gub No. 889 Th 1981 Ps 4


PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN
PENGENDRA NYALA API (FLAME DETECTOR)

Daya jangkauan dari detector harus sesuai dengan


spesifikasi dari pabrik.
Elemen peka pada pegendra nyala api diusahakan agar
tidak bocor.
Untuk kebakaran bahan biasa seperti kayu,arang,batu bara,
dapat digunakan tipe infra merah, sedangkan untuk
pengamanan kebakaran jenis alkohol dan kebakaran kelas
D digunakan tipe ultra ungu.

Dasar SK Gub No.889 Th 1981 Ps.6


Selamat Bertugas

Anda mungkin juga menyukai