Anda di halaman 1dari 10

KEBANGSAAN MUHAMMADIYAH DI

INDONESIA
Khittah Muhammadiyah Dalam Kehidupan Berbangsa
Dan Bernegara
Secara etimologis, kata khittah berasal dari derivasi bahasa Arab
yang berarti rencana, jalan, langkah atau garis (Kamus Al-
Munawwir, 1997). Sedangkan secara terminologis yaitu suatu
pikiran untuk melaksanakan perjuangan ideologi atau keyakinan
hidup.

Muhammadiyah sebagai organisasi sosial-keagamaan (organisasi


kemasyarakatan) yang mengemban misi dawah amar maruf nahi
mungkar senantiasa bersikap aktif dan kontruktif dalam usaha-
usaha pembangunan dan reformasi nasional yang sesuai dengan
khittah (garis) perjuangan serta tidak akan tinggal diam
menghadapi kondisi-kondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan
negara.
Muhammadiyah senatiasa merasa terpanggil untuk berkiprah dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada
khittah perjuangan sebagai berikut:

1. Muhammadiyah menyakini bahwa politik dalam kehidupan


bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari
ajaran Islam.
2. Muhammadiyah menyakini bahwa negara dan usaha-usaha
membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Muhammadiyah memilih perjuangan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara melalui usaha-usaha pembinaan
atau pemberdayaan masyarakat.
4. Muhammadiyah mendorong secara kritis atas perjuangan
politik yang bersifat praktis atau berorientasi pada
kekuasaan.
5. Muhammadiyah senantiasa memainkan peranan politiknya
sebagai wujud dari dawah amar maruf nahi mungkar .
6. Tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan organisatoris
dengan kekuatan-kekuatan politik atau organisasi manapun.
7. Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada setiap
anggota persyarikatan untuk menggunakan hak pilihnya.
8. Muhammadiyah meminta kepada segenap anggotanya
yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan
kegiatan politik secara sungguh-sungguh .
9. Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pihak atau
golongan manapun berdasarkan prinsip kebajikan dan
kemaslahatan.
Muhammadiyah Sebagai Bagian Dari Pendiri NKRI

Muhammadiyah merupakan bagian dari pendiri NKRI, hal ini jelas


dapat dilihat dari lahirnya Organisasi Islam yang berdiri sebagai
pelopor kebangkitan Islam di Indonesia sejaktahun 1912.

Dalam Muhammadiyah sendiri banyak organisasi yang dibentuk


untuk membangun bangsa ini mulai dari masalah keagamaan,
pendidikan dan sosial.

Salah satu cotoh dari organisasi kemuhammadiyahan ini yaitu


terobosan baru dalam bidang pendidikan dengan mengadopsi
pendidikan berbasis Belanda namun masih berdasarkan pada
Islam yang pada saat itu masih dianggap asing bagi masyarakat di
Kauman.
kelahiran Muhammadiyah memberikan corak spirit dan cita-cita
untuk perkembangan zaman yang lebih baik sesuai dengan paham
Islam yang sesungguhnya.
Adapun sesungguhnya tujuan dari gerakan Muhammadiyah ini
yaitu perjuangan untuk kesejahteraan bersama (masyarakat)
berdasarkan pada tuntunan Al- Quran dan As- Sunnah, hal inilah
yang menjadikan Muhammadiyah menjadi salah satu pendiri dari
NKRI karena cita-cita Muhammadiyah dan Kebangsaan Indonesia
ini sama yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Tanggungjawab Muhammadiyah Terhadap
NKRI
Sebagai bagian terbesar dari Negara Keatuan Republik
Iondonesia (NKRI) dan sebagai salah satu pendirinya,
Muhammadiyah merasa punya tanggugjawab. Bagi
Muhammadiyah, penunaian tanggung jawab ini adalah refleksi
keimanan dan sekaligus komitmen kebangsaan.

Tanggungjawab Muhammadiyah terhadap NKRI dilakukan


melalui dengan memberikan pencerahan, dengan melakukan
gerakan pencerdasan dengan mendirikan sekolah-sekolah
seperti SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi diseluruh
Indonesia, peningkatan kualitas kesehatan dengan mendirikan
rumah sakit, dan kehidupan sosial serta pemberdayaan tarap
klehidupan ekonomi masyarakat dengan membuat amal-amal
usaha sebagai lapangan pekerjaan bagi warga yang
membutuhkan.
Bentuk atau Model Peran Kebangsaan
Muhammadiyah
Bentuk atau model Muhammadiyah dikenal sebagai sebuah
organisasi Islam yang yang didalamnya berisikan tentang
pembaharuan dalam bidang Keyakian dan Kepribadian masyarakat
tentang nilai-nilai kehidupan yang dianut masyarakat berdasarkan
budaya bangsa.
Adapun peran dari model Muhammadiyah yaitu untuk merubah
moral dan karakter dari bangsa Indonesia yang beragam dengan
pembinaan terhadap masyarakat.
Adapun bentuk dan model organisasi Muhammadiyah yaitu bersifat
impersonal atau institusional, bukan sekedar himpunan orang-
perorangan yang bersifat kelembagaan. Keunggulan
Muhammadiyah terletak pada gerakan melalui organisasi.
Organisasi Muhammadiyah merupakan sebuah instrumen fisik
organisasi (body of structure) yang didalamnya terkandung nilai-
nilai dasar, norma, dan strategi perjuangan untuk mencapai tujuan
yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.