Anda di halaman 1dari 18

By KeLompok 4

Indrasari
Irawati
MarzeLa
Mifta Rahma
Ni Kadek Evy
Novita H
Tablet implantasi atau tablet depo dimaksudkan untuk
ditanam dibawah kulit manusia atau hewan
(Lachman:2012)
Implant atau disebut dengan susuk adalah suatu alat
kontrasepsi bawah kulit yang mengandung levonorgestrel
yang dibungkus dalam kapsul silastik silicon ( polydimethyl
siloxane ) yang berisi hormon golongan progesteron yang
dimasukkan dibawah kulit lengan kiri atas bagian dalam
yang berfungsi untuk mencegah kehamilan hingga jangka
waktu 5 tahun dan adapula yang jangka waktu 3 tahun.
(https://cellesmonica.wordpress.com/2015/05/25/alat-kontrasepsi-
implant/)
1. Menghalangi terjadinya ovulasi .

2. Perubahan lendir serviks menjadi kental dan


sedikit .

3. Menghambat perkembangan siklis dari


endometrium

4. Mengurangi transportasi sperma.


a. Efektivitas tinggi
b. Perlindungan jangka panjang ( sampai 5 tahun )
c. Mudah dalam pemakaian
d. Tidak menganggu kegiatan senggama
e. Tidak mengganggu pengeluaran ASI
f. Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan
g. Pengembalian kesuburan yang cepat setelah pencabutan
h. Tidak membutuhkan pemeriksaan dalam
i. Tidak mengandung zat aktif yang bersiko (bebas
estrogen)
j. Cara penggunanya mudah
k. Ekonomis
a. implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang
terlatih.
b. Gangguan pola haid.
c. Akseptor tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri.
d. Beberapa wanita mungkin segan untuk menggunakannya karena kurang
mengenalnya.
e. Perubahan libido dan Berat Badan
f. Nyeri kepala, pusing, pening
g. Nyeri mamae
h. Jerawat
i. Perasaan mual
j. Anoreksia
k. Efektifitas turun jika menggunakan obat obatan tuberkolosis dan
epilepsy
l. Tidak bisa melindungi dari IMS
m. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan.
1. kehamilan atau disangka hamil.
2. Penderita penyakit hati akut.
3. Riwayat kanker payudara
4. kelainan jiwa (Psikis, neurosis).
5. Penyakit jantung, hipertensi, diabettes mellitus.
6. Penyakit trombo emboli.
7. Riwayat kehamilan etropik.
8. Perdarahan pervaginam yang belum jelas
penyebabnya.
9. Memekai obat-obatan untuk epilepsi / TBC
1. Wanita-wanita yang ingin memakai kontrasepsi untuk jangka waktu
yang lama tetapi tidak tersedia menjalani kontap / menggunakan
AKDR.
2. Wanita yang tidak boleh menggunakan pil KB yang mengandung
estrogen.
3. Usia reproduksi Perempuan pada usia reproduksi (20 30 tahun).
4. Punya anak atau belum
5. Postpartum atau menyusui
6. Pasca keguguran
7. Wanita yang mengalami kesulitan untuk mempergunakan kontrasepsi
barrier / merasa kurang disiplin untuk minum pil setiap hari
8. Menghendaki penjarangan kehamilan jangka panjang (2 Tahun /
lebih) atau telah mempunyai cukup anak sesuai keinginan, tetapi belum
siap ikut program sterilisasi
9. Tekanan darah < 180/100 mmHg, dengan masalah pembekuan
darah.
1. Sewaktu haid berlangsung
2. Setiap saat asal diyakini klien tidak
hamil
3. Bila menyusui : 6 minggu-6 bulan pasca
salin
4. Saat ganti cara dari metode yang lain
5. Pasca keguguran
Formulasi tablet tergantung dari beberapa
faktor :
1. Zat aktif (sifat fisika-kimia, rute
penggunaan obat)
2. Proses produksi
3. Cara tablet digunakan (per oral,
chewable, effervescent, trochisi, sub lingual)
Kuat dan tahan terhadap gesekan-gesekan yang
terjadi pada waktu pentabletan, pengemasan,
transportasi, dan penggunaannya.
Kadar obat terpenuhi
Memenuhi keseragaman ukuran
Memenuhi keseragaman bobot maupun keseragaman
kadar zat aktifnya
Memenuhi ketersediaan hayati
Penampilan baik
Dapat mempertahankan sifat-sifatnya
20/11/2017
By Kelompok 4