Anda di halaman 1dari 30

Oleh :

KELOMPOK 1
Aina Handayani Hendra Saputra Nur Rahmawati
Cindy Sukma Pertiwi Herny Engeline Rohomin
Djais Khairatul Asnani Sofina
Dini Kurnia Zarni Mebi Rania Vetry Melinda O
Eka Refianti Nurhidayati Widia Mona
Elen Debora Nuremsita Yaska
Batu ginjal adalah istilah umum batu
ginjal disembarang tempat. Batu ini
terdiri atas garam kalsium, asam urat,
oksalat, sistin, xantin, dan struvit (
patofisiologi keperawatan, 2000 ).

Nefrolitiasis adalah adanya timbunan zat


padat yang membatu pada ginjal,
mengandung komponen kristal, dan
matriks organik (soeparman, 2001).
Menurut Smeltzer (2001: 1460):

1. Faktor dari dalam (intrinsik)


2. Faktor dari luar (ekstrinsik)
3. Infeksi saluran kencing.
4. Kekurangan cairan (seperti pada penderita diare
yang kekurangan cairan).
5. Kelainan tubuler ginjal
Menurut Sjamsuhidajat (2004:757):

Teori Supersaturasi/Kristalisasi
Urine mempunyai kemampuan melarutkan lebih
banyak zat yang terlarut bila dibandingkan dengan
air biasa.

Teori nukleasi/adanya Nidus


Nidus atau nucleus yang terbentuk, akan menjadi
inti presipitasi yang kemudian terjadi.

Teori tidak adanya Inhibitor


Super saturasi kalsium, oksalat dan asam urat dalam
urin dipengaruhi oleh adanya inhibitor kristalisasi.
Teori Epitaksi
Epitaksi adalah peristiwa pengendapan suatu Kristal
di atas permukaan Kristal lain.

Teori Kombinasi
Merupakan gabungan dari teori sebelumnya
Menurut Sjamsuhidajat (2004:758):

Batu kalsium
Kebanyakan Batu yang mengadung
kalsium

Batu fosfat atau batu Struvite


Diit rendah fosfor dapat dianjurkan, untuk
mengatasi kelebihan fosfor, jeli aluminium
hidroksida dapat diresepkan karena agent
ini bila bercampur dengan fosfor dapat
diekskresikan melalui saluran intestinal
bukan ke system urinarius.
Next

Batu asam urat


Pasien dianjurkan diit rendah purin untuk
mengurangi ekskresi asam urat dalam urine.
Makanan tinggi purine (kerang, ikan kering,
asparagus, jamur, dan jeroan) harus dihindari
dan protein lain harus dibatasi.

Batu oksalat
Untuk batu oksalat, urine encer dipertahankan
dengan pembatasan masukan oksalat.
Makanan yang harus dihindari mencakup
sayuran hijau berdaun banyak, kacang,
seledri, gula bit, buah beri hitam, coklat, teh,
kopi dan kacang tanah (Smeltzer, 2001: 1464).
Nyeri kolik
Batu pada ginjal distal memberi gejala
polakisuria,merasa ingin berkemih namun hanya
sedikit yang keluar.
Hematuria
Disuria
Infeksi (pielonefritis dan sistitis yang disertai
menggigil, demam dan disuria), (Smeltzer, 2001:
1461)
Tanda & gejala berdasarkan letak batu :
Batu di piala ginjal Batu yang terjebak pada
ureter
1. Menyebabkan rasa sakit
yang dalamdan terus- 1. Menyebabkan gelombang
menerus di area nyeri yang luar biasa, akut
kostovertebral dan kolik yang menyebar ke
2. Nyeri yang berasal dari paha dan genetalia.
daerah renal 2. Sering merasa ingin
3. Dapat dijumpai hematuria berkemih, namun hanya
dan piuria sedikit urin yang keluar
4. Kolik renal
Batu yang terjebak di
kandung kemih

1. Menyebabkan gejala iritasi


2. Batu menyebabkan obstruksi
3. Jika infeksi berhubungan
dengan adanya batu, maka
kondisi akan lebih serius
disertai sepsis.

Doenges,2005
Pemeriksaan Lab menurut Doenges (2004):

Urinalisis
Urine (24jam)
Kultur urine
BUN/ kreatinin serum dan urine
Kadar klorida dan bikarbonat serum
Hitung darah lengkap
Hemoglobin (Hb)
Hormone paratiroid
Pemeriksaan Radiologi (Suharjo, 2009) :

Foto polos perut/BOF


Ultrasonografi
Sistoginjal oscopy: visualisasi langsung
kandung kemih dan ginjal dapat
menunujukan batu atau efek obstruksi
Intravenous pyelography
CT SCan
Menurut Sjamsuhidajat (2004)

Penatalaksanaan konservatif Penatalaksanaan Operatif

untuk mengupayakan agar


tindakan urologi yaitu jika
batu keluar secara spontan
terutama berukuran <5 mm. batu berukuran >5mm.
mis: PCNL
(Buku ajar asuhan keperawatan pada klien dengan
gangguan sistem perkemihan, Ns Reny Yuli, 2015).
Penatalaksanaannya adalah sebagai berikut :

Medis Keperawatan
Pada kebanyakan kasus, tak ada Penatalaksanaan keperawatan
tindakan karena batu dapat ditujukan untuk mengurangi rasa
melewati saluran tanpa intervensi nyeri.
medis untuk menghilangkan
obstruksi: 1. Peredaan segera pada nyeri hebat
karena kolik renal, diatasi dengan
1. Farmakologi analgesic narkotik
2. Pengangkatan batu melalui: 2. Klien dianjurkan untuk memilih posisi
3. Dipecahkan dengan ESWL yang nyaman
4. Litotripsi ultrasonic perkutan (PUL) 3. Mandi air panas atau air hangat
diarea panggul dapat mengurangi
nyeri
4. Masukkan cairan sepanjang hari
mengurangi konsentrasi kristaloid
urine, mengencerkan urine,
mengencerkan urine dan menjamin
haluaran urin yang besar.
Beberapa jenis tindakan urologi:

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotrpsy


URS
PCNL
Bedah terbuka, (Suharjo, 2009).
Sjamsuhidajat (2004) :

Hidronefrosis
Uremia
Pyelonefritis
Gagal ginjal akut sampai kronis
Obstruksi pada kandung kemih
Perforasi pada kandung kemih
Hematuria atau kencing darah
Nyeri pingang kronis
Infeksi pada saluran ginjal dan vesika urinaria
oleh batu.
Anamnesis Pemenuhan kebutuhan
sehari-hari
Riwayat penyakit
1. Aktivitas/istirahat
1. Keluhan Utama 2. Sirkulasi
2. Riwayat penyakit 3. Keamanan
sekarang 4. Nyeri/kenyamanan
3. Riwayat Penyakit 5. Makanan/cairan
dahulu
4. Riwayat Penyakit
Keluarga
5. Riwayat psikososial
spiritual
Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik focus

1. Sistem Pernafasan 1. Inspeksi: pada pola


eliminasi urin terjadi
2. Sistem Saraf perubahan akibat
3. Sistem Perkemihan adanya hematuri, retensi
4. Sistem Pencernaan urin dan sering miksi.
5. Sistem Muskuloskeletal Adanya nyeri kolik
menyebabkan pasien
mual muntah.

2. Palpasi: palpasi ginjal


dilakukan untuk
mengidentifikasi masa

3. Perkusi: dilakukan dengan


memberikan ketokan
pada sudut kostovertebral
Arif Mutaqin (2011) dan dipatkan respon
nyeri.
1. Nyeri akut
2. Gangguan pola eliminasi urine
3. Ansietas
4. Resiko Infeksi