Anda di halaman 1dari 26

OLEH

PUTU BELLA DANIES


APSARI

PUTU SRI UTAMI DEVI


Teori tugas perkembangan, menurut
Hanghusrt (1972) setiap individu
harus memperhatikan tugas
perkembangan yang spesifik pada
tiap tahap kehidupan yang akan
memberikan perasaan bahagia dan
sukses
Tugas perkembangan pada dewasa tua meliputi penerimaan
adanya penurunan kekuatan fisik dan kesehatan
penerimaan masa pension dan penurunan income,
penerimaan adanya kematian dan pasangannya atau orang-
orang yang berarti bagi dirinya,

mempertahankan hubungan dengan group uang seusianya,


adopsi dan adaptasi dengan peran social secara fleksibel
dan mempertahankan kehidupan secara memuaskan.
Teori Psikososiologis Tingkat Proses

Kepribadian Introvert lawan ekstrovert

Tugas perkembangan Maturasi sepanjang rentang kehidupan

Disengagement Antisipasi menarik diri

Aktivitas Membantu mengembangkan usaha

Kontinuitas Pengembangan individualitas

Ketidakseimbangan sistem Kompensasi melalui pengorganisasian


diri sendiri
Teori Kepribadian

Teori Tugas Pengembangan

Teori Disengagement

Teori Aktivitas

Teori Kontinuitas
Teori ini menyebutkan aspek-aspek pertumbuhan
psikologis tanpa menggambarkan harapan atau tugas
spesifik lansia. Dalam teorinya Jung (1971)
menyatakan bahwa terdapat kepribadian introvert dan
ekstrovert dan keseimbangan terhadap keduanya
sangat penting bagi kesehatan.
Tugas perkembangan adalah aktivitas dan tantangan
yang harus dipenuhi oleh seseorang pada tahap-tahap
spesifik dalam hidupnya untuk mencapai penuaan
yang sukses. Erickson (1986) menguraikan tugas
utama lansia adalah mampu melihat kehidupan
seseorang sebagai bagian kehidupan yang dijalani
dengan integritas
Teori pembebasan (disengagement theory) : putusnya
pergaulan atau hubungan dengan masyarakat dan
kemunduran individu dengan individu lainnya.
Dengan bertambahnya usia, seseorang secara pelan
tetapi pasti mulai melepaskan diri dari kehidupan
sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya.
Teori pembebasan (disengagement theory) : putusnya
pergaulan atau hubungan dengan masyarakat dan
kemunduran individu dengan individu lainnya.
Dengan bertambahnya usia, seseorang secara pelan
tetapi pasti mulai melepaskan diri dari kehidupan
sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya.
Teori kepribadian berkanjut (continuity theory) : dasar
kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada
lanjut usia. Identity pada lansia yang sudah mantap
memudahkan dalam memelihara hubungan dengan
masyarakat, melibatkan diri dengan masalah di
masyarakat, keluarga dan hubungan interpersonal
Perawat mempunyai peranan penting untuk
mengadakan pendekatan edukatif pada klien
lansia, perawat dapat berperan sebagai
supporter, interpreter terhadap segala sesuatu
yang asing sebagai penampung rahasia yang
pribadi dan sebagai sahabat yang akrab.
Perawat hendaknya memiki kesabaran
dan ketelitian dalam memberikan
kesempatan dan waktu yang cukup
banyak untuk menerima berbagai bentuk
keluhan agar mereka merasa puas
Perawat harus dapat membangkitkan semangat dan
kreasi klien lansia dalam memecahkan dan
mengurangi rasa putus asa, rasa rendah diri, rasa
keterbatasan, sebagai akibat dari ketidakmampuan
fisik dan kelainan yang dideritanya, hal ini perlu
dilakukan karena : perubahan psikologi terjadi
bersama dengan makin lanjutnya usia.
Teori menua akibat metabolisme merupakan
pengurangan intake kalori pada rodentia muda akan
menghambat pertumbuhan dan memperpanjang umur.
Perpanjangan umur karena jumlah kalori tersebut
antara lain disebabkan karena menurunnya salah satu
atau beberapa proses metabolisme
1) Datang dengan sendirinya, merupakan karunia yang
tidak bisa dihindari/ditolak

2) Usaha dalam memperlambat menjadi awet muda

3) WHO : 1982 usia lanjut yang bahagia dan sejahtera


Perawatan fisik secara umum bagi klien lansia dapat
dibagi atas 2 bagian yakni : Klien lansia yang masih
aktif, dimana keadaan fisiknya masih mampu
bergerak tanpa bantuan orang lain sehingga untuk
kebutuhannnya sehari-hari masih mampu melakukan
sendiri.
Klien lansia yang pasif atau tidak dapat
bangun, dimana keadaan fisiknya mengalami
kelumpuhan atau sakit.
Perawat harus mengetahui dasar perawatan
klien lansia ini terutama hal-hal yang
berhubungan dengan kebersihan perorangan
untuk mempertahankan kesehatannya.
GIZI
Pengamatan
D = disease
E = eating poorly
T = tooth loss
E = economic hardship
R = reduced social contact
M = Multiple medicine
I = involuntary weight loss and gains
N = need assistance in self care
E = elder years
Pendidikan gizi dan konseling diet
Prinsip gizi yang harus diikuri oleh lansia :
- Kecukupan kalori 5 10 % kurang dari usia 20 25 tahun
- Kecukupan lemak maksimak 25 % diutamakan lemak tak jenuh
- Protein normal 10 12 % dari kecukupan energi, 10 % berasal dari
hewani
- Hidrat arang, gula murni dikurangi
- Vitamin dan mineral harus cukup terutama vitamin B, Vitamin C,
asam folat, kalsium dan Fe
OLAHRAGA

Latihan olahraga yang baik dan benar serta teratur harus


memenuhi komponan sebagai berikut:

1. Peregangan dan pemanasan 10 15 menit

2. Latihan initi 15 60 menit

3. Pendinginan 10 15 menit
Faktor yang diperhatikan :

1. Intensitas latihan pra usia lanjut 60 % - 80 % DNM

DNM (Denyut Nadi Maksimal ) : 220 usia x menit

Contoh : Bila usia 40 tahun DNM = 220 40 = 180 x / mnt

Batas atas 85 % = 85 % -x 180 x/mnt = 153 x/mnt

Batas bawah 60 % = 60 % x 180 x/mnt = 108 x/mnt

2. Frekuensi latihan --------------------3 5 x seminggu

3. Lamanya latihan -------------------- 30 45 menit, tidak termasuk waktu

pemanasan dan pendinginan.


Perawat harus mendekatkan diri dengan klien lansia,
membimbing dengan sabar dan ramah, sambil bertanya
apa yang dirasakan, bagaimana tentang tidur, makan,
apakah obat sudah diminum, apakah mereka bisa
melaksanakan ibadah dan sebagainya.