Anda di halaman 1dari 24

PERSALINAN PRETERM

AMANDA ISRAMULNIASIH
PEMBIMBING : dr. MOFRILINDO, Sp.OG

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
RSUD DUMAI
2017
DEFINISI

Persalinan yang berlangsung pada usia kehamilan
20-37 minggu dihitung dari hari pertama haid
terakhir
EPIDEMIOLOGI

Sekitar 60-70% pd usia kehamilan 34-36 minggu

Prevalensi Persalinan preterm :

Berdasar indikasi 30-35%

Spontan dg selaput amnion utuh 40-45%

Didahului KPD 25-30%


ETIOLOGI

Perdarahan desidua
Distensi uterus >> & distorsi uterus

Inkompetensi serviks

Infeksi

Inflamasi maternal

Hormonal & insufisiensi uteroplasenta


Etiologi dan Alur Persalinan Preterm


FAKTOR RISIKO

Faktor risiko mayor Faktor risiko minor
Kehamilan multipel Perdarahan p/vaginam setelah
Polihidroamnion kehamilan 12 mgg
Anomali uterus Riw. Pielonefritis
dilatasi serviks >2cm
Riw. Merokok >10 batang/hari
kehamilan 32 mgg
Riw. Abortus 1x trimester ke-2
Riw. Abortus habitualis
Riw. Persalinan preterm Riw. Abortus
Risiko >2x
tinggi : trimester ke-3
1 atau lebih FR mayor
Riw. Operasi serviks 2 atau lebih FR minor
Keduanya
PATOGENESIS

Stress neuro endokrin Aktivasi aksis hypothalamic
pituitaryadrenal (HPA) janin/ibu mediasi o/ corticotrophin-
releasing hormone (CRH) plasenta preterm

Infeksi & Inflamasi sistem imun tubuh aktivasi


fosfolipase A2 infeksi intrauterin selaput membran amnion
rapuh KPD persalinan preterm
PATOGENESIS

Perdarahan
Lesi vaskular
desidua

Persalinan Iskemi
preterm uteroplasenta
Identifikasi Risiko Persalinan
Preterm

Skoring Risiko
Skor 1-10 u/ berbagai macam faktor risiko:

sosioekonomi

Riw. Obstetri

Kebiasaan hidup

Penyulit kehamilan saat ini

Tidak direkomendasikan u/ nulipara


Identifikasi Risiko Persalinan
Preterm

Uji kontraksi uterus ambulatorik (Home uterine activity
monitoring )

Tokodinamometer

Catatan kontraksi rahim


Identifikasi Risiko Persalinan
Preterm

Estriol Saliva

Peningkatan konsentrasi estriol saliva ibu prediktor


persalinan preterm estriol (+) > 2,1 mg/dL = risiko preterm
3-4x

Estriol meningkat e.c akstivasi prematur HPA

Pengukuran estriol saliva dg Radioimmunoassay


Identifikasi Risiko Persalinan
Preterm

Skrining fibronektin janin atau fetal fibronectin (fFN)

Glikoprotein yg diproduksi amnion janin

Diukur dg enzyme linked immunosorbent assay

Interprestasi :

Normal = terdeteksi pd sekret serviks sampai usia kehamilan 16-20


minggu

Kehamilan 24 minggu kadar fibronektin janin 50 ng/ml


hasil positif & risiko persalinan preterm.
Identifikasi Risiko Persalinan
Preterm

Pengukuran Panjang Serviks

Panjang serviks <25 mm kehamilan 24-28 mgg risiko


persalinan preterm

Kombinasi penilaian fFN dengan ultrasonografi serviks


Risiko terulangnya persalinan preterm
PANJANG SERVIKS
fFN positif fFN negatif

< 25 mm 65% 25%

25-35 mm 45% 14%

> 35 mm 25% 7%
DIAGNOSIS

Kriteria American Academy of Pediatrics dan The American
Collage of Obstetricians and Gynecologists (1997)

Frekuensi kontraksi 4x dlm 20 menit a/ 8x dlm 60 menit +


perubahan progresif serviks

Dilatasi serviks >1 cm

Pendataran serviks 80%


TATALAKSANA

Menghambat proses persalian preterm dg pemberian tokolisis,

Akselerasi pematangan fungsi paru janin dg kortikosteroid,

Bila perlu dilakukan pencegahan terhadap infeksi dg


menggunakan antibiotik.
TATALAKSANA
TOKOLISIS
Indikasi : kontraksi uterus reguler + perubahan serviks

Macam obat :

Kalsium antagonis : nifedipin 10 mg/PO/ ulang 2-3x/ jam


lanjutkan tiap 8 jam sampai kontraksi hilang

-mimetik: terbutalin, ritrodin, isoksuprin, dan salbutamol


dosis : salbutamol infus 20-50 g/menit , PO : 4 mg/2-4x/hari

Sulfas magnesikus : 4-6 gr/IV/bolus slm 20-30 menit

Inhibitor PG : indometasin, sulindac, nimesulide


TATALAKSANA

AKSELERASI PEMATANGAN FUNGSI PARU

U/ kehamilan < 23 mgg atau > 35 mgg

Pemberian tidak diulang e.c risiko gg. Pertumbuhan janin

Macam obat :
Betametason 2 x 12 mg/IM/.arak pemberian 24 jam.

Deksametason 4 x 6 mg /IM/jarak pemberian 12 jam.


Rasio Lesitin-
Thyrotropin releasing hormone 400 ug/IV
sfngomielin pem.
Prediksi pematangan
paru
TATALAKSANA

ANTIBIOTIK

<< korioamnionitis + sepsis neonatorum

Dosis obat :

Eritromisin 3 x 500 mg/hari/slm 3 hari

Ampisilin 3 x 500 mg/hari/slm 3 hari


CARA PERSALINAN

Spontan : presentasi kepala

Indikasi SC :

Letak sungsang

TBJ <1500 gr (kontroversial)

Gawat janin

Infeksi intrapartum

Syarat pervaginam tak terpenuhi

Kontraindikasi pervaginam
KOMPLIKASI

Morbiditas Jangka Pendek:


Morbiditas Jangka Panjang :

Respiratory Distress Syndrome Retardasi mental

(RDS) Gangguan perkembangan

Perdarahan Serebral palsi


intra/periventrikular Seizure disorder
Necrotising Enterocolitis (NEC) Kebutaan
Displasia bronko-pulmoner &
sepsis

Paten duktus arteriosus.


PENCEGAHAN

Pencegahan Primer Sebelum Pembuahan & Selama
Kehamilan
Edukasi

Kebijakan publik

Konsumsi suplemen nutrisi

Hentikan merokok

Lakukan asuhan prenatal

Perawatan periodontal

Skrining risiko
PENCEGAHAN

Pencegahan Sekunder : pada wanita risiko persalinan preterm
sebelum konsepsi : koreksi anomali duktus Mullerian, progesteron
profilaksis, mengontrol penyakit ex : diabetes, seizures, asma atau
hipertensi

Setelah konsepsi : modifikasi aktivitas ibu, suplemen, peningkatan


perawatan ibu berisiko, pemberian progesteron
PENCEGAHAN

Pencegahan Tersier :
Dimulai setelah proses persalinan terjadi u/ mencegah kelahiran
preterm

Memberikan pelatihan pengembangan keterampilan & perawatan


fasilitas

Pemberian terapi tokolisis, kortikosteroid antenatal, antibiotik

Persalinan preterm atas indikasi pada waktu yang tepat