Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 3 :

1. Putri Ayu Tatalede


2. Selvyane Bukasiang
3. Mateda Sabono
4. Revelino LIMIN HO Iroth

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
Copepoda merupakan kelompok
terbesar crustacean
(Levinton, 2001), sehingga dalam
jumlah dan biomassa
mereka melebihi semua kelompok
zooplankton.

copepod Copepoda mempunyai


kemampuan untuk merespons
pertukaran dan kepadatan
jumlah makanan (fitoplankton dan
diatom) di lingkungan
perairan
Kultur Copepoda
Oithona sp

Oithona sp. merupakan copepoda yang mendiami hampir di


seluruh perairan Indonesia, karenanya Oithona sp. sangat
mudah diisolasi dan di koleksi.

Copepoda Oithona sp. yang digunakan yaitu pada stadia


dewasa namun belum memiliki telur.

Oithona sp. yang digunakan pada praktikum budidaya pakan


alami ini yaitu, copepoda dewasa dikultur dalam suatu wadah
berupa botol kaca 50ml.

Copepoda Oithona sp. pada stadia betina dewasa dengan


kepadatan 1 individu/ml dimasukkan ke dalam botol kaca
berukuran 50 ml yang telah diisi dengan air laut bersalinitas
28 ppt, sebanyak 10 ml.
Oithona sp. sendiri memerlukan pakan berupa fitoplankton. Salah
satu jenis fitoplankton yang digunakan sebagai pakan Oithona sp.
adalah Chaetoceros sp.

Pemberian pakan Oithona sp. dengan menggunakan Chaetoceros sp.


dilakukan dengan volume pakan yang telah ditentukan. Adapun cara
menghitung volume pakan yaitu dengan cara membagi jumlah
Chaetoceros sp. dan kepadatan Chaetoceros sp. yang
sebelumnya juga telah dihitung. Kepadatan Chaetoceros sp.
dihitung berdasarkan jumlah kepadatan yang terdapat pada
Chaetoceros sp. kultur.

Kelebihan pakan alami dengan Oithona sp. adalah pergerakan


yang lambat akan mempermudah dari larva ikan memakannya
(Rejeki, 2007).
teknik sampling
Secara Kuantitatif

Metode
sampling

Teknik Sampling
Secara Kualitatif
teknik sampling
Secara
Kuantitatif

Botol
Botol gelas bermulut lebar dan bertutup gelas dipasang pada tali
dan diturunkan sampai kedalaman yang ditentukan dan air
dibiarkan masuk ke dalamnya. Untuk mengumpulkan plankton
secara vertikal pada kedalaman tertentu dapat digunanakan botol
Kemmerer atau Nensen.

Pompa
Pompa yang cocok untuk mencuplik copepod umumnya yang
menggunakan gerakan memutar.

Jaring
Jaring berfungsi untuk menyaring air serta copepod yang berada
di dalamnya. Oleh karena copepod yang tertangkap sangat
tergantung pada ukuran mata jaring maka ukuran mata jaring
yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis atau ukuran
copepod yang akan diamati.
teknik sampling
Secara Kualitatif

Pencuplikan copepod secara kualitatif di perairan dapat


dilakukan dengan menarik jala plankton baik secara horizontal
maupun vertikal. Pada perairan yang banyak terdapat tumbuhan
air pencuplikan copepod dapat dilakukan dengan jala plankton
bertangkai.

Disamping jala plankton, ikan planktivor sering merupakan


pengumpul plankton yang sangat baik. Ikan tersebut dapat
mengumpulkan berbagai jenis plankton yang kadang-kadang tidak
tertangkap jala.

Untuk menghindari agar plankton yang dimakan tidak dicerna lebih


lanjut, ikan yang diperoleh harus segera dibunuh.
Kultur masal
copepoda dalam
bak

Kultur Oithona sp. skala massal dilakukan dalam wadah yang lebih
besar yaitu dalam bak beton kapasitas 100 ton

. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan bak, kemudian


tambahkan air laut yang sudah disaring hingga setengah
volume total.

Pakan ikan buatan 250 g, sampai pakan ikan larut dalam air
media selama dua hari, kemudian diinokulasi copepoda
dengan kepadatan 0,250 ind./mL.

. Setelah tiga hari ditambahkan Nannochloropsis oculata dengan


kepadatan 12-13 juta sel/mL 25% dari volume bak dan pakan
ikan buatan 250 g. Setelah satu minggu copepoda dapat mulai
dipanen.
Setelah satu minggu copepoda dapat mulai dipanen.
Pemanenan copepoda dilakukan pada pagi hari atau
sebelum matahari terbit. Panen copepoda dilakukan
dengan cara disipon.

Anda mungkin juga menyukai