Anda di halaman 1dari 28

1

SPEKTROSKOPI INFRA MERAH

Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Syiah Kuala

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


PENGANTAR SPEKTROSKOPI INFRA MERAH 2

TUJUAN INSTRUKTIONAL UMUM (TIU)


Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan
konsep dari hukum-hukum spektroskopi molekul, serta mampu
menerapkannya dalam memecahkan berbagai problema yang
berhubungan dengan energi molekul.

TUJUAN INSTRUKTIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah menyelesaikan kuliah ini diharapkan mahasiswa mampu
menjelaskan konsep-konsep dari spektroskopi molekul dan
menjelaskan perbedaan antara osilator harmonik dan anharmonik.

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


PENGANTAR SPEKTROSKOPI INFRA MERAH 3

SUB POKOK BAHASAN


1. Beberapa pengertian dasar dan konsep
2. Syarat syarat molekul menyerap Energi
3. Osilator Harmonik dari segi Mekanika Klasik
4. Osilator Harmonik dari segi Mekanika Kuantum
5. Vibrasi Molekul Diatomik
6. Rotor kaku
7. Hukum Seleksi untuk rotasi

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


VIBRASI MOLEKUL DIATOMIK 4

1. Energi Molekul Diatomik

Jika dua atom digabungkan, akan terbentuk suatu molekul


kovalen yang stabil, contohnya HCl, hal ini terjadi karena
adanya pengaturan ulang elektronik internal.

Jika dua atom ditempatkan pada jarak antar inti dengan gaya
setimbang dan total energi semua sistem minimum, squeezing
atom-atom akan menyebabkan gaya repulsi bertambah. Dimana
atom-atom tertarik menjadi terpisah berlawanan dengan gaya
tarik.

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


5

Untuk mengubah panjang ikatan suatu molekul diatomik dibutuhkan


input energi. spt gambar.

Jika dibayangkan, atom


hidrogen ditekan (ulur)
dan ditarik menjadi lebih
dekat atau lebih jauh dari
klorida. Penekanan dan
penarikan yang lebih
Batas intermolekular
besar akan menghasilkan
Energi ikatan HCl energi yang lebih besar.
Pada energi minimum jarak antar inti, merupakan jarak pada
kesetimbangan req, atau secara sederhana disebut panjang ikatan.

Pendekatan yang digunakan sebagai model vibrasi molekul


diatomik dikenal dengan model osilator harmonik sederhana
dan merupakan starting point untuk membahas spektra vibrasi
lebih lanjut.
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala
6

Tarik ulur ikatan ini menyerupai sifat pegas dan bisa dianalogkan
bahwa ikatan seperti pegas dan berdasaran hukum Hooke

f = -k(r-req)

Dimana f adalah gaya balik, k adalah tetapan gaya dan r jarak


antar inti.

Karena kurva energi berbentuk parabola maka persamaan


energinya adalah:

E = k(r req)2

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


2. Osilator Harmonik Sederhana 7

Berdasarkan kurva energi (parabola), energi bernilai nol


pada saat r = req dan energi bertambah akibat adanya penarikan dan
penekanan ikatan
Pada figure 3.1. diperlihatkan bahwa atom Cl tetap berada pada posisi
r = 0 dan atom H berosilasi antara H dan H .
Jadi selama vibrasi atom Cl yang lebih berat tetap berada ditempat
dan atom H yang lebih ringan yang berpindah pindah.
Jika energi molekul HCl bertambah sebesar 1 osilasi akan menjadi
lebih banyak dimana derajat tekan dan tarik menjadi lebih banyak
tapi frekuensi vibrasi tidak berubah.
Pada ikatan yang elastis seperti pegas terdapat frekuensi vibrasi intrinsik
yang tergantung pada massa sistem dan tetapan gaya dan
tidak tergantung dari jumlah distorsi..

Secara sederhana frekuensi osilasi 1 k


dapat dibuat sebagai berikut: osc Hz
2
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala
8

Untuk mengubah frekuensi menjadi bilangan gelombang (merupakan


satuan pada spektroskopi)...Persamaan diatas harus dibagi dengan
kecepatan cahaya (c) yang mempunyai satuan cm s-1.

E ( 1 / 2)hocs cm-1

Energi vibrasi, seperti energi molekul lainnya adalah terkuanta dan


bisa dihitung dari Persamaan Schrdinger.
Untuk osilator harmonik sederhana diperoleh:
1 k
osc Joules ( = 0,1,2, ...)
2c

adalah bilangan kuantum vibrasi, Jika dikonversikan pada


satuan spektroskopi (cm-1) maka secara sederhana frekuensi osilasi
dapat dibuat sebagai berikut:
E ( 1 / 2)osc cm-1
hc

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


9

Energi vibrasi paling rendah diperoleh pada saat = 0 yaitu:

E0 = hosc Joules (osc dalam Hz)

atau
0 = osc cm-1 (osc dalam cm-1)

Berdasarkan persamaan diatas menyatakan bahwa molekul diatomik


tidak akan pernah mempunyai energi vibrasi nol.

Atom-atom tidak pernah benar-benar diam satu sama lain


Secara kuantitatif, nilai hosc joules atau 0 = osc cm-1
dikenal sebagai energi titik nol (zero-point energy).

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


10

Aturan seleksi persamaan Schrdinger untuk osilator harmonik


adalah :
= 1

Perubahan energi vibrasi yang dapat menghasilkan spektrum adalah


vibrasi yang dapat berinterksi dengan radiasi
yaitu :
vibrasi yang mengalami perubahan momen dipole molekul.

Maka spektra vibrasi hanya dapat diobservasi pada molekul diatomik


heteronuklir karena molekul homonuklir tidak mempunyai moment
dipole.

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


11

Dengan menerapkan aturan seleksi diatas maka:


+ 1 = ( +1 + ) osc ( + ) osc
Untuk emisi
= osc cm-1
Dan
+ 1 = osc cm-1 Untuk absorpsi

Berdasarkan hal diatas maka tingkat-


tingkat energi mempunyai jarak yang
sama. Dua tingkat yang berurutan
akan menghasilkan perubahan energi
yang sama. Maka perbedaan tingkat
energi akan menghasilkan spektra
garis.
spektroskopi = = osc cm-1

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


3. Osilator Anharmonik 12

Molekul sebenarnya tidak sepenuhnya mengikuti hukum harmonik


sederhana, Ikatan yang sebenarnya, tidak benar-benar homogen
seperti yang dikemukakan oleh hukum Hooke.

Jika ikatan antara atom ditarik maka akan ada suatu titik dimana
ikatan ini akan putus dan molekul terdisosiasi menjadi atom-atom.

Pendekatan secara
empirik untuk kurva yang
lebih bagus telah diturunkan
oleh P.M. Morse dan disebut
sebagai fungsi Morse.


E Deq[1 exp areq r ]2
Deq adalah energi disosiasi dan Kurva Morse dari energi molekul diatomik

adalah tetapan

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


13

Berdasarkan persamaan diatas dan persamaan Schrodinger maka :


energi vibrasi dapat dituliskan sebagai berikut:

= ( + ) e ( + )2 exe cm-1

Dimana e adalah frekuensi osilasi dan Xe tetapan


anharmonisiti.

Persamaan diatas juga


bisa ditulis sebagai berikut:

= e {1 Xe ( + )}( + )

Maka
osc = e {1 Xe ( + )}
Tingkat Energi vibrasi dan transisi beberapa molekul diatomik

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


14

Osilator anharmonik, mempunyai sifat seperti osilator harmonik,


tetapi frekuensi osilasi berkurang dengan bertambahnya .

Jika nilai = , berdasarkan persamaan :

= e {1 Xe ( + )}( + )

maka molekul akan mempunyai energi vibrasi nol yaitu pada


keadaan setimbang.

Dan frekuensi osilasinya adalah:

osc = e

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


15

Sementara energi pada keadaan dasar (ground state) = 0


adalah:
0 = e (1 Xe) cm-1

Dan

0= e (1 xe ) cm-1

Aturan seleksi untuk osilator anharmonik adalah


= 1, 2, 3, ...

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


16

Distribusi Boltzmann antar tingkat energi pada temperatur ruang dan


frekuensi 103cm-1 adalah :

N upper
e
N lower kT
Nu 6,63 x10 34 x3 x1010 x103
e 23
Nl 1,38 x10 x 300
e 4,8 0,008

Dalam kata lain, polpulasi pada keadaan =1 mendekati nilai


0,01 atau satu persen dari populasi keadaan dasar
(ground-state).

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


17

Jika semua transisi dari =1 atau lebih diabaikan dan dibatasi pada
tiga transisi maka:
1. =0 =1, = +1, dengan intensitas yang besar
= =1 - =0
= (1 + )e Xe(1 + ) 2e - { e ( )2Xe e }
= e (1 2Xe) cm-1

2. =0 =2, = +2, dengan intensitas yang kecil


= = 2 - =0
= (2 + )e Xe(2 + ) 2e - { e ( )2Xe e }
= 2 e (1 3Xe) cm-1

3. =0 =3, = +3, dengan intensitas yang kecil sekali


= =3 - =0
= (3 + )e Xe(3 + ) 2e - { e ( )2Xe e }
= 3 e (1 4Xe) cm-1

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


18

Jika Xe 0,01, ketiga spektra garis, sangat berdekatan.


Garis yang paling dekat e disebut absorpsi fundamental.
Dan 2e dan 3e disebut first overtones dan second overtones.
Contoh :
Spektrum HCl, memperlihatkan absorpsi yang tajam pada 2886 cm-1,
puncak yang agak lebar pada 5668 cm-1 dan sangat lebar pada 8347 cm-

Dari data tersebut diperoleh tiga persamaan:


e (1 2Xe) = 2886 cm-1
2e (1 3Xe) = 5668 cm-1
3e (1 4Xe) = 8347 cm-1

Dari persamaan diatas diperoleh, e= 2990 dan Xe= 0,0174 cm-1.

Tetapan gaya ikatan HCl dapat dihitung dengan persamaan berikut:

k = 42 e2c2,...... Diperoleh = 516 Nm-1

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


19

Walaupun transisi dari =1 ketingkat yang lebih tinggi diabaikan,


tapi temperatur dinaikkan atau vibrasi pada frekuensi rendah, populasi
pada =1 akan menjadi lebih besar.
Misalnya pada 600 K N =1/N =0 menjadi exp (-2,4) atau sekitar 0,09
dan transisi dari =1 ke =2 dapat terjadi sekitar 10% dari
transisi =0 ke =1.

Panjang gelombang dari transisi ini dapat dihitung sebagai berikut:

4. =1 =2, = +1, sangat lebar


= =1 - =2
= (2+ )e Xe(2 + ) 2e - {(1+ )e (1+ )2Xe e }
= e (1 4Xe) cm-1

Akan muncul absorpsi yang lebar, ini ditemukan dekat dengan absorpsi
fundamental dan nilainya sedikit lebih kecil.
Dan absorpsi yang lebar ini disebut dengan hot band

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


VIBRASI MOLEKUL POLIATOMIK 20

Jika molekul mengandung N atom dan masing-masing atom


berada pada tiga koordinat (x, y dan z). Maka total jumlah koordinat
adalah 3N. Dan dapat dikatakan bahwa molekul mempunyai 3N derajat
bebas.
Dimana masing-masing koordinat mempunyai nilai spesifik yang
berbeda dengan yang lainnya.

Molekul non-linear : 3N 6 vibrasi fundamental


Molekul Linear : 3N 5 vibrasi fundamental

Pada kedua kasus, molekul N-atomik mempunyai N-1 ikatan


(molekul asilik) antara atom-atomnya, N-1 vibrasi adalah pergerakan
bend-streching dan 2N 5 (non linear) atau 2N 4 (linear) adalah
pergerakan bending.

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


Soal Soal Latihan 21

1. Tentukan jenis Vibrasi untuk H2O


Jawab :
Air ( H2O) merupakan molekul triatomik dan non linear.
Jadi mempunyai mode vibrasi sebesar
3N 6 = 3

oo oo oo

H H H H H
H H H H H H

a. Stretching simetri b. Bending simetri c. Stretching asimetri


1, 3651,7 cm-1 2, 1595,0 cm-1 3, 3755,8 cm-1

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


22

2. Jika karbon dioksida ( CO2) merupakan molekul triatomik


dan linear, tentukan vibrasinya
Jawab :
Jadi mempunyai mode vibrasi sebesar : 3N 5 = 4

o
o c o
H H

Pada molekul H2O terdapat satu sumbu simetri (C2), sedangkan pada
CO2 terdapat dua sumbu simetri (C2 dan C).

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


23

Molekul CO2 mempunyai 4 mode vibrasi,


Yaitu : stretching simetri, antisimetri dan 2 bending (pada dan
diluar bidang).

o o o

H H H H H H

a. Stretching simetri b. Stretching asimetri c. Bending


1, 1330 cm-1 2, 2349,3 cm-1 3, 667,3 cm-1

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


24

3. Untuk molekul HCl, panjang ikatan 127,5 pm, tetapan gaya 516,3
Nm-1. Massa atom H = 1,673 x 10-27 kg dan massa atom Cl =
58,066 x 10-27 kg

Tentukan

a. Zero point energy HCl

Jawab:
0 = osc cm-1

1 k
osc
2c

= m1 x m2 / m 1 + m2

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


25

b. Energi vibrasi fundamental

Jawab:
= =1 - =0
= (1 + )e Xe(1 + ) 2e - { e ( )2Xe e }
= e (1 2Xe) cm-1

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


26

Tugas
1. Frekuensi vibrasi molekul iodine I2 pada keadaan setimbang
adalah 215 cm-1 dan tetapan anharmonisitinya adalah 0,003.
Tentukan intensitas dari hot band ( =1 =2) relatif terhadap
intensitas fundamental ( =0 =1)

2. Berapa jumlah mode vibrasi molekul berikut, HBr, O2, OCS


(linear), SO2 (bent), BCl3, HC CH, CH4CH3I dan C6H6?

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


KESIMPULAN 27

Spektroskopi molekul untuk infra merah dapat dibagi dalam Vibrasi


molekul diatomik dan vibrasi molekul poliatomik
Metode pendekatan, secara sederhana frekuensi osilasi dapat dibuat
sebagai berikut:
1 k
osc
2 Hz (Osilator Harmonik)

Berdasarkan persamaan yang menyatakan bahwa molekul diatomik


tidak akan pernah mempunyai energi vibrasi nol, karena atom-atom
tidak pernah benar-benar diam satu sama lain.
Secara kuantitatif, nilai hosc joules atau 0 = osc cm-1
dikenal sebagai energi titik nol (zero-point energy).
Aturan seleksi persamaan Schrdinger untuk osilator harmonik
adalah :
= 1

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala


28

Molekul tidak sepenuhnya mengikuti hukum harmonik


sederhana, seperti yang dikemukakan oleh hukum Hooke.
Pendekatan secara empirik untuk kurva yang lebih bagus telah
diturunkan oleh P.M. Morse dan disebut sebagai fungsi Morse.
(Osilator Anharmonik)


E Deq[1 exp areq r ]2 Deq adalah energi disosiasi
dan adalah tetapan

Aturan seleksi untuk osilator anharmonik ialah : = 1, 2, 3, ...


Vibrasi Molekul Poliatomik
Molekul non-linear : 3N 6 vibrasi fundamental
Molekul Linear : 3N 5 vibrasi fundamental

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala