Anda di halaman 1dari 26

KPM 130

SOSIOLOGI UMUM

Koordinator
Matakuliah Sosiologi Umum
Program Pendidikan Kompetensi
Umum (PPKU)

Departemen Sains Komunikasi dan


Pengembangan Masyarakat
Fakultas Ekologi Manusia IPB

Website: http://skpm.ipb.ac.id

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
POKOK BAHASAN 11
GENDER DAN PEMBANGUNAN

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
STANDAR
KOMPETENSI

Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa


mampu menguasai konsep-konsep, analisis situasi
dan perubahan sosial masyarakat, dan
mengidentifikasi realitas sosial dan masalah pada
aras kelompok, organisasi, kelembagaan,
komunitas, dan global dengan mempertimbangkan
kekuasaan dan wewenang, ekologi dan gender.
Selain itu mahasiswa mampu melakukan kajian-
kajian sosiologis, mengkomunikasikan hasil-hasil
kajian untuk pengambilan keputusan berdasarkan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dapat
dipertanggungjawabkan

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Kompetensi Dasar
Menganalisis perubahan sosial berdasarkan
dimensi kekuasaan dan wewenang, pola-pola
komunikasi, gender, dan lingkungan dengan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif
Indikator
Mampu memahami realitas gender, perbedaan
antara jenis kelamin (sex) dan gender,
perbedaan dan pembedaan gender,
ketidakadilan gender, keadilan dan kesetaraan
gender

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
SUB POKOK
BAHASAN

1. Pengantar Pemahaman
2. Pengertian dan Definisi
3. Perbedaan dan
Pembedaan,
Ketidakadilan Gender
4. Gender dalam
Pembangunan:
Keadilan dan
Kesetaraan

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
1. Pengantar Pemahaman: Mengapa
Penting Memahami Gender?

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Angka Harapan Hidup (AHH), Angka Melek Huruf (AMH), Lama
Sekolah (LS), dan Sumbangan Pendapatan (SP), Indonesia,
Tahun 2004, 2008 dan 2012
AHH (th) AMH (%) LS (th) SP (%)
Tahun
L P L P L P L P
2004 65,7 69,6 94,04 86,80 7,79 6,71 59,45 40,55
2008 67,08 71,04 95,38 89,10 7,98 7,09 65,62 34,38
2012 67,72 71,69 95,78 90,67 8,48 7,64 65,30 34,70
Sumber: KPPA (2014)

Perhatikan Data : AHH perempuan rata-rata empat tahun lebih


panjang dibanding laki-laki. AMH , LS perempuan rata-rata lebih
rendah dibanding laki-laki. Demikian juga SP. Mengapa
demikian?
SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
AHH, AMH, LS, SP

Angka Harapan Hidup (AHH) saat lahir biologis


Angka Melek Huruf (AMH) dan Lama Sekolah (LS)
anggapan perempuan tak perlu sekolah tinggi-tinggi,
toh akhirnya hanya mengurus dapur atau makin
tinggi pendidikan perempuan makin sulit ia mendapat
jodoh ... Dlsb
Sumbangan Pendapatan (SP) anggapan laki-laki
adalah kepala keluarga, pemberi nafkah utama
keluarga atau perempuan bekerja hanya untuk
menambah-nambah pendapatan dlsb

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
AHH, AMH, LS, SP

Anggapan (cara pandang) tersebut tidak sepenuhnya


benar dan tidak mencerminkan kondisi riil
masyarakat.
Terlebih, terjadi perubahan cara pandang antar
waktu
Sepuluh persen Kepala Keluarga di Indonesia
adalah perempuan; mereka adalah pencari
nafkah (utama, satu-satunya) keluarga
Sampai dengan awal abad XX kesempatan
pendidikan perempuan dibatasi; sekarang
kesempatan pendidikan perempuan sama dengan
laki-laki (Program Wajib Belajar 12 th)

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
2. Pengertian dan Definisi

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Jenis kelamin (Sex) dan Gender
Jenis kelamin Gender
anatomis, fisik konstruksi sosial-budaya
dimiliki sejak lahir (kodrat)
tidak bisa diubah hasil sosialisasi
bisa diubah (adaptasi)
Contoh Contoh
hanya laki-laki yang perempuan dan laki-laki
menghasilkan sel sperma
hanya perempuan bisa bisa mengurus rumah,
4M (menstruasi, mengasuh anak, serta
mengandung, bekerja sebagai buruh,
melahirkan, menyusui) guru, insinyur dsb.
jenis kelamin biologis
jenis kelamin sosial
SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Meski perempuan dan laki-laki sama-
sama mampu, konstruksi sosial budaya
membuat perbedaan warna baju,
mainan, ciri emosional, jenis pekerjaan,
pembagian kerja, dlsb

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
DEFINISI GENDER
Pembagian peran dan tanggung jawab antara
(ILO,
laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh
1997) masyarakat maupun budaya

Perbedaan peran, status dan pembagian kerja


(Simataw et al,
yang dibuat oleh masyarakat berdasarkan
2001) jenis kelamin.

Perbedaan sifat, peranan, fungsi dan tanggung


jawab antara laki-laki dan perempuan yang bukan
berdasar pada perbedaan biologis, tetapi berdasar
(KPPA-PA, konstruksi sosial budaya yang dipengaruhi oleh
2014) struktur masyarakat yang lebih luas, sehingga dapat
berubah sesuai perkembangan zaman

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
3. Perbedaan dan Pembedaan,
Ketidakadilan Gender

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
PERBEDAAN DAN PEMBEDAAN
(PERAN) GENDER
Perbedaan (peran) gender: Pembedaan (peran)
Pembagian kerja dan gender:
tanggungjawab antara menilai dan memandang
laki-laki dan perempuan. secara berbeda atas apa
Misal: Ayah mencari yang menjadi kerja dan
nafkah, Ibu mengurus tanggungjawab antara
rumahtangga laki-laki dan perempuan.
Misal: mencari nafkah
dinilai lebih penting dan
dihitung dalam statistik
berubah seiring berjalannya negara sebagai kerja;
waktu dan peningkatan mengurus rumahtangga
kualitas hidup dipandang bukan kerja
SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Perbedaan dan pembedaan (peran) gender

Perbedaan Gender VS Pembedaan Gender


(gender distinction) (gender discrimination)

masalah,
tidak masalah, perlu digugat
tidak perlu karena
digugat menyebabkan
ketidakadilan
SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Ketidakadilan gender dapat terjadi pada beragam tingkatan (dari
rumahtangga hingga global) dalam lima bentuk (stereotipe,
subordinasi, beban kerja, marjinalisasi, kekerasan)

stereotipe marjinalisasi

adat istiadat kelompok etnik,


kultur suku, tafsir agama
beban kerja subordinasi
tempat kerja, organisasi,
kekerasan dunia pendidikan
kekerasan
negara/
organisasi antar negara
diagram: manifestasi ketidakadilan gender dalam beragam tingkatan
SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Bentuk Ketidakadilan Gender

1. Stereotype: Pelabelan, pemberian cap atau


identitas yang diberikan pada suatu kelompok.
Contoh: perempuan dianggap irasional

2. Subordinasi: penilaian bahwa peran salah satu


jenis kelamin lebih rendah daripada lainnya.
Contoh: perempuan ditempatkan dalam peran
urusan rumah, sementara laki-laki urusan
kerja.

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Bentuk Ketidakadilan Gender

3. Marginalisasi: meniadakan peran salah satu


jenis kelamin dari kegiatan ekonomi, asumsi
ilmu pengetahuan, kebijakan pemerintah,
tafsir agama, tradisi, adat.
4. Beban kerja ganda: beban pekerjaan yang
diterima salah satu jenis kelamin lebih
banyak.
5. Kekerasan: tindak kekerasan fisik dan non
fisik kepada salah satu jenis kelamin

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
4. Gender dalam Pembangunan: Keadilan
dan Kesetaraan

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Pentingnya Gender dalam Pembangunan
Pembangunan Upaya secara sadar untuk
meningkatkan kesejahteraan, biasanya secara
terencana dan dalam lingkup yang luas.
Masih sering ditemukan kesenjangan antara laki-
laki dan perempuan dalam hal hak, tanggung
jawab, akses, dan penguasaan terhadap SDA serta
pengambilan keputusan dalam keluarga sampai
nasional.
Untuk meningkatkan efektivitas pembangunan
pertimbangan-pertimbangan gender perlu disikapi
dalam proses perencanaan dan penanganan
program pembangunan.

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Isu Gender dalam Pembangunan
Pertanian
Bersumber pada pemahaman bahwa petani
adalah laki-laki
Pemilikan lahan sebagian besar atas nama laki-laki
Padahal, kontribusi nyata perempuan dalam
pertanian tak diraguan lagi
Aktivitas penjualan hingga pengelolaan keuangan
RT dilakukan perempuan
Perempuan sebagai pekerja tak dibayar
RT petani yang dikepalai perempuan sekitar 10%
(Pusdatin, 2014)

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Kesetaraan (equality) dan Keadilan (equity)

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Definisi
Kesamaan kondisi bagi laki-laki dan
Kesetaraan perempuan untuk memperoleh
Gender kesempatan dan menikmati hak-haknya
sebagai manusia agar mampu berperan
(Gender dan berpartisipasi dalam kegiatan
poleksosbudhankamnas, dan kesamaan
equality) dalam menikmati hasil pembangunan.

Keadilan Suatu kondisi dan perlakuan yang adil


terhadap laki-laki dan perempuan dalam
Gender seluruh kebijakan pembangunan, yaitu dengan
mempertimbangkan aspirasi, pengalaman,
(Gender kebutuhan, kesulitan, hambatan sebagai laki-
equity) laki dan sebagai perempuan.

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Kesetaraan gender equality refers to equal access
Gender to social goods, services and resources
(Gender and equal opportunities in all spheres
of life for both men and women (UNFPA)
equality)

Gender equity is the process of being fair to


women and men." (UNFPA)
Women and men should not only be given equal
Keadilan access to resources and equal opportunities, but
they should also be given the means of benefiting
Gender from this equality.The different life experiences and
(Gender needs of men and women are taken into
consideration and compensation is made for
equity) women's historical and social disadvantages.
Gender equity thus serves to level the playing field
and empower women. Equity is essential to
achieve true equality.

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017
Koordinator Sosiologi Umum (KPM-130)
Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) IPB
Departemen Sians Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Fakultas Ekologi Manusia IPB
Website: http://skpm.ipb.ac.id

SOSIOLOGI UMUM | PROGRAM PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM IPB| SEMESTER GENAP TAHUN 2016/2017