Anda di halaman 1dari 55

Identifikasi Fenol dan Asam

Kekompok 2 :
Ardhia Regita Cahyani
Ardika Shandy
Dea Tami Pangesa
Nita Shelvia
Olivia Ramadhani Fitri
Pengertian Fenol
Fenol atau asam karbolat atau benzenol adalah zat
kristal tak berwarna yang memiliki bau khas dan
merupakan senyawa yang terbentuk dari ikatan
fenil dengan gugus hidroksil.
Rumus kimianya adalah C6H5OH
Sifat Fisika
Fenol murni berbentuk Kristal yang tak berwarna,
sangat berbau dan mempunyai sifat-sifat antiseptic

Agak larut dalam air dan sebaliknya sedikit air


dapat juga larut dalam fenol cair. Karena bobot
molekul air itu rendah dan turun titik beku molal
dari fenol itu tinggi, yaitu 7,5 maka campuran fenol
dengan 5-6% air telah terbentuk cair pada
temperature biasa. Larutan fenol dalam air disebut
air karbol atau asam karbol.
Sifat Kimia
Fenol tidak dapat dioksidasi menjadi aldehid
atau keton yang jumlah atom C-nya sama ,
karena gugus OH-nya terikat pada suatu atom
C yang tidak mengikat atom H lagi. Jadi fenol
dapat dipersamakan dengan alkanol tersier.

Jika direaksikan dengan H2SO4 pekat tidak


membentuk ester melainkan membentuk
asam fenolsulfonat ( o atau p).
Sifat Kimia
Dengan HNO3 pekat dihasilkan nitrofenol dan
pada nitrasi selanjutnya terbentuk 2,4,6
trinitrofenol atau asam pikrat.

Larutan fenol dalam air bersifat sebagai asam


lemah jadi mengion sbb :
Karena itu fenol dapat bereaksi dengan basa
dan membentuk garam fenolat
Penggolongan Fenol

Berdasarkan atom H yang digantikan oleh


gugus OH:
1. Fenol Monovalen
2. Fenol Polivalen
Fenol Monovalen
Yaitu, fenol yang hanya mengikat satu gugus
hidroksi.

Contoh nya :
Phenol, o-Chlorophenol
m-Cresol
p-Hydroxybenzoic acid
Fenol Kovalen
Yaitu, fenol yang memiliki banyak gugus
hidroksil terikat pada inti fenil

Contohnya:
Catechol
Hydroquinone
Resorcinol
Penggolongan Fenol
Berdasarkan jalur pembuatannya:
1. Senyawa fenol yang berasal dari asam
shikimat atau jalur shikimat
2. Senyawa fenol yang berasal dari aseta
malonat
3. Senyawa fenol yang berasal dari
kombinasi antara kedua jalur biosintesa
ini yaitu senyawa-senyawa flavonoid.
Indetifikasi Fenol
1. Reaksi Umum
Reaksi warna Azo
Pereaksi : Diazo A dan Diazo B
Diazo A: 1 gram asam sulfaniat + 60 ml HCl 4N
Diazo B: NaNO2 0,7% dalam air

Zat ditambahkan pereaksi dengan


perbandingan Diazo A : Diazo B (4:1), kemudian
ditambah NaOH 2N sampai alkalis, maka akan
terbentuk warna merah yang dapat ditarik eter
atau amil alkohol.
Identifikasi Fenol
Reaksi dengan FeCl3 1% akan menghasilkan senyawa
kompleks berwarna dari fenolat besi (hijau biru, violet
merah).

Reaksi Marquis
Pereaksi: 1 tetes formalin + 1 ml H2SO4 pekat.

Prosedur:
Zat dalam plat tetes ditambahkan pereaksi Marquis sehingga
terbentuk cincin warna (merah, coklat, jingga, ungu, hijau)
dari difrenol atau trifenol metana.
Identifikasi Fenol
Reaksi dengan CHCl3
Jika diteteskan dengan beberapa tetes CHCl3, ditambah
3 tetes air, kemudian ditambah NaOH atau KOH padat,
lalu dipanaskan sebentar, akan menghasilkan warna
yang stabil.

Reaksi Loco Millon


Jika zat direaksikan dengan HNO3 kemudian
ditambahkan Hg(NO3)2 akan menghasilkan warna
merah, endapan kuning.
Identifikasi Fenol Monovalen
Reaksi Landolt
Larutan zat diteteskan aqua brom, maka akan
terbentuk endapan putih yang tidak larut dalam
air.

Reaksi Indofenol
Zat ditambah anilin encer 0,01% dan Natrium
Hipoklorit ( sebagai oksidator) , akan berwarna
biru. Larutan akan berubah warna menjadi merah
apabila ditambahkan larutan asam.
Zat ditambah hidrogen peroksida 5% dan
FeSO4 0,25% akan berwarna hijau, apabila
ditambah NH4OH maka warna berubah
menjadi ungu.
Identifikasi Fenol Polivalen
Reaksi dengan Fehling
Fehling A : CuSO4.5H2O 34,46 g + H2SO4 pekat 0,5
ml + aqua ad 500 ml.
Fehling B : K-Na-tartrat 176 g + NaOH 77 g +aqua ad
500 ml.

Prosedur:
Larutan zat ditambah Fehling A : Fehling B (1:1)
ditambah NaOH sampai suasana basa, bila perlu
dipanaskan, akan menghasilkan endapan Cu2O yang
berwarna merah bata / kuning.
Identifikasi Fenol Polivalen
Reaksi dengan Asam Oksalat

Zat ditambahkan asam oksalat kemudian dipanaskan 160oC


terjadi perubahan warna sebagai berikut:

o Pirogalol akan berwarna abu-abu


o Fluoroglusin akan berwarna merah
o Pirokatekol akan berwarna merah rose
o Resorsin akan berwarna kuning coklat
Identifikasi Fenol Polivalen
Reaksi dengan Aqua Bromata
Larutan zat diteteskan aqua brom, maka akan terbentuk
endapan putih yang tidak larut dalam air. Reaksi ini umumnya
memberi hasil negatif pada fenol polivalen. Hanya fenol
polivalen tertentu yang memberi hasil positif.

Penggerusan dengan CaO


Hasil oksidasi dari penggerusan ini akan memberikan warna.
Derivat Monovalen
1. Asam Pikrat

Reaksi:
Larutan asam pikrat dalam air akan menghasilkan
warna kuning dan menandakan adanya reaksi
asam.

Larutan asam pikrat dalam alkohol ditambahkan


dengan glukosa akan menghasilkan cairan dengan
warna merah darah.
Lanjutan
Larutan pikrat dalam air ditambahkan NH4OH dan
CuSO4 akan menghasilkan cairan berwarna biru.

Jika asam pikrat direduksi dengan Zn dan HCl dan


kemudian disaring, filtrate yang dihasilkan ditambahkan
dengan FeCl3 akan menghasilkan warna biru hijau.

Jika asam pikrat direaksikan dengan garam alkaloid,


seperti strychin NO3 akan terjadi pengendapan dan
terbentuk kristal zamrut.
2. Nipagin

Reaksi:

Jika 10 mg zat ditambahkan 10 ml H2O, kemudian


dididihkan setelah itu didinginkan, dan tambahkan
0,05 ml FeCl3, maka akan berwarna ungu kemerahan.

Jika 100 mg zat dilarutkan dalam 2 ml etanol,


kemudian dididihkan, setelah itu didinginkan, dan
ditambahkan 0,5 ml Hg(NO3)2 maka akan terbentuk
endapan dengan cairan di atas berwarna merah.

Jika direaksikan dengan pereaksi Molisch maka akan


berwarna kuning kehijauan.
Lanjutan
Jika zat ditambahkan HNO3 maka akan berwarna
kekuningan.

Akan terjadi rekristalisasi dengan Aceton-Air.

Jika zat direaksikan dengan NaOH, ditambahkan asam


pekat, lalu ditambahkan aq. Brom maka akan terbentuk
endapan putih.

Jika zat direaksikan dengan NaOH, ditambahkan asam


pekat, lalu ditambahkan NH4OH berlebih, kemudian
diuapkan, sisa dalam air ditambahakn CuSO4, maka bila
dilihat di bawah mikroskop akan terbentuk jarum-jarum
berwarna biru.
3. Nipasol
Reaksi:
Jika direaksikan dengan FeCl3 kuning + K2Cr2O7
kuning jingga.
Jika direaksikan dengan pereaksi Millon merah
intensif
Zat dibasakan dengan NaOh , diasamkan, ditambahkan
NH4OH berlebih, dipanaskan diatas penangas air,
ditambahkan CuSO4 menghasilkan endapan biru muda
berbentuk jarum.
Jika direaksikan dengan air, dipanaskan menghasilkan
tetesan minyak.
Jika direaksikan dengan HNO3 encer dan dipanaskan,
maka akan menghasilkan cairan kuning.
4. -NAPTHOL

Reaksi:
Jika direaksikan dengan FeCl3 akan menghasilkan
warna hijau kemudian akan terjadi endapan violet.
Fluorescensi: biru muda, dalam NaOH tidak terjadi
reaksi.
Jika direaksikan dengan pereaksi Marquis akan
menghasilkan warna coklat.
Jika direaksikan dengan pereaksi Loco Millon akan
menghasilkan warna merah terang.
Dalam NaOH dan laritan Iod akan enghasilkan larutan
keruh berwarna violet.
Lanjutan
Jika larutan zat ditambah dengan NaHCO3 jenuh, KCN
10%, dan cupri sulfat 1% akan menghasilkan warna
violet.

Jika direaksikan dengan pereaksi Aqua Brom berlebih


akan menghasilkan warna violet.

Jika direaksikan dengan pereaksi Aqua Brom berlebih


akan menghasilkan endapan putih.
Lanjutan
Jika direaksikan dengan pereaksi Molisch: zat
direaksikan dengan sedikit alkohol dan 1 cc larutan
encer gula tebu, lalu ditambah dengan H2SO4 pekat,
bila dilihat lapisan bawahnya akan menghasilkan cincin
ungu.

Jika ditambah dengan KOH 50% berlebih, lalu ditambah


CHCl3 berlebih akan menghasilkan warna biru.
5. -naphtol

Reaksi:
Jika direaksikan dengan FeCl3 akan menghasilkan larutan
panas warna hijau dan gumpalan putih.
Fluorescensi: ungu, dalam NaOH akan berwarna ungu kuat.

Jika direaksikan dengan pereaksi Marquis akan menghasilkan


warna hijau.

Jika direaksikan dengan pereaksi Loco Millon akan


menghasilkan warna kuning jingga.

Dalam NaOH dan larutan Iod akan menghasilkan larutan tidak


berwarna.
Lanjutan
Jika larutan zat ditambah dengan NaHCO3 jenuh, KCN 10%, dan
cupri sulfat 1% akan menghasilkan warna kuning lemah, fl. Hijau.

Jika direaksikan dengan pereaksi Aqua Brom berlebih akan


menghasilkan endapan putih.

Jika direaksikan dengan pereaksi Molisch: zat direaksikan dengan


sedikit alkohol dan 1 cc larutan encer gula tebu, lalu ditambah
dengan H2SO4 pekat tidak terjadi reaksi (-).

Jika ditambah dengan KOH 50% berlebih, lalu ditambah CHCl3


berlebih akan menghasilkan warna biru.
6. Kresol

Reaksi:
Reaksi warna azo
Pereaksi : Diazo A: asam sulfanilat, HCl, NaOH
Diazo B: NaNO2 dalam air

Reaksi:
Zat+diazo A : diazo B (4:1) larutan warna merah
Larutan warna merah + amil alkonol merah tertarik (larut
dalam amil alcohol

Reaksi Marquis (inti aromatis) :


Pereaksi: Formalin 3 tetes + H2SO4 pekat 3ml
Reaksi: zat + pereaksi Marquis merah
Lanjutan
Zat + FeCl3 biru violet (campur)
o-kresol : ungu, biru keruh
m-kresol : ungu keruh
p-kresol : biru keruh, putih

Reaksi Fehling :
Larutan zat dalam spiritus + Fehling A : Fehling B (1:1) + NaOH,
panaskan tidak terbentuk endapan merah bata.
Fehling A : CuSO4.5H2O , H2SO4(p)
Fehling B : K-Na Tartrat , NaOH
Lanjutan

Reaksi Fehling :
Larutan zat dalam spiritus + Fehling A : Fehling B (1:1) + NaOH,
panaskan tidak terbentuk endapan merah bata.
Fehling A : CuSO4.5H2O , H2SO4(p)
Fehling B : K-Na Tartrat , NaOH

Zat + aqua brom:


o-kresol: endapan putih
m-kresol: larutan kuning
p-kresol: endapan putih
Derivat Polivalen
1. Hydrocinon
Reaksi:
Hydrochinon bisa mereduksi larutan Ag-ammoniakal
yang akan menghasilkan warna hijau bila direaksikan
selama 2 jam, dan jika direaksikan lebih lama lagi akan
berubah warna hitam.

Bila direndam dalam larutan aqua calcis selama satu


malam akan menghasilkan warna kuning kecoklatan.
Lanjutan
Bila direaksikan dengan PbAc dan NH4OH akan
menghasilkan endapan berwarna abu-abu hijau.

Bila dimasak dengan FeCl3 1,4-benzokinon + 2HCl +


FeCl2 (biru).

Bila direaksikan dengan FeCl3 berlebih akan


menghasilkan jarum-jarum metal glans yaitu chinon.
Hydrochinon chinhydron chinon.
Lanjutan
Jika dilakukan spot test dengan FeCl3
akanmenghasilkan warna hijau yang akan segera
berubah menjadi warna kuning kecoklatan.

Saat direaksikan dengan Aq Br akan menghasilkan


warna kuning kecoklatan.

Bila direaksikan dengan NH4OH akan menghasilkan


warna merah kecoklatan.
2. Pyrogallol

Reaksi:
Jika direaksikan dengan FeCl3 akan menghasilkan
warna merah kecoklatan.

Jika direaksikan dengan NaOh akan menghasilkan


warna merah kecoklatan.

Bila direndam dalam larutan dalam larutan aqua


calcis akan menghasilkan warna ungu yang lama
kelamaan berubah warna menjadi coklat.
Jika direndam dalam larutan Fehling pada suhu kamar
akan terjadi proses reduksi.

Direndam dalam larutan marquis akan menghasilkan


warna merah, dan jika dipanaskan kemudian didiamkan
akan menghasilkan warna merah tua.

Jika direaksikan dengan Pb-acetat akan menghasilkan


warna merah rosa (basis).
Jika dilakukan spot test dengan cara melarutkan
50 mg pyrogalol dalam 25 cc air dan ditambahkan
1 tetes phloroglucin selama 30 menit akan
menghasilkan warna pink keunguan.

Bila terkena udara akan menjadikan suasana basa


dan selanjutnya menghasilkan warna biru tua
terkadang hitam.

Mereduksi Ag ammoniakal dalam kondisi dingin.

Bila pyrogallol ditambahkan dengan formalin dan


H2SO4 akan menghasilkan warna merah.
3. Resorcin
Reaksi:
Jika direaksikan dengan FeCl3
akanmenghasilkan warna ungu.

Jika direaksikan dengan Ag-amoniakal akan


berwarna hijau-kuning yang lama kelamaan
akan berubah menjadi coklat.

Identifikasi dengan reaksi marquis akan


menghasilkan larutan berwarna merah
keunguan dengan bagian ats berwarna putih
seperti susu.
Jika Resorcin dilarutkan dalam air ditambahkan
dengan NaOh 2N dan 1 tetes CHCl3 kemudian
dipanaskan akan menghasilkan warna merah
muda dan jika ditambahkan dengan suatu larutan
asam encer lama kelamaan akan hilang.

Jika 50 mg resorcin direaksikan dengan 100 mg


asam tartarat ditambah dengan 10 tetes H2SO4
pekat kemudian dipanaskan akan berubah warna
menjadi merah tua.

Jika dipanaskan dengan Formalin dan H2SO4


kemudian dipanaskan akan meghasilkan warna
merah.
Asam

Asam, dalam bahasa inggris acid dan


dalam bahasa latin acidus yang berarti
rasa asam. Secara kimia, asam adalah zat
yang dalam air dapat menghasilkan ion
hidrogen (H+). Asam akan terionisasi
menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam
yang bermuatan negatif.
Sifat-sifat asam:
Mempunyai rasa asam dan bersifat korosif.
Dapat mengubah warna kertas lakmus biru
menjadi kertas lakmus merah.
Menghantarkan arus listrik
Bereaksi dengan logam menghasilkan gas
hidrogen
Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
Memiliki pH kurang dari 7 (pH < 7).
Dapat membentuk garam dengan NaOH dan
NaHCO3, sedang fenol hanya membentuk garam
dengan NaOH.
Berdasarkan rantai ikatan, maka golongan ini
terdapat dalam bentuk alifatis dan aromatis.
Bentuk alifatis umumnya mudah larut dalam air,
sedangkan bentuk aromatis larut dalam petroleum
eter.
Asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam
(korosif terhadap logam) 5. Asam biasanya
berbentuk cair, kristal, dan padat, berbau
menusuk, dan berasa asam atau asin
Penggolongan Asam

Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan


dalam 2 golongan:
1. Asam Organik
2. Asam Anorganik
Asam Organik
Merupakan senyawa asam karbon yang
dihasilkan tumbuhan dan hewan.

Contoh asam organik antara lain minyak dan


lemak yang bersenyawa dengan gliserol, asam
metanoat (HCO2H) atau asam formiat dalam
lebah penyengat dan beberapa semut yang
berfungsi untuk membela diri
Beberapa jenis asam organik ialah:

Asam formiat
Asam asetat
Asam malat
Asam tarta
Asam butirat
Asam askorbat
Asam sitrat.
Asam Anorganik
Asam anorganik merupakan asam yang dibuat dari
mineralmineral dan nonlogam. Asam inilah yang
digunakan untuk membuat plastik, serat, pupuk,
pewarna, dan bahan kimia lain.

Beberapa contoh asam anorganik ialah:


Asam sulfat
Asam klorida
Asam nitrat
Asam fosfat.
Reaksi Umum Asam

Mengubah lakmus biru menjadi merah


Dengan Na2S2O3 H2S2O3 SO2 + H2O + S kuning
Dengan NaHCO3 NaOH + CO2 ( gas )
Reaksi sublimasi : senyawa asam mudah menyublim
Reaksi Kristalisasi :
Reaksi Warna Asam

Reaksi dengan FeCl3 : menggunakan pereaksi FeCl3


beberapa tetes, hasil positif pada senyawa asam
tertentu. Hasil positif menunjukkan perubahan warna.
Reaksi Cuprifill : menggunakan pereaksi NaOH dan
CuSO4 hasil positif apabila terbentuk warna larutan
biru jernih.
Reaksi Fehling : menggunakan pereaksi Fehling A dan B
hasil positif apabila terdapat endapan merah bata Cu2O
Reaksi dengan p DAB-HCL (dimetil amida
benzaldehih-HCL) : hasil positif akan
menghasilkan warna jingga.

Reaksi dengan KMnO4, lalu ditambah dengan


H2SO4 kemudian dipanaskan maka apabila
berbau asetaldehid berarti asam laktat dan
derivatnya, sementara apabila bau
benzaldehid maka asam sinamat dan
derivatnya.
Reaksi Frohde : menggunakan pereaksi larutan amonii
molibdat dan H2SO4 hasil positif warna ungu.

Reaksi umbelliferon : menggunakan pereaksi resorsin dan


H2SO4 apabila dipanaskan lalu diencerkan dengan air
kemudian ditambah dengan NaOH maka bisa diamati
menggunakan sinar biasa atau sinar UV maka beberapa
golongan asam tertentu akan memberikan warna yang
berbeda. (Cara : zat + resorsin + H2SO4 pekat panaskan
+ air + NaOH fluorescensi)

Reaksi Marquis : Reaksi ini bertujuan untuk


mengidentifikasi adanya cincin aromatis . Cara : Zat +
NaOH + formalin 3 tetes, hasil positif terjadi perubahan
warna
Reaksi Masing-Masing Asam
Asam Asetat
CH3COOH
Cairan jernih, tidak berwarna, bau khas
menusuk, rasa asam yang tajam.
Titik didih 118C
Dapat bercampur dengan air, etanol dan
gliserol
Reaksi :
Zat + FeCl3 warna merah coklat koloid
Zat + alkohol + H2SO4 bau etil asetat
Acetosal

Serbuk, berwarna putih, bau cuka, rasa asam


Agak sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol,
larut dalam kloroform dan dalam eter
Titik didih 136C
Reaksi :
Zat + FeCl3 warna ungu setelah dipanaskan
beberapa menit + asam warna hilang
Zat + pereaksi Marquis warna merah darah setelah
beberapa waktu
Zat + pereaksi Frohde terbentuk langsung warna
ungu
Zat + pereaksi Cuprifill endapan biru
Zat + Fehling warna biru gelatin lama-lama biru
kehijauan
Sublimasi lihat pada gambar kristal
Acidum Folicum (Asam Folat)
Serbuk hablur, kuning, kuning kecoklatan atau
jingga kecoklatan, tidak berbau, tida berasa
Sangat sukar larut dalam air, tidak larut dalam
etanol, dalam aseton, dalam kloroform dan
eter
Titik Leleh 121 -122C
Reaksi :
Zat + H2SO4 warna kuning lalu hilang
Zat + pereaksi Umbelliferon fluorescensi
hijau-biru
Acidum Ascorbicum (Asam Askorbat)

Reaksi :

Zat + Aqua iod warna iod hilang

Zat + KMnO4 warna hilang

Zat + pereaksi Nessler hijau merah abu-abu

Zat + NaOH merah

Zat + FeNO3 warna kuning orange

Zat + CuSO4 + NaOH warna biru ungu


TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA