Anda di halaman 1dari 69

Bahasa Indonesia

Kelompok 6 (4 kd)

ARSY ROSYADI
SASMAFERA AFRIANTI
TANIA DWI PUTRI

Dosen Pembimbing : M. Yusuf, S.Pd., M.Pd.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


BERBICARA UNTUK
KEPERLUAN AKADEMIK
PIDATO, BRAINSTORMING, SEMINAR, PRESENTASI, DAN DEBAT
SEMINAR
SEMINAR

Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk


membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar
atau seseorang ahli). Sebagai contoh seminar pendidikan, seminar
pendidikan tentu saja dihadiri oleh para ahli pendidikan. Sementara itu,
peserta berperan untuk menyampaikan pertanyaan, ulasan, dan
pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman tentang suatu masalah.
Seminar biasanya fokus pada sebuah suatu topik tertentu yang
khusus (sama seperti training), di mana mereka yang hadir dapat
berpartisipasi secara aktif. Namun, seminar seringkali dilaksanakan dalam
bentuk dialog dengan moderator, atau melalui sebuah presentasi hasil
penelitian dalam bentuk yang formal.
SEMINAR

Penggunaan Seminar
Tersedia waktu yang cukup untuk membahas persoalan.
Problema sudah dirumuskan dengan jelas.
Para peserta dapat diajak berfikir logis.
Problema memerlukan pemecahan yang sistematis.
Problema akan dipecahkan secara menyeluruh.
Pimpmnan sidang cukup terampil dalam mcnggunakan metode ini.
Kelompok tidak terlalu besar sehingga memungkinkan setiap peserta
mengambil bagian dalam berpendapat.
SEMINAR

Kelebihan Seminar
Membangkitkan pemikiran yang logis.
Mendorong pada analisa menyeluruh.
Prosedurnya dapat diterapkan untuk berbagai jenis problema.
Membangkitkan tingkat konsentrasi yang tinggi pada diri peserta.
Meningkatkan keterampilan dalam mengenal problema.
SEMINAR

Kekurangan Seminar
Membutuhkan banyak waktu.
Memerlukan pimpinan yang terampil.
Sulit dipakai bila kelompok terlalu besar.
Mengharuskan setiap anggota kelornpok untuk mempelajari
terlebih dahulu.
Mungkin perlu dilanjutkan pada diskusi yang lain
SEMINAR

Hal-hal yang Terlibat dalam Seminar


Ruang seminar
Pengarah
Peserta
Moderator
Notulen
Jalannya seminar
SEMINAR

Ruang Seminar
Ruang seminar yang memadai adalah sebuah ruang yang
memungkinkan interaksi aktif bagi selurah orang yng aktif mengikuti
seminar. Sebuah meja bundar besar meliputi kursi adalah sebuah
contoh yang baik atau bentuk forum dilokal juga baik. Ruangan
tentu saja harus cukup tenang dan cukup terang untuk memberikan
iklim yang enak untuk mengadakan kegiatan seminar pendidikan.
Adanya sebuah papan tulis yang dapat membantu serta sarana dan
prasarana lainnya yang dapat mendukung kegiatan seminar
berlangsung.
SEMINAR

Pengarah
seorang pengarah memiliki fungsi sebagai orang yang dapat
menengahkan pendapat antara peserta dan peyaji. Pengarah adalah
ahli yang memiliki kompetensi pendidikan sehingga dalam kegiatan
seminar semua permasalahan yang ada dan tidak dapat di pecahkan
dapat diselesaikan oleh seorang pengarah, sehingga tujuan seminar
dapat terlaksana dengan baik tanpa melenceng dari isi karya ilmiah
penyaji, berbeda dengan seminar yang secara umum tentunya tidak
ada pengarah hanya penyaji saja yang dapat menjawab dari
beberapa kritikan dari peserta.
SEMINAR

Peserta
Peserta harus sudah membaca tentang tema yang akan
diseminarkan. Mereka bisa membuat sebuah essay pendek tentang
tema yang diseminarkan. Bila yang diseminarkan adalah sebuah
teks, teks tersebut telah dibaca secara analitis, ditandai, disertai
tanggapan dan kritik. Dengan terlebih dahulu membaca tentang
tema yang akan diseminarkan, mereka telah mengolahnya di dalam
kepala mereka. Mereka telah memiliki bayangan akan apa yang
diseminarkan.
SEMINAR

Moderator
Seorang moderator di dalam seminar berbeda dengan seorang
lektor di dalam kuliah. Ia bukanlah seorang yang memberikan
pelajaran, melainkan orang yang mengarahkan jalannya seminar.

Peran seorang moderator ada dua:


1. Mengarahkan (directing)
2. Memoderasi (moderating).
SEMINAR

Notulen
Notulen adalah orang yang diberi tugas dalam seminar untuk
membuat catatan singkat tentang jalannya persidangan/ rapat/
seminar juga merangkum isi secara tertulis dari persidangan/ rapat
atau seminar. Seorang notulen juga sangat berfungsi dalam kegiatan
ilmiah sebab moderator sebagai pengelola kegiatan butuh catatan
penting tentang jalannya kegiatan. Dalam hal ini notulen tidak saja
menulis dari awal kegiatan namun sampai dengan berakhirnya
kegiatan notulen juga berkewajiban menulis jalannya kegiatan.
SEMINAR

Jalannya Seminar
Seminar dimulai dengan pengantar singkat dari moderator, dan langsung
dilanjutkan dengan pertanyaan kunci yang dibahas oleh semua peserta secara
bergiliran.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya seminar berjalan baik :
Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada seorang yang lebih
mendominasi pembicaraan. Adalah tugas moderator untuk memperhatikan ini.
Seminar bisa dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah jelas ada
jawabannya, lalu mengarah ke pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih dalam
dan tidak jelas jawabannya. Pertanyaan jenis kedualah yang memberikan
manfaat terbesar. Tidaklah banyak pertanyaan yang seperti demikian.
SEMINAR

Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan jelas tanpa


ambiguitas. Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas,
moderator harus bisa menunjukkan itu dan meminta sang pengujar untuk
memperjelasnya.
Masih berhubungan dengan poin pertama, setiap pertanyaan haruslah
jelas sebelum ditanggapi dengan jawaban. Penanggap berhak meminta
penjelasan lebih lanjut atas pertanyaan sebelum ia menjawab.
Tanggapan tentunya juga harus relevan dengan pernyataan. Moderator
juga harus memperhatikan ini.
Sebuah pertanyaan bisa dilihat sebagai jembatan kepada pertanyaan lain
yang lebih mendasar. Hanya dengan cara demikian sebuah seminar dapat
memberikan manfaat lebih.
SEMINAR

Bila ada istilah yang sama, tetapi dipakai dengan arti yang berbeda oleh
beberapa orang, moderator harus menunjukkan itu dan membuat
kesepakatan dalam arti apa istilah itu dipakai sebelum melanjutkan
seminar.
Etiket harus diperhatikan dalam sebuah seminar, seperti halnya di
sebuah meja makan. Bahasa harus santun dan tidak merendahkan.
Moderator terlebih harus memberikan contoh yang dapat diikuti oleh
peserta yang lain. Bukan berarti seminar tidak bisa dilakukan dengan
ringan dan diiringi tawa, namun canda dan tawa dilakukan dengan wajar
dan memberi makna di dalam seminar. Tidak ada yang lebih membantu
untuk mengingat ketimbang ide-ide kreatif yang kadang membangkitkan
tawa.
SEMINAR

Seminar adalah sebuah tempat untuk menggodok ide. Ia bukanlah


tempat untuk membenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun
menerima bila ada pendapat yang lebih baik. Di dalam seminar
semua orang memiliki posisi yang sama.
Sebuah seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah
kesimpulan tunggal. Setiap orang bisa pulang dengan pendapatnya
masing-masing.
PRESENTASI
PRESENTASI

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi


antara anda dengan seseorang atau beberapa orang.

Tujuan Presentasi

a. Menyampaikan informasi
b. Meyakinkan pendengar
c. Menghibur pendengar
d. Memotivasi dan menginspirasi pendengar untuk melakukan suatu tindakan
e. Membuat suatu ide dan gagasan
f. Menyentuh emosi pendengar
PRESENTASI

Tahap Presentasi

a. Tahap persiapan
b. Tahap pelaksanaan
c. Tahap penutup
PRESENTASI

a. Tahap persiapan
Pada tahap ini seseorang yang akan melakukan presentasi harus mempersiapkan segala sesuatu
yang penting dan hal yang menunjang bagi kelancaran presentasi. diantaranya :

Persiapkan materi, jangan memandang remeh materi yang akan kita sampaikan. Meskipun
materi yang akan kita sampaikan berupa materi ringan, buatlah materi semenarik mungkin.

Buat catatan kecil sebagai pengingat ketika anda presentasi.

Buatlah Slide presentasi supaya audience lebih memahami apa yang anda sampaikan

Cobalah baca dan pahami materi yang akan anda sampaikan.

Banyaklah membaca di buku dan internet sebagai tambahan wawasan. supaya materi tidak
monoton

Jaga selalu penampilan agar anda semakin percaya diri.


PRESENTASI

b. Tahap pelaksanaan
Berdoa sebelum melakukan presentasi
Cek materi yang akan kita sampaikan dan peralatan yang menunjang lainnya minimal 5 menit
sebelum melakukan presentasi
Periksa kembali penampilan anda, jangan terlalu mencolok dan berpenampilan aneh, simple dan
elegan.
Lakukan presentasi dengan santai dan tidak terburu-buru.
Sampaikan dengan gaya bicara anda sendiri, tidak meniru-meniru gaya bicara orang lain karena
itu bisa membuat rekan kerja atau teman anda aneh dan kelihatan lucu. tetapi jika dengan
meniru gaya bicara orang lain anda lebih "PD" ha itu tidak masalah.
Jangan melakukan kesalahan di awal karena itu dapat menurunkan rasa percaya diri anda.
Tutup presentasi dengan hal yang berkesan dan tidak bertele-tele. contoh : tutup presentasi
dengan hal yang lucu atau memberi senyuman manis anda.
PRESENTASI

c. Tahap penutup
Jangan terburu-buru pergi dari tempat presentasi, rapihkan
semua hal yang telah anda sampaikan dan anda bawa. beri
kesan anda adalah orang yang rapih dalam mengerjakan segala
hal.
Coba untuk menyapa sebagian dari audience anda.
Jangan lupa salam dan senyum ketika anda meninggalkan
ruangan presentasi.
PRESENTASI

Teknik Presentasi
Teknik Membuka Presentasi
Teknik Menarik Perhatian Audiens
Teknik Menyusun Struktur Presentasi
Teknik Latihan Presentasi
PRESENTASI

Syarat presentasi yang baik


Menguasai materi dan bahasa dengan baik
Mempunyai keberanian
Memiliki ketenangan sikap
Sanggup menampilkan gagasan secara lancar dan teratur
Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat terhadap situasi
apapun yang mungkin timbul saat presentasi
Mampu memberikan penjelasan tentang suatu pertanyaan
Memperlihatkan sikap yang tidak kaku dan tidak canggung
PRESENTASI

Jenis Presentasi
a. Presentasi Dadakan (Impromptu)
b. Presentasi Naskah (Manuscript)
c. Presentasi Hafalan (Memoriter)
d. Presentasi Ekstempore
PRESENTASI
a. Presentasi Dadakan (Impromptu)
Pembicaraan impromptu merupakan jenis presentasi yang dilakukan secara mendadak tanpa
persiapan apapun.
Kelebihan:
Informasi yang disampaikan sesuai dengan perasaan pembicara yang sesungguhnya,
Kata atau suara yang keluar merupakan hasil spontanitas,
Membuat pembicara terus berpikir selama menyampaikan informasi.
Kelemahan:
Informasi yang disampaikan tersendat-sendat, karena membutuhkan waktu untuk berpikir dan mengolah
kata,
Tidak berurutan/sistematis dalam penyampaiannya, karena secara mendadak untuk menyampaikan
informasi
Terjadi demam panggung, karena belum ada persiapan apapun mengenai apa yang harus disampaikan.
PRESENTASI

b. Presentasi Naskah (Manuscript)


Presentasi naskah merupakan jenis presentasi dimana dalam
menyampaikan informasinya, seorang pembicara melakukannya
dengan membaca naskah.
Kelebihan:
Penyampaian dilakukan secara berurut/sistematis,
Kata yang keluar diungkapkan secara baik dan benar,
Tidak terjadi kesalahan dalam penyampaiannya.
PRESENTASI

Kelemahan:
Pendengar akan merasa bosan dalam mendengarkannya,
Bagi pendengar tidak termotivasi untuk mendengarkannya,
Tidak menarik dalam menyampaikan informasinya,
Terlalu sibuk akan membaca naskah sehingga tidak melakukan kontak mata dengan pendengar seolah-
olah acuh tak acuh terhadap pendengar.

C. Presentasi Hafalan (Memoriter)


Jenis presentasi yang dilakukan menghapal dari teks yang telah disediakan. Berbeda dengan jenis
manuscript, memoriter tidak menggunakan naskah dalam penyampaiannya, pembicara hanya melakukan
persiapannya dengan menghafal dari teks dimana isinya mengenai informasi yang akan disampaikan.
Kelebihan dan kelemahannya hampir sama dengan manuscript. Jenis ini sangat buruk untuk dilakukan,
karena apabila melupakan kata-kata dari naskah maka presentasi yang dilakukan akan terjadi kegagalan.
PRESENTASI

d. Presentasi Ekstempore
Jenis Ekstempore merupakan jenis presentasi yang paling baik
untuk dilakukan dibanding jenis lainnya. Pembicara
mempersiapkan materi dengan garis besarnya saja, kemudian
pada saat presentasi akan dijabarkan secara mendetail.

Kelemahan:
Perlu memiliki wawasan yang cukup mengenai tema yang akan dibicarakan,
Membutuhkan waktu yang lama dalam persiapan presentasi,
Bagi pemula, sulit untuk dilakukannya karena membutuhkan keahlian dan pengalaman yang cukup.
PRESENTASI

Kelebihan:
Pembicara dapat menyampaikan informasi secara jelas, karena ada persiapan
sebelumnya,
Dapat menyampaikan secara sistematis/berurutan,
Kemungkinan besar pembicara dalam menyampaikannya menarik perhatian
pendengar, karena tidak berpedoman kepada naskah ataupun hafalan, tetapi
tidak melenceng dari garis besar materi,
Lebih leluasa dalam penyampaiannya,
Pembicara dapat melakukan kontak mata dengan pendengar, sehingga akan
terlihat apakah pesan yang disampaikan menarik atau tidak.
PIDATO
PIDATO

Pidato merupakan suatu kegiatan berbicara di depan khalayak ramai


atau berorasi dalam menyatakan pendapatnya, atau memberikan
suatu gambaran mengenai suatu hal.

Tujuan Pidato
Mempengaruhi orang lain supaya mau mengikuti apa kemauan kita dengan suka
rela.
Memberikan suatu pemahaman atau sebuah informasi kepada orang lain.
Membuat orang lain merasa senang dengan pidato yang disampaikan dan
menghibur sehingga orang lain senang dengan apa yang disampaikan.
PIDATO

Kriteria Berpidato
Isi pidato yang akan disampaikan memiliki kesesuaian dengan kegiatan
atau acara yang berlangsung.
Isinya bersifat menggugah serta dapat bermanfaat bagi para pendengar
pidato tersebut.
Isi pidatonya tidak menimbulkan pertentangan.
Isinya benar, objektif, dan jelas.
Bahasa yang dipakai dapat dengan mudah dipahami pendengar.
Bahasanya disampaikan dengan santun, bersahabat, dan rendah hati.
PIDATO
Tata Cara dan Etika Berpidato

Tata cara berpidato merujuk kepada langkah-langkah serta urutan darimana untuk
memulai berpidato, mengembangkan, dan mengakhiri pidato. Urutan dalam berpidato
biasanya diawali dari pembukaan, sajian isi pidato, dan penutup. Pada saat berpidato, tidak
boleh menyinggung perasaan orang lain dan berupaya untuk menghargai serta membangun
rasa optimisme bagi para pendengarnya.

Metode Pidato
Impromptu
Memoriter
Naskah
Ekstemporan
PIDATO

Ciri-ciri Pidato yang Baik


Memiliki tujuan yang jelas
Isinya mengandung kebenaran
Cara penyampaiannya sesuai dengan para pendengar
Menciptakan suasana efektif dengan pendengar
Penyampaiannya jelas dan juga menarik
Menggunakan intonasi, artikulasi, dan volume yang jelas
PIDATO

Fungsi Pidato
Mempermudah komunikasi antara atasan dengan bawahan.
Mempermudah komunikasi antara sesama anggota dalam suatu
organisasi.
Menciptakan keadaan yang kondusif dimana cukup 1 orang saja
yang melakukan orasi tersebut.
Mempermudah komunikasi
PIDATO

Sistematika Berpidato
Pendahuluan atau pembukaan
Salam pembuka
Sapaan kepada para pendengar yang disampaikan secara runtut
Ucapan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
Pengantar ke topik
Isi
Penutup
Ucapan terimakasih
Salam
PIDATO

Persiapan Pidato
Wawasan pendengar pidato secara umum
Mengetahui durasi lama waktu pada saat berpidato
Menyusun kata-kata sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh
para pembaca
Mengetahui jenis pidato serta tema acara
Menyiapkan berbagai bahan dan perlengkapan pidato
PIDATO

Jenis- jenis Pidato


Pidato pembukaan
Pidato pengarahan
Pidato sambutan yang terbatas secara bergantian.
Pidato peresmian
Pidato laporan
Pidato pertanggungjawaban
PIDATO

Penulisan Teks Naskah Pidato


Menulis suatu naskah pidato pada hakikatnya yaitu menuangkan
gagasan ide ke dalam bentuk tulisan yang siap untuk dibacakan.

Penyuntingan Teks Naskah Pidato


Penyuntingan dapat dilakukan dibagian isi, bahasa, dan penalaran
dalam naskah pidato itu sendiri. Kemudian, penyuntingan terhadap
bahasa lebih difokuskan kepada pilihan jenis kosakata, kalimat, dan
paragraph. Lalu, penalaran dalam naskah pidato juga harus disunting
kembali misalnya dengan pola induktif, deduktif, ataupun campuran.
PIDATO

Penyempurnaan Teks Naskah Pidato


Penyempurnaan aspek bahasa dapat dilakukan dengan cara
mengganti kosakata yang lebih tepat serta menyempurnakan
beberapa kalimat dengan memperbaiki struktur dan gagasannya.
Penyempurnaan paragraph dengan memperbaiki koherensi serta
kohesi paragraph. Penambahan kalimat, penyempurnaan kalimat,
maupun penghilangan suatu kalimat perlu untuk dilakukan.
PIDATO

Penyampaian Teks Naskah Pidato


Menyampaikan pidato berarti membacakan naskah pidato yang
sebelumnya telah disiapkan. Untuk itu, seseorang yang akan
menyampaikan orasi harus dapat menganalisis situasi dan juga
memanfaatkan hasil analisisnya tersebut untuk menghidupkan
suasana. Apabila pidato yang disampaikan bukan atas nama orang
lain, naskah pidato tersebut dapat ditambah-tambahkan sepanjang
waktunya masih memadai.
DEBAT
DEBAT
Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik
secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan
masalah dan perbedaan.
Tujuan dari pelaksanaan debat adalah untuk berbicara secara
meyakinkan dan juga mendengarkan pendapat-pendapat yang berbeda, dan di
akhir debat dapat menghargai perbedaan tersebut.
DEBAT
Unsur-Unsur Debat
topik debat disebut mosi (motion)
tim Afirmatif (yang setuju terhadap mosi) sering disebut juga Pemerintah (Government)
tim Negatif (yang menentang mosi) disebut Oposisi (Opposition)
pembicara pertama dipanggil sebagai Perdana Menteri (Prime Minister)
pemimpin/wasit debat (chairperson) dipanggil Speaker of The House
penonton/juri dipanggil Members of the House (Sidang Dewan yang Terhormat)
DEBAT
Ciri-ciri debat :
Terdapat dua sudut pandang, yaitu affirmatif (pihak yang menyetujui topik) dan negatif (pihak
yang tidak menyetujui topik)
Adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak
Adanya saling adu argumentasi yang tujuannya untuk memperoleh kemenangan
Hasil debat diperoleh melalui voting atau keputusan juri
Sesi tanya jawab bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan
Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator
DEBAT
Etika Berdebat
Berfikir logis dan memiliki pengetahuan yang mendukung permasalahan
yang dibahas dalam debat
Mampu berbahasa dengan baik, benar dan komunikatif serta tanggap
terhadap respon yang diterima
Dilarang menyangkut pautkan pembahasan dengan SARA
DEBAT
Berikut adalah beberapa contoh mosi yang telah digunakan dalam turnamen
debat nasional dan internasional :
Bahwa judi dalam bentuk apapun seharusnya dinyatakan ilegal.
Bahwa politisi seharusnya hanya diperbolehkan untuk menempati posisinya dalam periode yang
dibatasi.
Bahwa profesionalisme telah merusak Olimpiade Olahraga Internasional.
Sidang mendukung diterapkannya hukuman mati.
Bahwa pemerintah seharusnya tidak pernah membatasi kebebasan berbicara.
DEBAT
Definisi merupakan pembatasan terhadap suatu mosi agar isu yang
diperdebatkan dapat lebih terfokus. Suatu definisi seharusnya memiliki
hubungan yang logis dengan mosi/topik, dan bukan suatu hal yang dibuatbuat
untuk keuntungan salah satu pihak.
DEBAT
Argumentasi yang disampaikan akan menjelaskan mengapa suatu sudut pandang
tertentu seharusnya diterima. Argumen yang baik bersifat logis dan relevan terhadap
poin yang ingin dibuktikan.
Argumen yang baik terdiri atas:
Pernyataan: pernyataan yang ingin dibuktikan
Alasan: alasan dan penalaran yang menyatakan bahwa pernyataan tersebut adalah suatu hal yang logis
Bukti: contohcontoh atau data yang mendukung pernyataan dan alasan di atas
Kesimpulan: penjelasan mengenai relevansi antara argumen dan mosi yang tengah diperdebatkan
DEBAT
Berikut adalah contoh definisi:
Mosi : Bahwa kuota bukan merupakan jawaban untuk kaum perempuan.
Definisi: kuota : memberikan jumlah kursi minimum sebanyak 30% untuk perempuan
dalam DPR
bukan merupakan jawaban : bukan merupakan solusi yang tepat untuk
mencapai kesetaraan jender di masyarakat
Dengan demikian, keseluruhan definisi adalah: Memberikan kuota jumlah kursi minimum
sebanyak 30% untuk perempuan dalam DPR bukan merupakan solusi yang tepat untuk
pencapaian kesetaraan jender di masyarakat.
DEBAT
Argumen:

Pernyataan: karena memberikan bantuan seperti ini hanya akan memperkuat persepsi dalam masyarakat bahwa perempuan tidak mampu berjuang
sendiri.

Alasan: Kini terdapat persepsi yang kuat dalam masyarakat bahwa perempuan merupakan pihak yang lebih lemah dibandingkan lakilaki. Banyak
yang menyatakan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang lebih rendah dibandingkan lakilaki. Pemberian kuota khusus untuk perempuan di
parlemen hanya akan memperkuat persepsi bahwa perempuan hanya dapat sampai diparlemen apabila mereka diberikan bantuan terlebih dahulu,
bukan karena mereka memiliki kemampuan yang sama dengan lakilaki dan dapat memenangkan persaingan untuk menjadi wakil rakyat. Dengan
demikian, mosi ini menguatkan persepsi yang salah, yaitu bahwa perempuan tidak mampu sampai pada tingkat yang setara dengan lakilaki
kecuali diberikan bantuan khusus.

Bukti: Di Uganda, opini publik yang tidak mendukung pemberdayaan perempuan meningkat pesat setelah diimplementasikannya kuota parlemen
seperti dalam mosi ini.

Kesimpulan: Kuota untuk perempuan dalam parlemen hanya akan memperkuat persepsi negatif yang mendegradasi perempuan, menjauhkan kita
dari kemajuan sosialisasi tentang kesetaraan jender.
DEBAT
Sanggahan merupakan respon terhadap argumen tim lawan yang terelaborasi
secara jelas. Sanggahan disampaikan dalam debat guna membuktikan bahwa
argumen tim lawan tidak sepenting yang mereka kemukakan. Sama halnya
dengan argumen, sanggahan yang baik harus memuat alasan, bukti, dan
kesimpulan.
DEBAT
Dalam merespon argumen tim lawan, sanggahan dapat menunjukkan bahwa argumen
tersebut:
1. Tidak relevan terhadap poin yang ingin dibuktikan
2. Tidak logis
3. Salah secara moral
4. Benar, namun tidak penting atau memiliki dampak yang tidak dapat diterima
5. Didasarkan pada fakta yang salah, ataupun interpretasi yang salah terhadap fakta.
DEBAT
1. Tidak relevan terhadap poin yang ingin dibuktikan
Contohnya:
Argumen: Prostitusi seharusnya dilarang karena prostitusi menciptakan
lebih banyak situs porno di internet.
Sanggahan: Jumlah situs porno di internet tidak memiliki hubungan sama
sekali dengan dilegalkannya prostitusi. Kenyataannya adalah situs porno
dapat diakses di banyak negara, terlepas dari negara tersebut melegalisasikan
prostitusi atau tidak.
DEBAT
2. Tidak logis
Contohnya:
Argumen: Siswa seharusnya diperbolehkan untuk merokok di sekolah karena hal tersebut
akan menciptakan perlawanan yang lebih kuat dari perokok pasif sehingga akhirnya akan
terdapat penurunan jumlah perokok di sekolah.
Sanggahan: Argumen ini tidak logis, karena memperbolehkan siswa untuk merokok hanya
akan menciptakan kondisi permisif yang akan mendorong lebih banyak siswa untuk
merokok. Kenyataannya adalah sebagian besar siswa merokok justru karena tekanan dari
teman sebaya. Apabila sekolah juga mendukung tekanan lingkungan pertemanan ini, maka
fakta bahwa merokok adalah hal yang buruk akan bersifat kabur dan semakin banyak siswa
akan berpikiran bahwa merokok itu baik, dan mereka juga ikut merokok.
DEBAT
3. Salah secara moral
Contohnya:
Argumen: Pemerintah seharusnya mendukung hukuman mati karena hal tersebut
akan menurunkan jumlah populasi di negara kita.
Sanggahan: Membunuh orang hanya demi menurunkan angka
populasi merupakan suatu tindakan yang tidak bermoral. Individu memiliki hak
untuk hidup dan pemerintah seharusnya tidak mengambil hak itu hanya karena
mereka sedang kesusahan dalam mengatur jumlah populasi dalam negeri.
DEBAT
4. Benar, namun tidak penting atau memiliki dampak yang tidak dapat
diterima
Contohnya:
Argumen: Pemerintah seharusnya melarang MTV karena terdapat beberapa program yang
tidak berhubungan dengan musik.:
Sanggahan: Memang benar bahwa beberapa program MTV tidak berhubungan dengan
musik, namun pemerintah seharusnya tidak melarang MTV hanya karena mempunyai
program di luar musik. Pemerintah akan mengalami kerugian jika mengharuskan stasiun TV
menyiarkan program yang sama dengan nama stasiunnya.
DEBAT
5. Didasarkan pada fakta yang salah, ataupun interpretasi yang salah terhadap fakta.
Contohnya:
Argumen: Tingkat pembunuhan semakin meningkat di AS. Hal ini dikarenakan beberapa negara telah
menghapuskan hukuman mati.
Sanggahan yang mungkin disampaikan:
Apabila angka pembunuhan semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh lebih banyaknya pembunuhan yang
dilaporkan dibandingkan sebelumnya. Dengan demikian, secara kenyataan angka pembunuhan sebenarnya tidak
meningkat
Bukti menunjukkan bahwa hukuman mati (pembunuhan yang dilakukan oleh Negara) dapat mengindikasikan
dukungan terhadap kejahatan yang berat dan justru mengakibatkan peningkatan kejahatan yang berat dibandingkan
menurunkannya.
Brainstroming
Brainstorming
Metode Brainstorming adalah salah satu bentuk diskusi kelompok atau
musyawarah yang bertujuan untuk mencari solusi dari sebuah masalah. Masing-
masing anggota kelompok dituntut untuk menyampaikan ide-ide kreatif secara
spontan dalam sebuah sesi khusus.
Tujuan brainstorming adalah untuk mendapatkan gagasan dan ide-ide
baru dari anggota kelompok dalam waktu yang relatif singkat tanpa adanya sifat
kritis yang ketat
Brainstorming
Aturan aturan brainstorming :
1. Peserta ditempatkan dalam situasi informal
2. Peserta didorong berlaku liar secara intelektual
3. Tidak boleh ada yang mengecam ide orang lain
4. Semakin tidak biasa atau gila idenya, semakin baik
5. Semakin banyak saran semakin baik
6. Ide-ide dapat digabungkan sampai berkali-kali
7. Semua ide dari peserta dibutuhkan
8. Semua peserta berstatus setingkat
Brainstorming
Keunggulan brainstorming :
1. Ide yang muncul lebih banyak dan beragam
2. Kesalahan akan terdeteksi karena yang terlibat banyak orang
3. Waktu dan tenaga dicurahkan oleh banyak orang dan dengan demikian terdapat lebih banyak akses
informasi dan keahlian.
Kelemahan Brainstorming :
1. Menjadi buang buang waktu apabila sesi brainstorming ditujukan untuk mengatasi masalah yang
salah.
2. Tidak efektif untuk situasi-situasi sangat terstruktur yang memiliki solusi pasti
3. Tidak bisa dipergunakan untuk keputusan berskala cepat dan kepemimpinan terarah.
Brainstorming
Manfaat brainstorming :
1. Mengidentifikasi masalah
2. Menganalisa situasi
3. Mengalirkan situasi
4. Mengalirkan ide-ide baru
5. Menganalisis ide-ide
6. Menentukan alternatif pemecahan masalah
7. Merencanakan langkah-langkah dan kegiatan yang akan dilakukan untuk memperbiki
masalah
Brainstorming
Karakteristik dalam brainstorming :
1. Ide tanpa batas
2. Batasi waktu
3. Catat
4. Utamakan kuantitas bukan kualitas
5. Gunakan kedua belah otak
6. Suasana yang menyenangkan
7. Jangan terlewatkan
Brainstorming
Menurut Roestiyah (2008: 73-75), etode pelaksanaan brainstorming :
1. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan.
2. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan
masalah tersebut.
3. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut.
4. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut.
5. Menarik kesimpulan.
Brainstorming
Menurut Roestiyah (2008: 74-75), langkah-langkah pembelajaran yang
menggunakan metode Brainstorming yaitu:
1. Pemberian insormasi dan motivasi
2. Identifikasi
3. Klarifikasi
4. Verifikasi
5. Konklusi (Penyepakatan)
TERIMA
KASIH