Anda di halaman 1dari 30

Analisis Permintaan

Permintaan

Perilaku Maslahah
Konsumen

Permintaan
Pendekatan Perilaku Konsumen

Manfaat atau berkah atas suatu


MASLAHAH
kegiatan konsumsi bisa dirasakan dan
MARGINAL diukur oleh konsumen

ISO- Maslahah, terutama berkah hanya bisa


dirasakan, namun tidak dapat diukur
MASLAHAH besarannya
Kurva ISO-Maslahah
Setiap titik kombinasi barang yang ada pada kurva maslahah
mempunyai tingkat maslahah yang sama.
Hanya berlaku terhadap barang halal dan memiliki hubungan subtitusi
dekat tidak sempurna.
Y

A E
Y1

B
IM2
Y2 C
IM1
Y3
x
X1 X2 X3
Kadar berkah dalam kurva IM

a. kandungan
Y berkah yang setingkat

Y2 B

A C
Y1
IM2
IM1
X
0
X1 X2
Kandungan berkah tidak setingkat

Kandungan
Y berkah barang X < Barang Y

Y2 B
A C
Y1
IM2

IM1
X
0
X1 X2
Kandungan berkah barang X >
Barang Y
Y
B

Y2
A C
Y1
IM2
IM1
X
0
X1 X2
Batasan Individu dan Etika
dalam Konsumsi
Kendala Anggaran
Kendala Israf
Mempertimbangkan Kebutuhan Orang Lain
Mempertimbangkan Halal dan Haram
Kendala Anggaran

Persoalan setiap orang (baik Muslim maupun non


Muslim)
Anggaran Pendapatan
Sejumlah Uang yang sengaja disisihkan guna
membiayai kegiatan konsumsi.
Konsumsi Pendapatan
1. Penurunan Kurva Anggaran (Allocated Budget)

I = Ic + Is + Ia
AB Ic

AB/P
y

Kurva Anggaran

AB/Px
Kombinasi Dua Barang

AB = Px X + Py Y
2. Efek Perubahan Pendapatan pada Kurva Anggaran

Y naik AB naik

AB/Py

AB/P
y

AB/P
AB/Px
x
3. Efek Perubahan Harga pada Kurva Alokasi
Anggaran

Selain pendapatan, harga juga berpengaruh terhadap


kurva budjet

a. Penurunan Harga pada Salah Satu Barang

AB/Py
AB/P AB/P
y y

AB/P
AB/Px AB/Px
x
Perubahan Kurva Anggaran karena
Penurunan Harga X, Y
Perubahan Kurva Anggaran Karena Penurunan Harga
X dan Y

AB/(1-)
Py

AB/Py

AB/Px AB/(1-)
Px
Kendala Israf

"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan


haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan
dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara
boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-
saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar
kepadaTuhannya." (QS. Al-Isra: 26-27)

Kriteria Israf
Semakin kaya seseorang, maka batasan israf semakin tinggi
Semakin miskin seseorang, maka batasan israf semakin rendah
Y israf Y israf

X israf X israf
Mempertimbangkan Kebutuhan Orang Lain

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu apa
pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil,
dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang
sombong dan membanggakan diri. (Q.S. An-Nisa [4]: 36).
Mempertimbangkan Halal-Haram
Bagi umat muslim, tidak ada pilihan untuk
mengkonsumsi barang Haram. Kecuali pada
keadaan darurat saja.

Wahai manusia! Makanlah dari (makanan)


yang halal dan baik yang terdapat di bumi,
dan janganlah kamu mengikuti langkah-
langkah syaitan. Sungguh, syaitan itu musuh
yang nyata bagimu. (Q.S. Al-Baqarah [2]:
68).
Kurva Permintaan Halal-
Haram

Py

Px
Keseimbangan Konsumen

X Maksimal

A E
Y Maksimal

B
Y*1
C
I
F M
AB
3

X*1

Keseimbangan Konsumen dengan Kendala


Anggaran dan Israf
Efek Berkah pada Pilihan Optimal
Kandungan Berkah Preferensi
Barang Mempengaruhi
Konsumen

QS. Al-Baqarah [2] : 168


Perubahan Preferensi Konsumen karena
adanya Kenaikan Kandungan Berkah
pada Barang X
Efek Perubahan Kandungan Berkah
Y

Y1

Y2

X
X1 X2
Efek Substitusi dan Efek Pendapatan
dari Perubahan Harga
Kenaikan Harga Penurunan Jumlah
Barang Barang yang
diminta

Pada dasarnya perubahan dapat diuraikan menjadi dua hal, yaitu:


1) Efek Pendapatan
2) Efek Subtitusi
Efek Pendapatan

Adalah perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat


adanya perubahan pendapatan riil konsumen.

Perubahan pendapatan riil terjadi karena adanya perubahan suatu


barang, harga barang, maupun perubahan pendapatan nominal
yang diterima.

Adanya peningkatan harga suatu barang akan memiliki efek


pendapatan yang negatif (menurunkan jumlah barang yang
diminta) karena pendapatan riil konsumen mengalami penurunan.
Efek Subtitusi

Adalah perubahan jumlah barang X yang diminta sebagai


akibat adanya perubahan permintaan terhadap barang lain.

Kenaikan harga barang akan memiliki beberapa


kemungkinan efek subtitusi, yaitu:
Kenaikan harga barang tanpa adanya perubahan kandungan maslahah.
Kenaikan harga barang disertai dengan penurunan kandungan mashlahah.
Kenaikan harga barang disertai dengan kenaikan kandungan mashlahah.
Analisis Elastisitas Permintaan

Macam-Macam
alat untuk Elastisitas
mengukur Permintaan
seberapa peka
permintaan akan
berubah sebagai Elastisitas
Konsep respon terhadap Harga
Dasar perubahan Permintaan
Elastisitas variabel lain,
seperti harga Elastisitas
Permintaan barang, Pendapatan
pendapatan Permintaan
konsumen,
selera dan Elastisitas
sebagainya. Berkah
Permintaan
Elastisitas Harga Permintaan
Definisi Elastisitas Perubahan jumlah (kuantitas) dari barang yang
diminta sebagai akibat dari adanya perubahan harga
Harga Permintaan yang diukur dalam persentase.

Pengukuran Elastisitas dapat diukur pada kondisi permintaan


tertentu (Elastisitas titik) maupun secara rata-rata
Elastisitas antar dua keadaan atau lebih (elastisitas busur).

Makna Angka Jika angkanya -2, berarti jumlah barang yang diminta
akan naik sebesar 2 persen manakala terjadi
Elastisitas penurunan harga sebanyak 1 persen.

Elastisitas Permintaan Nilai elastisitas yang dipunyai oleh konsumen yang


Konsumen Islami memperdulikan mashlahah.
Elastisitas Pendapatan Permintaan
Perubahan jumlah barang yang diminta, dalam
persentase, sebagai respons terhadap perubahan
pendapatan konsumen, dalam persentase.
Elastisitas Berkah Permintaan
Perubahan dalam persentase yang terjadi dalam
kuantitas dibandingkan dengan perubahan
berkah, dalam persen.
1. Citra-Maslahah semakin meningkat, konsumsi
meningkat, apa ada hub dengan Israf
PNS gaji minus, garis anggaran akan bagaimana?
Hubungannya sama pendapatan rill
Kenaikan harga dengan jumlah permintaan
2. Agus-Mikro Islam tdk jauh beda dengan mikro konven?
Apakah perlu menciptakan teori baru atau mengIslamkan
teori konven
3. Imam-Kurva, kapan konsumsi disebut israf ?