Anda di halaman 1dari 21

Pengukuran Temperatur

Nurmuntaha Agung Nugraha


Jurusan Teknik Mesin
Universitas Muhammadiyah Srakarta
Outline
Pengukuran Temperature
1. Mechanical: liquid in glass thermometer, bimetal strip, pressure
thermometer

2. Thermoresistive : RTD dan thermistor

3. Radiative : infrared dan optical pyrometer

4. Thermojunctive : thermocouple
Mechanical
Prinsip operasi : perubahan bentuk (pemuaian dan penyusutan) zat
cair, padat dan gas akibat perubahan temperatur.

Lihat lagi : definisi temperatur, satuan dan konversi (derajat celcius,


kelvin, reamur, Fahrenheit), standard.
Liquid-in-glass Thermometer
Seiring naiknya temperatur, cairan di dalam termometer memuai dan
bergerak naik. cairan yang digunakan biasanya merkuri atau alkohol.
Bilah Bimetal
Prinsip operasi:
2 bilah metal yang memiliki
koefisien muai yang berbeda
dijadikan satu. Maka, saat
mengalami pemanasan bilah akan
melengkung ke arah metal yang
koefisien muainya lebih kecil.
Aplikasi Bilah Bimetal
Saklar
Thermometer
Gas Ideal Thermometer

Menggunakan prinsip gas ideal


dengan V, m dan R Konstan
Thermoresistive

Prinsip operasi: perubahan temperatur menyebabkan perubahan


resistance.

Ada 2 jenis :
1. RTD (Resistance Temperature Detector)
2. Thermistor
RTD

Berupa kabel logam dengan


diameter kecil (platinum) yang
dililitkan pada keramik.

Nilai resistance RTD naik seiring


bertambahnya temperatur.
Thermistor

Mirip dengan RTD, namun


menggunakan material
semikonduktor.

Memiliki sensitivitas yang lebih


baik daripada RTD.

Berbeda dengan RTD, nilai


resistance thermistor menurun
dengan naiknya temperatur.
Pyrometer (Radiative Thermometer)
Prinsip operasi: perubahan nilai radiasi suatu benda akibat perubahan
temperatur.

Kelebihan: 1) Tidak ada kontak dengan dengan benda yang diukur 2)


mampu mengukur temperatur yang tinggi

Ada 2 jenis:
1. Infrared pyrometer
2. Optical pyrometer
Infrared Pyrometer
Pengukuran temperatur dilakukan
dengan mengukur temperatur
pada detector chamber.

Detector biasanya menggunakan


thermopile (kombinasi
thermocouple)

Indicated Temperatur ditentukan


dari Tdet
Optical Pyrometer
Berfungsi untuk mengukur
temperatur tinggi dari
obyek/benda yang berpendar/api.

Terdiri dari teleskop, internal wire


yang dialiri arus listrik hingga
panas berpendar

Temperatur diukur dari


perubahan arus listrik
Thermojunctive (Thermocouple)
Prinsip operasi: mengubah energi thermal menjadi energi
listrik. Saat 2 metal yang berbeda temperatur disatukan
maka akan terjadi perpindahan panas, timbul arus listrik
dan beda potensial (voltage) pada junction
(thermojunctive voltage) ==> disebut Peltier effect.

Jika 2 metal disatukan, panas dan arus listrik mengalir,


saat temperatur junction berubah, voltage juga berubah
==> Thompson effect

Keduanya disebut thermojunction effect/thermoelectric


effect/Seebeck effect
Pengukuran beda potensial
dilakukan oleh DVM (digital volt
meter)
Additional junction
mempengaruhi hasil
pengukuran (error)
Salah satu cara mengatasi error akibat
additional junction adalah dengan
menambahkan reference junction,
yakni dengan menyisipkan metal A di
antara metal B dan copper wire
sebagaimana gambar di samping.
Jenis
Thermocouple