Anda di halaman 1dari 13

DESAIN RODA GIGI

LURUS
CREATED BY :
ACHMAD APRIYADI
M. ILHAM
FEBRY SYAM
PITER
RONI SARIFUDIN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
DEFINISI RODA GIGI LURUS
( SPUR GEAR )
Roda gigi yang memiliki bentuk konstruksi yang sederhana seperti silindris,
dengan gigi sekelilingnya, bentuknya lurus dan sejajar dengan poros sumbunya
(lubang). Pada umumnya roda gigi ini digunakan untuk mentransmisikan daya atau
putaran antara dua poros yang posisinya sejajar atau paralel.Jika dilihat dari profil
giginya, maka roda gigi spur gear ini ada yang giginya lurus dan miring/helik.
JENIS-JENIS RODA GIGI LURUS

1. Rodagigi lurus (external gearing)


Rodagigi lurus (external gearing) pasangan rodagigi lurus ini digunakan
untuk menaikkan atau menurunkan putaran dalam arah yang berlawanan.
2. Rodagigi dalam (internal gearing)
Rodagigi dipakai jika diinginkan alat transmisi yang berukuran kecil dengan
perbandingan reduksi besar.
3. Rodagigi Rack dan Pinion Rodagigi
Berupa pasangan antara batang gigi dan pinion rodagigi jenis ini digunakan untuk
merubah gerakan putar menjadi lurus atau sebaliknya.
SISTEM STANDAR RODA GIGI LURUS

Sistem Modul (M)


Satuan ukuran sistem modul ini adalah metrik, sehingga dalam modul ini
disebut juga dengan nama Metrik Modul (MM).Modul adalah merupakan
perbandingan antara diameter tusuk (pitch diameter) dengan jumlah profil gigi
pada sebuah roda gigi.
Sistem Diametral Pitch (DP)
Satuan Diametral pitch ini adalah inchi. Oleh karena itu sistem DP ini banyak
dipakai oleh negara yang menggunakan satuan britis. Sistem diametral pitch
adalah perbandingan antara banyak/jumlah gigi dengan diameter tusuknya
sebuah roda gigi dalam satuan inch
CIRI CIRI RODA GIGI LURUS

Daya yang ditransmisikan < 25.000 Hp


Putaran yang ditransmisikan < 100.000 rpm
Kecepatan keliling < 200 m/s
Rasio kecepatan yang digunakan
- Untuk 1 tingkat ( i ) < 8
- Untuk 2 tingkat ( i ) < 45
- Untuk 3 tingkat ( i ) < 200
( i ) = Perbandingan kecepatan antara penggerak dengan yang digerakkan
Efisiensi keseluruhan untuk masing-masing tingkat 96% - 99% tergantung disain
dan ukuran
DESAIN KETAHANAN KONTAK PERMUKAAN
RODA GIGI LURUS
Dalam desain roda gigi, berikut ini biasanya menjadi bahan pertimbangan:
a. Daya yang ditransmisikan.
b. Kecepatan roda gigi penggerak.
c. Kecepatan roda gigi yang digerakkan atau rasio putaran, dan
d. Jarak pusat poros.
Syarat berikut harus dijumpai dalam desain sebuah penggerak roda gigi:
a. Gigi gear harus mempunyai kekuatan yang cukup sehingga tidak akan gagal di
bawah beban statis atau beban dinamis selama operasi berjalan normal.
b. Gigi gear harus mempunyai cirri-ciri tahan aus sehingga umurnya aman.
c. Pemakaian material harus ekonomis.
d. Penjajaran roda gigi dan defleksi poros harus dipertimbangkan karena
mempengaruhi unjuk kerja roda gigi.
e. Pelumasan roda gigi harus memenuhi syarat.
KEKUATAN BATANG GIGI SPUR GEAR
PERSAMAAN LEWIS

Kekuatan batang gigi gear ditentukan dari persamaan Lewis dan kemampuan
gigi gear membawa beban ditentukan oleh persamaan ini yang dapat
memberikanhasil yang memuaskan.Lewis mengasumsikan bahwa beban
ditransmisikan dari satu gigi ke gigi lain, seluruhnya diberikan dan diambil
oleh satu gigi, karena itu tidak selalu aman untuk menahan bahwa beban
didistri busikan diantara beberapa gigi. Ketika gigi mulai kontak, beban
diasumsikan berada pada ujung dari gigi penggerak dan ujung gigi yang
digerakkan
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN RODA GIGI
LURUS
Kelebihan:
1. Dapat mentransmisikan rasio putaran dengan tepat (pasti)
2. Dapat digunakan untuk mentransmisikan daya yang besar.
3. Dapat digunakan untuk jarak pusat poros yang kecil.
4. Mempunyai efisiensi yang tinggi.
5. Pemakaiannya lebih handal.
6. Mempunyai layout yang kompak
Kerugian:
1. Karena proses manufaktur (pembuatan/produksi) dari roda gigi membutuhkan
pahat dan peralatan khusus, sehingga hal itu menjadikan harganya lebih mahal
dibanding penggerak lain.
2. Penyimpangan (kesalahan) dalam pemotongan gigi-gigi dapat mengakibatkan
getaran dan gangguan selama operasi.
3. Roda gigi memerlukan lubrikasi (pelumasan) yang sesuai dan metode
penerapan yang handal, untuk persiapan operasi.
TERIMAKASIH