Anda di halaman 1dari 28

Lembaga Sertifikasi Produk

LS Pr 027 IDN

LEMBAGA SERTIFIKASI
PRODUK ALSINTAN
Azmy Ulya, STP
BALAI PENGUJIAN MUTU ALAT DAN MESIN
PERTANIAN
DIREKTORAT MUTU DAN STANDARDISASI
DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN
HASIL PERTANIAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
ISU POKOK

1. Alsintan merupakan salah satu sarana produksi yang


peranannya sangat penting dalam meningkatkan
produktifitas, efektifitas dan memperbaiki mutu hasil
pertanian
2. Banyak alsintan yang beredar (terutama bantuan
Pemerintah) tidak dapat beroperasi secara optimal,
bahkan ada yang tidak dapat dioperasionalkan
3. Sebagian besar alsintan yang beredar belum teruji
kemampuannya dan jumlah lembaga penguji alsintan
masih terbatas
4. LS Pro Alsintan telah terakreditasi dan telah menerbitkan
SPPT-SNI.
PENGERTIAN

Sertifikasi
adalah suatu prosedur dimana pihak ketiga
memberikan jaminan tertulis bahwa proses yang
teridentifikasi telah di akses secara jelas dengan
metode tertentu seperti misalnya kerahasiaan yang
memadai tidak diabaikan, untuk produk yang
spesifik disesuaikan dengan persyaratan yang
spesifik pula.

Lembaga Sertifikasi Produk (LS Pro)


Suatu badan yang mengatur prosedur
sertifikasi produk.
PENGERTIAN

SPPT-SNI
Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI adalah
jaminan tertulis yang diberikan oleh lembaga
sertifikasi produk yang menyatakan bahwa alsintan
telah memenuhi standar yang dipersyaratkan

Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN)


Peralatan yang dioperasikan dengan motor
penggerak maupun tanpa motor penggerak untuk
kegiatan pra panen, panen dan pasca panen
dalam ruang lingkup Pertanian.
Dasar Hukum
LS PRO Alsintan BPMA
1. Peraturan Menteri Pertanian No.
39/Permentan/OT. 141/8/2008 tentang
Pembentukan LS Pro Alsintan BPMA
2. Peraturan Menteri Pertanian No.
75/Permentan/OT. 140/11/2011 tentang LS
Pro Bidang Pertanian
3. Keputusan Komite Akreditasi Nasional
nomor LSPro-027-IDN tentang Akreditasi
LSPro Alsintan BPMA
VISI

Terwujudnya pelayanan sertifikasi alat


dan mesin pertanian yang prima dalam
mendukung pembangunan pertanian
yang tangguh untuk kemantapan
ketahanan pangan, peningkatan nilai
tambah dan daya saing produk
pertanian serta peningkatan
kesejahteraan petani.
MISI

1. Melindungi kepentingan konsumen terhadap


penggunaan alsintan yang mutunya tidak dapat
dipertanggung jawabkan baik yang diproduksi
dalam negeri maupun impor.
2. Mendorong produsen untuk meningkatkan mutu
produk yang dihasilkan dengan memfasilitasi
tersedianya jaminan mutu produk alsintan.
3. Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia
pengelola LS Pro alsintan untuk kepuasan
pelanggan.
Kebijakan Mutu

Lembaga Sertifikasi Produk Alsintan BPMA


melayani jasa sertifikasi alat mesin pertanian yang
mandiri dan tidak diskriminatif, menjaga
kerahasiaan hasil sertifikasi serta menjamin
sertifikasi yang dilakukan dengan didukung oleh
personel yang kompeten dan profesional sehingga
dapat diterima oleh pasar dalam dan luar negeri.
Sasaran Mutu

Tercapainya konsistensi mutu


pelayanan sertifikasi Produk
Penggunaan Tanda SNI dengan kriteria
waktu penyelesaian Penerbitan SPPT
SNI paling lama 8 (delapan) hari kerja
setelah hasil keputusan Komisi Teknis.
Terbitnya 10 SPPT SNI setiap tahunnya.
Struktur Organisasi
MANAJER PUNCAK DEWAN PENGARAH

LEMBAGA SUB KOMISI TEKNIS


KONTRAK

MANAJER MUTU MANAJER


MANAJER TEKNIS
ADMINISTRASI

DEPUTI MUTU DEPUTI TEKNIS DEPUTI ADMIN


PERSONIL LS PRO ALSINTAN
Manajer Puncak : Ir. Budi Satriyo, MSi
Manajer Mutu : Arief Wahyu Utomo, STP
Manajer Teknis : Azmy Ulya,STP
Manajer Administrasi : Sufina Trimarlisa, STP, MM
Deputi Mutu : Firman S. Sanyoto, STP
Deputi Teknis : Irwan Herdiansyah, A.Md
: F e r o, STP
Deputi Administrasi : Rr. Shinta D, SP, MSi
Bagian Umum : Solikin, A.Md
Petugas Pengambil Contoh : Cahya Trilaksana, ST
Dedy Wahyudi, ST
Manajer Puncak

bertanggung jawab atas pelaksanaan


Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI;
mengesahkan Sertifikat Produk Penggunaan
Tanda SNI; dan
mengawasi Keuangan Lembaga Sertifikasi
Produk Alsintan.
Manajer Mutu
menjamin pengembangan, penerapan dan
pemeliharaan SMM;
melaporkan kinerja LS Pro;
meningkatkan kepuasan pelanggan; dan
mengawasi penerapan kebijakan SMM LS
Pro yang telah ditetapkan termasuk audit
internal
Manajer Teknis
bertanggung jawab atas hasil pengujian,
evaluasi, sertifikasi dan pengawasan SPPT
SNI LS Pro Alsintan;
menugaskan PPC, laboratorium Penguji, tim
asesor dan tenaga ahli; dan
mengelola program sertifikasi,
surveilen/pengawasan
Manajer Administrasi

bertanggung jawab atas informasi,


penyiapan bahan publikasi SPPT SNI LS
Pro Alsintan;
mengelola keuangan; dan
memelihara dokumentasi sistem mutu
yang telah ditetapkan.
deputi mutu
Bertugas untuk melaksanakan persiapan audit internal LS Pro Alsintan sesuai
dengan jadwal yang telah ditetapkan.

deputi teknis
Mengevaluasi dan memproses permohonan SPPT SNI sampai penerbitan SPPT
SNI sesuai dengan prosedur LS Pro Alsintan, Identifikasi, evaluasi, memantau
dan memproses pengawasan berkala dan sertifikasi ulang SPPT SNI,
Bertanggung jawab terhadap pemutakhiran skema sertifikasi produk

deputi administrasi
Bertanggungjawab melaksanakan pengelolaan keuangan yang terkait dengan
LS Pro Alsintan serta membantu tugas tugas pengadministrasian.

bagian umum
Bertanggungjawab melaksanakan urusan pengarsipan dokumen Produsen,
surat menyurat, pemberitahuan dan penyampaian sertifikat, kearsipan dan
rumah tangga, serta urusan pelatihan dan evaluasi kompetensi personel
sertifikasi yang berkaitan dengan LS Pro Alsintan, memelihara rekaman
Produsen.
Dewan Pengarah
bertanggung jawab atas perumusan masalah kebijakan
yang terkait dengan operasional lembaga sertifikasi,
pengawasan dan penerapan sistem manajemen mutu,
perumusan masalah kebijakan yang terkait dengan
operasional Lembaga Sertifikasi Pro Alsintan dan
penanganan banding.
Untuk menjamin kenetralan penunjukan Dewan
Pengarah yang terdiri dari : seluruh pemangku
kepentingan dalam pengembangan strategi dan
kebijakan yang berkaitan dengan fungsi LS Pro Alsintan,
yang anggotanya terdiri dari 40 % Pemerintah dan 60 %
Non Pemerintah.
Komisi Teknis
bertanggung jawab untuk mempertimbangkan dan
membuat keputusan yang terkait dengan pemberian,
pemeliharaan, pengembangan, pembekuan dan
pencabutan sertifikat.
Anggota Komisi Teknis dijamin independensinya dari
kegiatan evaluasi dan secara umum anggota Komisi
Teknis terdiri atas anggota yang jumlahnya ganjil dan
dijamin kompetensinya yang relevan dengan ruang
lingkup sertifikasi produk yang sedang dipertimbangkan.
Nama, kualifikasi dan pengalaman dari anggota Komisi
Teknis Alsintan dipelihara oleh Manajer Administrasi.
Lembaga Subkontrak
Laboratorium penguji
Laboratorium penguji yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri
Pertanian
Auditor
Personil yang bertugas untuk melakukan assessment terhadap sistem
manajemen mutu.
Tenaga Ahli
Personil yang berkompeten secara teknis dalam proses produksi alsintan di
pabrik
Petugas Pengambil Contoh
Personil yang bertugas untuk mengambil contoh.
TATA CARA PENGAJUAN SERTIFIKASI
ALSINTAN

PEMOHON LS
SERTIFIKAT PRO
KOMISI
TEKNIS
SNI
SISTEM AUDITOR
MANAJEMEN
MUTU

TEST LEMBAGA
PENGUJIAN PENGUJI
REPORT
Ruang Lingkup LS Pro Alsintan
No Ruang Lingkup Alsintan Nomor SNI
1. 0738:2010
Traktor Roda Dua
2. 0141:2009/ Amd1: 2011
Pompa Air
3. 7429:2008
Perontok Padi
4. 7428:2008
Pemipil Jagung
5. Pemanen Padi 4508:2009
6. Pengupas Gabah Rol Karet 0833-1989-A
7. Pengering Gabah 01-4512.2-1998
8. Unit Penggiling Gabah Sekali Umpan 02-4511.2-1998
9. Pengasap Jinjing 05-7190-2006
10. Sprayer Gendong Semi Otomatis 4513:2008
11. Pengabut Gendong Bermotor 02-6549.2-2001
syarat-syarat pemohon
sertifikat

Telah menerapkan sistem manajemen mutu


ISO 9001:2008 ; dan
Bersedia menguji produknya di lembaga
yang terakreditasi atau ditunjuk Menteri
Membayar biaya sertifikasi sesuai PP No. 48
Tahun 2012
Mematuhi aturan sertifikasi LS Pro
SPPT SNI
JENIS ALSINTAN TAHUN TAHUN TAHUN TOTAL
2011 2012 2013 (UNIT)
(JUMLAH) (JUMLAH) (JUMLAH)
POMPA AIR 11 model 0 5 model 16 model

TRAKTOR RODA 2 16 model 3 model 3 model 22 model

POWER THRESHER 4 model 0 1 model 5 model

PADDY REAPER 1 0 1 model


SPRAYER 3 0 0 3 model
GENDONG SEMI
OTOMATIK
Jumlah 35 model 3 model 9 model 47 model
contoh sertifikat
SNI marking
masalah yang harus diatasi
1. Kesadaran produsen alsintan untuk mengujikan hasil produksi-
nya yang masih terbatas harus lebih ditingkatkan;
2. Ketersediaan SNI alsintan yang masih kurang sehingga perlu
koordinasi yang lebih intensif antara instansi teknis yang
terkait serta peningkatan peran serta produsen alsintan
melalui asosiasi atau masyarakat standardardisasi;
3. Produsen alsintan yang menerapkan sistem manajemen mutu
dalam proses produksi (ISO 9001-2008) masih terbatas;
4. Produsen alsintan skala menengah ke bawah belum ada yang
menerapkan sistem manajemen mutu karena biaya yang
relatif tidak terjangkau yang memerlukan fasilitasi dari
Pemerintah
TERIMA KASIH
WEBSITE BPMA
www.bpm-alsintan.com
lspro.alsintan@gmail.com