Anda di halaman 1dari 32

TINEA KORPORIS

oleh : Rizkiyani Astuti


- G0007224

Pembimbing :
Prof. Dr. dr. Harijono Karyo Sentono, SpKK
Sinonim
tinea sirsinata
tinea glabrosa
Schrende Fletche
herpes sircine trichophytique
ringworm of the body
kurap
Definisi
Tinea Korporis
infeksi jamur dermatofita pada kulit tubuh
berambut halus (glabrous skin) selain
pada daerah telapak tangan, telapak kaki,
dan daerah selangkangan.
Epidemiologi
1. Tersebar di seluruh dunia -> daerah tropis
2. di Indonesia : penyakit rakyat
3. Menyerang semua umur, pria dan wanita
4. Insiden meningkat pada kelembapan udara
yang tinggi.
5. Lingkungan : kotor & lembab
Etiologi
Tinea Korporis -> jamur Dermatofita :
Microsporum, Epidermophyton,
Trichophyton

Penyebabtersering: T.rubrum,
T.mentagrophytes, M.canis, T.tonsurans
Patogenesis
Infeksi dermatofita mencakup 3 hal
penting :
1. Perlekatan hifa jamur ke keratinosit
2. Penetrasi kedalam sel
3. Pembentukan respon host
Patogenesis

1. Perlekatan hifa jamur ke keratinosit


arthroconidia (elemen infeksius)

bertahan thp UV, suhu, lembab, flora normal

jaringan berkeratin
2. Penetrasi kedalam sel
spora tumbuh

menghasilkan proteinase, lipase, enzim mucinolitik

penetrasi ke stratum korneum

Patogenesis
3. Pembentukan respon host
Ag dermatofita

ditangkap sel Langerhans

limfonodi lokal

Limfosit T
Patogenesis
proliferasi & migrasi

lesi inflamasi

dasar epidermis permeabel thp transferrin

lesi membaik penyembuhan infeksi kedua lebih cepat


Manifestasi Klinis
Lesi klasik
Lesi anular
Tepi eritem, agak meninggi
Berbatas tegas
Lesi eritem dengan skuama
Daerah tengah lebih tenang (central healing)
(kadang) erosi, krusta
Manifestasi Klinis
Granuloma annulare
Kasus tidak dapat pengobatan
Menyebar luas
Biasanya berbentuk lingkaran
Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan :
Anamnesa
Manifestasi klinis
Kultur
Pemeriksaan mikroskop
Diagnosis
Pemeriksaan mikroskop
Diambil dari kerokan kulit daerah lesi, dengan
KOH 10%
Hasil : terlihat gambaran hifa bercabang atau
spora jamur.
Diagnosis
Kultur
Menanam pada media buatan. Biasanya
dipakai SDA (Saboraud Dextrose Agar)
Kadang ditambahkan kloramfenikol
ditambahkan untuk menghambat pertumbuhan
bakteri atau cycloheximide untuk menghambat
pertumbuhan jamur saprofit.
Diagnosis Banding
Psoriasis
Morbus hansen
Dermatitis seboroik
Dermatitis numularis
Pitiriasis rosea
Kandidiasis
Neurodermatitis
Penatalaksanaan
Non medikamentosa
edukasi pasien

Medikamentosa
Topikal
a. Derivat imidazol : miconazol 2%, ketokonazol 2%
b. Derivat alilalamin : terbinafin 1%, butenafene 1%
c. Sikloklopirosolamin 2%
d. Salep Whitfield (as.salisilat 5%, as benzoat 5%,
dalam lanolin vaselin ana)
Penatalaksanaan

Obat sistemik
a. Griseovulfin 500 mg/hari selama 2-6 minggu
b. Ketokonazol 200 mg/hari selama kurang
lebih 3 minggu.
c. Itrakonazol 100 mg/hari selama 2 minggu
atau 200 mg/hari selama 1 minggu
d. Terbinafine 250 mg/hari selama 1-2 minggu
e. Flukonazol 150 mg/hari selama 4-6 minggu.
Prognosis
Prognosis baik
Dengan terapi yang benar, menjaga kebersihan
kulit, pakaian dan lingkungan.
Status Penderita
Identitas
Nama : Ny. R
Umur : 57 tahun
Jenis kelamin : Wanita
Status : Menikah
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Alamat : Nusukan, Surakarta
Tanggal periksa: 17-09-2012
No CM : 01082317
Keluhan
utama

Gatal pada pantat


1 tahun SMRS 2 bulan SMRS
Karena
Pasien mengeluh Karena keluhan
plenting-plenting makin lama makin keluhan
awalnya timbul di memberat, pasien
lutut sebelah kiri dan kemudian berobat ke tidak
terasa sangat gatal. puskesmas. Pasien
berobat ke kunjung
Plenting-plenting
awalnya kecil makin puskesmas dikatakan membaik,
lama makin melebar sakit jamur diberi
dan menjalar ke paha ctm tablet, pasien
dan pantat. Keluhan prednisone tablet dan
salep yang pasien kemudian
dirasakan bertambah
tidak tahu isi dan
gatal terutama saat berobat ke
berkeringat atau mereknya.
lembab. Oleh pasien RSDM Dr.
keluhan tidak diobati Moewardi.
hanya di garuk-garuk
jika gatal.
Status Penderita
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat sakit serupa : (+) kurang lebih 10 tahun yang lalu, pasien
mengalami plenting-plenting, gatal dan
bersisik di dorsum manus kiri di
periksakan ke dokter dan sembuh.
Kurang lebih 8 tahun yang lalu timbul
plenting-plenting, gatal dan bersisik di
dada, diperiksakan ke dokter dan tidak
kambuh lagi.
Riwayat atopi : disangkal
Riwayat alergi obat : disangkal
Riwayat keluarga
R. sakit serupa : (-)
Status Penderita

Masih dalam
batas normal
Status
Generalis
Status Penderita

Status Dermatologis:
Regio Gluteal :
Patch hiperpigmentasi
dengan skuama halus
diatasnya dengan
gambaran central
healing serta tepi
aktif
Status Penderita
Status Dermatologis:
Regio extremitas inferior sinistra : Patch
hiperpigmentasi dengan skuama halus diatasnya dengan
gambaran central healing serta tepi aktif
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan mikroskopis
Kerokan kulit pada lesi diperiksa menggunakan
KOH 10%
Didapatkan gambaran hifa
Diagnosis Banding
Tinea Corporis
Kandidiasis
Psoriasis
Diagnosis
Tinea Korporis
Terapi
Non medikamentosa
a. Menjaga daerah lutut, paha dan pantat tetap kering dan
bersih.
b. Memakai pakaian agak longgar (tidak ketat) dan terbuat dari
bahan katun atau yang menyerap keringat.
c. Mengganti pakaian yang basah atau berkeringat secepatnya.
d. Menghindari pemakaian handuk dan pakaian bersama.
e. Keringkan lutut, paha dan pantat sehabis mandi dan hendak
berpakaian
Terapi
Medikamentosa
Ketokonazole tab mg 200 1x1
Miconazole Cream 2xue
Cetirizine 10mg 1x1
Prognosis

Ad vitam : bonam
Ad sanam : bonam
Ad fungsionam : bonam
Ad cosmeticum : bonam
terima kasih