Anda di halaman 1dari 9

TRANSHIPMENT PERDAGANGAN

DI LAUT

1. Uun lestari
2. Muhammad Yusfi Yusuf
3. Amelia Bone
4. Fakhirah Ahmad
5. Dwi Fajrianty
TRANSHIPMENT
Transhipment adalah proses
pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal
lainnya yang dilakukan di tengah laut.
Dalam hal operasi penangkapan ikan,
transhipment berarti proses pemindahan muatan
ikan dari kapal-kapal penangkap ikan ke kapal
pengumpul (collecting ship). Kapal collecting ini
selanjutnya akan membawa seluruh ikan yang
dikumpulkannya ke darat untuk diproses lebih
lanjut.
Tujuan Transhipment
Tujuan utama masalah transhipment
adalah untuk menentukan jumlah unit barang
yang akan dikirim dari tempat asal ke tempat
tujuan akhir meskipun melalui tempat transit
(dengan ketentuan bahwa seluruh
permintaaan di tempat tujuan akhir dapat
terpenuhi) dengan total biaya angkutan yang
dikeluarkan seminimal mungkin.
TRANSHIPMENT DAPAT DILAKUKAN
1. Kriteria kapal pengumpul (Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
No. 1 Tahun 2016) tentang penangkapan ikan dalam satu kesatuan operasi
:
Kapal harus berasal dari Negara (buatan dalam negeri) yang tidak sedang
melanggar hukum yang berlaku
Berukuran 30 GT-200 GT
Mengantongi surat izin kapal pengangkut ikan yang berlaku
Menerima petugas pengamat di atas kapal dan mempunyai buku catatan
(log book) penangkapan ikan
Wajib mengaktifkan system monitoring kapal (VMS) dan camera pemantau
di kapal

2. Kapal pengumpul harus kembali ke pelabuhan untuk mencatat kelangkapan


data hasil pengambilan ikan serta membayar biaya adminstrasi . Setiap
kapal yang tidak mendarat ikan atau tangkapan di pelabuhan maka akan
dikenakan sanksi pencabutan SIP/SIKPI.
Dampak dari Segi Ekonomi
KEUNTUNGAN :
Dari sisi bisnis, transhipment sangatlah menguntungkan. Melalui transhipment,
kapal penangkap tidak perlu lagi kembali ke pangkalan setelah muatan ikan dalam
palkah penuh. Ia tinggal menunggu kapal pengumpul ( collecting ship) untuk
mengambil ikan hasil tangkapan, dan pada saat itu pula kapal pengumpul menyuplai
bahan bakar, bahan makanan, serta kebutuhan lainnya kepada kapal penangkap ikan
tersebut.
Meningkatkan devisa negara
KERUGIAN :
Jika tanpa transhipment, maka perbandingan ongkos bahan bakar dengan muatan
hasil tangkapan adalah 1:1. Artinya bahwa ketika kapal kembali ke pangkalan, maka
kapal tersebut hanya dapat membawa satu paket muatan, yaitu sesuai dengan
kapasitas yang dimilikinya.
Kelesuan usaha
Jasa transportasi
Dampak dari Segi Sosial
Apabila transhipment tidak dilaksanakan :
Banyak nelayan yang menganggur dan beralih
profesi
Penurunan produksi ikan setempat sebesar
30%. Hal ini membuat tingkat pengangguran
terbuka 7,5% pada Agustus 2014 naik jadi
8,6% (Bitung, Sulut)
KAPAL BESAR

Kapal Kecil

Pelabuhan

Penambahan Pendataan Hasil Proses


Devisa Tangkapan Transaksi

Pajak
Tingkat Potensi
Eksploitasi Penangkapan
Berbagai Daerah
Contoh
Kasus
Contoh
Kasus