Anda di halaman 1dari 4

(A) Bernafas biasa, (B) Inspirasi dalam (C) Fonasi

PROSES BERSUARA-3

LARING berfungsi sebagai proteksi jalan napas, respirasi dan fonasi


Fonasi
Dengan membuat suara serta menentukan tinggi rendahnya nada (ketegangan plika vokalis)
Plika fokalis aduksi m. Krikotiroid merotasikan kartilago tiroid ke bawah dan ke depan
menjauhi kartilago aritenoid.
Pada saat yg bersamaan m. Krikoaritenoid posterior akan menahan atau menarik kartilago aritenoid
ke belakang plika vokalis berkontraksi
Sebaliknya kontraksi m. Krikoaritenoid akan mendorong kartilago aritenoid ke depan plika fokalis
mengendur
Kontraksi dan relaksasi plika fokalis menentukan tinggi rendahnya nada
PROSES BERSUARA-4

Stadium respirasi: korda vokalis masing-masing ditarik ke lateral oleh muskulus golongan
abduktor diikuti aritenoid yang bergerak ke lateral sehingga rima glotis melebar.

Stadium fonasi: korda vokalis digerakkan ke medial oleh muskulus golongan adduktor secara
simetris bertemu di garis median diikuti aritenoid yang bergerak ke medial sehingga rima glotis
merapat
Suara terbentuk karena tiupan udara dari paru yan menggetarkan korda vokalis
SUARA PARAU

Istilah umum untuk setiap gangguan suara yang disebabkan kelainan pada organ-organ fonasi,
terutama laring, baik yang bersifat organik maupun fungsional.

Suara parau (disfonia) ini dapat berupa:


suara terdengar kasar (roughness)
suara lemah (hipofonia)
hilang suara (Afonia)
suara terdiri dari beberapa nada (diplofonia)
nyeri saat bersuara(odinofonia)