Anda di halaman 1dari 9

TERPENOID

PRIMA AGUSTI LUKIS

S1 KIMIA FAKULTAS SAINS


PENDAHULUAN

Terpenoid adalah kelompok senyawa metabolit


sekunder yang terbesar, dilihat dari jumlah senyawa
maupun variasi kerangka dasar strukturnya

Ditemukan melimpah dalam tumbuhan tingkat tinggi,


jamur, organisme laut dan serangga

Terpenoid di alam juga dijumpai dalam bentuk glikosida,


glikosil ester dan iridoid

Komponen utama penyusun minyak atsiri


Klasifikasi Terpenoid
Kelompok Terpenoid Jumlah atom C
Monoterpen 10
Seskuiterpen 15
Diterpen 20
Triterpen 30
Tetraterpen 40
Politerpen >40

Terpenoid tersusun atas karbon-karbon dengan jumlah


kelipatan 5
Sebagian besar mempunyai kerangka karbon yang
dibangun oleh 2 atau lebih unit C5 yang disebut unit isopren
Kaidah isopren : struktur
Ekor molekul terpenoid dibangun
Kepala
oleh dua atau lebih unit isopren
yang saling berikatan kepala-
Kerangka isopren ke-ekor dan merupakan ciri
khas senyawa terpenoid
sehingga dapat digunakan
sebagai hipotesis dalam
menentukan/menetapkan
struktur suatu senyawa
terpenoid
Perbedaan Biogenesis dan Biosintesis

Biogenesis adalah teori


Biosintesis : suatu proses
tentang asal usul
yang dikatalisis oleh enzim
kehidupan baru yaitu
yang terjadi dalam
sel-sel hidup yang
organisme hidup, dimana
telah ada sebelumnya
substrat diubah menjadi
maupun organisme
senyawa lain (produk) yang
biasanya memiliki struktur
yang lebih kompleks
Monoterpen
Terbentuk dari 2 unit isopren dan membentuk struktur siklik atau
rantai terbuka
Merupakan komponen utama minyak atsiri
Berbentuk cair, tidak berwarna, tidak larut dalam air, berbau harum
dan beberapa bersifat optis aktif, mudah mengalami reaksi
penataan ulang

2,6-dimetiloktan p-mentan
Iridoid
Segolongan monoterpen dengan struktur yang agak berbeda dikenal
dengan Iridoid
Senyawa ini sering dijumpai dalam bentuk glikosidanya, contoh :

O-D-glukosa HO CH3

O
O--D-glukosa

O
H3C
O O O
gentiopkirosida logain
Seskuiterpen
Berasal dari 3 unit isopren, terdapat sebagai komponen minyak atsiri
Disamping struktur asiklik, dikenal beberapa kerangka untuk senyawa
monosiklik, bisiklik dan trisiklik
Berdasarkan strukturnya, kebanyakan seskuiterpen bisiklik dapat
dipilah menjadi yang memiliki kerangka naftalen dan azulen

Kerangka Kerangka
naftalen azulen
jenis eudalen
jenis vetivazulen

jenis kadalen
jenis guaiazulen jenis zierazulen