Anda di halaman 1dari 16

UPAYA PENCEGAHAN & PENEGAKAN

HUKUM PUNGUTAN LIAR DISEKTOR


PELAYANAN KESEHATAN

Oleh:
AKBP MUH. ANWAR, R, SH.,S.ik

DIREKTORAT RESERSE KRIMNAL KHUSUS


OUTLINE PAPARAN :
Dasar Hukum
Pengertian Pungli
Situasi Lokal & Nasional
BENTUK PUNGLI
Layanan Kesehatan BPJS yg rawan Terjadi
Pungli
Faktor Penyebab
Peran Polri dalam Pencegahan dan Penegakan
Hukum
Data Trend penanganan Kasus Tipidkor T.A 2015
s/d 2017
Data Penanganan Pungli 2017
Penutup

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


Dasar Hukum :
Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 Tentang Kuhap

Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang


Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 Tentang


Penyelenggaraan Negera yang Bersih dan Bebas dari
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 Tentang


Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar

Instruksi Presiden No 10 Tahun 2016 Tentang Aksi


Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016
dan 2017

Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor :


G/638/B.III/HK/2016 tanggal 2 November 2016
Tentang Satgas Saber Pungli Prov. Lampung
DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG
Definisi Pungli

Adalah pengenaan biaya di tempat yang tidak


seharusnya biaya dikenakan atau dipungut,
sehingga dapat diartikan sebagai kegiatan
memungut biaya atau meminta uang secara
paksa oleh seseorang kepada pihak lain dan
hal tersebut merupakan sebuah praktek
kejahatan atau perbuatan pidana.

Di dalam UU Korupsi :
pegawai negeri atau penyelenggara negara
yang dengan maksud
menguntungkan diri sendiri atau orang lain
secara melawan hukum,
atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya
memaksa seseorang
memberikan sesuatu, membayar, atau
menerima pembayaran dengan
potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu
bagi dirinya sendiri;

Pasal 12 huruf e UU No 20 Tahun 2001

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


SITUASI NASIONAL & LOKAL TENTANG PUNGLI :
1. SITUASI NASIONAL
Masalah besar dalam penyelenggaraan Negara & Sistem Pemerintahan di
Indonesia adalah Pungli baik di Pusat dan Maupun Daerah, Pungli telah
merasuki seluruh Aspek Kehidupan Masyarakat, sehingga membawa bencana
terhadap Kehidupan Perekonomian Nasional & Kehidupan Berbangsa dan
bernegara pada umumnya serta pelanggaran terhadap hak hak sosial dan
hak ekonomi masyarakat & menghambat pembangunan nasional sehingga
hampir setiap hari berita dimedia cetak maupun elektronik selalu ada
pemberitaan mengenai Pungli.

2. SITUASI LOKAL

Fenomena Korupsi/Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi disektor publik merupakan


tindakan kriminal yang luar biasa tidak hanya dilingkup Nasional melainkan sudah
sampai ketingkat daerah, situasi ini menunjukkan bahwa pungli memang harus
dianggap sebagai kejahatan yang sangat berbahaya yang dampaknya sangat luas
yaitu menurunkan kualitas hidup masyarakat, Mempengaruhi tatanan sosial
masyarakat, Menurunkan Nilai demokrasi, melemahkan penegakkan hukum,
Ekonomi biaya Tinggi dan menghambat Pembangunan Lokal.
DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG
BEBERAPA BENTUK PUNGLI :

Segala pungutan dilakukan oleh oknum petugas dan atau calo dengan nilai lebih
dari yg ditetapkan pemerintah

Segala pungutan dilakukan oleh oknum petugas dan atau calo dengan maksud untuk
memperlancar dan atau mempercepat pengurusan administrasi /pelayanan thd publik.

Segala pungutan yang bersifat memaksa/wajib/suatu keharusan yang tidak ada dlm aturan
yg tlh ditetapkan oleh pemerintah.

Segala pungutan dilakukan oleh oknum petugas dengan maksud untuk membebaskan dan
atau meringankan sanksi dari suatu pelanggaran thd aturan dan atau ketentuan yg tlh
ditetapkan oleh pemerintah atau instansi yg berwenang.

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


LAYANAN KESEHATAN BPJS YG RENTAN TERJADI PUNGLI :

PENGURUSAN
KARTU BPJS
(TIDAK MAU
ANTRI MINTA
CEPAT DG
MEMBERI
UANG)

PEMILIHAN
FASKES
LAYANAN (PEMESANAN
PENGADAAN
BRG & JASA KESEHATAN KELAS
PENGOBATAN
BPJS & RUANGAN
RAWAT)

PEMBAYAR
AN IURAN
BPJS/PEMB
ELIAN OBAT

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


Faktor Penyebab :
Faktor
ekonomi.
Penghasilan Faktor kultural
Penyalahgu
yang bisa & Budaya
naan Faktor
dikatakan Organisasi.
wewenang. mental.
tidak Budaya yang
Jabatan Karakter
mencukupi terbentuk di
atau atau
kebutuhan suatu lembaga
kewenangan kelakuan Lemahnya
hidup tidak yang berjalan Terbatasnya
seseorang dari pada sistem
sebanding terus menerus sumber
dapat seseorang kontrol dan
dengan terhadap daya
melakukan dalam pengawasan
tugas/jabata pungutan liar manusia.
pelanggaran bertindak oleh atasan.
n yang dan penyuapan
disiplin oleh dan
diemban dapat
oknum yang mengontrol
membuat menyebabkan
melakukan dirinya
seseorang pungutan liar
pungutan sendiri.
terdorong sebagai hal
liar
untuk biasa.
melakukan
pungli
DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG
Peran Polri dalam Pencegahan dan
Pemberantasan Pungli :

Melakukan Sosialisasi Pembangunan


DIBENTUKNYA TIM SABER dilingkungan Pelayanan dengan Meningkatkan SPI
PUNGLI Pemerintahan, masyarakat Sistem Informasi dan Waskat
dan sekolah Online

Untuk Meningkatkan kepatuhan


Untuk melakukan terhadap peraturan per- Sistem kontrol
undangungan yang berlaku guna Menghindari
pencegahan dan memastikan bahwa pelaksanaan Percaloan dan pengawasan
pelayanan publik disemua sektor
penindakan hukum bebas dari Pungli
oleh atasan.

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


Pencegahan

PENGELOLAAN INFORMASI DAN DUMAS


SOSIALISASI MENGENAI BAHAYA PUNGLI DAN DAMPAKNYA
SINERGITAS & KERJASAMA PEMEBERANTASAN TIPIKOR ANTAR APH
(APARAT PENEGAK HUKUM) KEJAKSAAN & KPK SERTA STAKEHOLDER
TERKAIT.

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


Lanjutan

Penegakan Hukum

Kewenangan Polri dalam kontek penegakan hukum diatur secara tegas pasal 1 angka 1 bahwa penyidik adalah
pejabat polri atau pegawai negeri khusus yang diberi wewenang khusus oleh undang undang . Wewenang
Khusus dimaksud adalah kewenangan melakukan penyidikan seperti yang diatur dalam pasal 1 angka 2 bahwa
yang dimaksud dengan penyidikan yakni serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur
UU No. 8 TH 1981 dalam undang undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang
TTG KUHAP tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

Selain didalam KUHP, Fungsi, Tugas dan wewenang Polri dalam Penyidikan Tindak Pidana (termasuk tindak pidana
korupsi/Pungli) juga diatur dalam pasal 2, 13 huruf b yang menyebutkan bahwa salah satu tugas pokok polri
adalah sebagai penegak hukum, dan terkait tugas pokok dan fungsi polri dirinci lagi dalam pasal 14 dan pasal 16
khususnya tentang tugas dan wewenang polri dalam menegakkan hukum seperti tersebut dibawah ini : Pasal 14
(1) huruf g disebutkan bahwa Polri bertugas : melakukan penyelidikan dan Penyidikan semua tindak pidana sesuai
UU NO. 2 Tahun
2002 TTG POLRI dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang undangan lainnya.
Pasal 16 termasuk didalamnya tindak pidana korupsi.

Pasal 26 Penyidik, Penuntutan dan pemeriksaan disidang pengadilan terhadap tindak


UU NO. 31 TH 1999 pidana korupsi, dilakukan berdasarkan hukum acara pidana yang berlaku, kecuali
JO UU NO. 20 TH
2001 TTG
ditentukan lain dalam undang undang ini.
PEMBERANTASAN
TPK

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


Lanjutan

Pencegahan & Penegakan Hukum

Merupakan beberapa paket kebijakan pemerintah dg inti kebijakan sbb :


Percepatan pembangunan dg mengefektfkn proses penyerapan & mendorong
inovasi kreatif lembaga pemerintah untuk melakukan peningkatan layanan publik
Pepres Nomor 7 TAHUN Memberdayakan penegak hukum guna melakukan penegakan hukum terpadu
2012 TTG AKSI sebagai salah satu sarana percepatan pembangunan nasional, pembangunan
PENCEGAHAN &
PEMBERANTASAN Serta melakukan reformasi hukum
KORUPSI

Merupakan kebijakan pemerintah yang dilatar belakangi bahwa praktik pungutan


liar (PUNGLI) telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara, shg pemerintah memandang perlu upaya pemberanntasan secara
tegas, terpadu, efektif , efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.
PEPRES No 87 Th 2016 TTG Tugas Pokoknya adalah melaksanakan pemberantasan pungli secara efektif dan
SATUAN TUGAS SBER efisien dgn mengoptimalkan pemanfaatan personil, satuan kerja, dan sarana
PUNGLI prasarana, baik yang berada dikementrian/lembaga maupun pemerintah daerah.

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


TREND PENANGANAN TP KORUPSI PER KASUS
DITRESKRIMSUS DAN JAJARAN POLDA LAMPUNG

4 KSS

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG


DATA SABER PUNGLI POLDA LAMPUNG & JAJARAN
NO INSTANSI TERSANGKA KETERANGAN
1 Kepala Desa Gedung 1 org Pungli dalam
Harapan kepengurusan AJB
Tanah
2 Pegawai KSOP 1 org Pungli dalam kegiatan
Panjang bongka muat barang
berbahaya
3 Pegawai BPN Kab. 2 org Pungli dalam
Tanggamus kepengurusan
pembuatan sertifikat
tanah
4 Imigrasi 1 org Pungli dalam
pembuatan pasport
5 Kepala Dinas 2 Org Pungli Pemotongan
Kesehatan Kab. Lamtim dana JKN
& Staf
6 Pegawai BPN Kab. 1 Org Pungli dalam
Tulang Bawang kepengurusan Balik
Nama Surat Tanah
3
DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG
Penutup

TRANSPARANSI ADALAH SALAH SATU KUNCI

PENCEGAHAN KORUPSI

GAKKUM DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI

TIDAK MUNGKIN HANYA DILAKUKAN OLEH

POLRI ATAU PENEGAK HUKUM SEMATA.

PERLU KOMITMEN DAN KONTRIBUSI POSITIF

SEMUA PIHAK SESUAI KAPASITASNYA

Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus


DITRESKRIMSUS Polda
POLDA LAMPUNG
Terimakasih

DITRESKRIMSUS POLDA LAMPUNG