Anda di halaman 1dari 26

KEWIRAUSAHAAN

WIRAUSAHA YANG TANGGUH

Oleh
Ismanto
Fakultas MIPA UNPAK
Menjadi Wirausaha yang
Tangguh
1. Pribadi wirausaha 7. Menyesuaikan
2. Disiplin diri keadaan pasar
3. Berfikir wirausaha 8. Penghematan menuju
4. Menciptakan ide sukses
5. Pelaksanaan atau 9. Abdi bagi cita-cita
implementasi 10. Mutiara wirausaha
6. Melihat jauh ke
depan
Pribadi Wirausaha
Bentuk usaha

Suatu usaha berdiri di kaki sendiri

Wirausaha
Usaha mencapai cita-cita dengan modal
kesanggupan dan kreatifias pribadi

Usaha menolong diri sendiri keluar dari


kesulitan pribadi

Bertekad dengan segala kemampuan dan


kepercayaan pada diri sendiri untuk
SUKSES
Pribadi Wirausaha
1. Menentukan sikap; dalam hidup ini usia
selepas remaja harus dapat menentukan sikap,
terutama sikap hidup dapat dilihat dari tanggung
jawab pribadinya dan cara berfikir seseorang
bagi yang sadar ia berkarya untuk cita-citanya.
2. Berani menghadapi resiko, Setiap perjuangan
pasti menghadapi resiko, makin besar
keuntungan makin besar resiko yang dihadapi.
Lanjutan
3. Mencoba mencari pengalaman,
setiap orang harus belajar dari
pengalamannya. Oleh karenanya mencari
pengalaman adalah merupakan suatu hal
yang penting dialami oleh semua orang,
tetapi tidak semua orang mau belajar dari
pengalaman, baik pengalaman dirinya sendiri
maupun pengalaman dari orang lain.
4. Mental yang tangguh, membutuhkan
mental yang tangguh dan membaja untuk
menuju sukses, karena banyak hambatan dan
rintangan menuju ke sana seperti 5 M (Main,
Minum, Maling, Madon dan Madat).
Lanjutan
5. Berkemauan keras, sebagai api nan
tak kunjung padam, dengan semangat
yang menyala dan kemauan keras
dengan memiliki prinsip itulah permulaan
yang baik untuk berwirausaha.
Kemauan yang keras dan dedikasi
tinggi pada cita-citanya, itu akan
menjadikan ia seseorang yang ulet,
tabah, tekun berwibawa dan mendorong
cepat mencapai tujuan dengan sukses.
DISIPLIN DIRI
Kita selalu lupa terhadap disiplin diri
Disiplin sama artinya memanfaatkan diri kita
sesuai dengan penggunaan waktu untuk
mencapai cita-cita. Hal ini tidak ada yang
menyuruhnya tapi kita harus tunduk dan sadar
pentingnya disiplin.
Mengenal diri sendiri, kita harus mengenal
pada diri kita : sikapnya, cara berfikirnya,
kesanggupan dirinya, dan bakat yang
terkandung dalam dirinya.
Lanjutan

Mendasari program kehidupan, setiap diri


manusia sengaja atau tidak disengaja memiliki
program dalam hidupnya sejak usia remaja,
matang pada saat dewasa. Untuk
keberhasilannya tergantung orang itu.
Menghilangkan perintang, untuk
mendisiplinkan diri banyak rintangannya antara
lain : dari dalam (malas, rasa rendah diri, hilang
semangat, pemalu, sombong) dan dari luar
(salah pergaulan, tidak senang belajar dan
tidak melihat situasi)
Lanjutan
Hemat dan cermat, boros royal atau
tidak dapat mengendalikan diri, adalah
suatu permulaan seseorang akan jauh dari
jangkauan cita-citanya. Untuk terjun ke
dunia usaha harus mengerti menghemat.
Menghemat bukan berarti pelit. Yang
dihemat: Uang, waktu, energi dan
pemikiran.
Lanjutan
Menerima Saran, janganlah seseorang itu
menutup pintu demi pemikiran orang lain. Ingat
hal-hal yang penting:
- lebih baik hasil berfikir beberapa kepala
daripada satu kepala.
- berfikir sebelum berbuat.
- berfikir jangan menunggu saran dari
orang lain.
- hanya saran yang baik yang kita ambil.
Bijaksana
Sebelum memutuskan sesuatu keputusan
pikirlah keputusan itu 2-3 kali secara masak,
sebab dan akibat dampak dari keputusan itu.
Bijaksana adalah berlaku jelas dan adil.
Mengapa harus bijaksana?
karena kita bermasyarakat, dengan orang lainlah
kita berdampingan untuk menuju sukses
mencapai cita-cita.
Bijaksana merupakan payung pelindung bagi
dirinya, usahanya dan orang-orang yang berlin-
dung dibawahnya.
Wibawa dan Jujur
Mengapa orang segan pada seseorang? Karena
ia berwibawa.
Jika segan karena takut, maka orang itu selalu
bertindak sewenang-wenang. Tetapi segan
karena rasa hormat, maka orang itu bijaksana,
berhati mulia dan dari vigur itu terpantul
wibawa.
Kejujuran, adalah modal utama dimana orang-
orang akan berhubungan dalam dunia
berwirausaha yang dijalankannya.
Dalam wirausaha, Nilai dari wibawa dan
kejujuran 75, dan Kreatifitas 25
Menciptakan Ide
Apakah seseorang itu begitu saja bekerja?
Pertanyaan ini harus segera dijawab. Jika ia
ingin terjun ke wirausaha ia harus memiliki dan
menciptakan ide. Hanya orang yang pekerja
kasar yang tidak bisa menciptakan ide.
1. Ide yang konstruktif
Pikiran cemerlang menyebabkan timbulnya
ide-ide konstruktif, ini di dorong oleh niat,
keyakinan, rajin dan giat berusaha
dengan tidak mengenal putus asa.
2. Berfikir Jelas
Berwirausaha menghendaki berfikir yang
jelas, artinya gambaran di benaknya gamblang.
Dapat :
Dibayangkan (keberhasilannya)
Diperhitungkan( keruwetan, kerugian dan
keuntungannya)
Digambarkan (kegiatan pelaksanaannya)
Mudah dimengerti, setiap orang dapat
melaksanakan tugas asal ia mengerti. Jika pekerjaan
sulit, maka pahamilah dengan sungguh-sungguh
sampai mengerti benar sehingga ;mudah dicairkan
kesulitannya itu.
Pelaksanaan
Ide tanpa pelaksanaan adalah merupakan
khayalan. Seorang wirausaha tidak menghayal
terus, tetapi harus dilaksanakan.
1. Program, untuk mulai melaksanakan usaha
harus mempunyai program yang jelas.
Programnya jangka pendek dan jangka panjang.
Ide Rencana Pelaksanaan Kontrol
Program -------- Dituangkan dlm catatan.
Diteliti dan dikaji kesulitan dan
kelebihannya.
Di jalankan sesuai prog. dgn cara
teratur , teliti dan tekun .
Lanjutan
2. Cepat dan cermat, kecepatan berfikir,
bertindak dan cermat dalam menyusun
masalah adalah tindakan yang tepat.
Tepat bertindak adalah salah satu segi
keberhasilan suatu pekerjaan.
3. Janji, dalam melaksanakan sesuatu bidang
berhati-hatilah dengan janji. Janji adalah
modal selain kepercayaan. Tepatilah
janji. Ingkar janji akan menghilangkan
75 % kesempatan berhasilnya
wirausaha.
Melihat Jauh ke Depan
Ada yang menyatakan bergerak dalam
wirausaha sama dengan meramal, harus tahu
situasi dan kondisi, maksudnya meng-estimate
atau berfikir serta evaluasi keadaan ke masa
mendatang.
Mempelajari keadaan, sesuatu keadaan harus
telah diketahui sebelum seseorang itu memulai
usahanya. Jenis usaha, arah segmentasi
pasarnya, dan daerah yang dituju. Janganlah
berwirausaha itu berpandangan suram atau
gelap.
lanjutan
Istimate, atau perkiraan kerja. Bagaimana
kerja dilakukan? Berapa jumlah yang harus
dihasilkan? Kemana barang di jual? Ini semua
harus diperhitungkan.
Jangkauan Pemasaran. Barang tidak hanya di
buat, tetapi harus bisa dipasarkan secara efektif
dan terjangkau.
Kemampuan bertahap. Sesuaikanlah usaha
dengan kemampuan, mulailah dari
bawah/sedikit dan terus dikembangkan sampai
menjadi besar/ maju.
MENYESUAIKAN
KEHENDAK PASAR
Pasar, adalah tempat kumpulnya orang
untuk menjual dan memberi barang. Maka
haruslah dipahami permasalahannya.
1. Kehidupan Pasar, pasar bisa diketahui
minus atau surplus, tergantung pada
tingkat ekonomi masyarakat pengunjung
pasar. Musim panen dan musim penceklik
akan membedakan situasi pasar.
2. Barang dan Pasar, pasar di dalamnya
terdapat lalu lintas barang. Maka
ketersediaannya barang akan menentukan
hidupnya pasar.
lanjutan
Pelayanan pasar, ingat langganan adalah
raja, hal ini berlaku dalam dunia usaha.
Layanilah konsumen dengan ikhlas, tulus, dan
kekeluargaan.
Strategi menghadapi pasar, pahamilah dan
kuasailah pasar.
Produksilah dengan barang yang bermutu
Stok barang harus cukup
Langganan toko di pasar harus tertib
dikunjungi
Harga yang menarik
Lakukan promosi penjualan untuk
meningkatkan pemasaran
Penghematan Menuju Sukses
Hemat pasti kaya, itu adalah motto kita.
Hemat bukan berarti kikir, dalam berwirausaha
harus hati-hati dalam penghematan keuangan.
Ingat kepentingan yang utama didahulukan, dan
yang tidak penting di abaikan.
Penghitungan Anggaran,
Setiap wirausaha harus memiliki catatan dan
perhitungan anggaran.
Dapat diketahui ukuran, kekuatan dan kemampuan
anggaran.
Dapat diketahui pula keuntungan dari modal.
Lanjutan
Mengekang Diri
Harus membatasi diri dalam hal yang di luar
urgensi.
Menjaga keseimbangan antara pribadi dan
usaha.
Harus mengingat dalam kesuksesan banyak
godaan dan rintangan.
Berbudi luhur, harus bersifat budi luhur.
Semangat, harus ditumbuhkan terus, sehingga
membakar kemauan untuk maju dalam usaha.
Mutiara wirausaha
Benang emas dari kehidupan adalah ketabahan.
Harta emas yang tak ternilai harganya adalah
harga diri
Kesempatan emas dalam kehidupan adalah
bekerja dan berjuang
Sinar emas gilang gemilang adalah kecerdasan
Kekuatan yang tersembunyi ialah citacita
Tujuan emas yang tidak ternilai ialah pendirian
yang tetap
Bukit emas yang menjulang ialah mengurus diri
sendiri
Lanjutan
Penderitaan membawa kesadaran
Pengalaman menciptakan pengetahuan
Penyelidikan menciptakan ilmu
Cita-cita menciptakan sukses
Ketabahan adalah sifat yang agung, dengan
ketabahan segalanya bisa menjadi mungkin.
Seorang yang merdeka tidak mempunyai rasa
takut, malahan ia bebas mengejar cita-cita.
Pandailah bersenyum kalau ingin berdagang.
Yang tua kita hormati dan yang muda kita
sayangi.
Ide yang jitu adalah keberanian mengambil
resiko.
Lanjutan
Selama masih ada kehidupan, selama itu pula ada
harapan.
Menit ini calon pembeli mengatakan tidak, tetapi
satu jam kemudian mungkin mereka
mengatakan Ya.
Disiplin dan tekad, adalah 2 modal yang hanya
dimiliki orang yang ingin berhasil.
Nama yang termansyur tidaklah dapat hinggap
di atas kepala seorang pemalas, demikian juga
orang-orang berhasil, sebab selalu mempelajari
kegagalan-kegagalan.
Jangan ragu-ragu dalam melakukan segala hal,
sebab keraguan akan menimbulkan kerugian.