Anda di halaman 1dari 41

MEKANIKA FLUIDA

STATIKA FLUIDA
I Putu Andhi Indira Kusuma, ST, MS
STATIKA FLUIDA
Fluida dikatakan statis, jika fluida tersebut diam ( v = 0 ) atau
bergerak dengan kecepatan tetap ( a = 0 ). Pada fluida yang
diam, tidak terjadi tegangan geser (t) di antara partikel
partikelnya, dan untuk zat cair akan mempunyai permukaan
horisontal dan tekanan yang tetap. Apabila suatu benda
berada di dalam zat cair yang diam, maka akan mengalami
gaya yang diakibatkan oleh tekanan zat cair. Tekanan
tersebut bekerja tegak lurus terhadap permukaan benda.
TEKANAN
Tekanan didefinisikan sebagai jumlah gaya ( F ) tiap satuan
luas ( A). Apabila gaya terdistribusi
2
secara merata pada
= ( p ) didefinisikan sebagai
suatu luasan, maka tekanan
berikut:

P=F x A = P=F/A
Dimana :
p = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas (m2)
HUKUM PASCAL
Hukum Pascal (1623-1662) menyatakan bahwa di dalam zat
cair yang diam, tidak terjadi tegangan geser (t = 0 ) dan
tekanan ( p ) pada suatu titik di dalam zat cair tersebut
adalah sama besar ke segala arah (isotropic). Tekanan ini
dinamakan tekanan hidrostatik (hydrostatic pressure).
Berdasarkan hukum Pascal, maka berlaku:
P1=P2=P3=P4=P1=P2=P3=P4
Pembuktian hukum Pascal dapat dilakukan dengan cara
memandang suatu elemen zat cair berbentuk prisma segitiga
sangat kecil sebagai berikut
Tekanan di sebuah titik
pada fluida yang diam atau
bergerak tidak tergantung
pada arahnya sepanjang
tidak terdapat tegangan-
tegangan geser
PERSAMAAN DASAR MEDAN TEKANAN
Tekanan dapat berubah melewati sebuah partikel fluida.
Bagaimana tekanan dalam fluida yang di dalamnya tidak
terdapat tegangan geser berubah dari titik ke titik?

Terdapat dua jenijs


gaya yang bekerja
pada elemen ini :
1. Gaya permukaan
karena tekanan

2. Gaya badan yang


sama dengan berat
elemen tersebut
Body Force on Element

No shear
stresses, the
only surface
force is the m V
pressure force.


FB gm gV

8 FBk xyzk
Surface Forces 1/3
The pressure at the left face
p p dy p dy
p L p y L y p p
y y 2 y 2
The pressure at the right face
p p dy p dy
p R p y R y p p
y y 2 y 2
The pressure force in y direction
p dy p dy p
Fy p xz p xz xyz
y 2 y 2 y
Surface Forces 2/3
The pressure force in x direction
p dx p dx p
Fx p yz p yz xyz
x 2 x 2 x

The pressure force in z direction


p dz p dz p
Fz p xy p xy xyz
z 2 z 2 z
Surface Forces 3/3
The net surface forces acting on the
element
p p p
Fs FX i FY j FZ k i j k xyz
x y z
( ) ( ) ( )
( ) i j k
x y z
p p p
grad p p i j k
x y z
Fs grad p(xyz) pxyz
General Equation of Motion

F FS FB ( p g)xyz

( p g)dV

pxyz xyzk axyz
The general equation of motion for a fluid
in which there are no shearing stresses

p k a
PENGUKURAN TEKANAN
Tekanan dapat dimaksudkan sebagai tekanan mutlak (absolute pressure)
atau tekanan pengukuran (gage pressure).
Tekanan mutlak di ukur relatif terhadap suatu keadaan hampa sempurna
(tekanan nol mutlak).
Tekanan pengukuran diukur relatif terhadap tekanan atmosfer setempat.
Tekanan mutlak selalu positif, tetapi tekanan pengukuran dapat positif
maupun negaif. Bergantung apakah tekanan tersebut diatas tekanan
atmosfer (Bernilai positif) atau di bawah tekanan atmosfer (Bernilai negatif)
Sebuah tekanan pengukuran negatif juga disebut sebagai tekanan hisap
atau hampa.
Pengukuran tekanan atmosfer biasanya di lakukan dengan
sebuah barometer air raksa

Dimana :
= Berat Jenis Air Raksa
CONTOH SOAL
Sebuah danau pegunungan memiliki temperatur rata-rata
10C dan kedalaman maksimum 40m. Untuk suatu tekanan
barometer 598 mm Hg. Tentukanlah tekanan mutlak (Dalam
Pascal) pada bagian terdalam danau tersebut.
CONTOH SOAL

Dimana :
Air= 9,804 kN/m3
tetrachloride= 15,6 kN/m3
Mercury= 133 kN/m3
MANOMETRI
Manometer menggunakan kolom-kolom cairan tegak atau
miring untuk mengukur tekanan.
Barometer air raksa adalah suatu contoh manometer, namun
terdapat beberapa konfigurasi lain tergantung pada
penerapan tertentu;
Tiga jenis manometer yang umum adalah
- Tabung piezometer
- Manometer tabung U
- Manometer tabung miring
Tabung Piezometer
Manometer Tabung-U
Manometer Tabung Miring

Jenis manometer ini dapat


digunakan untuk mengukur
perbedaan tekanan yang
kecil dan akurat
CONTOH SOAL

Dimana :
Air= 9,804 kN/m3
SAE 30 = 8,95 kN/m3
Glycerin= 12,4 kN/m3
Mercury= 133 kN/m3
PA=0
MEKANIKA FLUIDA
Gaya Hidrostatik,Prisma Tekanan, Gaya Apung
I Putu Andhi Indira Kusuma, ST, MS
GAYA HIDROSTATIK PADA SEBUAH PERMUKAAN BIDANG

Ketika sebuah permukaan tenggelam dalam sebuah fluida,


gaya-gaya akan bekerja pada permukaan karena fluida
tersebut.
Penentuan gaya-gaya adalah hal yang sangat penting dalam
perancangan tangki-tangki penyimpanan, kapal laut, bendungan
dan struktur hidrolik lainnya.
Dalam menentukan gaya resultan yang bekerja pada sebuah
bidang pengaruh dari tekanan atmosfer seringkalai saling
meniadakan.
Gaya resultan dari fluida statis pada permukaan sebuah bidang
adalah akibat dari distribusi tekanan hidrostatik pada
permukaan tersebut.
LATIHAN
PRISMA TEKANAN
Prisma tekanan adalah penggambaran geometris dari gaya
hidrostatik pada permukaan bidang.
Misalkan kita mengkaji suatu distribusi tekanan disepanjang
dinding vertikal dari sebuah tangki yang lebarnya b yang
berisi fluida dengan berat jenis . Karena tekanan berubah
secara linear terhadap kedalaman, kita dapat
menggambarkan perubahan tersebut seperti yang
ditunjukkan pada gambar berikut. Di mana tekanan sama
dengan nol di permukaan atas dan sama dengan h di
bagian dasarnya.
Dari diagram jelas terlihat bahwa tekanan rata-rata terjadi pada kedalaman
h/2 dan karena itu gaya resultan yang bekerja pada bidang segiempat A=bh
adalah :

Gaya resultan harus melauli pusat massa dari prisma tekanan.


Untuk volume yang ditinjau, pusat massa tersebut terletak di sepanjang
sumbu simetri tegak dari permukaan dan pada jarak h/3 di atas bidang
dasar (Karena pusat massa sebuah segitiga terletak pada ketinggian h/3 di
atas alasnya).
Hydrostatic Force: Vertical Wall
O
By inspection, the average pressure
yR = 2/3h
occurs at h/2, pav = h/2

The resultant force act through the center of


pressure, CP:
bh 3 h
y-coordinate: I xc
1
bh 3 yR
12 bh 2
12 h
h 2
yc
2 h h 2
A bh yR h
6 2 3
GAYA APUNG, MENGAPUNG, DAN KESTABILAN
Gaya fluida resultan yang bekerja pada sebuah benda yang
seluruhnya terendam atau mengapung dalam fluida disebut
gaya apung.
Sebuah gaya netto ke arah atas terjadi karena tekanan
meningkat dengan kedalaman dan gaya-gaya tekan yang
bekerja dari bawah lebih besar daripada gaya-gaya yang
bekerja dari atas.
Gaya-gaya F1,F2,F3,F4
adalah gaya-gaya yang
bekerja pada permukaan
bidang dari kotak (Gaya dari
arah-x tidak diperlihatkan
utk kemudahan). W adalah
berat dari volume fluida
yang diarsir (Kotak dikurangi
benda), FB adalah gaya
yang diberikan oleh benda
pada fluida. Gaya F3 dan F4
sama besar dan saling
menghilangkan. Maka
persamaannya adalah :
Dimana adalah berat jenis
fluida, V adalah volume
benda.

FB gV
HUKUM ARCHIMEDES
Menyatakan bahwa gaya apung memiliki besar yang sama
dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda dan
mengarah vertikal ke atas.
CONTOH SOAL