Anda di halaman 1dari 23

PERUMASAN MASALAH PENELITIAN

(Pertemuan Ke-4)
1. Pengertian Masalah Penelitian
2. Identifikasi Masalah penelitian
3. Sumber-Sumber Masalah Penelitian.
4. Karakteristik Masalah Penelitian
5. Cara Merumuskan Masalah Penelitian
Oleh
Dr. AZHAR, S.PD., MT
NIP. 19680101 199402 1 006
1
Pengertian Masalah Penelitian

Masalah ?

Semua kita apakah punya masalah?


Apa Gunanya kita merumuskan masalah
penelitian?

Tiap kerja meneliti harus mempunyai masalah


penelitian untuk dipecahkan

2
1. Penyebab Timbulnya masalah?

Adanya tantangan
Adanya kesangsian ataupun
kebingungan
Adanya halangan dan rintangan
Adanya celah (gap) baik antar
kegiatan ataupun antar fenomena
3
Menurut Kerlinger (2004) masalah penelitian
secara umum dapat diartikan sebagi suatu
kesenjangan (gap) antara yang seharusnya
dengan apa yang terjadi tentang sesuatu hal,
atau antara kenyataan yang ada atau terjadi
dengan yang seharusnya ada atau terjadi serta
antara harapan dan kenyataan.
Tujuan dari Pemilihan dan Perumusan
masalah (Nasir, 2005)
1. Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan
akademis seseorang,
2. Memuaskan perhatian serta keingintahuan
seseorang akan hal-hal yang baru
3. Meletakkan dasar untuk memecahkan
beberapa penemuan penelitian sebelumnya
ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya;
4. Memenuhi keingnan sosial;
5
5. Menyediakan sesuatu yang bermanfaat.
Tujuan dari Pemilihan dan Perumusan
masalah?
1. Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan
akademis seseorang,
2. Memuaskan perhatian serta keingintahuan
seseorang akan hal-hal yang baru
3. Meletakkan dasar untuk memecahkan
beberapa penemuan penelitian sebelumnya
ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya;
4. Memenuhi keingnan sosial;
6
5. Menyediakan sesuatu yang bermanfaat.
2. Identifikasi Masalah Penelitian

Masalah-masalah dalam penelitian itu


banyak ditemukan disekelingi
peneliti .
Sebelum seorang peneliti dapat
merumuskan suatu masalah untuk
penelitiannya, maka ia lebih
dahulu harus mengidentifikasikan
dan memilih masalah itu.
7
3. Sumber-Sumber Masalah Penelitian
1. Pengamatan terhadap kegiatan manusia
2. Pengamatan terhadap kegiatan manusia
3. Bacaan
4. Ulangan serta perluasan penelitian.
5. Cabang Studi yang sedang Dikembangkan
6. catatan dan pengalaman pribadi
7. Praktek serta keinginan Masyarakat
8. Bidang Spesialisasi
9. Pelajaran yang sedang diikuti
10. Diskusi-diskusi Ilmiah
11. Perasaan Intuisi (Nasir, 2005,116-117) 8
4. Karakteristik Masalah Penelitian

Menurut Nasir (2005: 112-116) Ciri-ciri dari masalah


yang baik adalah sebagai berikkut :
1. Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai
penelitian.
2. Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas
(dapat dipecahkan)
3. Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi si
peneliti.

9
Masalah harus Ada Nilai Pendidikan
mempunyai kegunaan tertentu serta dapat
digunakan untuk suatu keperluan, maka
masalah akan mempunyai nilai penelitian jika
diperhatikan.
Masalah haruslah mempunyai keaslian
Masalah harus menyatakan suatu hubungan
Masalah harus merupakan hal yang penting.
Masalah harus dapat diuji.
Masalah harus dinyatakan dalam bentuk
pertanyaan.
10
Masalah yang dipilih harus mempunyai
fisibilitas
Masalah itu dapat dipecahkan, Ini berarti ;
Data serta metode untuk memecahkan masalah
harus tersedia
Biaya untuk memecahkan masalah secara relatif
harus dalam batas-batas kemampuan
Waktu untuk memecahkan masalah harus wajar.
Biaya dan hasil harus seimbang.
Administrasi dan sponsor harus kuat
Tidak bertentangan dengan hukum dan adat

11
Masalah yang diteliti harus Sesuai
dengan Kualifikasi Peneliti
Masalah penelitian selain harus mempunyai nilai
ilmiah serta fisibel, juga harus sesuai dengan
kualifikasi si peneliti, dalam hal ini masalah
yang dipilih harus sekurang-kurangnya ;
Menarik bagi peneliti
Cocok dengan kualifikasi peneliti

12
Latar Belakang Masalah

1. Alasan Pemilihan Masalah Penelitian


2. Mengemukakan apa-apa yang sudah diketahui
(Fakta) tentang Topik Penelitian dan apa yang
belum serta ingin diketahui
3. Teori atau konsep yang perlu untuk
pemecahannya
4. Kondisi nyata yang dihadapi
5. Orang atau lembaga yang terlibat didalamnya

13
Batasan Masalah

1. Membatasi aspek yang akan dibahas/diteliti


2. Menyebutkan teori, konsep, pendekatan yang
akan digunakan dalam pembahasan
selanjutnay

14
1. Membatasi aspek yang akan dibahas/diteliti
2. Menyebutkan teori, konsep, pendekatan yang
akan digunakan dalam pembahasan
selanjutnay

15
5. Cara Merumuskan Masalah
Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi
perumusan hipotesa nantinya, dan dari rumusan
masalah dpt menghasilkan topik penelitian/judul
penelitian. Umumnya rumusan masalah harus
dilakukan dengan kondisi berikut :
1. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
2. Rumusan hendaklah jelas, dan padat.
3. Berisi implikasi adanya data untuk memecahkan
masalah.
4. Harus menjadi dasar bagi judul penelitian
16
5. Hendaklah memuat variabel yang hendak diteliti.
5. Cara Merumuskan Masalah
Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan
hipotesa nantinya, dan dari rumusan masalah dpt
menghasilkan topik penelitian/judul penelitian. Umumnya
rumusan masalah harus dilakukan dengan kondisi berikut :
1. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
2. Rumusan hendaklah jelas, dan padat.
3. Berisi implikasi adanya data untuk memecahkan
masalah.
4. Merupakan dasar dalam membuat hipotesis
5. Harus menjadi dasar bagi judul penelitian
6. Hendaklah memuat variabel yang hendak diteliti.
17
5. Bentuk Rumusan Masalah
Rumusan Masalah bisa dikembangkan dalam tiga model
perumusan, yakni:
1. Deskriptif,
2. Komparatif dan
3. Asosiatif :

18
Rumusan Masalah Deskriptif
Untuk penelitian dengan variabel tunggal, atau
variabel ganda tapi tidak saling berhubungan satu
sama lain, dan juga digunakan untuk penelitian
kualitatif. Rumusan masalah dalam penelitian
kualitatif bisa dikembangkan dalam bentuk
pernyataan, yang diikuti kemudian dengan
pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Contoh rumusan masalah deskriptif dalam bentuk
pertanyaan: Seberapa tingggi produktifitas kerja
guru di MTs X ?.
19
Rumusan Masalah Komporatif
Rumusan Masalah Komparatif (hanya untuk
kuantitatif):
Contoh :
Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar antara
mahasiswa berasrama dengan yang tidak berasrama ?
Apakah guru laki-laki memiliki produktifitas yang lebih
tinggi daripada guru perempuan ?

20
Rumusan Masalah Asosiatif
Bentuk rumusan masalah asosiatif ada tiga, yakni a.
a.asosiatif simetris,
b. asosiatif kausal dan
c.asosiatif resiprocal.

a.Hubungan simetris adalah hubungan kebetulan


terjadi bersamaan.
Contoh :Apakah tinggi badan guru berhubungan
positif dengan hasil belajar siswa ?
21
Rumusan Masalah Asosiatif
b. Hubungan kausalitas, yakni hubungan sebab akibat.
Contoh :Apakah perhatian orang tua berhubungan
posistif dengan prestasi siswa?

c. Hubungan resiprocal adalah hubungan timbal


balik, seperti:
Contoh :Apakah tingkat pendidikan berhubungan
positif dengan penghasilan seseorang.

22
Terima kasih