Anda di halaman 1dari 8

BUDIDAYA RUMPUT

LAUT
(EUCHEMA SP.)
Oleh
Irvan Nanda F. 26010214190108
Dzulfiqar R. K. 26010214130063
Annisa Meilinar Kinanti 26010215120014
BUDIDAYA RUMPUT LAUT

Eucheuma sp. merupakan rumput laut yang telah


dibudidayakan di Indonesia. Rumput laut ini dimanfaatkan
sebagai bahan baku pembuatan tepung agar-agar,
keraginan dan alginat.

KELEBIHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT


1) Tidak memelukan modal yang tinggi,
2) Teknologi budidaya yang diterapkan adalah teknologi sederhana
sehingga mudah diadopsi oleh masyarakat kecil,
3) Efisien dalam pemanfaatan waktu,
4) Siklus budidaya singkat, pembudidaya bisa mendapatkan hasil panen
dalam waktu 45 hari,
5) Budidaya rumput laut dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk para ibu
rumah tangga.
SISTEM WADAH BUDIDAYA

Pemilihan Lokasi
1.Dasar perairan berupa pasir dan batu (bukan Terumbu Karang)
2.Terlindung dari ombak kuat
3.Kesesuaian lokasi
4.Kecerahan (5m) dan Salinitas

Parameter kualitas air optimal


No Parameter Rentang
1 Suhu 26-32
2 Salinitas 27-34
3 pH 7-8,5
4 Nitrat 1-3
5 Phospat 0,01-0,021
SISTEM WADAH BUDIDAYA

Metode Long Line

tali jangkar 3 kali


kedalaman

Ikatkan tali PE diameter 2 mm atau tali rapiah untuk pengikat bibit (tali coban)
pada tali bentangan dengan jarak antar pengikat bibit 20 cm
SISTEM WADAH BUDIDAYA

Peralata
n

Cara pengikatan Rumput Laut


PERAWATAN RUMPUT LAUT

Lakukan pengontrolan rumput laut 2 -3 kali/hari selama


seminggu sejak dilakukan penanaman terutama pada saat
gelombang besar.
Periksa bibit, jika ada yang patah/hilang, segera ganti
dengan bibit baru. Penggantian bibit baru (penyulaman)
tersebut hanya dilakukan pada minggu pertama agar ukuran
panen tidak jauh berbeda.
REFERENSI

Aryanti, R. W ., L.L. W idowati dan S. Rejeki. 2016. Performa Produksi Rumput Laut Eucheuma cottoni
yang di Budidayakan Menggunakan Metode Longline Vertical dan Horizontal:332 -346
Famani, Y. H., N. Cotrowati dan N. Farida. 2013. Pengaruh kedalaman taham terhadap pertumbuhan
eucheuma spinosum pada budidaya dengan metode rawai. Jurnal kelautan 6(1):75 -86
Serdiati,N., dan I.M. W idiastuti. 2010. Pertumbuhan dan produksi Rumput Laut Eucheuma cottoni
pada kedalaman penanaman yang berbeda. Media litbang sulteng. III(1):21 -26
W ijianto,I., M. Hendri dan R. Aryawati. 2011. Studi pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottomi
dengan berbagai metode penanaman yang berbeda di perairan kalianda, lampung selatan.
Yuniarsih, E., K.Nirmala dan I.N. Radiarta. 2014. Tingkat penyerapan Nitrogen dan fosfor pada
Budidaya Rumput laut berbasis IMTA (integrated multi trophic aquaculture) di teluk gruput,
Lombok tengah, NTB 9(3):487-500
WWF. 2014. BMP Budidaya Rumput Laut.
W idowati, L.L, Rejeki, S, Yuniarti, T, Aiyati, R.W . 2015. Efisiensi Produksi Rumput Laut E. Cottonii
dengan Metode Budidaya Long -line Vertikal sebagai Alternatif Pemanfaatan Kolom Air. Jurnal
Saintek Perikanan, Vol. 11, No. 1
Masyahoro dan Mappiratu. 2010. Respon Pertumbuhan Pada Berbagai Kedalaman Bibit dan Umur
Panen Rumput Laut Eucheuma cottonii di Perairan Teluk Palu. Media Litbang Sulteng, 3(2):104 -
111. ISSN : 1979-5971
Susilowati ,T., S. Rejeki , E. N. Dewi dan Zulfitriani. 2012. PENGARUH KEDALAMAN TERHADAP
PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii) YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN METODE
LONGLINE DI PANTAI MLONGGO, KABUPATEN JEPARA. Jurnal Saintek Perikanan Vol. 8. No. 1,
2012
Kushartono E.W ., Suryono dan Endah Setiyaningrum M, R. 2009. Aplikasi Perbedaan Komposisi N, P
dan K pada Budidaya Eucheuma cottonii di Perairan Teluk Awur, Jepara. 164 -169.
TERIMAKASIH