Anda di halaman 1dari 46

Gangguan visus pada penyakit

Sistemik
Dr. M. Hidayat, SpM(K)
2016

Dr.M.Hidayat SpM
FK UNAND/ RS M.DJAMIL
PADANG
1. Penyakit Vaskuler

2. Ganguan hematologik dan limfatik

3. Gangguan metabolik dan endokrin

4. Defisiensi vitamin

5. Penyakit infeksi

6. Penyakit Auto imun

7. Penyakit Jaringan ikat


PENYAKIT VASKULER

Hipertensi :

Retinopati Hipertensi

Oklusi pembuluh darah:

1. Oklusi Vena retina sentralis (OVRS)

2. Oklusi cabang vena retina sentralis (OVRC)

3. Oklusi arteri retna sentralis


Retinopati Hipertensi

Tergantung derajat peningkatan tekanan darah Gambaran


fundus :
Klasifikasi Retinopati Hipertensi

KEITH & WAGENER


1. Stadium I: Perubahan pembuluh darah arteriol menjadi halus
biasanya pada hipertensi ringan

2. Stadium II : Stadium I tapi lebih berat berat dg ditandai oleh ,copper


wire appearance, silver wire appearance, a.v cross phenomen

3. Stadium III: gambaran stadium II ditambah hemorrhagi, cotton wool,


hard exudates

4. Stadium IV: gambaran stad III ditambah papil edema, Elschings spots
Retinopati Hipertensi
Oklusi Vena Retina Sentral (OVRS)

Penderita Hipertensi

Gambaran :
Vena berkelok kelok
Perdarahan di polus posterior retina
Edema retina dan makula
Cotton wool spot
Hard exudat
Tajam penglihatan sangat jelek
Oklusi Vena Retina Sentral (OVRS)
Oklusi vena retina cabang (OVRC)

Lebih sering

Sering terkena cabang superiotemporal dan inferotemporal

Gambaran hampir sama

Tajam penglihatan jelek


Oklusi vena retina cabang (OVRC)
Oklusi Arteri Retina

Hilang penglihatan

Jika satu dua cabang, gangguan penglihatan tidak berat

Retina iskemik, abu-abu sampai pucat

Daerah makula tampak merah (cherry red spot)


Oklusi Arteri Retina
Faktor resiko

Hipertensi

Hiperlipidemia

Diabetes melitus

Penyakit kolagen vaskuler

Gagal ginjal
Gangguan Hematologik &Limfatik

Sindroma
Leukemia
hiperviskositas
Leukemia

Gambaran Fundus :
Retina kuning pucat (retinopati leukemia )
Perdarahan retina
Eksudat eksudat
Perubahan vaskuler
Hiperviskositas

Neuritis Anterior Iskhemik Optik Neuropati (NAION) :


Ganguaan aliran darah ke Nevus Optikus

Iskhemik

Gangguan Visus
GANGGUAN METABOLIK

Diabetes Melitus

Penyakit wilson (degenerasi hepatolentikuler)

Sistinosis

Albinisme

Galaktosemia
Diabetes Melitus

Tergantung lamanya diabetes

Retinopati diabetik :
Retinopati Nonproliferatif (NPDR)
Retinopati Proliferatif (PDR)
Proliferatif diabetic retinopathy
Penyakit sistemik manifes di mata

Sindroma voght-kayanagi-harada

Eritema multiformis ( sind steven jonson)

Rosasea

lyme
Voght-kayanagi-harada

Uveitis bilateral berulang

Alopesia

Poliosis

Vitiligo

Gangguan pendengaran
PENYAKIT ENDOKRIN

Penyakit kelenjar tiroid

1. Penyakit Graves (hipertiroidisme)


Auto imun
Gejala khas : oftalmopati Graves :
Retraksi palpebra
Eksoftalmus (Mata menonjol)
Ophtalmoplegi
Kelainan kornea
Kelainan N.optikus
Terapi

Medis : hipertiroidisme terkontrol

Kortikosteroid

Terapi bedah
Defisiensi Vitamin

1. Vitamin A:

- Xeroftalmia

2. Vitamin B

- Neuritis optik

- Kelainan epitel konjungtiva dan kekeringan kornea

- Retinitis (jarang)

3. Vitamin C
Defisiensi vitamin A

Gejala :
Buta senja (hemeralopia)
Xerosis konjungtiva
Xerosis kornea
Bercak Bitot
Defisiensi vitamin A pada mata

Bitots spots

Conjunctival xerosis
Penyakit granulomatosa

Tuberkulosis : Neuritis Optik , uveitis dan kelainan Retina

Sarkoidosis

Lepra

Sifilis

Toksoplasmosis

Penyakit Eals
Tuberkulosis

Penyebaran endogen dari fokus sistemik

Klinis :
Panuveitis granulomatosa
Uveitis anterior : iritis (nodul pada iris)
Uveitis posterior :
Retina : terlihat abses ( abses dingin)
nodul kecil, diskret kekuningan ( TB miliar)
Toxoplasmosis

Dibawa dari lahir

Didapat pada saat dewasa

Gambaran klinis :

Segmen anterior tenang


Retina : sikatrik Visus menurun
Toxoplasmosis.
Penyakit Virus

Herpes simplek

Varicela (cacar air)

Herpes zoster

Inklusi sitomegalik

Poliomielitis
Herpes Simplek

Pada mata tipe 1

Lesi pada mata : blefaritis, keratitis

Infitrat epitelial

Stromal

Ulkus : dendrit, ulserasi geografik


Keratitis Herpes Simplek
Herpes Zoster

Herpes zoster optalmika : Mengenai Nervus Trigeminal

Lesi pada kulit palpebra dan juga kornea

Edema palpebra, konjuntivitis

Sensai kornea bisa hilang keratitis neurotropik

Berat : bisa uveitis dan neuritis optik tapi jarang

Gejala lain : demam ,nyeri kepala, malaise


Herpes Zoster
Penyakit Jamur

Kornea :Ulkus Jamur


Retina :Retinitis granulomatosa
Mukormikosis
Acquired immunodeficiency syndrome
(aids)

Oleh retro virus HIV

Spektrum klinis luas

Kilinis :

Gejla umum HIV :

Demam, BB menurun
Gejala pada mata :mikrovaskulopati retina dan perdarahan
retina

Vaskulopati konjungtiva
Penyakit auto imun

Lupus eritomatosus

Sindroma antibodi-fofolipid

Dermato miositis

Skleroderma

Artritis reumatoid

Sindroma sjogren
Lupus Eritomatosus Sistemik

Penyakitmultisistim

Gejala di wajah spt kupu-kupu

Perikarditis Mata : episkleritis dan skeritis, kerato


konjungtivitis sika

Retina : vaskulitis,tanda tanda oklusi arteriol


Gambaran gejala Lupus Eritomatosus
Sistemik pada mata
Penyakit jaringan ikat

Sindroma marfan

Osteogenesis imperfekta
Sindroma Marfan

Pemanjangan tulang tulang panjang: jari tangan dan kaki


(arachnodactyly)

Mata : subluksasi lensa ke temporal superior


Subluksasi lensa pada Sindroma Marfan
arachnodactyly
Osteogenesis imperfekta

Fraktur multiple

Sklera biru (penipisan)

Tuli

Keratokonus

Megalo kornea

Kekeruhan kornea
TERIMAKASI