Anda di halaman 1dari 15

Asuhan Kunjungan Antenatal Care

(ANC) Pertama Berdasarkan


Epidance Based

Kelompok 5
Kunjungan Antenatal Care
(ANC)

Kunjungan ANC adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau


dokter sedini mungkin semanjak ia merasa dirinya hamil
untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Pada
setiap kunjungan ANC, petugas mengumpulkan dan
menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis
dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnosisi
kehamilan intrauterine serta ada tidaknya masalah atau
komplikasi.
Tujuan ANC

Menurut Depkes RI (2004), tujuan ANC adalah untuk menjaga


agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas
dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat. Adapun
tujuan umum ANC menurut Muchtar (2005) dalam Febriani (2010),
adalah sebagai berikut:
Memantau kemajuan kehamilan
Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik
Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi
selama hamil.
Mempersiapkan persalinan cukup bulan.
Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan
pemberian ASI Eksklusif.
Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran
bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.
Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.
Konfirmasi Kehamilan

Tanda-tanda kehamilan adalah :


Amenore
Mual dan muntah
Fekuensi mikturisi
Keletihan
Nyeritekan/ perubahan payudara
Pergerakanjanin
Pika
Wawancara Saat Pendaftaran

1. Pertimbangan Sosial
2. Pertimbangan Emosional Dan Psikologis
3. Pertimbangan Kesehatan
4. Pertimbangan Edukasional
Penetapan Usia Kehamilan
Pastikan berikut ini:
Hari pertama periode haid terakhir (HPHT).
Lama siklus menstruasi dalam hitungan hari dan keteraturanya
Jumlah hari perdarahan dan apakah periode menstruasi terakhir
mengeluarkan perdarahan yang normal.
Metode kontrasepsi yang biasa digunakan wanita dan kapan metode
kontersepsi ini dihentikan

contoh perhitungan EDB menurut aturan naegele.


5/28 (LMP terjadi tanggal 28 mei)
+ 7 hari
6/4 ( 4 juni -mei memiliki 31hari)

- 3 bulan
= 3/4 (tanggal 4 maret tahun berikutnya kerena 9
PRINSIP SKIRING ANTENATAL

Serangkaian aktifitas berada dalam istilah skrining Antenatal aktifitas


tertentu merupakan bagian mendasar dalam praktik kebidanan Mis,
mengukur tinggi Fundus, mendengarkan denyut jantung janin, dan
pemeriksaan darah secara rutin, termaksud hitung darah lengkap,
pemeriksaan golongan darah dan faktor resus, serta serung internal untuk
antibody rubella
TUJUAN SKRINING

Seluruh populasi wanita hamil diskring karena, meskipun secara kolektif


populasi ini memiliki resiko abnormalitas yang rendah, skrinig bertujuan
untuk mengidentifikasikan wanita hamil yang beresiko tinggi sehingga
pemeriksaan diagnostik yang lebih spesifik yang dapat dilakukan.
(Medforth, J, et al. 2013)
MANFAAT SKRINING DAN DAN DIAGNOSIS

Mengurangi abnormalitas janin.


Mengurangi terjadinya kembali masalah genetik
Mengurangi insiden cacat mental
Mengurangi beban pada keluarga dan masyarakat.
Meningkatkan sumber-sumber untuk individu yang memiliki disabilitas
yang tidak dideteksi sebelum kelahiran. (Medforth, J, et al. 2013)
SKRINING RESIKO PADA KEHAMILAN
Ibu yang memiliki salah satu masalah berikut memerlukan asuhan yang lebih dari yang
direkomendasikan oleh pedoman NICE (2003) untuk ibu sehat berisiko rendah :
Penyakit jantung
Hipertensi
Ganguan endokrin/diabetes yang memerlukan insulin.
Ganguan psikietri (sedang dalam pengobatan)
Ganguan hematologis (termaksut penyakit trombo-Embolik )
Epilepsis yang memerlukan obat-obatan antikonfulsan.
Penyakit keganasan (maligna).
Asam berat
Penyalahgunaan obat (heroin,kokain,esktasi)
HIV/Hepatitis B
Ganguan Autoimun.
Obesitas IMT35/lebih (saat kontak pertama )
Berat badan terlalu rendah IMT18/Kurang (saat kontak pertama)
Wanita berisiko tinggi. Mis usia >40 atau <14 tahun
Wanita yang terutama rentang atau yang kurang memiliki dukungan sosial. (Medforth, J, et al.
2013)
Ibu yang mengalai salah satu masalah berikut ini pada kehamilan sebelumnya
dimasukan kedalam kelompok resiko tinggi :
Keguguran berulang (mengalami keguguran sebanyak 3 kali atau lebih
pada kehamilan secara berturut-turut atau keguguran di trimester II
Preeklamsia berat, ekslapsia, atau sindrom help
Insoimuisasi resus atau antibody golongan darah yang signifikan lainya.
Pembedahan uterus seksio sesarea, miometomi atau biopsi
Hemoragi anterpartum atau pascapartum pada 2 kali kejadian.
Plasenta pertahun atau ter tinggal dalam uterus pada 2 kali kejadian
Psikosis kuatperiunm
Grenmulti paritas (> 6 )
Lahir mati atau kematian neonatus
Bayi berukuran lebih kecil dari usia gestasi (sentil ke 5)
Bayi berukuran lebih besar dari usia gestasi (sentil ke93)
Berat badan bayi <2,5 kg atau >4,5 kg
Seorang bayi yang mengali anomalia kogenita ( stuktural atau
kromosoma). (Medforth, J, et al. 2013)
Standar Minimal Pelayanan ANC

Timbang berat badan dan pengukuran tinggi badan


Ukur Tekanan Darah
Ukur Tinggi Fundus Uteri
Pemberian Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) Lengkap
Pemberian Tablet Besi Minimal 90 tablet selama kehamilan
Tes laboratorium
Temu Wicara (Konseling dan pemecahan masalah)
Tentukan Presentasi Janin dan Hitung DJJ
Tetapkan status gizi
Tatalaksana Kasus
Kunjungan Ulang

1. Tinjauan -Ulang Catatan


Nama
Usia
Paritas
Usia kehamilan dalam hitungan minggu berdasarkan tanggal
Temuan signifikan
masalah ,penatalaksaan,dan evaluasi efektivitas terapi yang didentifikasi
Didentifikasi sebelumnya,,
setiap masalah dan harapan ,rencana,yang dibuat ,dan instruksi yang
diberikan
Obat, terapi,dan kebutuhan diet tertentu yang merupakan tanggung jawab
wanita tersebut saat ini
Hasil laboratorium
2. Riwayat
3. Pemeriksaan fisik
4. Pemeriksaan panggul