Anda di halaman 1dari 24

PEMERIKSAAN SPESIFIK

REGIO CERVICAL DAN


SHOULDER GIRDLE

Kelompok 8
Pemeriksaan spesifik adalah pemeriksaan yang
dilakukan jika informasi yang diperoleh melalui
anamnesis, inspeksi, dan pemeriksaan fungsi
belum cukup untuk menegakkan diagnosis suatu
penyakit atau problematik fisioterapi terhadap
penderita.
TUJUAN PEMERIKSAAN
SPESIFIK
Untuk membantu menegakkan diagnosa
fisioterapi

Untuk mengetahui letak spesifik


terjadinya injury pada sendi,ligamen,
dan otot
a.Spurlings Test
Tujuan : Untuk mengidentifikasi adanya
gangguan pada akar saraf cervical.Tes ini
untuk memprovokasi gejala

( + ) : Nyeri radicular sepanjang distribusi


dermatoma dari akar saraf yang dipengaruhi

Interpretasi : Positif test mengindikasikan


gangguan pada foraminal dan penekanan
pada akar saraf
b. Distraction test

Tujuan : Tes ini digunakan untuk pasien


yang memiliki keluhan dengan gejala
radicular pain.Tes dirancang untuk
meringankan gejala radicular pain.

( + ) : Nyeri berkurang ketika kepala


diangkat

Interpretasi : Positif test


mengindikasikan penekanan pada akar
saraf terbebaskan
C. Neers sign

Tujuan : Tes untuk mengidentifikasi


subracromial impingement

( + ) : Nyeri disertai bunyi kliking


pada akhir gerakan pasif elevasi

Interpretasi : Positif test


mengindikasikan subracromial
impingement
d. Hawkins Kennedy test

Tujuan : Untuk mengidentifikasi


subacromial impingement

( + ) : Nyeri disertai bunyi kliking gerakan


dilakukan

Interpretasi : Positif test mengindikasian


subracromial impingement
e. Anterior slide test

Tujuan : Tes untuk mengidentifikasi


tear pada labrar superior bagian
antero posterior
( + ) : Nyeri disertai bunyi kliking
dibagian anterior shoulder
Interpretasi : Positif test
mengindikasikan tear pada labrar
glenohumeral
f. Active Compression Test

Tujuan : Tes ini untuk mengidentifikasi


patologi pada acromioclavicular
( + ) : Nyeri dengan atau tanpa bunyi
clicking dan nyeri berkurang saat telapak
tangan menghadap ke atas
Interpretasi : Positif test mengindikasikan
patologi pada AC joint
g.Allens test

Tujuan : Tes ini mengidentifikasi thoracic


outlet syndrome terutama akibat kompresi
otot scaleni posterior
( + ) : Pulsa radialis menurun atau hilang
dari awal posisi hingga akhir posisi
Interpretasi : Positif test mengindikasikan
TOS kompresi oleh scaleni posterior pada
sisi yang di tes
h. Adsons test

Tujuan : tes untuk mengidentifikasi thoracic outlet


syndrome (TOS), terutama akibat kompresi otot
scaleni anterior dan medial
( + ) : pulsa radialis menurun atau hilang dari awal
posisi hingga akhir posisi
Interpretasi : positif tes, mengidentifikasi TOS
kompresi oleh scaleni anterior pada sisi yang di test.
i. Speeds Test

Tujuan : tes untuk mengidentifikasi biceps tendonitis


caput longus pada bicipital groove
( + ) : nyeri pada tendon biceps atau dalam bicipital
groove
Interpretasi : nyeri yang berlokasi pada bicipital
groove mengindikasikan tendinopathy atau
tenosynovitis pada biceps caput longus.
j. Yergason Test

Tujuan : tes untuk mengidentifikasi patologi pada


biceps
( + ) : nyeri disertai sublukasi tendon biceps
interpretasi : nyeri mengindikasi patologi bicipital
dan subluksasi tendon biceps mengindikasikan
ruptur tendon biceps
k. Drop Arm Test

Tujuan : tes untuk mengidentifikasi tear pada rotator


cuff
( + ) : pasien tidak mampu mengontrol lengannya
kebawah dan terjatuh
Interpretasi : positif test mengindikasi tear pada
rotator cuff
l. Load and Shift tes

Tujuan : tes untuk mendeteksi ketidaksabilan


glenohumeral joint bagian anterior dan posterior

( + ) : pasien cemas dan glenohumeral joint tidak


stabil

Interpretasi : positif test mengindikasikan


ketidaksabilan glenohumeral joint bagian anterior
dan posterior
m. Apprehension Test

Tujuan : tes untuk mendeteksi instabiliti


shoulder bagian anterior\
( + ) : apprehension disertai rasa cemas
pasien saat lengan di eksorotasikan
Interpretasi : positif tes mengindikasikan
dislokasi dan instabiliti shoulder anterior
n. Sulcus Sign
Tujuan : tes untuk mendeteksi instabiliti shoulder
inferior
( + ) : terlihat ada bentuk triangular sulcus atau gap
antara acromion dan caput humerus
Interpretasi : positif tes mengindikasikan instabiliti
shoulder inferior jika sulcus yang terbentuk sekitar 1
- 2 cm
o. Roos Test
posisi pasien duduk dengan bahu retraksi dan depresi sejauh
mungkin. Selanjutnya pasien diminta untuk menutup dan
membuka jarinya kuat-kuat secara bergantian. Posisi ini
menyebabkan kompresi didalam berbagai pintu sementara
itu perlu adanya penyediaan darah ekstra karena kerja otot
tersebut. Orang sehat biasanya mampu melakukan gerakan
ini dengan mudah selama 3 menit. Sedangkan pasien dengan
TOCS sudah merasakan timbul keluhan dalam waktu 1 menit.
Yang paling menyolok pasien merasakan kelelahan yang
berlebihan di dalam membuka jari
p. Cyriax Test

Cyriax menggambarkan pasif elevasi


scapula selama beberapa menit perlu
dipertahankan. Timbulnya rasa
kesemutan didalam jari tangan
menunjukkan adanya TOCS