Anda di halaman 1dari 17

PERSAMAAN GELOMBANG

DOSEN PENGAMPU : NAZARUDDIN, S.Si, M.Si, Ph.D

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 6

SYAFIRA TIARADIPA A1C114002


LUSIANA A1C114013
RINA ANGGRAINA A1C114040
RISNAWATI A1C114042
FITRI KHAIRATI RSA1C114014
RATIA FATMIE WILANDA RSA1C114007
Pengertian Gelombang

Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang
yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang
dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit yang bias disebut
gelombang tranversal.

Gelombang transversal dapat didefenisikan sebagai gelombang yang memiliki arah rambat
tegak lurus dengan arah getarnya. Satu gelombang terdiri atas satu lembah dan satu bukit,
misalnya seperti riak gelombang air, benang yang digetarkan, gelombang cahaya, gelombang
radio, gelombang radar dan lain-lain. Contoh gelombang transversal adalah gelombang pada
tali. Arah getar gelombang adalah vertikal, sedangkan arah rambatnva horizontal sehingga arah
getar dan arah rambatnva satins.
Contoh Gelombang

Gelombang tali

Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam
arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. Bentuk gelombang transversal tampak
seperti gambar di bawah :
Contoh Gelombang

Berdasarkan gambar di atas, tampak bahwa gelombang merambat ke kanan pada bidang
horisontal, sedangkan arah getaran naik-turun pada bidang vertikal. Garis putus-putus
yang digambarkan di tengah sepanjang arah rambat gelombang menyatakan posisi
setimbang medium (misalnya tali atau air). Titik tertinggi gelombang
disebut puncak sedangkan titik terendah disebut lembah. Amplitudo adalah ketinggian
maksimum puncak atau kedalaman maksimum lembah, diukur dari posisi setimbang.
Jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang
gelombang (disebut lambda huruf yunani).Panjang gelombang juga bisa juga dianggap
sebagai jarak dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah.
Sifat-sifat Gelombang Transversal

1. Dipantulkan (reflection)

2. Dibiaskan (refraction)

3. Dilenturkan (difraction)

4. Dipadukan (interference)

5. Diserap arah getarnya (polaritation


Laju Gelombang Transversal

Dalam membahas laju gelombang, kita contohkan di dalam tali yang diregangkan. Laju
gelombang untuk sebuah medium bergantung pada elastisitas medium pada inersia dari
medium tersebut. Untuk sebuah tali yang meregang elastisitas tersebut diukur oleh tegangan F
di dalam tali dimana semakin besar tegangan maka semakin besar pula gaya pemulih elastis
pada elemen tali yang ditarik ke samping. Ciri inersia di ukur oleh , yakni massa per satuan
panjang tali. Maka dengan menganggap, bahwa laju gelombang v hanya bergantung pada F
dan , maka kita dapat menggunakan analisis dimensional untuk mencari bagaimana v
bergantung pada kuantitas-kuantitas ini. Dan hasil akhirnya laju gelombang transversal sebagai
berikut :
Penurunan Rumus dalam Gelombang
Transversal

Besarannya yang digunakan dalam gelombang transversal adalah sebagai berikut ini:

1. Periode (T) adalah banyaknya waktu yang diperlukan untuk satu gelombang.

2. Frekuensi (f) adalah banyaknya gelombang yang terjadi dalam waktu 1 sekon.

3. Amplitudo (A) adalah simpangan maksimum suatu gelombang.

4. Cepat rambat (v) adalah besarnya jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu.

5. Panjang gelombang () adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam 1 periode. Atau
besarnya jarak satu bukit satu lembah.
Gaya pada elemen tali

Segmen tali sepanjang X ditarik keatas sehingga gaya tegang T pada ujung-ujungnya. T bekerja di X pada
sudut dan di X+X pada sudut + . Gerakan sepotong tali ini vertikal dengan harmonic sederhana.
Dimana rumusnya adalah massa per panjang. Gaya pada elemen tali

Dari gambar tersebut didapatkan rumus:


Y yang menyebabkan hal itu jauh dari ekuilibrium tetapi untuk sudut kecil dan kita harus
memiliki sudut kecil jika kami asumsi yang salah ini tidak sama untuk sudut kecil sinus
dari adalah yang sama dalam radian dan jadi ini menjadi nikmat telah menjadi hal yang
ditambah dan hal ini menjadi T itu sebuah pendekatan untuk sudut kecil.

Karena terjadi hukum newton 2


X =0, tangen sehingga yang menjadi arah. adalah dy tepat yang dibagi Dxcosinus

sudut pendekatan kuadrat dari theta adalah 1


Adanya kecepatan [ada gelombang C diganti dengan V

Jadi didapatlah rumus


Selanjutnya :

Lalu :

Selanjutnya :
Disubsitusikan nilai menggantikan
. =

Selanjutnya :
Selanjutnya :

Untuk membuktikan rumus ini dapat dilihat dari gambar grafik :


Selanjutnya perhatikan cos :

perhatikan grafik disamping :


Contohnya seperti :

Selanjutnya :
TERIMA KASIH