Anda di halaman 1dari 14

PARENTERAL

Disusun oleh : Indah Setya Rahmawati


Sub pokok bahasan:

Pengertian
Jenis Sediaan
Biotransfortasi

Parenteral Persyaratan
sediaan
Rute
pemberian Keuntungan
&
Prosedur Jenis Kerugian
injeksi pembawa
Pengertian
Parenteral para
= disamping atau lain dari usus
(Yunani) enteron

Sediaan parenteral (menginjeksi):


sediaan yang digunakan tanpa melalui mulut atau
dapat dikatakan obat dimasukkan ke dalam tubuh
selain saluran cerna(langsung ke pembuluh darah)
sehingga memperoleh efek yang cepat dan
langsung sampai sasaran.
Jenis sediaan parenteral
1. Sediaan parenteral volume Kecil
Sediaan parenteral volume kecil diartikan sebagai
obat steril yangdikemas dalam wadah dibawah 100 ml.

2. Sediaan parenteral volume besar


Sediaan cair steril yang mengandung obat yang
dikemas dalam wadah100 ml atau lebih dan ditujukan
untuk manusia.
Persyaratan sediaan parenteral
1.Sesuai antara kandungan bahan obat pada
sediaan dengan etiket
2.Penggunaan wadah yang cocok
3.Tersatukan tanpa terjadi reaksi
4. Bebas kuman
5. Bebas pirogen
6. Isotonis
7.Isohidiris
8.Bebas partikel melayang
Keuntungan :
1.Efek obat dapat diramalkan dengan pasti

2.Bioavabiltas sempurna atau hampir sempurna

3.Kerusakan obat dalam tractus gastro


intestinalis dapat dihindarkan

4.Obat dapat diberikan kepada penderita yang sedang


sakit keras ataupun koma
Kerugian:
1.Dilakukan oleh personal yangterlatih dan membutuhkan
waktu pemberian yang lebih lama
2.Rasa nyeri
3 . S u ka rs e ka l i u nt u k m e n g h i l a n g ka n d a n
merubah efek fisiologisnya karena obat telah berada
dalam sirkulasi sistemik.
4. Harganya relatif lebih mahal
5.Masalah lain seperti septisema, infeksi jamur,
inkompatibilitas
6. Persyaratan sediaan parenteral tentang sterilitas,
bebas dari partikulat,
bebas dari pirogen, dan stabilitas parenteral harus oleh semua personel
yang terlihat.
Jenis-jenis pembawa injeksi
1.Pembawa air
1Air untuk injeksi (water for injection) 5.Injeksi NaCl
bakteriostatik
2.Air steril untuk injeksi (steril water for ) 6. Injeksi Dekstrose 5%
3. Bacteriostatic water for injection 7. Injeksi Ringer Laktat
4. Sodium chloride injection ( pembawa isotonik) 8. Ringer's iinjectio

2.Pembawa bukan air

3. Pembawa minyak

4.Pembawa lain
Prosedur injeksi:
1. Cuci tangan

2. Siapkan alat-alat

3. Periksa label obat dengan catatan pemberian obat atau kartu obat
sesuai prinsip 5 benar

4. Lakukan perhitungan dosis sesuai yang diperlukan

5. Pegang ampul dan turunkan cairan di atas leher ampul dengan


menjentikkan leher ampul atau putarkan dengan cara merotasikan
pergelangan tangan
6. Usapkan kapas alkohol di sekeliling leher ampul dengan tangan
dominan, tempatkan jari tangan non dominan di sekeliling bagian
bawah ampul dengan ibu jari melawan sudut

7. Patahkan tutup ampul dengan menjauhi diri dan orang yang ada di
dekat anda

8. Tempatkan tutup ampul pada kertas atau buang di tempat khusus

9. Buka tutup jarum

10. Tekan plunger hingga habis, jangan aspirasi udara ke dalam spuit
Rute pemberian
Biotransfortasi obat
1. Intravena
Tidak mengalami tahap absorbsi. Obat langsung dimasukkankepembuluh
darah= kadar obat didalam darah diperoleh
dengan cepat, tepat dan dapat disesuaikan langsung dengan respons penderita.
2. Intramuscular
kelarutan obat dalam air menentukan kecepatan dan kelengkapan absorbsi
3. Subcutan
Absorbsi biasanya berjalan lambat dankonstan =
efeknya bertahan lebih lama. Absorbsi menjadilebih lambat jika diberika
n dalam bentuk padat yang ditanamkandibawah kulit atau ,alambentuk susp
ensi.
4. Intrakutan
Absorbsinya berjalan lambat karena harus menembus beberapa lapisan kulit untuk
mencapai pembuluh darah
Daftar pustaka:
1.http://fk.unsoed.ac.id/sites/default/files/img/modul%20labskill/genap%20I/Genap%20I%20-
%20Pemberian%20Obat%20Secara%20Parenteral.pdf
2.http://elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/24122/01ff24f46c05215d0505c1d81e7cb52f
3.http://www.academia.edu/19752888/makalah_biofarmasi_-_Sediaan_Parenteral
4.https://dokumen.tips/documents/makalah-biofar-parenteraldoc.html