Anda di halaman 1dari 12

REENGINERING SUMBER DAYA MANUSIA

SEBAGAI SUMBER PEROLEHAN COMPETITIVE


ADVANTAGE
Reenginering SDM

Merupakan cara perusahaan melakukan rekayasa


ulang berkaitan dengan proses bisnis.

Reenginering merupakan istilah untuk mengacu pada perubahan


organisasi dalam cakupan yang luas, meliputi downsizing,
delayering, restrukturisasi dan perbaikan proses

Target dari Reenginering SDM berkaitan dengan efisiensi biaya, peningkatan


pelayanan kepada pelanggan dan daya saing usaha
Hummer dan Camphy

Reenginering adalah sebagai pemikiran ulang serta fundamental


dan perancangan ulang secara radikal atas proses-proses bisnis
untuk mendapatkan perbaikan dramatis

Empat kunci definisi diatas

Pelaku bisnis menyakan pertanyan mendasar tentang


Fundamental
perusahaan mereka dan bagaimana operasinya

Mulai dari akar permasalahan. Dalam perancangan secara


Radikal radikal berarti mengesampingkan semua sturktur dan
prosedur dalam menyelesaikan perkerjaan
Pecapaian suatu lompatan besar (quantum leaps) dalam
Dramatis
kinerja perusahaan

Memusatkan perhatian pada tugas-tugas, pekerjaan,


Proses
orang-orang, struktur, tetapi tidak kepada proses
TIPE PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN REENGINERING

Tiga Tipe Perusahaan Yang Melakukan


Reenginering

Pertama, Perusahaan yang sedang menghadapi masalah besar dan tidak


punya pilihan

Kedua, Perusahaan yang belum mengalami kesulitan tetapi manajemen


mereka yang mempunyai pandangan kedepan dan meliha
masalah yang segera datang berkaitan munculnya pesaing-
pesaing baru

Ketiga, Perusahaan yang berada dalam kondisi puncak


Untuk mendukung reenginering SDM perusahaan juga perlu melakukan restrukturisasi
manajemen (management restructuring) Diperlukan strategi

Strategi yang digunakan

CEO memperbaiki sistem manajemen perusahaan dengan cara memperbaiki kualitas


pengambilan keputusan

Restrukturisasi budaya perusahaan melakukan perubahan budaya perusahaan untuk


meningkatkan kinerja perusahaan

Business Process Re-Enginering yakni bagaimana perusahaan memperbaiki proses


operasional perusahaan yang memiliki fokus ke pada kecepatan pelayanan, keakuratan
pelayanan, kehandalan produk dan jasa, penghematan proses dan mekanisme kontrol
yang efektif
Reenginering SDM berguna untuk menurunkan biaya-biaya dan meningkatkan kualitas
pelayanan yang lebih baik serta perubahan budaya organisasi yang dapat dilakukan dengan
pendekatan

Pendekatan technology driven


Dua pendekatan yang dapat
dilakukan
Pendekatan proces driven

Menggunakan paket sistem off-the-shelf dan mendesain ulang proses SDM


yang sesuai dengan paket tersebut

Dimulai dengan mendesain ulang proses yang unik bagi masing-masing


perusahaan, lalu menerapkan paket sistem yang mendukung proses-proses
baru tersebut
Reenginering SDM dapat dilakukan melalui empat tahapan

Pertama, penilaian kebutuhan yang berkaitan dengan adanya tuntutan untuk


memperbaiki sistem dan proses yang ada

Kedua, Dukungan dari atasan merupakan syarat mutlak untuk keberhasilan


reenginering

Ketiga, Pembentukan team pengarah (steering team) yang terdiri dari manajer
SDM, manajemen MIS, line manajer dan konsultan dari luar

Keempat, Pembentukan team pelaksana untuk dapat memecahkan bagi masing-


masing proses reenginering
Reenginering SDM melalui teknologi informasi

Teknologi informasi dapat membantu


Reenginering SDM melalui manager dalam memperbaiki manajemen
teknologi informasi SDM dan memberikan keunggulan
kompetitif dengan mengembangkan
kerangka berifikir

Teknologi penting bagi persaingan jika berpengaruh secara signifikan


terhadap keunggulan bersaing perusahaan maupun struktur industri

Cost Leadership

Tiga Strategi Kompetitif Quality/Customer satisfaction

Inovasi
Cost Leadership

Quality/Customer satisfaction

Inovasi

Mengarahkan perusahaan sebagai produsen sebagai produsen berbiaya


rendah

Menekankan kepada peningkatan metode kerja, pelayanan, dan hubungan


konsumen terhadap value

Menitik beratkan pada diferensiasi melalui penciptaan operasi, metode


manajemen dan teknologi atau produk/jasa.
TAHAPAN PERENCANAAN YANG HARUS
DILALUI PADA REENGINERING SDM

Merumuskan kembali Vision dan Values Perusahaan

Mendesain ulang Pekerjaan (Job Redesign)

Melakukan Seleksi dan Penilaian

Melakukan Pelatihan dan Pengembangan

Menerapkan sistem manajemen kinerja


Faktor keberhasilan kritis dari reenginering
SDM

Keterlibatan dan dukungan senior manajemen

Menetapkan visi dan model yang jelas dan dukungan senior


mananjemen

Keterlibatan semua level dalam perencanaan dan pelaksanaanya

Komunikasi dini, terus menerus dan terbuka

Perubahan dalam sistem pendukung

Pemberadayaan tim reenginering dan menugasi mereka tanggung


jawab yang jelas dan target yang dapat diukur
Faktor penghambat dari reenginering SDM

Tidak realistis dalam harapan

Tidak adanya pemahaman terhadap sistem desain baru dan over


estimate manfaat yang diperkirakan akan diperoleh