Anda di halaman 1dari 21

ALKUNA DAN

SIKLOALKANA

ALVIN RAMADHANI
AMALIA RAHMAH
CINDY PAKPAHAN
SURI ANDAYANA

3 KI.A
Apa itu Senyawa Hidrokarbon ?
Definisi
3 Prinsip sederhana

Apa itu Alkuna ?


Rumus Molekul: CnH2n-2
Kegunaan Alkuna
Reaksi-reaksi pada alkuna
Sifat fisika dan sifat kimia alkuna
Tata nama senyawa alkuna
Ciri-ciri alkuna
Apa itu Sikloalkana ?
Definisi
Teori Regangan Baeyer
Tata nama sikloalkana
Kegunaan sikloalkana
Sifat fisika dan kimia sikloalkana
Senyawa Hidrokarbon

Hidrokarbon adalah senyawa yang struktur molekulnya


terdiri dari atom hydrogen dan atom karbon.
3 prinsip sederhana tentang struktur kimiawi molekul
organik:
1. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan
atom hidrogen.
2. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan
atom karbon lain untuk membangun rantai karbon.
3. Atom karbon dapat membentuk ikatan kovalen dengan
unsur lain, terutama oksigen, nitrogen, belerang, dan
halogen.
Alkuna

Alkuna adalah hidrokarbon alifatik tidak jenuh dengan satu


ikatan karbon-karbon rangkap tiga.
Kegunaan alkuna yang penting adalah etuna(asetilena) yang
mempunyai beberapa kegunaan :

1. Sebagai bahan bakar untuk obor oksiasetilena yang


digunakan untuk pengelasan dan pemotongan logam.
Hal ini dikarenakan reaksi antara etuna dan O2 murni
dapat melepas panas yang mencapai 2.500-3.0000 C.
2. Sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa organik,
seperti etanol, asam asetat, dan vinil klorida.
Cont.

Reaksi-reaksi pada alkuna:


1. Halogenasi (adisi)
R X
X2
R C C H X2 C C RCX2CHX2
+
X R

2. Hidrogenasi
R R
C C
R C C R + H2
H H

3. Hidrasi
O
H2O,HG2+,H+
R C C H
C
R CH3
Cont.
4. Polimerisasi
A. 3C2H2 C6H6
POLIMERASI
Benzen
Cu
B. 2C2H2 H2C C C CH
NH4Cl H
Vinil asetilen

Cu
C. 3C2H2 H2C C C C C CH2
NH4Cl H
divinil asetilen
5. Substitusi
A. HC CH + Cu2Cl2 + 2NH4 2NH4Cl + H2O + CuC CCu
Asetilen Cupro asetilen

B. HC CH + 2Ag Ag C C Ag + 2H+
Asetilen Perak asetilen

C. HC CH + NaNH2 HC CN+ + NH3


Asetilen Sodium Asetilen
Cont.

6. Sintesis Alkuna
4.5.1 Asetilen dapat dihasilkan dari kalsium dengan air
C + CaO CaC2 + CO

+H2O

CaCO2 + C2H2

4.5.2 Alkilhalida dengan KOH dalam alkohol


H2
H3C C CH2Br + 2KOH H3C C CH + 2KBr + 2H2O

4.5.3 Alkiltetrahalida dengan logam aktif


Br2
H3C C CHBr2 + 2Zn H3C C CH + 2Zn Br2
4.5.4 Dari iodoform dengan perak

CHCl3CHCl3 + 6Ag HC CH + 6 AgCl


Cont.
Sifat-sifat Alkuna:
Sifat Fisika
Lebih reaktif karena ikatan rangkap tiga
Titik leleh, titik didih, kerapatan, dan fase pada suhu
25oC
Nama Rumus Titik lelehTitik didihKerapatan Fase pada
Mr
alkena Molekul (oC) (oC) (g/cm3) 25oC
Etuna C2H2 28 -169 -104 0,568 Gas
Propuna C3H4 42 -185 -48 0,614 Gas
1-Butuna C4H6 56 -185 -6 0,630 Gas
1-Pentuna C5H8 70 -165 30 0,643 Cair

1-HeksunaC6H10 84 -140 63 0,675 Cair

1-Heptna C7H12 98 -120 94 0,698 Cair


1-Oktuna C8H14 112 -102 122 0,716 Cair
1-Nonuna C9H16 126 -81 147 0,731 Cair
1-Dekuna C10H18 140 -66 171 0,743 Cair
Cont.

Sifat Kimia
1. Reaksi adisi pada alkuna
* Reaksi alkuna dengan halogen (halogenisasi)
* Reaksi alkuna dengan hidrogen halida
* Reaksi alkuna dengan hidrogen
2. Polimerisasi alkuna
3. Substitusi alkuna Substitusi (pengantian) pada alkuna
dilakukan dengan menggantikan satu atom H yang terikat
pada C=C di ujung rantai dengan atom lain.
4. Pembakaran alkuna Pembakaran alkuna (reaksi alkuna
dengan oksigen) akan menghasilkan CO2 dan H2O.
2CH=CH + 5 O2 4CO2 + 2H2O
Cont.
Tata nama Alkuna:
Aturan pemberian nama pada alkuna adalah sebagai berikut.
1. Rantai utama dipilih rantai terpanjang
2. Atom C yang mengandung ikatan rangkap pada rantai utama diberi
nomor sekecil mungkin.
Contoh : 1CH2C3CH24CH3
3. Bila rantai alkena bercabang, penomoran dimulai dari ujung yang paling
dekat dengan cabang, nama cabang di dahulukan.
Contoh :
3-metil-2-butuna
3-etil-4-metil-1-pentuna
4. Jika suku alkuna mempunyai dua ikatan rangkap atau lebih, maka
namanya diberi awalan sesuai jumlahnya (2=diuna, 3= triuna, dan
seterusnya)
Contoh :
3-metil-1,4-pentadiuna
Cont.

Isomer

Isomer Posisi
CHCCH2CH2CH3 --> 1-pentuna
CH3CCCH2CH3 --> 2-pentuna

Isomer rantai
CHCCHCH3 --> 3-metil-1-butuna
I
CH3
Cont.

Soal

CHCCHCHCH3
I........I
CH3..CH3
1. Apa nama senyawa pada rumus struktur diatas?

2. Tuliskan isomer senyawa pentuna (C5H8)!


Cont.

Ciri-ciri alkuna:
Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif
Pembuatan : CaC2 + H2O C2H2 + Ca(OH)2
Sifat-sifat :
Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
Suatu gas, tak berwarna, baunya khas
Penggunaan etuna :
-Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang
tinggi (3000oC), dipakai untuk mengelas besi dan baja
-Untuk penerangan
-Untuk sintesis senyawa lain
Sikloalkana

Definisi
Sikloalkana merupakan golongan senyawa
hidrokarbon jenuh yang rantai atom karbonnya tertutup.
Sehingga termasuk hidrokarbon siklik, karena sifatnya
siklo alkana sangat mirip dengan golongan alkana
(hidrokarbon alifatik), maka sikloalkana dikategorikan
sebagai hidrokarbon alisiklik. Kamus umum sikloalkana
adalah CnH2n.
Struktur siklo alkana biasanya di gambarkan dalam
bentuk segi banyak (poligon), titik sudut pada poligon
tersebut merupakan atom-atom karbon yang membentuk
cincin, dan garis-garis merupakan c-c.
Cont.

Struktur dan bentuk geometris dari beberapa senyawa


Cont.

Teori Regangan Baeyer


Adolf Von Baeyer mengemukakan senyawa-senyawa siklik membentuk
cincin-cincin datar. Menurut Baeyer semua senyawa siklik (kecuali
siklopetana) mengalami regangan karena terjadinya penyimpangan dari
sudut ikatan tetrahedal. Makin besar penyimpangan dari sudut ikatan
tetrahedal, makin besar regangannya, yang berakibat makin reaktif pula.
Akibatnya sikli propana yang mempunyai sudut ikatan 60 dan siklo butana
90 lebih reaktif dari pada propana dan butana. Menurut baeyer sikloprapana
adalah sistem yang paling stabil karena sudut ikatannya 108, yang hampir
sama dengan sudut tetrahedal dan kemudian reaktifitasnya meningkat lagi
mulai siklo hetsana.
Namun teori Baeyer tidak seluruhnya benar, karena kenyataan bahwa
sikloheksana dan cincin yang lebih besar tidak lebih reaktif dari siklo petana.
Siklo heksana ternyata bukan merupakan cincin datar dengan sudut ikatan
120 melainkan suatu cincin yang agak terlipat dengan sudut ikatan 109, yang
berarti hampir sama dengan sudut tetrahedal.
Cont.

Tata nama Sikloalkana


1. Menambahkan awalan siklo pada nama alkana yang bersesuaian,
jika terdapat cabang (sustituen), maka nama cabang tersebut disebut
lebih dulu.
Contoh, sikloalkana yang mengandung 3 atom C dinamakan
siklopropana, yang mengandung 4 atom C dinamakan siklobutana,
dan seterusnya
2. Pada sikloalkana yang mengandung substituen, pemberian namanya
adalah dengan terlebih dahulu menyebut nama substituen tersebut,
diikuti dengan nama sikloalkananya. Sebagai contoh, siklopentana
yang mengandung sebuah substituen metil diberi nama
metilsiklopentana. Bila substituennya lebih dari satu diperlukan
penomoran dan dengan memperhatikan urutan alfabetik huruf
pertama masing-masing substituen. Sebagai contoh, 1,4-
dimetilsikloheksana, 4-etil-1-metilsikloheksana, dan 1-tersierbutil-4-
metilsikloheksana.
Cont.

Kegunaan sikloalkana
Di alam, sikloalkana terkandung dalam minyak bumi
bersama-sama dengan alkana. Kandungan sikloalkana
dalam minyak bumi berkaitan erat dengan tempat
mendapatkannya minyak bumi tersebut. Sebagai contoh,
minyak bumi yang berasal dari California banyak
mengandung sikloalkana. Dalam industri minyak bumi,
sikloalkana dikenal dengan nama naftalena.
Pada umumnya SikloAlkana digunakan sebagai bahan
bakar misalnya : Gas alam, minyak bumi, bensin,dll.
Cont.

Sifat fisika dan kimia sikloalkana


THANK YOU