Anda di halaman 1dari 7

Guru yang tak

puas dengan
pekerjaannya
S.Belen
Email: s_belen7@yahoo.com
Webaddress:
www.sbelen.wordpress.com
Guru yang tak puas dengan
pekerjaannya
Ada seorang guru yang tidak puas
dengan pekerjaannya.
Pada suatu hari ia melihat seorang
saudagar kaya yang amat berkuasa.
Karena, ia bisa menyuruh apa saja
kepada para pelayannya sesuka hatinya.
Maka, ia berdoa kepada Tuhan agar
menjadi saudagar kaya.
Dan, Tuhan mengabulkan doanya. Ia pun
menjadi saudagar kaya!
Suatu hari ia melihat seorang pejabat tinggi
mengendarai mobil sedan mewah
..lewat di tengah pasar.
Ia dan para saudagar lain terpaksa
membungkukkan badan untuk menghormati
pejabat tinggi itu.
Dalam hati ia berpikir, betapa berkuasanya
sang pejabat tinggi itu. Dan, ia pun berdoa
kepada Tuhan agar bisa menjadi pejabat
tinggi.
Dan, Tuhan mengabulkan doanya. Ia pun
menjadi pejabat tinggi!
Namun, rupanya pejabat tinggi itu merasa
amat terganggu oleh sengat terik matahari.
Ternyata matahari lebih berkuasa dari
pejabat tinggi itu.
Maka, ia berdoa agar dapat menjadi
matahari. Dan, Tuhan pun mengabulkan
doanya. Ia pun berubah menjadi matahari!

Namun, ternyata matahari dapat


ditutup awan. Maka, ia berdoa agar
dapat menjadi awan.
Dan, Tuhan masih tetap mengabulkan
doanya.
Namun, ternyata awan masih kalah dengan
angin. Angin dapat membawa awan ke
mana pun ia mau. Wah, betapa
berkuasanya angin, pikirnya.
Maka, ia pun berdoa agar menjadi angin.
Dan, Tuhan tetap mengabulkan doanya.
Tapi, ternyata angin tak dapat
menerbangkan debu tanah dari
bukit tanah liat.
Berarti bukit tanah liat-lah yang paling
perkasa dan berkuasa.
Angin ternyata tak berkutik. Maka, ia berdoa
agar menjadi bukit tanah liat.
Ketika menjadi bukit tanah
liat, ia rasakan betapa
sakitnya dipukul dan ditusuk
linggis. Linggis digunakan
para siswa untuk menggali
tanah liat.
Karena, disuruh gurunya untuk
membuat kendi, vas bunga,
dan patung.
Ia pun berpikir. Wah, yang lebih
hebat rupanya linggis. Tapi,
linggis bergantung kepada
kemauan siswa. Tetapi, siswa
pun hanya mengikuti perintah
guru.
Berarti yang jauh lebih
hebat dan berkuasa adalah
guru. Maka, ia berdoa:
Tuhan, jadikanlah aku
seperti semula, seorang
guru! Karena, ternyata
gurulah yang paling hebat
dari semua yang lain!