Anda di halaman 1dari 40

BANGKITNYA PROFESI AKUNTAN

Oleh:
M. Irfani Faisal C1C113097
Awal Kebangkitan Akuntan

Para spesialis akuntansi mulai menjadi


profesi yang diperhitungkan pada awal
dimulainya revolusi industri.

Kota Edinburgh memulainya dengan


memasukkan 7 akuntan dalam daftar
anggota dewan kota tahun 1773.
Awal Kebangkitan Akuntan

Pada awal abad ke -19, baru ada sekitar 50


akuntan publik yang tercatat dalam daftar
seluruh kota besar di Inggris dan Skotlandia.
Angka ini tumbuh pesat sebagai akibat
disetujuinya Companies Act tahun 1844 yang
mengharuskan neraca hasil auditan
UU yang serupa pada tahun 1862 yang disebut
dengan nama "teman akuntan" menetapkan
penggunaan akuntan dalam kasus kepailitan
yang menjadikan pekerjaan utama para akuntan
saat-saat awal.
Akuntan Di Indonesia

Awal Berdirinya Organisasi


Di Indonesia belum ada profesi akuntansi
lulusan universitas lokal sampai tahun
1950an. Hampir semua akuntan memiliki
kualifikasi profesional yang berasal dari
Belanda.

Munculnya UU No. 34/1954 tentang


Pemakaian Gelar Akuntan merupakan
fondasi lahirnya akuntan yang berasal dari
universitas lokal
Awal Berdirinya Organisasi
Kantor akuntan publik milik Belanda tidak
mengakui kualifikasi akuntan yang lulus di
universitas lokal.

Atas dasar kenyataan tersebut, akuntan


lulusan Universitas Indonesia bersama-
sama dengan akuntan senior lulusan
Belanda mendirikan Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) pada tanggal 23 Desember
1957.
Perjalanan Kongres Ikatan Akuntan Indonesia

Selama tahun 1960an, menurunnya peran kegiatan


keuangan mengakibatkan penurunan permintaan jasa
akuntansi dan kondisi ini berpengaruh pada
perkembangan profesi akuntansi di Indonesia.
Profesi akuntansi mulai berkembang cepat sejak tahun
1967 yaitu setelah dikeluarkannya UU Penanaman
Modal Asing dan UU Penanaman Modal Dalam Negeri
1968.
Usaha Profesionalisasi IAI mendapat sambutan ketika
dilaksanakan konvensi akuntansi yang pertama tahun
1969.
Hal ini terutama disebabkan oleh adanya Surat
Keputusan Menteri Keuangan yang mewajibkan akuntan
bersertifikat menjadi anggota IAI.
Profesi Akuntan di Indonesia (IAI)

Akuntansi dapat dipandang sebagai suatu profesi yang


telah berkembang pesat akhir-akhir ini. Masyarakat
memberikan perhargaan khusus pada profesi tersebut
karena kewenangan teknisnya yang tidak lajim dimiliki
oleh semua orang.

Profesi akuntan dalam pekerjaannya dibedakan menjadi


beberapa jenis:
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI);
Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI);
IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd);
IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik (IAI-KASP).
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI)

Setelah hampir 50 tahun sejak berdirinya


perkumpulan akuntan Indonesia, tepatnya
24 Mei 2007 berdirilah Institut Akuntan
Publik Indonesia (IAPI) sebagai organisasi
akuntan publik yang independen dan
mandiri dengan berbadan hukum yang
diputuskan melalui Rapat Umum Anggota
Luar Biasa IAI - Kompartemen Akuntan
Publik.
Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI)
IAMI Merupakan Asosiasi Profesi Akuntan
dibawah IAI yang didirikan pada tanggal 1 April
2008 dengan Akta Notaris Ani Adriani
Sukmayantini SH. Sampai saat ini anggota IAMI
kurang lebih 200 orang para akuntan yang
pekerjaannya sebagai eksekutif baik di
perusahaan Negara, Pemerintah dan Swasta

IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd)


IAI-KAPd didirikan melalui rapat pembentukan
pada tanggal 16 Maret 1996 di Jogyakarta.
Dalam rapat pembentukan tersebut juga
ditetapkan pengurus IAI-KAPd periode 1996-
1999.
IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik
(IAI-KASP)
Pemahaman akan pentingnya akuntansi sektor
publik baru muncul akhir-akhir ini. Sebelumnya
pembahasan akuntansi sektor publik ini
dipersempit dan dikenal sebagai akuntansi
pemerintahan. Peranan sektor publik dalam
pemerintahan dan usaha-usaha yang dilakukan
terbukti menjadi tulang punggung perekonomian
negara selama lebih lima puluh tahun ini.
Pendidikan Profesi Akuntan

Pemberian gelar akuntan di Indonesia didasarkan atas


UU No. 43 tahun 1954, yang menyatakan bahwa gelar
akuntan diberikan kepada lulusan perguruan tinggi
negeri atau swasta yang memenuhi syarat untuk
menghasilkan akuntan atas proses pendidikannya atau
perguruan tinggi negeri yang ditunjuk oleh pemerintah.

Mereka yang berhak untuk memakai gelar akuntan


harus mendaftar ke Departemen Keuangan untuk
mendapatkan nomor register. Untuk bisa memperoleh
izin praktek sebagai akuntan publik, seorang akuntan
harus memenuhi beberapa syarat yang ditentukan
departemen keuangan.
Proses Pengembangan Standar Akuntansi
Keuangan
Pengembangan standar akuntansi keuangan di
Indonesia telah dimulai sejak tahun 1973
dengan dibentuknya Panitia Penghimpunan
Bahan-Bahan dan Struktur daripada GAAP dan
GAAS.

Selanjutnya pada tahun 1974 dibentuk Komite


Prinsip Akuntansi di Indonesia yang bertugas
menyusun dan mengembangkan standar
akuntansi keuangan.
Pendekatan Kovergensi IFRS

Apakah itu IFRS?


International Financial Reporting Standard and
Practices (IFRS) diterbitkan dalam bentuk buku
yang memuat standar dan praksi internasional
mengenai pelaporan keuangan. IFRS
merupakan standar akuntansi internasional yang
disusun oleh IASB yang dahulu bernama komite
Standar Akuntansi Keuangan (IASC)

IASC merupakan lembaga independen untuk


menyusun standar akuntansi yang dikenal
dengan Standar Akuntansi Internasional.
Kovergensi IFRS ke PSAK

IAI sebagai anggota the International Federation of


Accountant (IFAC) hadir menyampaikan presentasi pada
acara G-20 Accountancy di London. Tujuannya adalah
membahas tindakan agar ekonomi global cepat keluar
dari krisis. Terdapat rekomendasi yang terkait dengan
dunia akuntansi antara lain perlu standar akuntansi
internasional yang berlaku secara global untuk
meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Pada tahun 2008, IAI pada 23 Desember 2008


mendeklarasikan rencana Indonesia untuk melakukan
kovergensi terhadap International Financial Reporting
Standards (IFRS) dalam pengaturan standar akuntansi
keuangan.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Umum

SAK adalah suatu kerangka dalam


prosedur pembuatan laporan keuangan
agar terjadi keseragaman dalam penyajian
laporan keuangan. SAK merupakan hasil
perumusan Komite Prinsipil Akuntansi
Indonesia pada tahun 1994 menggantikan
Prinsip Akuntansi Indonesiatahun 1984.
SAK di Indonesia merupakan terapan dari
beberapa standar akuntansi yang ada
seperti IAS, IFRS, ETAP dan GAAP.
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntanbilitas Publik (SAK ETAP)
SAK ETAP adalah Standar Akuntansi Keuangan
untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, seperti
Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Koperasi,
Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

SAK ETAP diterbitkan tahun 2009 berlaku efektif


1 Januari 2011 dan dapat diterapkan lebih awal
yaitu 1 Januari 2010.
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntanbilitas Publik (SAK ETAP)
SAK ETAP lebih sederhana dan aplikatif
bagi perusahaan kecil. Bukan hanya
perusahaan kecil, perusahaan besar yang
tidak harus memiliki akuntabilitas publik
juga diizinkan menggunakannya.

Kesederhanaan penyajian ini banyak


mengabaikan hal yang tidak relevan,
banyak pula informasi yang tidak
diungkapkan secara wajar.
Etika Profesi Akuntan

Selama tugas profesionalnya, akuntan


wajib mematuhi aturan etika yang tertuang
dalam kode etik akuntan.

Kode etik akuntan sebagai suatu prinsip


moral dan perbuatan yang menjadi
landasan bertindaknya akuntan sehingga
apa yang dilakukannya dipandang oleh
masyarakat sebagai perbuatan yang
terpuji dan meningkatkan martabat serta
kehormatan profesi.
Etika Profesi Akuntan
Kode etik akuntan merupakan aturan etika
yang telah disepakati dan diatur oleh
lembaga profesi. Dengan adanya kode
etik ini maka para akuntan diharapkan
memahami dan menerapkannya sebagai
tanggung jawab dalam penugasan
profesionalnya.
Konsep Etika dan Moral
Etika merupakan ilmu yang membahas
dan mengkaji nilai dan norma moral. Etika
merupakan refleksi kritis dan rasional
mengenai:
Nilai dan norma yang menyangkut
bagaimana manusia sebagai manusia
harus hidup baik, dan
Masalah-masalah kehidupan manusia
dengan mendasarkan pada nilai dan
norma-norma moral yang umum diterima.
Konsep Etiket

Etiket berasal dari kosa kata bahasa Inggris etiquette


yang berarti aturan untuk hubungan formal atau sopan
santun. Contohnya yaitu etiket pergaulan, etiket makan,
etiket berbicara dan sebagainya.

Pendekatan Etika Normatif


Etika normatif mengevaluasi apakah perilaku tertentu
bisa diterima atau tidak berdasarkan norma-norma moral
yang menjunjung tinggi martabat manusia. Etika normatif
bersifat memerintahkan atau menentukan benar atau
tidaknya perilaku atau asumsi moral tertentu,
berdasarkan argumentasi yang mengacu pada norma-
norma moral yang tidak bisa ditawar-tawar.
Pendekatan Etika Deskriptif

Etika deskriptif berusaha mempelajari


secara kritis dan rasional mengenai sikap
dan perilaku manusia.

Etika deskriptif memberikan pemahaman


mengenai kenyataan-kenyataan dan
penghayatan nilai dalam suatu
masyarakat, tentang sikap orang dalam
menghadapi hidup dan tentang kondisi-
kondisi yang memungkinkan manusia
bertindak etis.
Pendekatan Etika Metaetika

Etika Metaetika membahas mengenai bahasa


atau logika khusus yang digunakan dibidang
moral sehingga perilaku etis tertentu dapat
diuraikan secara analisis.

Dalam pendekatan Metaetika, suatu perilaku


dikatakan baik dari sudut moral, bukan sekedar
karena perilaku itu membantu atau
meningkatkan martabat orang lain, tetapi juga
perilaku itu memenuhi suatu persyaratan moral
tertentu.
Teori-Teori Tentang Etika

Teori-teori tentang etika biasanya


berkaitan langsung dengan etika sebagai
refleksi kritis sebagaimana disebutkan
Keraf (2002). Teori tentang etika antara
lain:
Etika Deontologi;
Etika Teleologi;
Etika Keutamaan.
Etika Deontologi

Deontologi berasal dari bahasa Yunani


deon, yang berarti kewajiban. Etika
Deontologi memberikan pedoman moral
agar manusia melakukan apa yang
menjadi kewajiban sesuai dengan nilai-
nilai atau norma-norma yang ada.

Suatu perilaku akan dinilai baik atau buruk


berdasarkan kewajiban yang mengacu
pada nilai-nilai atau norma-norma moral.
Etika Teleologi

Teleologi berasal dari kata Yunani telos,


yang berarti tujuan. Etika teleologi
berbeda dengan etika deontologi karena
etika teleologi tidak menilai perilaku atas
dasar kewajiban, tetapi atas dasar tujuan
atau akibat dari suatu perilaku.

Suatu perilaku akan dinilai baik apabila


bertujuan atau berakibat baik, sebaliknya
suatu perilaku dinilai buruk apabila
bertujuan atau berakibat buruk.
Etika Keutamaan

Etika Keutamaan lebih memfokuskan


pada pengembangan watak moral pada
diri setiap orang.

Nilai moral muncul dari pengalaman hidup,


teladan dan contoh hidup permasalahan
hidup.

Etika keutamaan sangat menekankan


pentingnya sejarah dan cerita.
Profesionalisme

Istilah profesionalisme mengandung makna


kualitas yang sangat tinggi (baik), sedangkan
profesi memiliki pengertian pekerjaan yang
ditekuni dan menjadi tumpuan hidup, atau dapat
juga berarti bidang pekerjaan yang dilandasi
oleh pendidikan keahlian tertentu.

Suatu profesi dibangun diatas landasan moral


karena seorang profesional memang dituntut
untuk menghasilkan kinerja berkualitas tinggi
dan mengutamakan kepentingan publik.
Kode Etik IAPI

IAPI adalah organisasi profesi akuntan publik di


Indonesia. IAPI berwenang melaksanakan ujian
sertifikasi akuntan publik, penyusunan dan penerbitan
standar profesional dan etika akuntan publik, serta
menyelenggarakan program pendidikan berkelanjutan
bagi seluruh akuntan publik di Indonesia.

Ketika bertindak untuk kepentingan publik, para pelaku


profesi akuntan publik harus mematuhi dan menerapkan
seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur
dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik. Kode etik ini
terdiri dari dua bagian, yaitu bagian A dan bagian B.
Kode Etik Akuntan

Etika profesi akuntan di Indonesia diatur dalam


Kode Etik Akuntan Indonesia. Kode etik ini
mengikat para anggota IAI dan dapat
dipergunakan oleh akuntan lainnya yang bukan
atau belum menjadi anggota IAI.

Kode etik ialah norma perilaku yang mengatur


hubungan antara akuntan dengan kliennya,
antara akuntan dengan sejawat, dan antara
profesi dengan masyarakat.
Kode Etik Akuntan
Ada 2 sasaran pokok dari kode etik ini,
yaitu:
a)Kode etik bermaksud melindungi
masyarakat dari kemungkinan dirugikan
oleh kelalaian baik secara sengaja
maupun tidak sengaja dari kaum
profesional.
b)Kode etik juga bertujuan melindungi
keluhuran profesi tersebut dari perilaku-
perilaku buruk orang-orang tertentu yang
mengakui dirinya profesional.
Kode Etik IAPI

Bagian A
Bagian A memuat Prinsip Dasar Etika
Profesi dan memberikan kerangka
konseptual untuk penerapan prinsip.
Prinsip dasar yang disajikan dalam bagian
A terdiri dari 5 prinsip yaitu Integritas,
Objektivitas, Kompetensi dan Kehati-
hatian Profesional, Kerahasiaan, dan
Perilaku Profesional.
Kode Etik IAPI
Bagian B
Bagian B memuat Aturan Etika Profesi yang
memberikan ilustrasi mengenai penerapan
kerangka konseptual pada situasi tertentu.
1. Ancaman dan Pencegahan;
Ancaman, seperti ancaman kepentingan pribadi,
ancaman telaah pribadi, ancaman advokasi,
ancaman kedekatan dan ancaman intimidasi.
Pencegahan, seperti pencegahan yang dibuat
oleh profesi, perundang-undangan atau
peraturan dan pencegahan dalam lingkungan
kerja.
Bagian B
2. Penunjukan Praktisi, KAP, atau Jaringan KAP;
3. Benturan Kepentingan;
4. Pendapat Kedua;
5. Imbalan Jasa Profesional dan Bentuk Remunerasi
Lainnya;
6. Pemasaran Jasa Profesional;
7. Penerimaan Hadiah atau Bentuk Keramahtamahan
Lainnya;
8. Penyimpanan Aset Milik Klien;
9. Objektivitas Semua Jasa Profesional;
10.Independensi dalam Perikatan Assurance.
Kode Etik IAMI

Institute of Management Accountants (IMA)


mengeluarkan suatu pernyataan yang
menguraikan tentang standar prilaku etik
akuntan manajemen.

Standar tersebut adalah sebagai berikut:


Kompetensi;
Kerahasiaan;
Integritas;
Objektivitas;
Resolusi Konflik Etika.
Kode Etik IAI KASP

Untuk akuntansi sektor publik, aturan etika ditetapkan


oleh IAI-KASP. Aturan etika IAI-KASP memuat tujuh
prinsip dasar perilaku etis auditor dan empat panduan
umum lainnya berkenaan dengan perilaku etis tersebut.

Prinsip Dasar Perilaku Etis Auditor


Integritas;
Objektivitas;
Kompetensi dan Kehati-hatian;
Kerahasiaan;
Ketepatan Bertindak;
Standar Teknis dan Profesional.
Panduan Umum Lainnya pada Aturan Etika
IAI-KASP
Good Governance;
Pertentangan Kepentingan;
Fasilitas dan Hadiah;
Pemberlakuan Aturan Etika Bagi Auditor
yang Bekerja di Luar Negeri.
Pemberian Gelar Akuntan

Chartered Accountant (CA)


IAI sebagai anggota IFAC telah meluncurkan
CA. CA diluncurkan untuk menaati Statement
Membership Obligations & Guidelines IFAC dan
untuk memberikan nilai tambah untuk akuntan
beregister negara.

Sejalan dengan tujuan tersebut Kementrian


Keuangan telah mengeluarkan PMK
25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister
Negara yang telah disahkan pada tanggal 3
Februari 2014.
Kompetensi Chartered Accountant (CA)

1. Kompetensi Utama
a)CA memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam
mengelola sistem pelaporan yang menghasilkan
laporan keuangan dan laporan lainnya yang
bernilai tinggi sesuai dengan prinsip-prinsip tata
kelola, etika profesional dan integritas.
b)CA memiliki kapabilitas dan kompetensi dalam
pengambilan keputusan bisnis dengan
mempertimbangkan dinamika lingkungan bisnis
global.

2. Kompetensi Khusus
Certified Public Accountant (CPA)

Gelar Certified Public Accountant (CPA) adalah


gelar spesialisasi profesi, bukan akademik.
Gelar spesialis Akuntansi Keuangan khusus
perusahaan yang berstatus publik (Tbk).

Untuk mereka yang spesialis di Akuntansi


Manajemen gelarnya "Certified Management
Accountant" (CMA).

Gelar CPA menyiratkan 2 nilai kualitas dari


seorang akuntan, yaitu kompetensi dan
profesionalitas.