Anda di halaman 1dari 8

Tujuh Kebutaan Sistem (Tujuh

Penyakit/Ketidakmampuan Belajar)
Menurut Peter Senge
Materi Kelompok 4 KEPSTRAT
1. I am My Position (Buta Karena Posisi Sendiri)

Ketidakmampuan untuk mengendalikan ego diri sendiri karena merasa lebih


berwenang, lebih pintar, lebih senior, dan lainnya.
- Saya adalah jabatan yang saya emban
- Membatasi ruang lingkup berpikir
- Segan mempelajari hal baru.

Karakteristik :
terlihat pada cara mengelola diri (perorangan) dan organisasi (kelompok)
Sikap yang tidak bisa menerima pendapat orang lain.

Contoh : Terlalu percaya diri, menganggap orang lain tidak memberikan


kontribusi
2. The Enemy is Out There

Beranggapan bahwa penyebab masalah ada di luar sana, bukan dari saya

Selalu ada kambing hitam, seperti :


Pemerintah pusat kurang perhatian, pemerintah daerah tidak
menganggarkan, Dana kurang, masyarakat kita bodoh

Kesalahan selalu dilimpahkan kepada orang lain atau bawahan.


Bisa karena orang tersebut ingin menutupi kelemahannya, atau bisa
karena ia Tidak tahu kalau ia bersalah.

Contoh : Seorang dr. Spesialis tidak puas akan kinerja RS dan selalu
menilai sumber masalahnya berasal dari management
3. The Illusion of taking charge

Bersikap reaktif dalam cara memecahkan masalah

Ingin cepat menyelesaikan masalah, tanpa melihat gejala yang lebih


mendasar tapi belum terlihat

Menjadi buta karena ingin dianggap bertindak cepat.

Ingin menyelesaikan masalah dengan cepat tanpa disadari justru membuat


masalah baru

Contoh : sikap pemimpin yang cenderung sering untuk membuat aturan baru
sebagai cara cepat untuk mengatasi masalah yang sama terjadi di kemudian hari
4. The Fixation on events
Manajemen bertindak atas dasar kejadian.

Terbutakan karena kejadiannya. Melihat hanya pada saat kejadian sesaat saja.

Kecenderungan menangani masalah yang tampak pada kejadian yang dialami,


bukan pada sebab yang menghasilkan kejadian tersebut

Ketidak mampuan mengetahui sumber masalah dari beberapa kali masalah


yang muncul. Penanganannya hanya terbatas pada persoalan yang baru
muncul pada saat itu.

Contoh : pemimpin hanya merespon pada saat ada karyawan yang resign. Tiap
permasalahan yang sama dianggap sendiri-sendiri, tidak berusaha mengetahui
mengapa banyak karyawan yang keluar.
5. The Parable of boiling Frog
(Perumpamaan Katak Rebus)
Buta akan penanganan masalah ketika masih kecil

Mengatasi masalah menjadi lambat ketika masalah tersebut sudah


berkembang menjadi besar

Tidak menyadari masalah yang timbul perlahan-lahan, karena terus


beradaptasi

Kecenderungan membiarkan masalah yang muncul perlahan-lahan, dan ketika


besar terlambat untuk ditanggulangi

Contoh : Sering terjadi di RS, ketika pasien atau keluarga pasien mengeluh
terhadap pelayanan ataupun fasilitas. Akan terjadi masalah besar kalau sudah
terjadi akumulasi masalah
6. The dellusion of learning from experience

Buta karena selalu mengandalkan pengalaman

Buta akan diri yang selalu mendasari pengalaman dalam menyelesaikan


masalah baru. Padahal tidak semua masalah megikuti pola kejadian
sebelumnya

Kecenderungan menggunakan pengalaman untuk menangani gejala yang


dihadapi, Namun karena terbatasnya horizon kehidupan kita: kita tidak sempat
Melihat dampak dari keputusan kita

Apalagi masalah masa kini dan masa datang sering kali jauh berbeda dengan
pengalaman yg ada

Contoh : Karena telah berpengalaman, seorag senior merasa lebih tahu dalam
menentukan solusi suatu masalah.
7. The Myth of Management Issues

Mitos tim yang solid pasti menyelesaikan masalah

Anggota tim takut berbeda, atau kalau tidak setuju atau bertanya takut
menggoncangkan tim

Kompromi yang ada adalah ketidaksepakatan terselubung

Buta karena merasa telah membentuk team untuk mengatasi masalah

Kelemahan yang cenderung mentoleransi terhadap perbedaan anggota tim.


Saling takut mengecewakan antar sesama anggota

Sering terjadi kesepakatan semu terhadap keputusan oleh tim karena


perbedaannya tidak dimunculkan