Anda di halaman 1dari 76

Budisantoso WIRJODIRDJO

Sukolilo, 26 Agustus 2014


21/11/2017
2 Budisantoso WIRJODIRDJO 2
Apa itu Sistem ?
Mengapa Sistem?

............... Seberapa penting kita perlu


berpikir Sistem
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 3
Komponen-komponen atau bagian-bagian yang
saling berinteraksi antara satu dengan yang
lainnya , memiliki performansi tertentu yang
memiliki daya transformasi merubah masukan
menjadi luaran
Syarat sistem : X6
X2
kesatuan (unity)
X1
hubungan fungsional X5
X3
tujuan yang berguna
X$

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 4


Pencernaan Hutan Komunitas Sosial

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 5


Contoh: GLOBAL Carbon Cycle System

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 6


ELEMEN-ELEMEN

INTER-RELASI

TUJUAN

KINERJA

LINGKUNGAN

7
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 7
- Mempunyai tujuan tertentu

- Mempunyai sifat wholism, yaitu unsur unsurnya sendiri


kurang besar artinya dibandingkan dengan penggabungan
dari pada unsur-unsur tersebut.

- Unsur unsurnya dikaitkan satu sama lain oleh ikatan inter-


relasi dan inter-dependensi yang khusus

- Seluruh sistem mempunyai daya transformasi yang


merubah input menjadi output menurut suatu pola yang
dapat diperhitungkan.

11/21/2017 8
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 8
SYSTEM INTEGRITY

........Membagi gambar sapi menjadi 2 bagian tidak lah


memperoleh 2 sapi yang lebih kecil.......................

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 9


9
LINGKUNGAN SISTEM : - peraturan & perundangan
- kebijakan pemerintah

Tidak Diharapkan
Terkendali

INPUT SISTEM OBJEK YANG DI OUTPUT


PELAJARI
Tidak
Terkendali Diharapkan

Manajemen
Pengendalian

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 10


21/11/2017
11 Budisantoso WIRJODIRDJO 11
Sebuah penghampiran melihat permasalahan
dunia nyata secara komprehensif

Melihat realitas dunia nyata sebagai suatu


fenomena sistem
...............Dimana ada suatu interaksi mutual
antara satu bagian terhadap bagian yang lain
didalam sistem.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 12


Sebagai sebuah metodologi Anasynthesis:
penggabungan antara analysis dan synthesis
sebagai sebuah proses dalam melihat realitas.

................berpikir sistem selalu melihat perilaku


dunia nyata dalam konteks yang luas & multi
disiplin serta implikasinya atas satu sudut
pandang terhadap sudut pandang yang lain.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 13


Berpikir Sistem
Membantu dalam meng-explore saling ketergantungan beserta polanya

Max Barret Webecoist.com


21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 14
Dengan berpikir Sistem akan
memberikan pemahaman kepada kita
tentang realitas dunia disekitar kita &
memungkinkan kita untuk mengontrol
kehidupan kita sebagai bagian dari
sistem

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 15


Berpikir Sistem
Melihat realitas sebagai sistem yang menyeluruh

KESELURUHAN Bagian-bagian
Berpikir Holistic

!!!

?? ??

Banyak (Selalu)
keterbatasan sudut
pandang

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 16


PERBEDAAN DALAM BERPIKIR SISTEM

Analisis Tradisional Berpikir Sistem


Focuses onthe separating the In contrast, focuses on how the
individual pieces of what is being thing being studied interacts with
studied; in fact, the word the other constituents of the
analysis actually comes from systema set of elements that
the root meaning to break into interact to produce behaviorof
constituent parts. which it is a part.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 17


21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 18
Memahami Sistem

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 19


Memahami Sistem ..akan menghasilkan umpan balik &

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 20


Memahami Sistem

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 21


Pengaruh

Dampak

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 22


Menitik beratkan pada prinsip organisasi,
terutama hubungan saling ketergantungan
Berhubungan dengan permasalahan-permasalahan
kompleksitas detil dan dinamika
kompleksitas
Lebih melihat/memperhatikan secara seksama
proses perubahan dan tidak sekilas begitu saja

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 23


Memfasilitasi Pembuat Kebijakan dalam membantu
merealisasikan keputusan
Memecahkan permasalahan sistem secara ter-integrasi
sesuai dengan skala prioritas sistem
Menjawab dan menangani konsekwensi-konsekwensi
permasalahan sistem secara komprehnesif

Permasalah yang dihadap dari waktu ke waktu semakin


kompleks dengan bertambahnya:

Informasi yang mengalir


Ketergantungan
Aliran Perubahan
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 24
.... Lebih lanjut , apa yang dikata Einstein ..........

The significant problems we face today


cannot be solved at the same level of thinking
at which they were created.
- Albert Einstein

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 25


Menguji
Bahwa permasalahan ada karena di
create oleh kita sendiri

Melihat
Gambar Besar permasalahan

Mengetahui dan memahami


Stuktur mempengaruhi Kinerja
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 26
Dunia nyata dapat dilihat atas berbagai
perspektif,....... pada perspektif yang mana
dan situasi yang bagaimana hendak
dilihat........ serta bagaimana pula kita
memperlakukannya

Realitas pada dasarnya tidaklah statis,...........


tetapi berubah terhadap waktu dan tanpa
akhir dalam mencapai suatu keseimbangan.

Kesulitan dalam mendefinisikan kepastian


dalam kerangka waktu

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 27


Adanya kecenderungan pengurangan
ataupun pertambahan sepanjang waktu......

Permasalahan selalu ada dan berubah


sepanjang waktu......

Perubahan itu sendiri merupakan kolaborasi


dari berbagai perubahan faktor-faktor
lain.......

Adanya kecenderungan pengulangan


peristiwa atas suatu permasalahan.......

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 28


Fenomena mapan dan anti-mapan....

Sumber sumber tidak di share oleh hanya


satu faktor.......

Pertumbuhan selalu diikuti oleh fenomena


penyurutan....

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 29


Permasalahan saat ini datang dari solusi
permasalahan masa lalu.........
Lebih keras kita memberi aksi lebih keras
pula efek balik berupa reaksi
Perilaku lebih baik tumbuh ....... sebelum
perilaku tidak menguntungkan terjadi.
Penyembuhan bisa jadi lebih jelek
situasinya dari sebelum nya
Sesuatu yang cepat bisa jadi malahan
lambat.
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 30
Sebab akibat tidak berhubungan dengan
waktu dan ruang.

Perubahan kecil bisa jadi menghasilkan


hasil yang besar.

Membagi sebuah sistem atas 2 bagian tidak


berarti kita membagi atas 2 sistem yang
sama tetapi

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 31


Perilaku dari sistem ditentukan oleh struktur sistem

Sistem tanpa umpan balik selalu menghasilkan


luaran yang proposional terhadap masukan.
Lain halnya sistem yang mempunyai umpan balik
luaran yang dihasilkan tidaklah proposional
terhadap masukan.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 32


Pada dasarnya system memiliki lebih dari 1
luaran
Merubah salah satu luaran memberikan
implikasi merubah sistem secara
keseluruhan.
Optimimalisasi sistem tidak dapat dicapai
hanya dengan memaksimumkan kinerja
salah satu bagian sistem yang terbatas
Pencapaian kinerja sistem yang baik
memerlukan jaminan dan kerjasama yang
baik diantara komponen sistem sebagai
bagian dari sistem yang besar.
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 33
Quote from Russell Ackoff, Re-creating the Corporation
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 34
Sebab dan akibat (sederhana)
Pola perilaku terkait dengan sebab dan akibat
Struktur dasar yang menentukan pola
perilaku
Sebab dan Akibat (multiple)
Struktur dasar yang menentukan pola
perilaku

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 35


Sistem yang mana? (Problematika atau Solusi
Potensial)
Apa saja yang masuk/diluar sistem?
(menentukan batasan sistem)
Pengambaran apa yang terbaik?
Bagaimana kita mengetahui telah
memperoleh gambaran sistem final? (atau
hanya terminal dan dibutuhkan permodelan lebih lanjut
karena belum memperoleh akhir)

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 36


Sederhana namun menyeluruh
Menggambarkan adanya keterkaitan antar
elemen:
- A mempengaruhi B A B

- B mempengaruhi A
- Interaksi Mutual
- Jika A diubah B juga berubah, dan jika B
berubah maka A akan berubah pula
...................Ini sebuah langkah penyerdehanaan
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 37
PEMODELAN SISTEM
(Explikasi III : Perspektif Sistem)

OLEH : BUDISANTOSO WIRJODIRDJO


BDSTS-SEM-MOD-TI

21/11/2017
38 Budisantoso WIRJODIRDJO
11/21/2017 38
21/11/2017
39 Budisantoso WIRJODIRDJO 39
Representasi yang tidak eksat Model dapat membantu dalam
atas sesuatu realitas memahami, menjelaskan ,
mengantisipasi & membuat kebijakan

Pada dasarnya semua


model adalah salah, namun
beberapa bermanfaat.

-- George Box

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 40


Models adalah simplifikasi dari realitas yang
digunakan sebagai alat untuk meningkatkan
pemahaman
Apakah model tersebut bagus atau tidak
sangat bergantung seberapa jauh
kemanfaatannya dalam meningkatkan
pemahaman
*** Ingat ***
Semua model adalah salah
Beberapa models sangat berguna
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 41
Dapat memprediksi secara akurat
seberapa perfect masa depan.....

Pada dasarnya semua model adalah salah, namun beberapa bermanfaat.

Mengingat Model adalah salah,...... pertanyaan


-- George Box
praktis,..... meskipun salah seberapa jauh dapat
bermanfaat

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 42


Model dapat membantu pembuat kebijakan dalam beberapa hal:

Memahami konsekuensi atas pilihan kebijakan;

Medalami secara komprehensih sebab-sebab suatu


permasalahan ataupun issue;

Memperjelas asumsi-asumsi dan kriteria nilai pembuat


kebijakan dalam bentuk argumentasi atau narasi dalam
mendukung usulan kebijakan.;

Membukan komunikasi dialog diantara pemangku


kepentingan dan pembuat kebijakan.

Melengkapi framework dalam negosiasi dan membuat


konsensus; ernatif kebijakan

Melihat dampak kedepan efek kebijakan, serta memaintain


situasi atau meng-improve kondisi realitas terkini.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 43


Beberapa hal yang perlu diketahui atas model

Model Mental : Menjelaskan sesuatu terkait realitas.

Skenario : Pilihan berbagai alternatif masa depan.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 44


Model Formal...

Model Optimasi : Dibangun atas dasar jalan terbaik


dalam mencapai tujuan.

Model Ekonometrik : Mengukur relasi ekonomi,


analisis data statistik dan menemukan korelasi
diantara variabel terpilih.

Model Simulasi : Menemukan penentu utama atas


perilaku sistem.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 45


Struktur umpan-
balik ini
merupakan blok
pembentuk model
yang di ungkapkan
melalui lingkaran-
lingkaran tertutup.
Suatu struktur
umpanbalik
dibentuk karena
adanya hubungan
kasual (sebab-
akibat/causal-loop).

Hubungan sebab-
akibat Hubungan umpan-
balik bukan
menyatakan
hubungan karena
adanya korelasi
statistik.

Hubungan sebab-
akibat antar
sepasang variabel
harus dipandang
seolah-olah hubngan
variabel tersebut
dengan variable
lainnya di dalam
sistem dianggap
tidak ada

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 46


21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 47
Sebuah penghampiran untuk memahami System,
meskipun hanya sekedar kualitatif

T1 bertambah T1 berpengaruh pada Pendapatan bertambah


mempengaruhi ke T2 pengurangan T2 pendapatan bertambah
pula

Penjualan produk akan mengurangi Ketersediaan sumber-sumber dibarengi


persediaan barang di gudang dengan produktivitas akan berpengaruh
terhadap persediaan barang jadi

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 48


Aksi ditambah akan menghasilkan hasil yang sama
pada akibat, dan bertambahnya akibat akan
memperbesar pula sebab Dilihat sebagi
pertumbuhan

Rate Bunga dan akumulasi Dana berpengaruh pada besaran bunga


Bungan akan menambah akumulasi Dana
Akumulasi Bunga menambah Bunga

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 49


2 hal yang menuju ke keseimbangan atau menuju
nilai tertentu (Goal seeking).

Keadaan yang diinginkan & Keadaan saat ini mempengaruhi


terhadap besaran gap
Gap akan menambah aksi, Aksi akan menambah keadaan saat ini
selanjutnya keadaan saat ini akan mengurangi Gap.
Ketika keadaan saat ini mencapai nilai yang di inginkan maka gap
= 0 & gap tidak memberikan pengaruh lagi kepad aksi.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 50


Cukup menghitung bertanda minus - sekeliling loop
Genap merupakan loop penguatan
Ganjil merupakan loop menuju keseimbangan

Kombinasi antara loop penguatan (+) & loop


keseimbangan (-), Menunjukkan pola perilaku
spesifik
Sering terjadi lintas disiplin (diperlukan kemauan
menjebol disiplin keilmuan

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 51


Desired
Water Faucet
Level Position

Perceived
Gap
Water
Flow

Current
Water
Level
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 52
Sistem menunjukkan karakteristik yang tidak
dimiliki oleh masing-masing bagian dari
sistem.
Loop Keseimbangan (-) menunjukkan
keseimbangan sebab akibat atau menuju pada
suatu keadaan tertentu, tidak menggambarkan
sifat dari bagian bagian pembentuk hubungan
sebab & akibat
Loop penguatan (+),bukan bagian dari masing-
masing pembentuk hubungan sebab-akibat

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 53


21/11/2017
54 Budisantoso WIRJODIRDJO 54
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 55
Crop Damaging by Insects

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 56


When an insect is eating a crop, the conventional
response is to spray the crop with a pesticide
designed to kill that insect.
Putting aside the limited effectiveness of some
pesticides and the water and soil pollution they
can cause, imagine a perfect pesticide that kills all
of the insects against which it is used and which
has no side effects on air, water, or soil.
Is using this pesticide likely to make the farmer or
company whose crops are being eaten better off?

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 57


If we represent the thinking used by those
applying the pesticides, it would look like this:

Pesticide O Insects
Application Damaging Crops

1. The letter indicates how the two variables are related: an s means
they change in the same direction - if one goes up then the other
goes up, and an o means they change in the opposite direction - if
one goes up then the other goes down (or vice versa).
2. This diagram is read a change in the amount of pesticide applied
causes the number of insects damaging crops to change in the
opposite direction.
3. The belief being represented here is that as the amount of pesticide
applied increases, the number of insects damaging crops
decreases.
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 58
Number of
Insect A
O Damaging Crop
O

Number of Insect B
Pesticide
Application

Number of Insect B
S Damaging Crop
Total number of
Insects damaging crop

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 59


1. The problem of crop damage due to insects often does get better - in
the short term.
2. Unfortunately, what frequently happens is that in following years the
problem of crop damage gets worse and worse and the pesticide that
formerly seemed so effective does not seem to help anymore.
3. This is because the insect A that was eating the crops was controlling
the population of another insect B, either by preying on it or by
competing with it.
4. When the pesticide kills the insects A that were eating the crops, it
eliminates the control that those insects were applying on the
population of the other insects, insects B).
5. Then the population of the insects B that were being controlled
explodes and continue to damage the crops.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 60


With this picture of the system in mind, other
actions with better long-term results have been
developed, such as Integrated Pest Management,
which includes controlling the insect eating the
crops by introducing more of its predators into the Area.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 61


So now how do you solve the problem of
Insect B damaging the crop?

Find the solution..


21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 62
KELAHIRAN

KELAHIRAN
+
POPULASI
+

KEMATIAN POPULASI
-

KELAHIRAN
+ KEMATIAN
+
[+]
+
POPULASI
-

[-]

KEMATIAN
+

Menggambarkan Struktur Umpan Balik Model


63
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 63
Dinamika Populasi

+ +

Kelahiran Populasi Kematian

+ -

Umpan balik & delay waktu


21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 64
KELAHIRAN
+
[+]
Level
+ Rate 1 Rate 2
POPULASI
-

[-]

KEMATIAN
+

[-]
Kelahiran +
-
Populasi
+ Kematian
+
[+]

65
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 65
21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 66
1. Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang sifatnya tiba-
tiba dan tidak diinginkan serta menimbulkan korban baik
manusia (pekerja), alat dan material.

2. Pada pelaksanaan pekerjaan proyek konstuksi yang


melibatkan berbagai sumber daya baik sumber daya
manusia, materi dan alat yang berkoordinasi dengan
batasan waktu dan uang, maka didalamnya mengandung
risiko kerja yang besar.

3. Risiko ini apabila tidak dikelola dengan baik dan didukung


oleh kondisi kerja yang tidak aman serta sikap pekerja
yang tidak aman maka akan menimbulkan terjadinya
kecelakaan kerja.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 71


1. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi
variabel-variabel yang menjadi penyebab terjadinya
kecelakaan kerja.

2. Sejauh ini penelitian yang dilakukan masih bersifat satu


arah, belum memperhatikan hubungan timbal balik yang
terjadi antara penyebab kecelakaan kerja, kecelakaan kerja
dan dampak kecelakaan kerja terutaama biaya.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 72


1. Permasalahan yang akan diselesaikan adalah
untuk mengetahui variabel apa yang
mempengaruhi kecelakaan kerja konstruksi.

2. Selanjutnya mengetahui biaya yang ditimbulkan.


Selanjutnya membuat pemodelan kecelakaan
kerja konstruksi yang komprehensif.

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 73


1. Mengetahui variabel yang mempengaruhi kecelakaan
kerja konstruksi.

2. Merumuskan model yang secara komprehensif


menggambarkan relasi antara kecelakaan kerja
konstruksi dengan biaya kecelakaan.

3. Menggunakan metode pendekatan sistem dalam


pemodelan

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 74


Gap biaya kecelakaan
+ & asuransi 0
Pembiayaan di luar
tanggungan asuransi 0 -
-
+
Anggaran Pelaksanaan
Proyek 0
Pembiayaan
--
asuransi 0
Total biaya
+ kecelakaan 0

HPS +
Subkontraktor 0

Keparahan
kecelakaan 0
+
+
Kontrak
+
Subkontraktor 0 Kedisiplinan Kelelahan 0
-
+ pekerja 0
Usia 0
- +
+ Kondisi kerja 0
Tingkat kecelakaan Jenis pekerjaan 0
- Kesadaran
+ keselamatan 0 kerja 0
Masa kerja 0 -
+
Tingkat kecelakaan
+
kerja 1 +
Tingkat pendidikan & Kepedualian +
pengetahuan 0 Manajemen 0 Jumlah pekerja 0
Kebutuhan + +
+
training 0 Tingkat risiko +
kerja 0
Reward 0
+
Punishment 0
Investasi program +
K3 0 Kebutuhan peralatan &
perlengkapan keselamatan
0

Biaya peralatan &


perlengkapan
+
keselamatan 0
+
+
Anggaran K3 0

21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 75


21/11/2017 Budisantoso WIRJODIRDJO 76