Anda di halaman 1dari 29

KEPENDUDUKAN, KESEJAHTERAAN IBU - ANAK

& KELUARGA BERENCANA

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


OLEH :
MOH. HAYAT SADAN
A. KEPENDUDUKAN

Menurut Hauser dan Duncan demografi adalah ilmu yang


mempelajari jumlah, persebaran teritorial dan komposisi penduduk,
perubahan - perubahan yang terjadi terhadapnya, serta komponen -
komponen yang menyebabkan terjadinya perubahan itu, yaitu
natalitas, mortalitas, migrasi dan mobilitas sosial.

Data demografi sangat dibutuhkan untuk berbagai jenis


perencanaan pembangunan. Misalnya proyeksi penduduk usia
sekolah penting untuk perencanaan pembangunan dalam sektor
pendidikan, data fertilitas, natalitas, morbiditas dan mortilitas
penting untuk perencanaan pembangunan dalam sektor
kesehatan dan seterusnya
1. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin

Struktur umur penduduk antara negara yang satu dengan


yang lain, antara negara sedang berkembang dengan negara
maju, antara daerah pedesaan dan perkotaan adalah tidak
sama.

Struktur itu dipengaruhi oleh tiga variabel demografi


yaitu kelahiran, kematian dan migrasi (perpindahan
penduduk). Ketiga variable itu saling mempengaruhi satu
sama lain. Apabila variabel yang satu berubah, kedua variabel
yang lain juga ikut berubah.
LANJUTAN

Satu negara dikatakan berstruktur umur muda,


apabila kelompok penduduk yang berumur di
bawah 15 tahun jumlahnya besar (lebih dari
35%), dan besarnya kelompok penduduk yang
berumur 65 tahun lebih, kurang dari 3%. Sebaliknya
suatu negara dikatakan berstruktur umur tua,
apabila kelompok penduduk yang berumur 15
tahun ke bawah jumlahnya kecil (kurang dari
35%) dan persentase kelompok penduduk yang
berumur 65 tahun lebih, sekitar 15%.
Rasio Beban Tanggungan (Dependency Ratio)

Secara ekonomis penduduk di bedakan dua golongan.


1. Golongan pertama berumur 15 - 64 tahun disebut golongan
penduduk produktif,
2. Golongan kedua disebut golongan penduduk tidak
produktif (golongan independent ) dibedakan atas dua
kelompok :
a.berumur 0 - 14 tahun golongan independent I
b.berumur 65 tahun ke atas golongan independent II.
LANJUTAN
Dengan mengetahui besarnya golongan penduduk tidak
produktif dan produktif, akan dapat dihitung besarnya Rasio
Beban Tanggungan (Dependency Ratio). Rasio Beban
Tanggungan adalah perbandingan antara banyaknya penduduk
yang tidak produktif , dengan banyaknya penduduk yang
produduk .
RUMUS :

RBT = Jumlah penduduk kurang 15 th + penduduk 65 th keatas


Jumlah penduduk umur 15 64 tahun
LANJUTAN

Tingginya Rasio Beban Tanggungan merupakan faktor


penghambat dalam pembangunan ekonomi, karena
sebagian besar dari pendapatan yang diperoleh golongan yang
produktif terpaksa harus dikeluarkan untuk memenuhi
kebutuhan dari mereka yang tidak produktif. Negara - negara
sedang berkembang dengan tingkat fertilitas yang tinggi
mempunyai RBT yang tinggi pula, disebabkan besarnya
proporsi anak - anak dalam struktur penduduknya.
2. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk yaitu : jumlah penduduk persatuan luas
wilayah. Dibedakan atas Kepadatan Penduduk Kasar,
Kepadatan Penduduk Fisiologis dan Kepadatan
Penduduk Agraris. RUMUS:

Kepadatan Penduduk Kasar = Jumlah penduduk suatu wilayah


Luas Wilayah (km2)

Kepadatan Penduduk Fisiologis= Jumlah penduduk suatu wilayah


Luas Tanah Pertanian (km2)

Kepadatan Penduduk Agraris= Jumlah pentani di suatu wilayah


Luas Tanah Pertanian (km2)
3. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk di suatu daerah di pengaruhi oleh besarnya
kelahiran, kematian dan migrasi penduduk.
Penduduk akan bertambah jumlahnya kalau ada yang lahir (B) dan ada
yang datang (I), dan akan berkurang jumlahnya kalau ada yang mati (D)
dan yang meninggalkan daerah tersebut (O), sehingga pada tahun
tertentu keadaan penduduk dapat di hitung dengan persamaan di
bawah ini :

Pt = Po + B - D + 1 O

Persamaan di atas di sebut balancing, di mana didapatkan :


B - D = pertumbuhan penduduk alamiah ( natural increase) I - O =
migrasi netto
a. Fertilitas Penduduk
Fertilitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang wanita
atau kelompok wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup,
sedangkan fekunditas adalah kemampuan biologis seseorang
wanita atau kelompok wanita untuk menghasilkan anak yang lahir
hidup.
Fertilitas dihubungkan dengan jumlah kelahiran hidup,
sedangkan fekunditas dihubungkan dengan kemampuan
untuk hamil dan melahirkan anak yang hidup.
Ahli demografi hanya mengadakan pengukuran terhadap kelahiran
hidup (live birth). Suatu kelahiran disebut lahir hidup apabila
pada waktu lahir terdapat tanda - tanda kehidupan, misalnya
denyut jantung, bernafas, bergerak, menangis dan sebagainya.
LANJUTAN
Ukuran fertititas bermacam macam, dua diantaranya yaitu:
1. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Keterangan :
CBR = Crude Birth Rate
CBR = B xK B = Jumlah Kelahiran hidup pada tahun tertentu
Pm = Jumlah kelahiran pada pertengahan tahun tertentu
Pm K = Bilangan Konstanta (1000 0/00 )

2. Angka Kelahiran Umum (General Birth Rate)


Keterngan :
GBR = B xK GBR = General Birth Rate
B = Jumlah Kelahiran Hidup pada
Pf ( 15 49 ) tahun tertentu
Pf (15-49) = Jumlah penduduk wanita pada
usia subur (umur 15 - 49 tahun)
pada pertengahan tahun
tersebut.
LANJUTAN

Tinggi rendahnya fertilitas penduduk dipengaruhi oleh :


1. Faktor demografi struktur umur penduduk, umur kawin
pertama, disrupsi perkawinan dan proporsi penduduk
wanita yang kawin.
2. Faktor non demografi tingkat pendidikan, keadaan
ekonomi, perbaikan status wanita, urbanisasi dan
industrialisasi.
b. Mortalitas Penduduk
Mortalitas penduduk : salah satu variabel demografi yang penting.
Tinggi rendahnya tingkat mortalitas penduduk suatu daerah tidak
hanya mempengaruhi pertumbuhan penduduk, tetapi merupakan
barometer dari tinggi rendahnya tingkat kesehatan masyarakat daerah
tersebut.
Mati adalah peristiwa hilangnya semua tanda - tanda kehidupan
secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat sesudah kelahiran hidup.
Khusus untuk bayi, kematian dibedakan menjadi:
1. Lahir Mati (still birth), yakni kematian bayi yang cukup masanya (40
minggu) pada waktu keluar rahim tidak ada tanda - tanda
kehidupan.
2. Kematian Baru Lahir ( Neo Natal Death), yaitu kematian bayi
sebelum berumur satu bulan (28 hari).
3. Kematian lepas baru lahir (post neo natal death), adalah kematian
setelah bayi lahir hidup hingga berumur kurang dari satu tahun.
LANJUTAN
Pengukuran kematian penduduk diantaranya yaitu:
1. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate)
Keterangan :

CDR = Bd x K CDR = Crude Death Rate


D = Jumlah seluruh kematian dalam tahun tertentu
Pm Pm = Jumlah kelahiran pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan Konstanta (1000 0/00 )

2. Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate)


Keterngan :
MMR = Maternal Mortality Rate
CMR = Dm x K Dm = Jumlah Kematian ibu hamil, melahirkan dan
B1 nifas pada tahun tertentu
B1 = Jumlah Kelahiran hidup pada tahun tersebut
K = Bilangan Konstanta (1000 0/00 )
LANJUTAN

3. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate)


Keterngan :
IMR = Do x K IMR = Infant Mortality Rate
Do = Jumlah kelahiran bayi selama satu tahun
B1 B1 = Jumlah Kelahiran hidup pada tahun tersebut
K = Bilangan Konstanta (1000 0/00 )
c. Angka Harapan Hidup
Angka Harapan Hidup dan suatu umur yaitu rata - rata
tahun hidup yang masih dijalani oleh seseorang yang telah
berhasil mencapai umur tersebut, dalam situasi mortalitas
yang berlaku dilingkungan masyarakatnya. Angka Harapan
Hidup waktu lahir misalnya, merupakan rata - rata tahun
hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir.

AHH pada suatu umur merupakan indikator yang baik untuk


menunjukkan tingkat sosial-ekonomi secara umum. Angka
tersebut besarnya berkisar antara kurang dari 40 tahun pada
negara berkembang sampai lebih dari 70 tahun pada negara
maju.
d. Mobilitas Penduduk
Peranan mobilitas penduduk terhadap laju pertumbuhan antara wilayah yang
satu dengan wilayah yang lain berbeda - beda.

Mobilitas penduduk dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu mobilitas


permanen atau migrasi dan mobilitas non permanen atau mobilitas sirkuler.

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain


dengan maksud untuk menetap di daerah tujuan. Sedangkan mobilitas
sirkuler ialah gerakan penduduk dari satu tempat ke tempat lain dengan tidak
ada niatan untuk menetap di daerah tujuan.

Secara garis besar migrasi dapat dibagi dua, yaitu migrasi internal yang
disebut juga transmigrasi, dan migrasi internasional yang dapat
dibedakan atas migrasi masuk (= imigrasi) dan migrasi keluar (= emigrasi).
Lanjutan
Migrasi penduduk terjadi karena adanya beberapa faktor yang
dapat dibedakan atas faktor pendorong dan faktor penarik,
sebagai berikut :
1. Faktor pendorong : makin berkurangnya sumber alam,
menyempitnya lapangan pekerjaan, adanya tekanan politik
ataupun masalah yang menyangkut SARA, adanya masalah budaya
dan kepercayaan, karena ada bencana alam
2. Faktor penarik : tersedianya lapangan pekerjaan, adanya
kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang tinggi, adanya
kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi,
lingkungan hidup yang lebih menyenangkan, adanya pusat
kegiatan industri, perdagangan, kebudayaan dan hiburan
B. Permasalahan Kependudukan di
Indonesia
Secara umum terdapat tujuh masalah kependudukkan di
Indonesia, yaitu :
1. Jumlah penduduk yang sangat besar.
2. Angka pertumbuhan penduduk yang tinggi
3. Persebaran penduduk tidak merata
4. Penduduk Indonesia berstruktur umur muda
5. Penduduk Indonesia mempunyai pola perekonomian agrari
6. Mobilitas penduduk Indonesia rendah.
Upaya - upaya untuk mengatasi masalah
kependudukkan di Indonesia :
1. Melaksanakan Program Keluarga Berencana
2. MelaksanakanTrasmigrasi
3. Industrialisasi
4. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pertanian dan Perkebunan
5. Pemerataan Pembangunan dan Hasil - Hasilnya
6. Peningkatan Peranan dan KesejahteraanWanita
c. Kesehatan Ibu dan Anak
Usaha kesehatan ibu dan anak yang bergerak dalam
pendidikan kesehatan, pencegahan penyakit dan peningkatan
kesehatan penting sekali untuk meningkatkan kesehatan
umum masyarakat.

Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA) melayani


pemeliharaan ibu, bayi dan anak sampai umur 5 tahun.
Sekarang ini pada umumnya BKIA sudah diintegrasikan ke
dalam Puskesmas.
Maksud dan tujuan BKIA :
a. Usaha Kesehatan Ibu dan Anak mempunyai tujuan memberikan
pelayanan kesehatan kepada ibu - ibu secara teratur dan terus
menerus pada saat sakit, sehat, masa ante partum, post partum,
masa menyusui pemeliharaan anak dari lahir sampai pra sekolah.
b. Keluarga berencana bagi suami / istri yang membutuhkannya.
c. Mengadakan integrasi ke dalam General Public Health Services dan
mengadakan kerja sama dan koordinasi dengan dinas kesehatan
lain.
d. Mencari dan mengumpulkan masalah dalam masyarakat dan
mencoba memecahkannya.
Kegiatan - kegiatan yang dijalankan
dalam BKIA :
1. Yang ditujukan kepada ibu hamil, melahirkan dan
menyusui:
Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan menyusui
Pertolongan persalinan di luar rumah sakit
Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan anak
Imunisasi dasar dan revaksinasi
Pengobatan sederhana.
2. Usaha yang ditujukan kepada bayi :
Meliputi pengawasan pertumbuhan dan perkembangannya,
makanan yang sehat, pemberian vaksinasi dasar yaitu BCG
(sebelum satu bulan), DPT dan Polio (umur 3,4 dan 5
bulan), Campak (9-14 bulan)
lanjutan
3. Usaha yang ditujukan kepada anak prasekolah
Meliputi pengawasan terhadap pertumbuhan dan
perkembangan, revaksinasi, pendidikan kesehatan.

4. yang bersih seperti cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun,


memotong tali pusar dengan gunting yang telah dimasak /
disterilkan dan pengetahuan mengenai hal - hal yang
memerlukan pertolongan bidan dan dokter.

5. Keluarga berencana
Bertujuan meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi dan anak
serta keluarga secara keseluruhan dengan sasaran ibu - ibu dari
pasangan usia subur (PUS).
D. Keluarga Berencana
1. Sejarah & Organisasi Program Kependudukkan / Keluarga
Berencana di Indonesia.
Prakarsa untuk melaksanakan kegiatan KB di Indonesia
dimulai pada tahun 1953 oleh sekelompok kecil masyarakat
yang terdiri dari berbagai golongan, khususnya dari kalangan
kesehatan, di Jakarta. Kelompok itu berkembang dan pada
tahun 1957 berdirilah perkumpulan Keluarga Berencana
Indonesia (PKBI). Dalam kegiatan PKBI ditunjang oleh
Departemen Kesehatan dengan menyediakan Balai
Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA) serta tenaga kesehatan
sebagai sarana pelayanan KB.
2.Tujuan dan Kegiatan Program Keluarga Berencana
a. Tercapainya kondisi Penduduk Tanpa Pertumbuhan (PTP)
b. Membudayakan Norma Keluarga Bahagia dan Sejahtera
(NKKBS
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut di atas dilaksanakan kegiatan
- kegiatan sebagai berikut :
Perluasan jangkauan,Yaitu usaha untuk mengajak peserta KB
baru sebanyak - banyaknya, serta mengembangkan lembaga ilmu
baru yang diharapkan dapat turut serta mengelola program
Pembinaan,Yaitu usaha untuk lebih memantapkan penerimaan
gagasan Keluarga Berencana secara lestari, baik dalam
keikutsertaan sebagai akseptor KB maupun dalam keikutsertaan
mengelola program
Pelembagaan pembudayaan Yaitu usaha untuk meningkatkan
diterimanya Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS)
yang membudaya
lanjutan
3. Hubungan Keluarga Berencana dengan Masalah lainnya.
Hubungan antara pelaksanaan program Keluarga Berencana dengan masalah
- masalah lainnya di Indonesia adalah sebagai berikut :
a. Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga.
b. Keluarga Berencana dan Pembangunan Nasional
c. Keluarga Berencana dan Derajat Kaum Wanita
d. Keluarga Berencana dan Agama.

4. Metode Kontrasepsi Keluarga Berencana


Pantang Berkala
Metoda Sederhana (Kondom)
KB suntik/ pil KB
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Metode Sterilisasi
lanjutan
5. Keluarga Berencana Mandiri
6. PerananTenaga Farmasi Dalam Program KB
Berperan serta aktif dalam penyediaan pengedaran alat
- alat dan obat - obat kontrasepsi.
Berperan serta secara aktif dalam penyuluhan