Anda di halaman 1dari 16

Lingga permata sari

Mohamma ribut,dkk
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk
mendapatkan nilai suseptibilitas, gambaran
bawah permukaan dan didukung dengan data
geomagnet yang diperkirakan sebagai
bongkahan bijih besi pada daerah
pengukuran
KabupatenTulungagung terletak kurang lebih
154 km ke arah Barat Daya dari Kota

Luaswilayah Kabupaten Tulungagung sebesar


113.167 ha, sekitar 2,2% dari luas Propinsi
Jawa Timur. Berbentuk dataran yang subur
pada bagian utara, tengah, dan timur,
sebagian ada pegunungan dan samudera
sepanjang batas selatan (Rahman, 2011).
Metode geomagnetik merupakan salah satu
metode geofisika yang digunakan untuk
survei pendahuluan pada eksplorasi minyak
bumi, panas bumi, batuan mineral, maupun
untuk keperluan pemantauan (monitoring)
gunung berapi.
Benda magnet dapat dipandang sebagai
sekumpulan dari sejumlah momen-momen
magnetik. Bila benda magnetik tersebut
diletakkan dalam medan luar, benda tersebut
menjadi termagnetisasi karena induksi.
Oleh karena itu, intensitas kemagnetan
adalah tingkat kemampuan menyearahnya
momenmomen magnetik dalam medan
magnet luar, atau didefinisikan sebagai
momen magnet persatuan volume
Tingkat suatu benda magnetik untuk mampu
dimagnetisasi ditentukan oleh suseptibilitas
kemagnetan atau k, yang dituliskan sebagai:
I = kH
Besaran yang tidak berdimensi ini merupakan
parameter dasar yang dipergunakan dalam
metode magnetik.
Harga k pada batuan semakin besar apabila
dalam batuan tersebut semakin banyak dijumpai
mineral-mineral yang bersifat magnetik. Harga
suseptibilitas ini sangat penting dalam pencairan
benda anomali karena sifatnya yang khas untuk
setiap jenis mineral atau mineral logam.
Penelitian ini menggunakan metode Geomagnetik,
yaitu dengan mengukur medan magnet di lokasi
penelitian.
Penelitian diawali dengan pencarian pustaka mengenai
aplikasi metode magnetometer pada penelitian
sebelumnya.
Kemudian melakukan studi geologi terhadap lokasi
penelitian dengan melakukan uji XRF pada sampel
batuan dari singkapan tanah di lokasi penelitian. Hasil
uji XRF di laboratorium menunjukkan prosentase
kandungan besi sebanyak 10.14 %, sehingga dilakukan
penelitian untuk memprediksi keberadaan, kedalaman,
jenis, dan koordinat mineral di lokasi penelitian.
Data yang sudah ada dilakukan pengolahan dan analisis
dengan menggunakan Surfer 10 dan Mag2dc
Hasilpengolahan data berupa peta kontur
topografi lokasi penelitian dan peta kontur
anomali medan magnet lokal.
Peta kontur anomali medan magnet lokal
merupakan peta kontur yang menunjukkan
anomali batuan-batuan yang berada tepat di
bawah lokasi penelitian
Ketinggianlokasi penelitian berada diantara
261 285 meter di atas permukaan laut.
Dengan melihat rentang ketinggian tersebut
dapat dilihat bahwa kondisi tanah bukan
permukaan yang datar.
Pada Gambar 3 terdapat anomali tinggi dan
anomali rendah. Tetapi pencarian nilai
suseptibilitas batuan bawah permukaan
difokuskan pada medan magnet yang memiliki
anomali tertinggi karena diperkirakan anomali
tertinggi disebabkan oleh mineral logam yang
memiliki medan magnet yang tinggi dan
diharapkan mengandung mineral besi
Sehingga slicing dilakukan memotong anomali
tertinggi, Slicing diambil memotong anomali
tertinggi dan sejajar dengan komponen Easting
dari sistem koordinat UTM dengan panjang
sembarang
Hasil slicing kemudian diproses dalam Mag2dc
untuk dibuat pemodelan bawah permukaan.
Berdasarkan hasil pemodelan bawah
permukaan dalam mag2dc diperoleh
beberapa jenis batuan.
Pada kedalaman 0 14.24 meter nilai
suseptibilitasnya adalah 0.01 Batuan ini
diperkirakan dominan mengandung dolomit
dengan ukuran batuan relatif kecil
14.24 - 25 meter terdapat nilai suseptibilitas
-0.001. Batuan tersebut terbentang
sepanjang garis slicing Berdasarkan nilai
suseptibilitasnya batuan ini memenuhi
kriteria jenis batuan kalsit
Terakhir adalah pada kedalaman 55.19 meter
sampai 69.48 meter terdapat batuan dengan
suseptibilitas 0.5100. Diperkirakan ini adalah
kandungan bijih besi jenis hematit
Berdasarkan hasil uji XRF di laboratorium,
sampel batu dari lokasi penelitian
mengandung 10.4 % besi. Sedangkan dari
hasil pengukuran medan magnet di lapangan,
dusun Tirtosinawang diprediksi memiliki
cadangan mineral besi dengan suseptibilitas
0.5100
Mineral besi terdapat diantara koordinat
609343.6 mE 609348.6 mE (11159'33.67"
BT 11159'33.83" BT) pada garis Northing =
9093374 mS dengan kedalaman 55.19 meter
sampai 69.48 meter. Batuan tersebut
diperkirakan merupakan bijih besi jenis
hematit dengan nilai suseptibilitas 0.5100.